
Setelah mendapat panggilan telfon dari Gavano, Riko bergegas menuju ke lokasi, tapi sebelum itu ia menitipkan Alexa pada ayah dan ibunya.
Hal itu membuat Andre dan Aren bingung, sejak kapan Alexa datang ke rumah mereka, mengapa mereka tidak melihat Alexa datang, mereka semakin bingun ketika Riko hanya mengatakan tolong menjaga Alexa tampa memberi penjelasan pada orang tuanya.
Tak mau mendapat begitu banyak pertanyaan dari ayah dan ibu Riko, Alexa lebih memilih untuk kembali ke kamar Riko, Sementara Andre dan Aren semakin bertambah bingung.
Ingin sekli rasanya Andre dan Aren bertanya, namun mengingat Alexa adalah putri Revandra, mereka mengurungkan niat mereka dan akan menunggu Riko kembali baru bertanya.
Di apartemen Felisa, Riko mendatangi Gavano yang sejak tadi menunggunya.
"Bagaimana.? sebenarnya apa yang terjadi.?"
"Aku juga tidak tahu, menejer Felisa menghubungiku dan memberitahu bahwa saat ia datang Felisa sudah tidak bernyawa. Dan dinyatakan bunuh diri lantaran begitu frustasi.!"
Sebentar Riko berjongkok di depan mayat Felisa meneliti setiap inci tubuh wanita yang sudah tidak bernyawa itu. setelah puas Riko berdiri dan memulai apa yang ada di pikirannya.
"Apa kamu yakin dia bunuh diri.?" Tanya Riko pada Gavano.
"Menurut menejernya, dia bunuh diri dengan meminum pil penenang yang berlebihan."
"Tapi aku tidak yakin.!"
"Riko, Apa maksudmu.?" Tanya Gavano mengerutkan keningnnya.
"Lihatlah di bagian belakang lehernya, terdapat satu tanda tusukan kecil, seperti sebuah jarum suntik."
Gavano semakin bingung dengan apa yang di katakan Riko,
"Perjelas apa yang kamu maksud."
"Vano.! aku yakin Felisa tidak bunuh diri,"
"Jadi maksudmu ini adalah pembunuhan.?"
"Em..."
"Tapi siapa yang melakukannya, sementara dia tidak mempunyai musuh sama sekali."
"Vano.! siapa yang tahu, Felisa adalah artis terhot di Gramentha intertaimen, bisa saja ini perbuatan salah satu artis yang iri padanya."
"Jadi apa yang harus kita lakukan.?"
"Sebaiknya kematian Felisa kita rahasiakan untuk sementra waktu, selain menejernya tidak ada yang boleh mengetahuinya. Pihak berwajib sekalipun."
"Baiklah Riko, seperti keinginanmu."
Setelah menyepakatinya, Gavano berbalik memerintahkan menejer Felisa untuk merahasiakan apa yang terjadi, dan menejer Felisa menyetujuinya.
"Lalu bagaimana dengan mayatnya.?" Tanya Riko.
"Aku akan memerintahkan orang mengurusnya. Dan kamu, sebaiknya kamu mengadakan jumpa pers dan mengatakan bahwa saat ini Felisa sedang di rawat di sebuah rumah sakit karna terserang depresi akut." Ucap Gavano menekankan pada menejer Felisa.
"Baik presedir."
Kini tubuh Felisa yang terbujur kaku, di bereskan oleh suruhan Gavano untuk di urus. Sementara Gavano dan Riko kembali ke rumah masing-masing
***
"My..." Teriak Alleta berlari kecil menghampiri Gavano yang baru saja memasuki rumah kediaman Atmaja, di situ juga sudah ada Reygan dan Delia yang sengaja datang untuk membicarakan tentang pernikahan mereka.
"Hati-hati, kamu sedang mengandung siluman kecil."
__ADS_1
"Aku hanya merindukanmu..."
"Mari kita kembali ke rumah ibu dan ayah untuk saat ini.!"
"Kenapa tiba-tiba.?"
"Ada sesuatu yang terjadi."
"Baiklah..."
Setelah berpamitan dengan Reygan serta Axcel dan Julia, Gavano membawa Alleta kembali ke kediaman Revandra, dan masuk ke kamar setelah berbicara sebentar dengan Ayah dan ibunya.
"Kamu dari mana. Kenapa baru kembali.? bukankah jam kerja sudah selesai dari tadi.?" Tanya Alleta ketika sudah berada di kamar dan baru sempat bertanya.
"Sebelum pulang, aku mendapat kabar dari menejer Felisa, bahwa dia melakukan bunuh diri.!"
"Lalu.?"
Gavano menceritakan semua pada Alleta tentang apa yang terjadi pada Felisa tampa melewatkan apapun.
Alleta menghela nafas panjang
"My... meskipun Felisa sudah tidak ada.! tapi aku masih belum bisa tenang.!"
"Kenapa.?"
"Masih ada ibu dari putramu.!"
"Bukankah istriku tidak keberatan tentang itu.!"
"Emm... hanya saja, sepertinya aku membutuhkan banyak tenaga untuk menghadapinya, terlebih lagi diantara kalian ada seorang putra.!" Ucap Alleta berdelik.
"aku yakin kamu bisa.!"
"Meskipun ada putra di antara kami.?"
"My... tentang putramu aku tidak mengalangimu untuk lebih dekat dengannya. Tapi lihat saja, jika kamu berani menghianatiku, aku akan membuatmu impoten.!"
Gavano seketika tertawa mendengar penuturan Alleta yang seperti sangat kesal.
"Mengapa tertawa.?"
"Hahahah... kamu begitu lucu.!"
"Apa yang lucu, aku seriuas My.!"
"Jika kamu membuatku impoten, lalu dengan cara apa aku akan memuaskanmu.?" Goda Gavano.
"My...! kamu... sungguh mesum."
"Tak ada yang salah dengan perlakuan mesumku pada istriku, yang salah jika aku berlaku mesum pada wanita lain.!"
"Coba saja kalau berani.!"
Kamar di mana Alleta dan Gavano berada di selimuti suasana bahagia, sepasang suami istri saling menggoda dan meluahkan kehangatan masing-masing.
Di waktu yang bersamaan di rumah Riko, Andre dan juga Aren duduk berhadapan dengan putranya setelah Riko kembali, mereka menatap Riko dengan tatapan yang penuh pertanyaan.
"Ayah, ibu, berhenti menatapku seperti itu.!"
"Nak, tidakkah kamu ingin menjelaskan tentang putri Revandra.?"
__ADS_1
"Sepertinya sudah saatnya Riko memberi tahu ayah dan ibu."
"Nak, cepatlah jelaskan.!"
"Ayah, ibu.!, Aku mencintai gadis kecil itu."
"Apa.?" Serentak Andre dan Aren menyahut.
"Mafkan aku.! Aku sungguh mencintainya.!"
"Nak, Apa kamu tidak salah.? gadis kecil itu bukanlah gadis biasa, meskipun Revandra adalah sahabat ayah, bahkan sudah menganggap ayah seperti keluarga sendiri, tapi kita juga tidak bisa sembarangan membuat putrinya masuk ke dalam keluarga kita yang tidak ada apa-apanya dibanding Revandra."
"Riko juga mengerti tentang itu, dan saat ini Riko sedang mencari cara, bagaimana mengatakannya pada tuan besar Revandra dan Gavano.!"
"Nak apa kamu sungguh yakin.?"
"Paman, bibi, Lexa yakin dengan cinta Lexa pada kakak Riko." Sergah Alexa keluar dari kamar dan duduk di samping Riko.
"Alexa.!, maafkan bibi, tapi apa kamu yakin Alexa.?"
"Bibi, Lexa yakin. apa bibi merestui kami.?"
"Jika kalian saling mencintai, kami selaku orang tua Riko tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya saja bibi takut ayahmu dan Gavano akan melakukan sesuatu pada Riko.!"
"Bibi, tenang saja, Lexa akan membatu kakak Riko mencari cara mengatakan hubungan kami pada ayah dan kakak Vano,! Dan Lexa akan bersiap menanggung semua resikonya.!"
"Biklah jika itu apa yang kalian inginkan, tapi tetaplah berhati-hati dan tidak menyebabkan masalah.!" Sambung Andre
"Baik ibu. ayah.!"
Sebentar seletah menjelaskan hubungannya pada Aren dan Andre, Riko mengantar Alexa kembali ke kediaman Revandra. Dan Riko hanya mengantarnya sampai di depan pagar, tentu saja itu atas kemauan Alexa sendiri, padahal Riko ingin mengantar sampai ke dalam.
Kebetulan Alexa dan Arkana kembali secara bersamaman
"Kalian berdua dari mana.?" Tanya Gavano tegas menunggu di ruang tamu. Setelah Alleta tertidur, Gavano memang sengaja menunggu kedatangan kedua adiknya.
"Ah... kakak... itu, anu... hehehe.!" Ucap Arkana mencari-cari alasan namun tidak menemukannya lantaran sangat tertekan melihat wajah tegas Gavano yang seperti ingin menerkam mangsanya.
"Kalian berdua dari mana.?" Kembali Gavano membentak kedua adiknya yang baru saja kembali, padahal malam sudah begitu larut.
"Mafkan kami kakak, tadi Lexa mengantar kakak Arka ngapelin kekasihnya. Karna kakak Arka takut orang tua kekasih kakak Arka begitu tegas dan tidak membiarkan jika putri mereka hanya berduan saja. makanya kakak Arka meminta Lexa menemaninya, Benarkan kakak Arka.?" Jelas Alexa seraya memberi kode pada Arkana.
"Benar begitu.?" Tanya Gavano pada Arkana.
"Ya. kakak.!"
"Baik, kembalilah ke kamarmu, tapi ingat, jika aku tahu kamu menyebabkan masalah, maka bersiaplah menghabiskan sisa hidupmu di kursi roda."
"Ba..baik kakak.!" Jawab Arkana tertekan lalu kembali ke kamarnya.
"Dan kamu Alexa ada yang ingin aku katakan padamu.!"
"Apa itu kakak.?"
"Duduklah..."
Pikiran Alexa berputar mencari tahu apa yang ingin Gavano katakan padanya, Hingga Gavano mulai memanggilnya, membuat pikirannya buyar dan seketika terkejut.
"Alexa...!"
"Ah... iya kakak, ma...maafkan Lexa.!"
__ADS_1
Bersambung...
******