KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Akhir dari segalanya


__ADS_3

Kakek Mira begitu senang. Namun, Mira melanjutkan kata-katanya.


"Tidak."


"Apa.? Apa yang kau katakan Mira.?"


"Karna orang yang melakukan ini semua pada perusahaan Bantara Grup adalah aku." Kata Mira tersenyum seraya menyelipkan rambutnya di sisi kiri telinganya.


Seluruh keluarga Bantara tidak ada yang percaya tentang apa yang dikatakan Mira, mana mungkin dia melakukan hal tersebut pada perusahaan keluarganya sendiri. Kakeknya menarik nafas mencoba keluar dari kebingungan dan ketidak percayaannya.


"Lulucon itu tidak lucu Mira." Kata kakeknya


"Mira apakah kau mengatakan itu karna kau tidak ingin memberikan batu giok biru itu.?" Lanjut bawahan kakek Mira.


"Tidak apa-apa, bantu kita dengan giok biru dulu, nanti kita bicarakan hal-hal lain." Kata kakek Mira lagi.


Melihat kakeknya seperti itu, Terukir senyum sinis di bibir Mira. Sangat tampak jelas bahwa dia tidak akan memberikan giok biru itu. Apapun yang terjadi.


"Kakek, kau sebaiknya membuang ide itu." Jawab Mira.


"Mira mengapa kau melakukan ini.?"


Mira kembali tersenyum, dia mengatakan bahwa dia melakukan semua ini karna ingin membalas dendam. Sebenarnya dia ingin melakukan ini sejak awal.


"Bukankah kalian mencelakaiku dan ayahku demi uang dan kekuasaan yang ayahku tinggalkan."


Amarah Mira meledak seketika, dia menunjuk wajah kakeknya yang sekali lagi mencoba mendapat kepercayaan Mira.


"Kakek, tidak seharusnya aku memanggilku Tn.Bantara, kau masih berpikir menyelamatkan perusahaan.? Pantas saja mencelakai ayahku untuk mendapatkan giok biru itu."


Semua orang yang menghadiri acara pesta pemegang saham itu memaki dan menatap kakek Mira begitu tidak suka, bahkan ada di antara mereka yang mengatainya secara langsung. Terlebih Mira mengataka bahwa dia tidak menyangka bahwa satu-satunya orang yang dia percaya melakukan hal kotor itu, jika tahu begitu, sudah sejak awal dia menghancurkan keluarga Bantara.


"Tapi ini belum terlambat, kau menyakiti ayahku demi perusahaan. Aku akan membuatmu dan perusahaan bangkrut, dan kau tidak dapat melakukan apa-apa."


"Cukup Mira, apa kah kau tahu konsekuensinya.?"


"Konsekuensi.? cih aku sekarat, aku tidak perlu memimirkan tentang konsekuensinya.


Mira mengatakan di depan semua orang bahwa dirinya terinveksi virus SH yang mematikan di mana virus itu kakeknya sedirilah yang masukkan ke dalam tubuhnya.


"Tuan Bantara, ini adalah giok biru yang selalu kau inginkan. Apakah kau berani mengambilnya.?" Akta Mira menujukan giok biru pada kakeknya dan di depan semua orang.


Dengan cepat kakek Mira merebutnya dari tangan Mira, dia terperangah melihat giok biru itu.


"Giok biru, ini adalah giok biru."


Ketika giok itu berada di tangan kakek Mira, seluruh keluarga Bantara dan bebrapa pemegng saham di Bantara grup saling berbut untuk mendapatkan giok itu.


Dan berkat kekuatannya, Kakek Mira berhasil mempertahankan giok biru itu. Dia mengangkatnya di depan semua orang.


"Giok biru adalah milikku, pengikut keluarga Bantara datang padaku."


Namun, tidak ada yang bergerak satupun. Hanya keadaan yang begitu sunyi hingga Mira mengankat bicara.


"Para pengikut kelurga Bantara akan mengikuti perintah dari pemilik batu giok biru.

__ADS_1


'Di mana mereka, kenapa kekuatan itu tidak muncul ' Tanya kakek Mira dalam hati. Dia tampak begitu bingung


"Tapi ayahku mengubah aturan ketika dia mendapatkan batu giok biru. Jika pemilik giok biru bukan aku, maka kekuatan besar itu tidak perlu didengarkan."


Mira juga menjelaskan jika tampanya, giok biru hanyalah sebuah leontin,


"Tn.Bantara kau tidak menyangka itu bukan.? Kau pikir aku tidak melakukan apa-ap dalam beberapa hari terakhir?."


Sebenarnya saat Mira mengecoh kakeknya dengan bantuan Devan dan Faiq. Dia sebenarnya telah bertemu dan mendapatkan kamando atas pengikut kelurga Bantara. Ketika mira sedang mencari bukti kegiatan ilegal Bantara Grup, Secara kebetulan Devan memecahkan kode dokumen yang di buat oleh ayah Mira.


Dengan bantuan Devan, Mira bertemu dengan semua pebisnis pengikut pemegang batu giok biru.


"Nona Mira, hari ini akhirnya tiba." Kata salah satu kepala keluarga terbesar yang ada di kota B


"Lihat itu adalah kepala keluarga Rolex dari Rolex Grup." Kata salah satu tamu yang hadir.


Begitu pula kepala keluarga Mainder dari Mainder Grup, kepala keluarga Royal dari Royal Grup, Dan beberapa keluarga besar yang lainya datang dan berhamba pada Mira.


"Kami siap membantu Nona Mira." Kata para kepala keluarga secara serentak.


Mereka semua berdiri tegak di belakang Mira. Sementara itu Mira bertolak pinggang dan tangannya yang satu menunjuk ke arah kakeknya.


"Kau lihat itu Tn.Bantara?, aku satu-satunya yang bisa memanggil orang-orang ini."


"Bantara Grup akan bangkrut. Aku telah menghabiskan waktu puluhan tahun dan malah dirusak oleh bocah sepertimu. Tapi apa kau kira bisa membunuhku?."


Kakek Mira tertawa, seraya mengeluarkan ponselnya, dan mengatakan bahwa Mira pasti tidak akan pernah menyangka jika selama bertahun-tahun, kakeknya telah melatih suatu kekuatan yang hanya akan menerima perintah darinya. Bahkan kekuatan dalam keluarga tidak ada yang akan bisa melawannya.


"Bawa dan beritahu orang-orang untuk menangkap bocah sialan itu." Perintah kakek Mira.


Namun, semua yang di harapkan oleh kakek Mira tidak sesuai, dia baru saja mendapat telfon yang mengatakan bahwa tiba-tiba segerombolan orang datang untuk menculik sepupu Mira yang akan di jadikan kakek Mira sebagai pewaris.


Kakek Mira semakin Emosi, dia menunjuk ke arah Mira dan memakinya.


"Kau pikir kau bisa keluar dari kota B?. Kau merusak Bantara Grup dan banyak merugikan orang lain, kau pikir kau bisa menyingkir dengan aman.


'Aku mimang tidak berharap menyingkir dengan aman, sayangnya aku tidak bisa melihat Arkana lagi.' Ucap Mira dalam hati sambil menunduk, matanya terasa hangat. Namun, dia masih mampu untuk menahannya.


"Kenapa dia tidak bisa menyingkir dengan aman?." Tanya seseorang tiba-tiba.


"Suara itu?." Kata Mira terkejut.


Mira berbalik, dan melihat seorang pemuda tampan berjalan dengan begitu gagahnya. Setelan jas Merah dengan celana yang sebatas di atas mata kaki membalutnya. Kancing kemejanya sengaja di lepaskan di bagian atas tiga bagian. Tanganya masuk ke saku celananya.


Mira berlari meraih dan memeluk pinggan pemuda itu.


"Arka, kenapa kamu datang?."


"Jika aku tidak datang, apa aku akan membiarkanmu menghadapi musuh sendirian.


Setelah puas memeluk Mira, Arkana dengan tegas berkata bahwa tidak ada yang boleh kasar pada wanitanya. Semua orang terkuat milik Gramentha Grup berjalan maju merenggangkan jari-jarinya lalu menggepalkannya. Mereka menghampiri para keluarga Bantara yang tidak menyukai Mira.


"Apa yang ingin kau lakukan, jangan sembarangan, ini adalah kota B." Kata bibi Mira berjalan mindur. Dia ketakutan.


'Cara Arkana menyelesaikan masalah memang kasar dan sederhana. Menurut kota S tidak bisa terlibat di kota B. Apa Arkana akan mendapat masalah?.' Tanya Mira menatap Arkana.

__ADS_1


"Aku bisa menangani ini sendiri Arka."


"Aku tahu apa yang kamu khawatirkan, Mira. Tenang saja, aku sudah mengubah aturan di kota S. Sekarang kota S sudah bebas terlibat masalah di kota B."


"Eh, Benarkah?."


"Ya, Benar. Jadi kau boleh melakukan apapun yang kau mau di kota B ini. Aku akan selalu ada untukmu Mira." Kata Arkana.


Kota S adalah kota yang rumit, Mira bergikir bahwa Arkana pasti telah membayar harga mahal untuk perubahan itu. 'Jadi untuk apa aku menahan diri, karna ingin membalas dendam, maka lakukanlah sampai selesai.' Kata Mira dalam hati. Terukir sebuah senyum iblis di pinggir bibirnya.


***


Sesuai perintah Arkana, orang-orang terkuat milik Gramentha sudah meringkuk kakek dan keluarga Bantara yang lainnya.


"Mira Bantara." Panggil tegas kakeknya.


"Jangan panggil aku begitu, kau meminta orang-orangmu untuk memasukkan virus SH padaku dan ayahku. Kau harus diadili. Semua keluarga Bantara adalah kaki tangan dalam pemberian virus padaku dan ayahku." Teriak Mira di kalimat terakhirnya.


Karna bibi Mira dan anggota keluarga lainnya memilih tutup mulut saat itu, Mira juga tidak memerlukan permintaan maaf dari mereka, Mira ingin meruntukan kereka bersama Bantara Grup. Mira juga tahu mereka semua masih menginginkan batu giok biru. Mira mengangkat tangannya dan memperlihatkan batu giok biruyang di ambilnya dari tangan kakeknya.


"Mulai sekrang giok biru tidak berlaku lagi, Mereka yang mengikuti keluarga Bantara, tidak perlu mengikuti perintah pemiliknya, Jika ada yang keberatan maka mereka akan mati menggenaskan." Kata Mira tegas.


'Itu wanitaku,' Puji Arkana dalam hati. Seraya menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Para tamu yang menghadiri acara itu tidak menyangka bahwa salah satu keluarga terbesar serta perusahaan paling besar di kota B jatuh dalam semalam, Mereka khawatir keluarga Royal dari Royal Grup akan mengambil alih bisnis, terlebih Royal grup adalah keluarga bangsawan. Mereka telah di tahan oleh keluarga Bantara selama bertahun-tahun.


Mira tersenyum, dan menyerahkan sebuah dokumen berisi berkas tentang kejahatan kakek Mira.


"Aku akan menyebarkannya dan kau akan menghabiskan waktumu di penjara." Kata Mira pada kakeknya.


Orang-orang suruhan Arkana membawa kakek Mira pergi untuk diadili. Arkana juga bisa masuk ke kota B, karna kegigihannya dan sudah mengalahkan banyak orang-orang terkuat di kota B.


Setelah puas membuat kekacauan pada keluarga Bantara, Mira menghampiri Arkana dan meminta Arkana untuk membawanya keluar dari kota B, dia tidak ingin lagi berada di kota B ataupun kembali lagi.


"Ok, ayo kita pergi." Kata Arkana.


Beberapa hari kemudian, Arkana membawa Mira kembali ke kota S,


"Aku tidak pernah berfikir untuk menyingkirkan keluarga Bantara sebelum aku mati." Kata mira setelah turun dari hellikopter milik Arkana yang di tumpanginya bersama Arkana,


"Aku akan tinggal di sisimu mulai sekarang." Jawab Arkana menarik Mira ke dalam pelukannya.


"Arka." Panggil Mira saat Arkana mendekatkan wajahnya.


"Ibu, apa mereka akan berciuman." Kata seorang anak kecil yang melihat Arkana mendekatkan wajahnya ke wajah Mira.


Mira dan Arkan malu-malu, Mira mendorong Arkana dan befalasan sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Arkana juga mendapatkan sebuah pesan yang berisi bahwa Dr.Aditama sudah menemukan penawar untuk virus SH yang ada di dalam dirinya.


Namun, Mira tidak ingin penawar itu, Lantaran penawarnya berasal dari dalam tubuh Arkana, yaitu denga darah Arkana. Darah Arkana bisa menjadi penawar lantaran saat di hutan neraka, dia tidak sengaja memakan sebuah rumput bersalju.


Setiap hendak tertidur, Arkana memberikan setetes darahnya pada jus naga yang di berikan pada Mira tampa sepengetahuan Mira.


Hingga beberapa bilan, Mira akhirnya sembuh, baru Arkana memberitahunya bahwa dia memberikan darahnyan sebagai penawar virus SH. Sementara ayah Mira hanya menggunakan obat yang di kembangkan oleh Dr.Aditama.

__ADS_1


Kesembuhan Mira di rayakan oleh keluarga Gramentha, Tak terkecuali Devan dan kedua orangtuanya. Juga si kembar Faiq dan Fia. Ketiga anak itu bermain bersama. Mira tersenyum, dia tidak menyangka bahwa anak sekecil Faiq dan Devan bisa membantunya dalam melancarkan balas dendamnya.


...~AND~...


__ADS_2