KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Perasaan hangat


__ADS_3

"Tunggu sampai istriku selesai dengan makanannya." Jawab Gavano berisikap acuh dan tetap memandangi Alleta.


'Sial,! sekarang Vano bahkan tidak melirikku sedikitpun.' Ucap Luna dalam hati, dan tetap setia menunggu Alleta menyelesaikan aktivitas makannya.


"Bisa cepat sedikit tidak sih makannya.?" Tanya Luna kesal.


"Ini makananku, dan saya membayar untuk ini, jadi kenapa bibi harus mengaturku.?" Ucap Alleta lirih


"Bibi.? apa kamu memanggilku bibi.?" Luna semakin kessal


"Dilihat dari penampilan kamu, kamu memang terlihat seperti seorang bibi." Jawab Alleta dengan nada ketusnya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Vano.! jadi mengertilah.!"


"Jika ingin berbica, maka berbicaralah, tak usah mengganggu orang yang sedang menikmati makanannya."


"Kamu, wanita ******.!"


"Luna, Diam" Bentak Gavano bangkit dari duduknya.


Lelaki itu tadinya hanya diam saja karna merasa mungkin Alleta bisa mengatasi orang seperti Luna. Namun ia tidak terima jika Luna memaki Alleta.


"Vano kanapa kamu berubah seperti ini padaku.? bukankah kamu mencintaiku.?"


"Luna... jaga ucapanmu.!"


"Memangkan, aku hanya mengatakan kebenaran."


"Ah... membuat orang hilang selera saja." Ucap Alleta menghempaskan sendok di tangannya.


Gadis muda itu, berdiri menatap Luna yang terlihat sangat kesal, lalu beralih menatap Gavano yang juga tampak geram.


"Vano.! sebaiknya kamu menyelesaikan masalah kalian, aku ingin jalan-jalan di sekitar sini."


"Baiklah, tunggu aku Al.! Aku akan segera menemuimu." Pinta Gavano berubah menjadi lembut.


Namun Alleta yang juga sudah kesal dengan Luna, hanya berbalik tampa mengucapkan sepata katapun pada Gavano.


"Vano.!" Bentak Luna semakin kesal melihat kelembutan Gavno terhadap Alleta, yang bahkan dia sendiripun tak pernh mersakan kelembutan itu, meskipun Gavano mencintainya di masa lalu.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan.? aku tidak punya cukup waktu.!"


"Vano, aku hanya ingin kita kembali bersama lagi, saling mencintai, saling merangkul,"


"Tidak bisa" Jawab Gavano datar.


"Tapi, aku sangat mencintaimu.!"


"Lalu kenapa kamu meningalkanku.?"


"Tapi aku sudah kembali"


"Dan kamu berharap aku mau menerima bekas orang lain.? He, jangan mimpi."


"Kamu tega, kamu sungguh tega Vano, aku kembali hanya untukmu, bahkan aku melepaskan semua impianku.!"


"Sudah puas.?"


"Vano apa maksudmu.?"


"Jika sudah selesai maka aku akan pergi, istriku masih menungguku."


Berbalik dan meninggalkan Luna,


"Vano...! tunggu... Vano.!" Teriak Luna namun Gavano tak menoleh sekalipun.

__ADS_1


Beberapa saat setelah kepergian Gavano, Luna duduk di tempat bekas Alleta,


"Baby.! who he are.?"


(Sayang, siapa dia?) Tanya seorang pria asing yang menghampiri Luna.


"Oh, Sam.! he's just a friend in S. city.!"


(Oh, Sam.! dia hanyalah seorang teman di kota S)


"What's the problem between you two?"


(Ada masalah apa diantara kalian berdua.?)


"it's okay, we just greet each other"


(Tidak ada, kami hanya saling menyapa)


Jawab Luna berbohong.


Samuel adalah pria asing yang membawa Luna ke luar negri dan membantunya dalam karirnya. Dan sebenarnya mereka kembali lantaran Luna sedang mengambil cuti dengan alasan merindukan kampung halaman, padahal itu hanya alasan Luna saja.


Dirinya meminta cuti hanya untuk mengejar Gavano kembali, berharap dengan apa yang telah ia raih di negri asing, maka tidak akan sulit baginya untuk berkarir kembali jika suatu saat Gavano kembali padanya. 'Tentu saja, setelah aku terlepas dari Samuel, namun aku akan melepaskannya setelah aku kembali pada Gavano.!' Ucap Luna dalam hati.


"Are you ok baby.?" Tanya Samuel khawatir melihat Luna sedang melamun.


"Yeah.! im ok."


Pria asing itu kemudian duduk di kursi bekas Gavano, meraih tangan Luna dengan lembut.


"Baby.! I have to go back."


(Sayang.! aku harus kembali)


(Kenapa.? dan kapan.?)


"Tomorrow, I can't stay here long. I have a lot to do"


(Besok, aku tidak bisa tinggal lama di sini)


"Ok..."


(Baik)


"I will pick you up, if you want to go home"


(Aku akan menjemputmu, jika kamu ingin pulang.")


'Bagus, sebaiknya kamu memang harus kembali, agar aku bisa leluasa mengejar kembali cintaku.!' Ucap Luna dalam hati yang begitu senang karna Samuel harus kembali ke luar negri karna urusan perusahaan.


***


Di tempat lain, Setelah keluar dari toko kue, Alleta berkeliling di sekitar, dan pada akhirnya tersesat. Gadis itu bahkan lupa membawa tasnya, alhasil sangat sulit baginya untuk menghubungi Gavano.


Alleta terus saja berjalan hingga tak sengaja menabrak bokong seorang pria bertubuh besar penuh tatto.


"Ah... maaf kakak.!"


"Maaf.? Tidak semuda itu.!" Ucap pria yang penuh tato itu.


"Aku akan melakukan semua yang anda inginkan, asalkan anda mau menerima maafku."


"Lakukan dengan tubuhmu gadis cantik" Jawab pria bertato itu, setelah meneliti setiap inci tubuh Alleta, hingga timbul niat mesumnya pada Alleta.


Karna merasa pria itu sangat mesum, bahkan terlihat sangat menjijikan, Alleta menendang bagian di antra ************ pria bertato itu, baru kemudian berlari hingga ke tempat yang terdapat banyak sekali orang.

__ADS_1


Dan pada akhirnya pria bertato itu tidak dapat menemukan Alleta dan memilih untuk pergi, Di tambah lagi, tidak mungkin baginya untuk menemukan seorang gadis di antara sekian banyak orang.


"Paman.! apa paman sudah lama di sini.?" Tanya Alleta pada seorang pengemesi setelah duduk dan menutup kepalanya dengan syal yang sudah lusu milik pengemis tua yang bisu. yang sedang duduk bersandar di sebuah dinding gedung.!"


Karna tak dapat berbicara, pengemis tua itu hanya mengangguk dan tersenyum hangat pada Alleta.


"Ini untukmu pak.!" Ucap seorang wanita seraya memberi beberapa uang pada pengemis itu baru kemudian berdiri dan menyandarkan bahunya pada tembok gedung yang sama di sandari oleh pengemis tua itu.


"Terimah kasih Nyonya.!" Ucap Alleta mewakili pengemis itu


Alleta saat ini mengenakan syal lusuh yang membungkus sebagian tubuhnya, dan tak mengenakan alas kaki yang tadi ia lepaskan saat berlari menghindari pria bertato yang mengejarnya, membuat wanita itu berfikir bahwa Alleta adalah anak dari pengemis tua itu.


"Apa dia ayahmu.?" Bertanya tampa menatap Alleta, karna posisi mereka saat ini bersampingan, dan sama-sama bersandar oda dinding tembok gedung. Wanita itu dengan posisi berdiri sedang Alleta duduk sambil memeluk lututnya.


"dia ayahku Nyonya." Jawab Alleta berbohong.


"Aku julia, aku baru saja kembali ke kota S."


"Aku Leta,"


"Berapa umurmu sayang.?"


"Sebentar lagi delapan belas."


Sesaat Jantung Julia berdetak tak menentu, gemuruh bergejolak di hatinya, ada perasaan hangat menjulur masuk ke dalam hatinya yang paling dalam.


"Aku juga dulu memiliki seorang putri yang sangat cantik dan lucu."


"Lalu di mana putri anda Nyonya.?"


"Gadis kecil itu sudah kembali ke pelukan Yang Maha Esa."


"Ah,,, maafkan aku Nyonya jika aku membuka luka kehilangan anda."


"Tak apa, baiklah Sampai di sini saja yah.! mungkin suamiku sedang mencariku." Jawab Julia seraya berbalik menghadap Alleta yang masih duduk memeluk lututnya.


Julia mengulurkan tangannya dengan senyum hangat, meskipun wajah Alleta tidak jelas terlihat lantaran berbalutkan syal tebal yang lusu, namun tetap saja Julia dapat merasakan bahwa gadis itu sangat cantik.


Alleta meraih tangan Julia, dan berlaku sopan. 'Tangan nyonya ini begitu hangat, apa karna sudah lama aku tidak menyentuh tangan ibu.?' Ucap Alleta dalam hati.


Saat menyentuh tangan Julia, Alleta juga merasakan kehangatan yang sudah lama ia dambakan.


"Alleta..." Panggil Gavano, sesaat setelah Julia berlalu.


"Vano.?"


"Apa yang kamu lakukan di sini.?"


"Tidak ada, hanya ingin duduk"


"Kita pulang.!"


"Baik."


Gavano dan Alleta meninggalkan tempat itu, tapi sebelum itu, Alleta meminta dompet Gavano.


"Boleh pinjam dompet.?"


Tampa pikir panjang Gavano merogoh saku celananya dan meraih dompetnya lalu memberikannya pada Alleta. Gadis itu membuka dompet Gavano, mengeluarkan sejumlah uang, baru kemudian memberikannya kepada pengemis tua. Jika saja bukan karna bantuannya meminjamkan syal pada Alleta hingga orang yang mengejarnya tidak menemuknnya.


'Siapa gadis ini.?' Tanya Alleta dalam hati, Sebelum mengembalikan dompet Gavano, Alleta sempat melihat sebuah foto gadis yang begitu cantik, bahkan lebih cantik dari dirinya.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2