KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Malam yang panjang


__ADS_3

Author note ; Awas 21+ Siapkan mental, ajak suami baca bareng. buat yang jomblo, mohon maaf🤣🤣✌ berhubung malam jum'at


🌹🌹🌹🌹


"Ugh...! Le..guh Alleta, saat Gavano mulai bermain pada benda ke..nyal mi..lik Alleta.


"Tu.. tuan Vano, jika ini adalah termaksud hukuman, maka bisakah kita melakukannya di rumah saja.? menurutku di dalam mobil tidak begitu menyenangkan.!"


"Baik sesuai permintaanmu."


Riko kembali mengemudikan mobil, sedangkan Alleta yang masih dalam posisi berbaring dan Gavano di atasnya.


"Cepat..."


"Sabar Vano.! sebentar lagi kita sampai." Keluh Riko yang sebenarnya sangat kesal pada Gavano, bagaimana tidak, lelaki itu masih tetap saja mencembu Alleta di jok belakang meskipun Riko ada di sekitar mereka.


Walaupun begitu, Riko juga tidak berani berbalik, maka ia lebih memilih mengemudikan mobil dengan tenang,


Mereka sudah sampai di depan rumah, Gavano mengendong Alleta masuk tampa mengucapkan sepata katapun pada Riko yang memang sudah sangat kesal langsung meninggalkan rumah itu.


Sesampainya di kamar seperti biasa, Gavano melemparkan tubuh Alleta yang sudah setengah polos ke tempat tidur. Baru kemudin membuka pakaiannya sendiri lalu melempar ke sembarang arah.


Lelaki itu naik ke tempat tidur dengan posis berada di atas Alleta, tak bisa ia pungkiri, sejak tadi dirinya memang sudah me..ne..gang dan emosinya sudah hilang tertimpa ga..irah..nya yang memuncak setelah menatap dan meremas benda ke..nyal itu.


Dengan sigap lelaki itu menjatuhkan ci..u..man lembut pada bibir Alleta, sesaat Alleta terbuai, jujur saja dirinya juga sudah di kuasai oleh iblis durjana.


Melihat Alleta ter..engah-egah, Gavano melepaskan ci..uman itu yang merambah ke leher jenjang Alleta.


"Ugh...! Le..guh Alleta, membuat Gavano semaki bertambah ha..sra..tnya.


Dengan suara dan nafas yang memburu Gavano berbisik di telinga Alleta.


"Alleta, hal apa yang membuatmu sangat membutuhkan uang.?" Ucapnya seraya tangannya masih berada pada benda lunak itu dan tangan yang satunya menyusup di balik dress dan be..rmain pada in..ti Alleta.


"A..aku...aku...!"


"Apa.?"


"U..gh.! Aku membutuhkahnya untuk membayar hutang ah..! ayahku."


"Baik kita buat kesepakatan, mulai sekarang, aku akan menjamin hidupmu hingga kontrak berakhir."


Alleta tersentak dan melebarkan matanya ketika Gavano menyinggung masalah kontrak. 'Apakah hubungan ini hanya sebatas kontrak.? heh, dari awal ini memang hanya kontrak,' Ucapnya lalu menutup mata dan butiran-bituran air menetes.

__ADS_1


"Kenapa menagis.? apa kau tidak setuju." Tanya Gavano dengan tangannya yang masih bermain di bawah sana dan sedikit me..ne..kan pada in..ti gadis itu.


"Aku...!"


"Sudah terlambat Alleta, beberapa hari ini, kau selalu bermain dengan batasanku. Dan itu membuatmu sudah tidak ada jalan untuk kembali dan menolak."


"Baiklah tuan Vano.! lakukanlah."


Setelah mendapat persetujuan Alleta, Gavano mulai berusaha mem..be..nam..kan mi..lik..nya, meskipun gagal beberapa kali dan seperti ada penghalang, lelaki itu berusaha hinga mi..lik..nya yang sejak tadi meminta pelepasa ter..be..nam..kan dengan sempurna.


"Ag..h.., Sa... sakit.!" teriak Alleta bersamaan dengan kelurnya darah segar yang mengalir pada in..ti..nya


Karna sadar akan kondisi Alleta yang belum sepenuhnya menerima dirinya, Gavano pun melakukannya dengan perlahan, sehingga Alleta yang mulanya kesakitan mulai me..nik..mati ge..ra..kan yang Gavano berikan.


"Tahan, sebentar saja, Itu tidak akan sakit lagi." Gadis itu hanya mengangguk, sementara Gavano mulai memberikan hen..takan-hen..takan pada Alleta sambil men..cem..bu bagian yang lain, berharap gadis yang sedang ia ga..uli saat ini sedikit hilang rasa sakitnya.


Benar apa yang di katakan Gavano, seiring hen..ta..kan-hen..ta..kan itu, rasa sakit juga sudah berubah menjadi sangat ni..k..mat dan juga menyiksa bagi Alleta.


Puas dengan po..si..si itu, Gavano membalikkaan tubuh Alleta dan me..nin..dihnya dari arah belakang. Rambut panjang Alleta tesingkirkan ke bagian kiri sehingga menampakan sebuah tatto kupu-kupu pada leher bagian belakangnya.


Gavano menjatuhkan ci..uman..nya di sana sembari memberikan he..nta..kan pada Alleta sambil berbisik.


"Kapan kau membuat tatto itu.?"


"Ah..! itu ughh..! itu bukan Tatto, itu tanda lahir."


Beberapa saat permainan itu telah selesai setelah mereka mencapai pelepasan masing-masing. Dan Gavano tetap membiarkan mi..li..knya tetap berada di dalam mi..li..k Alleta.


"Tuan...! bukankah jika begini, aku akan hamil.?"


"Lalu memangnya kengapa jika kau hamil.?"


"Bukankah itu tidak ada di dalam kontrak tuan.?"


"Sepertinya kamu belum memahami isi kontrak itu Alleta, kamu adalah istriku selama lima tahun ke depan, jika kamu hamil, tak ada masalah dengan itu"


"Tapi, jika anak itu lahir dan kontrak antara kita sudah selesai, apakah anak itu akan ikut saya atau kamu.?"


"Alleta berhenti berfikir berlebihan. kau saja belum hamil, dan jika suatu saat kau benar-benar mengandung anakku, jika kau tidak keberatan kita akan membicarakan ulang masalah kontrak."


"Apa maksudmu."


"Sudahlah Alleta, nanti kita bicarakan lagi, sebaiknya kita bersihkan diri dulu."

__ADS_1


Sebenarnya Gavano tidak ingin memiliki anak dengan Alleta, itu semua berubah setelah lelaki itu melihat tanda kupu-kupu yang begitu indah di leher bagian belakang Alleta. Entah apa yang ada di fikirannya sehingga ia merubah pendiriannya dan bahkan berharap Alleta benar-benar mengandung anaknya.


Di kamar mandi, Alleta dan Gavano membersihkan diri, Melihat tubuh Alleta yang menggoda, Gavano kembali ber..gai..rah, lalu meraih tubuh polos itu ke dalam dekapannya.


"Alleta, sepertinya malam ini kau harus begadang."


Lagi-lagi Gavano men..cem..bui Alleta, gadis itu hanya pasrah saja, toh semua juga sudah terlanjur, dan biar bagaimanapun itu sudah menjadi kewajibanya sebagai seorang istri.'Tapi tidak sampai melakukannya berulang kali hanya dalam satu malam juga, dasar pria tua mesum,, aggrhhh!' Teriak Allet dalam hati, namun dirinya tetap me..nik..ma..tinya.


Gavano me..ngang..kat tubuh Alleta dan menyandarkannya pada dinding kamar mandi, kemudian kembali mem..be..nam..kan mi..lik..nya yang kembali me..ne..gang, baru kemudian memberi hen..ta..kan di bawah sana, dan lagi-lagi de..sa..han demi de..sa..han keluar dari bibir mungil Alleta membuat Gavano semakin gila. 'Sial, Gadis ini sangat memikat, aku bahkan tidak bisa berhenti' Ucap Gavano dalm hati.


Sepasang suami istri itu saling berpagut, dan melakukannya berulang kali, hingga mencapai pelepasan berulang kali pula.


Malam itu, Alleta merasa, dirinya seperti berjalan di atas awan, antara naik dan turun, melayang tidak menentu, seperti terjatuh ke dalam lumpur, berada di situasi yang sulit. Dan terakhir, semuanya menjadi tenang.


Pagi hari Alleta terbangun dalam dekapan Gavano yang masih terlelap, gadis itu memandangi wajah tampan lelaki itu, perlahan mengelus bibir Gavano dengan dembut, menyapu mata terlelap lelaki itu dengan telunjuknya, sesaat dirinya terpesona dengan ketampanan Gavano.


"Andai saja, kau tetap lembut seperti ini saat kau terbangun, itu akan sangat mudah bagiku."


"Benarkah.?"


Alleta Terkejut, tiba-tiba Gavano membuka matanya, dan meraih pinggang Alleta semakin rapat dalam dekapannya.


"Apa maksudmu tuan Vano.?"


"Masalah kelembutan, itu tergantung bagaimana kamu bersikap, tentunya tidak menyebabkan banyak masalah untukku."


Gadis itu hanya mengangguk pelan, entah setan apa yang merasuki Gavano, seorang lelaki yang begitu dingin dan tegas, berubah menjadi lembut saat di tempat tidur.


Puas mendekap Alleta, lelaki itu beranjak hendak berbenah dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Begitu pula dengan Alleta, gadis itu ingin membersihkan diri, tapi saat mau berdiri, dirinya hampir terjatuh lantaran tak kuasa menahan rasa sakit di punggung dan pada bagian intinya, bagaimana tidak, Gavano me..nggauli..nya berkali-kali hanya dalam waktu semalam.


"Hati-hati." Ucap Gavano lembut sambil menangkap Alleta yang hampir terjatuh.


Seketika mereka saling memandang, dan wajah keduanya sama-sama merona.


"Semua ini karnamu.?" Ujar Alleta lirih.


"Maafkan aku, semalam aku telah kehilangan kewarasanku, lantaran sudah sejak lama aku tidak melakukannya."


Lelaki normal seperti Gavano memang tidak bisa terus-terus menahan gejolaknya, dia akan melampiaskannya pada wanita yang telah ia bayar saat gejolak itu timbul sebelum menikah dengan Alleta. Dan tentunya Alleta sangat mengerti tentang kebutuhan seorang pria.


Gavano lalu menopong tubuh Alleta yang masih polos, lalu tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Gavano serta Alleta terkejut serentak berbalik pada arah pintu yang telah di buka oleh seseorang


Bersambung...

__ADS_1


******


Selamat bermalam jum'at


__ADS_2