KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Bekas luka 21+


__ADS_3

Yang lupa dengan Arkana dan Mira, nih aku kasi Visualnya.



"Apa yang kau katakan Mira?. Berhenti menggodaku."


"Aku serius... Aku..."


Bulum sempat Mira menyelesaikan perkataannya, Arkan membaringkan Mira dan merangkak ke atas Mira, Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Mira dan berbisik pelan.


"Aku akan bertanya sekali lagi, Apa kau yakin?."


"Ya!." Jawab Mira menarik rahang Arkana agar lebih dekat dengan wajahnya.


"Mira kau adalah milikku."


Arkana membuka satu persatu kancing dress yang di kenakan Mira, Matanya bersinar kala melihat pemandangan indah di depannya, Tampa mebuang waktu Arkana mulai menjelajah di setiap inci kulit Mira dengan lidahnya.


"Arka,,,!" Panggil Mira yang sudah mulai mengelingjang lantaran begitu geli.


"Em...!"


Arkana menarik Mira untuk duduk di tepi pembaringan, sementara dirinya turun dari pembaringan. Tepat di depan Mira, Arkana meraih tangan Mira, meminta Mira melepas gaspernya, dan memanjakan kejantanannya.


Meski itu bukan pertama kali bagi Mira, tapi dia juga masih merasa sedikir canggung. Dia pelan-pelan membuka gasper Arkana dan menerunkan resletingnya, baru kemudian mengeluarkan benda panjang dan besar dari balik celana Arkana.


Mira menagkap kejantanan Arkana dan menuntunya masuk ke mulutnya. Pelan-pelan Mira mengulumnya, menjilatinya selayaknya dia sedang menikmati es krim manis di cuaca yang begitu panas.


Pekik Arkana ketika ujung lidah Mira menyentuh setiap lekukan kejantatannanya.


"Mira kau gadis yang nakal."


"Aku akan memperlihatkan betapa nakalnya aku." Kata Mira.


Mira lebih memperdalam kulumannya, dan lebih mempercepat gerakan maju mundurnya pada milik Arkana, dia benar-benar memanjakannya. Hingga pada menit terakhir, sedikit lagi Arkana akan mendapat pelepasannya, dia me.remas rambut Mira dan menuntun Mira melakukan permainannya.


"Aaaggrhhh..." Erangan keras Arkana bersamaan dengan sesuatu yang muncrat dari ujung miliknya.


Cairan putih kental memenuhi wajah Mira,


"Arka kau..."


"Heheh... Maafkan aku" Kata Arkana meraih tissu di meja, dan membantu Mira membersihkan wajahnya.


Tak samapai di situ, Arkana tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Mira padanya. Dia kembali mendorong Mira hingga berbaring, dia melepas pakaian Mira dan membuangnya ke sembarang arah seperti yang pernah dia katakan saat di restoran.


Karna sedikit Malu Mira berpaling ke arah lain dengan wajahnya yang Merona. Arkana tahu itu bahwa Mira sedang Malu. Arkana kembali merangkak ke atas Mira dan melepaskan pakaiannya sendiri.


Melihat otot-otot Arkana, Mira menyadari bahwa dia benar-benar tidak salah dalam memilih pria yang di cintainya. Selain memiliki tubuh yang bagus, Arkana juga begitu tampan, terlebih dia adalah mantan seorang aktor. Meski Arkana sedikit konyol saat bertengkar dan bercekcok dengan Alleta.


Mira tersenyum saat mengingat hal-hal konyol yang di lakukan Arkana ketika sedang bermasalah dengan Alleta.

__ADS_1


"Ah...!" Desah Mira tiba-tiba saat Arkana sudah menenggelamkan miliknya. Dia terhanyut dalam ingatannya tentang Arkana dan Alleta, sehingga dia tidak merasakan bahwa Arkana sudah memulai aktifitasnya.


"Apa yang kau pikirkan.?" Tanya Arkana seraya memberi hentakan nikmat di bawah sana.


"Ak... Aku... ah...h..h. Aku... Arka."


"Kau kenapa Mira.?"


"Aku... Ugh...! Kau."


Arkana semakin mempercepan tempo memompanya. ******* dan leguhan Mira begitu merdu di telinganya, membuatnya semakin bersemangat untuk beraktifitas panas.


"A..h..h...h..." De.sah Mira


Aku tahu kau akan menyukainya Mira"


"Arka... Ugh...! Aku, ah.. Itu terlalu dalam."


"Ini adalah hukumanmu, karna telah menggodaku."


"A..h..h...! maafkan Ug..h.. Aku."


"Tidak ada kata Maaf."


Arkana lebih mempercepat goyangan pinggulnya hingga sebuah ******* panjang yang keluar dari kerongkongan Mira bersamaan keluarnya pelepasan dari keduanya.


***


Esok hari. Mira terbangun di dalam pelukan Arkana. Dia menarik diri dan mengubah posisi menjadi tengkurap serta menggunakan salah satu tangannya untuk membopong dagunnya sementara tangan yang lain meraba pipi Arkana.


"Ini bukan mimpi." Kata Arkana terbangun saat tangan Mira berpindah meraba dada bidangnya.


"Aku tahu." Jawab Mira menyumbat bibir Arkana dengan sebuah ciuman.


"Waktunya bangun." Kata Arkana lahi.


Saat Arkana hendak beranjak dari pembaringan, Mira melihat ada bekas luka yang memenuhi bagian belakan Arkana. 'Sepertinya itu adalah bekas luka baru'. Kata Mira dalam hati. Dia merabanya.


"Ini bekas luka baru, apa begitu sakit.? Bagaimana kau mendapatkannya.?"


"Aku nakal, ayah menhukumku. Ini sudah tidak sakit lagi. Kau ingin makan apa.?" Jawab Arkana berbohong, dan bertanya pada Mira kemudian.


"Senwich telur."


"Baiklah, tunggu di sini."


"Baik."


Meski Arkana berbohong, Mira tahu bahwa luka itu dia dapat karna dirinya. Terlebih Arkana begitu tangguh, tidak ada yang bisa melakukan itu padanya, kecuali dia berdiri diam dan menerimanya.


Sementa Arkana memasak, Mira menutup mata sesaat, dia tiba-tiba mengingat tentang aturan kota B dan kota S. 'Menurut aturan, Gramentha grup tidak boleh terlibat di kota S. 'Jangan-jangan Arkana mendapatkan bekas luka itu karna melanggar aturan, dia mungkin berbohong karna dia tidak ingin aku khawatir.' Pikir Mira.

__ADS_1


"Mira, ini sarapanmu. Kamu tidak bisa bangun dari tempat tidur karna aktifitas semalam."


"Aku bisa, aku hanya butuh waktu."


Mira bangkit dari pembaringan. Namun, karna keliaran Arkana semalam dan melakukannya berulang kali, membuat bagian inti Mira sedikit lecet dan terasa perih. Kakinya gemetar dan hampir terjatuh, beruntung Arkana cepat menangkapnya setelah meletakkan makanan di meja.


"Aduh."


"Hati-hati."


"Kau seharusnya tidak mengejekku."


"Kau seharusnya tidak memaksakannya."


Setelah saling menggoda, Mira dan Arkana, sarapan bersama. Arkana memberitahu Mira bahwa dia telah menangkap Yuyue karna telah memberi obat pada Mira. dan bertanya bagaimana Mira akan mengurusnya.


"Aku punya ide. Dia memberiku obat, dan membuatku merasa tidak enak, aku akan memberinya sesuatu yang tidak enak tampa menyakitinya. Arka, apa perusahaan Gramentha punya sesutu untuk menghasilkan rasa gatal.?"


"Hahah... kau mungkin sudah terlalu banyak membaca novel, Gramentha tidak punya sesuatu yang seperti itu."


"Ku pikir Gramentha punya."


"Gramentha memang tidak punya, tapi kita bisa melakukannya dengan cara lain."


"Cara yang mana.?" Tanya Mira.


"Kita bisa mengikat kaki dan tangannya, lalu menaruh kutu di tubuhnya." Usul Arkana yang notabennya adalah pria yang punya banyak Akal, Alleta saja tidak lolos saat dia mengerjainya.


"Itu terlalu mengerikan, menaruh kutu pada tubuh seorang gadis. Kau Kejam."


"Terimah kasih atas pujiannya. Aku akan berurusan dengan Yuyue, kau istirahatlah di rumah." Kara Arkana bangkit.


"Tunggu." Cegah Mira menarik lengan baju Arkana.


Cup... Mira memberi ciuman pada Arkana sebelum Arkana berlalu.


Sementara itu, Yuyue yang sudah berda di tangan para orang-orang Arkana berteriak. Dan minta tolong saat Arkna masuk ke ruangan di mana dia berada.


"Kakak Arka, tolong aku."


"Aku meminta seseorang menculikmu, kenapa aku harus menolongmu.?"


"Kau yang menyuruh.? kenapa kau melakukan itu.?"


"Karna kau bersalah."


Arkana memerintahkan orangnya untuk menaburkan seember kutu pada tubuh Yuyue, membuat gadis itu menangis karna gatal. Dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


Arkan tertawa puas melihat Yuyue, hingga ponselnya mendapat sebuah pesan text dan meninggalkan Yuyue yang sudah pingsan.


"Temukan seseorang untukku." Pinta Arkana pada bawahannya sebelum dia pergi.

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2