KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Batu giok biru


__ADS_3

"Kau harus bertahan untuk melanjutkan hidup, Arka kau harus tetap hidup." Tegas Revandra.


"Jangan khawatir ayah, aku akan keluar dari hutan hidup-hidup." Jawab Arka tampa keraguan dan pergi untuk melakukannya.


Di kota B, Mira sedang duduk sambil minum di cafe late menikmati desiran angin yang menyapu sekitaran pantai. Dia khawatir tentang Arkana yang sudah seminggu tidak menghubunginya. Dia tidakenjawab bahkan membalas pesan Mira. 'Apakah dia mengalami sesuatu yang sulit.? Apakah nyawanya terancam.?'


Sementra itu, Mira juga sudah mengirimkan kabar pada semua yang ada di kota B, bahwa dia memiliku batu giok biru pekat. Dan semua orang telah memperhatikannya.


Kembali pada Revandra di kota B. Dia begitu khawatir pada putra keduanya itu, sudah sembilan hari dia berada di hutan itu, asistenya juga meyakini bahwa, saat ini Arkana pasti sudah dalam keadaan lemah di dalam hutan neraka itu.


"Beri tahu pada tenaga medis agar bersiap-siapa. Setelah Arkana keluar mereka harus menjaganya agar tetap hidup." Kata Revandra yang sudah putus asa akan keadaan Arkana. Dia bahkan mengira putranya akan keluar dalam keadaan lumpuh.


Namun, baru saja Revandra berbalik hendak pergi, asistenya berteriak ketika dia melihat Arkana keluar dari hutan dalam keadaan baik-baik saja.


"Ayah aku berhasil, kau harus menepati kata-katamu."


"Pasti." Jawab Revandra bernafas lega melihat putranya baik-baik saja.


Meski seluruh tubuh Arkana mendapat begitu banyak luka. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam hutan. Namun, satu yang pasti, siapapun yang masuk ke sana tidak akan keluar dalam keadaan hidup-hidup. Arkana bisa keluar dari dalam sana menandakan dia adalah pemuda kuat. Dia bahkan sudah mupakan phobia darah yang dialaminya.


Gavano yang begitu kuat saja tidak pernah terfikir untuk memasuki hutan neraka itu. 'Arkana melakukan sesuatu yang mustahil sendiri. Dia pemuda yang luar biasa, sungguh pantas menjadi putraku.' Gumam Revandra


Namun, saat Arkana melangkah dia terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri, dia terlihat begitu sekarat. Kekhawatiran Revandra yang tadi sudah hilang, kini kembali menghampirinya lagi.


"Cepat hentikan pendarahannya." Teriak para tenaga medis yang baru saja tiba.


Arkana sekarat, dokter terbaik dan peralatan medis sebagus dan semahal apapun hanya dapat menarik kembali orang yang sudah berada di ambang kematian. Namun, dokter dan peralatan itu tidak bisa merebut orang itu dari malaikat maut. 'Arka kau harus bertahan. Ibumu akan membunuhku jika tahu tentang hal ini.' Gumam Revandra lagi


"Detak jantungnya menurun."


"Terus menurun."


"Bawa dia ke UGD."


Teriak pada tenaga medis yang dilanda kepabikan. Mereka takut jika mereka tidak dapat menyelamatkan nyawa Arkana, Revandra akan membunuh mereka sesuai dengan apa yang telah Revandra katakan sebelum Arkana di bawa ke rumah sakit tadi.


Revandra yang khawatir berusaha berikap tenang, dia menutup mata. 'Arka jika kau tidak bangun, bukankah usaha yang kau lakukan akan sia-sia? kau juga akan kehilangan orang yang kau lindungi'. Katanya dalam hati.


"Arka." Panggil Mira tersenyum di dalam mimpi Arkana.

__ADS_1


"Mira, aku akan bertahan, aku tidak akan menyerah." Jawabnya.


"Lihat detak jantung Tn.Arka kembali normal. Dia baik-baik saja sekarang."


"Kita tidak boleh menyerah, ayo kita mulai oprasinya."


"Baik."


Lima jam kemudian, para tenaga medis berhasil menarik Arkana dari cengkraman malaikat kematian. Mereka berhasil juga berkat keinginan Arkana yang begitu kuat untuk hidup. Meski beberapa kali dokter berfikir akan kehilangan Arkana saat menjalani oprasi. Tapi Arka memiliki keinginan untuk hidup.


"Bagus sekali." Kata Revandra lega.


Beberapa hari kemudian


"Kau sudah bangung bocah nakal. bagaimana keadaanmun sekarang.? hutan neraka itu sangat berbahaya, tapi kau keluar dari sana hidup-hidup. Kau telah membuktikan pdaku bahwa Gramentha berada di tangan orang yang pas.


Seminggu setelah Arkana mendapatkan perawatan medis. Dia merasa sedikit lebih baik.


"Ayah, maafkan aku, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku akan ke kota B untuk bertemu Mira."


"Arka, kau belum segat. Sangat bahaya jika kau pergi kota B saat ini."


Arkana seperti itu lantara Mira sudah mulai bertindak, dia ingin bergabung dengan Mira untuk balas dendamnya.


***


Di kota B. saat ini sedang rapat pemegang saham perusahaan Bantra Grup.


Reporter menjelaskan tentang rapat sekaligus pesta antara pemegang saham Bantara grup dengan para pebisnis. Semua keluarga Bantara tidak ada yang tahu apa rencana Mira, mereka hanya tau bahwa Mira akan meninggalkan kota B sebentar lagi.


"Nona Mira ini akan menjadi rapat pemegang saham terakhirmu di Bantara grup, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan.?" Tanya salah satu reporter yang meliput acara pesta pemegang saham tersebut.


Mira terasenyum menghadap kamera.


"Sesuatu yang akan di katakan.? Ya. aku harap begitj, semiga nantinya tidak ada yang terkejut." 'Karna Bantara Grup tidak akan ada lagi setelah ini.' Lanjut Mira dalam hati.


Mc acara sudah membuka acara tersebut, dia meminta kakek Mira untuk naik ke panggung dang mengtakan sesuatu.


"Banyak yangvterjdi pada Bantara grup akhir-akhir ini, kurasa kalian semua juga tahu itu. Pertama cuvuku Mira telah menyerahkan sahamnya yang 5% pada keluarga Bantara. Selain itu harga saham kami telah meningkat. Mulai hari ini, Bantara Grup akan lebih sejahtra." Kata kakek Mira sembari memperlihatkan peningktan saham di layar.

__ADS_1


'Akan sejahtra. heheh. Waktunya sudah cukup, virus yang Devan masukkan ke dalam sistem perusahaan tadi malam akan mulai bekerja.'


Beberapa saat kemudian, jumlah saham berubah drastis, terlihat di layar. Kakek Mira berbalik dan terkejut. 'Apa yang terjadi.'


Layar yang tadinya memperlihatkan tentang peningkatan saham berubah menjadi data catatan keuangan keluarga Bantara. Dan sangat jelas terlihat mereka memiliki dua versi, yang satunya adalah ilegal.


"Apa yang kalian lakukan.? cepat matika laya." Teriak kakek Mira.


"Tidak bisa, layar dikendalikan oleh orang lain." Jawab para bawahan kake Mira.


Semua orang yang melihat catatan tersebut berdelik,


"Akankah keluarga Bantara akan tamat.?"


"Mungkin."


"Sembarangan, kelurga Bantara adalah keluarga terkuat di kota B, mana mungkin selesai sampai di sini." Teriak bibi Mira.


Kakek Mira kalang kabut, dia meminta orangnya untuk mencari tahu siapa yang melakukan itu. Namun, semua itu sia-sia, itu sudah terlambat, mereka tidak dapat menyaingi kecepatan Devan dan Faiq yang begitu lincah.


Karna Devan dan Faiq, semua rahasia gelap keluarga Bantara akan terungkap jika mereka tidak segera menghentikannya. Membuat kakek Mira hampir putus asa. Namun, dia teringat bahwa Mira memiliki batu giok biru yang bisah mengoyahkan pulau B.


"Mira." Panggil kakeknya.


Mira tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dia tetap santi dengan segelas wine di tangannya. Hingga kakeknya sendri yang menghampirinya.


"Mira hanya kamu yang bisa membantu keluarga. Ayahmu mendapat batu giok biru secara tidak sengaja, ini dapat memanggil kekuatan besar di kota B." Kata kakakeknya.


Sejauh yang kakek Mira tahu, mereka semua punya uang, jika kekuatan mereka di gabungkan, mereka dapat bersaing dengan kekuatan kerajaan.


Mendengar penuturan kakek Mira semua kembali terkejut. Terlebih kakek Mira menjelaskan bahwa giok biru adalah satu-satunya harapan keluarga Bantara,


"Mira, demi menyelamtkan keluarga Bantara, dapatkah kau memberikannya padaku.?"


"Tentu saja." Ucap Mira teropotong dan melangkah mendekati kakeknya.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2