
Waktu berlalu begitu saja, beberapa hari Alleta hanya fokus pada pemulihan dirinya, tak lupa Gavano selalu ada setiap Alleta membutuhkannya.
Setelah semuanya kembali stabil, Revandara dan Aliya kembali ke New York dan akan kembali lagi saat ulang tahun Alleta sekaligus mengadakan resepsi pernihakan, sementara Alexa dan Arkana tinggal di kediaman Gavano, Sedang Fia dan Faiq sudah di jemput oleh orang tuanya.
Di bawah pohon yang rindang di sebuah bukit sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang sejuk Alleta berbaring di pangkuan Gavano.
"Apa kamu tahu apa yang aku rasakan sekarang.?"
"Apa itu siluman kecil.?"
"Aku sungguh sangat bahagia, bisa mengenalmu adalah hal baik bagiku,"
"Benarkah.? apa kamu tidak ingat bagaiana aku memaksamu menikah denganku.?"
"Jika mengingat itu, aku serasa kepengen menendangmu"
"Benarkah begitu.?"
"Benar sekali, tapi itu sudah berlalu." Jawab Allata mengapai kedua pipi Gavano.
"Lalu berikan aku seorang bayi."
"Sesuai permintaan tian Gavano yang terhormat, dan karna tubuhku sudah pulih, bagaimana kalau kita mulai membuatnya dari sekarang..?" Nada menggoda.
"Kamu sungguh siluman kecil penggoda." Menjatuhkan ciuman lembut pada bibir mungil Allwta, dan Alleta juga membalasnya penuh kebahagiann.
Sementara itu di waktu yang bersamaan, Alexa sedang uring-uringan di kamarnya, gadis kecil itu tak tau harus berbuat apa lagi untuk meluluhkan hati seorang Riko.! Hingga ia mendapat suatu ide bengkok, agar Riko menjadi miliknya seutuhnya.
Sedang Arkana juga saat ini sedang memikirkan cara bagaimana merayu Mira yang begitu cuek padanya. Bahkan saat Arkana Mira, gadis itu mengabaikannya.
***
Di sebuah rumah sakit di kota S, akhirnya Luna bisa keluar dari rumah sakit setelah menjalani beberapa perawatan pada tubuhnya, kini obsesi Luna untuk merebut Gavano dari Alleta sudah tidak ada lagi, dan obsesi itu berganti untuk membalas dendam.
Perempuan cantik itu sama sekali tidak menyalahkan Gavano atas apa yang Gavao lakukan kepadanya. Yang ada di pikiranya saat ini adalah, menemukan siapa yang menjebaknya,
Beberapa waktu lalu, Luna memang merencanakan sesuatu untuk membalas Gavano, namun yang di maksud Luna bukanlah Alleta, melainkan Alexa adik Gavano.
Karna menurutnya, Alleta hanyalah seorang istri yang tidak memiliki hubungan darah dengan Gavano, sedangkan Alexa adalah adik perempuan yang berhaga bagi Gavano.
Akan tetapi nasib sial menghampirinya. Belum juga ia melaksanakan niat buruknya, Seseorang sudah mendahuluinya, namun dengan orang yang berbeda, bukan pada Alexa melainkan pada Alleta.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkannya begitu saja, siapa yang membuatku seperti ini." Ucap Luna dengan dendam yang membara di hatinya.
Luna kemudian melakukan panggilan telfon.
"Hallo, Sam.! how are you.!?"
"I am ok baby.! and you, are you ok.?"
"Yeah.. am ok, but i need your help (Ya, saya baik-baik saja, tapi aku membutuhkan bantuanmu"
"Say.(katakan)"
"I need a large amount of money, there is something I want to do.(Aku membutuhkan uang dengan jumlah besar, ada sesuatu yang ingin kulakukan.)"
"Ok baby... by the way, when are you coming back.? (Ngomong-ngomong, kapan kamu akan kembali.?") Tanya Samuel mencemaskan Luna.
"After I finish something here, and I will come back to you, wait for me, sam.! (Setelah aku menyelesaikan sesuatu di sini, dan aku akan kembali padamu, tunggu aku Sam.!)."
"Ok baby, i will for you, I miss you.!"
"I miss you to Sam.!"
Setelah mengakhiri panggilan Luna meninggalkan rumah sakit, Perempuan itu tidak kembali ke apartemen yang memberikan Luka padanya, ia memilih memesan hotel.
Samuel memang sangat menyayangi Luna, apapun yang Luna inginkan akan pria asing itu lakukan. Samuel juga adalah salah satu penguasa di kotanya. Jika di bandingkan dengan Gavano, mereka hampir setara harta dan kekuasannya, yang mebedakan adalah sifat Samuel yang ramah dan menerima, sedangkan Gavano adalah seorang pria dingin, kejam dan mendominasi.
"Tunggu aku Sam, aku akan benar-benar kembali padamu, setelah mendapatkan siapa yang melakukannya padaku." Gumam Luna.
***
"Ibu, maafkan aku, sepertinya masih butuh beberapa waktu untuk bertemu dengan istri Gavano, ibu tahu sendiri bagaimana sifat pria mendominasi itu bukan.!" Ucap Reygan mencoba memberi pengertian untuk ibunya, Julia.
Entah mengapa, akhir-akhir ini, Julia sangat ingin bertemu dengan Alleta, namun belum ada kesmpatan lantaran Gavano tidak memberi isin pada siapapun untuk bertemu Alleta selama masa perawatanya yang tidak di ketahui siapapun, termaksud keluarga Gavano sendir
Hanya Gavano, Riko, Reygan beserta Dr.Aneth yang tahu apa yang telah menimpa Alleta.
Pada saat pestapun Julia dan Axcel tidak sempat bertemu Alleta, lantran keterlambatanya untuk datang ke pesta itu.
Alleta sudah mulai kembali aktif di univeraitas, sesuai perintah Gavano, Arkana dan Alleta harus berbagi mobil.
"Eh, tikus got, kenapa aku merasa kita sedang di ikuti ya.?" Tanya Alleta membuyarkan lamunan Arkana tentang Mira.
__ADS_1
"ah, kamu kodok betina, wanita sakit mental."
"Arkana, apa kamu lupa kesepakatan kita.?" Bentak Alleta mengancam.
"hehehe... itu aku tidak sengaja, maaf yah kakak iparku yang baik." Jawab Arkana membujuk Alleta.
Sopir yang sedang mengemudi tertawa kecil melihat Alleta dan Arkana di jok belakang. 'Tuan muda pertama tidak menikah dengan seorang wanita, melainkan menikahi seorang anak-anak.!' Ucap sopir dalam hati.
"Lupakan dulu itu." Sergah Alleta.
"Memangnya kenapa.?"
"Apa kamu tidak merasa bahwa kita sedang di ikuti.?" Tanya Alleta yang memang merasa di ikuti sejak meninggalkan kediaman Gavano, seperti ada yang mengikuti mereka.
"Itu mungkin hanya perasaanmu saja, benarkan paman.?" Jawab Arkana melemparkan pertanyaan pada pak sopir.
"Benar Nyonya muda, itu hanya perasaan anda saja." Jawab sopir itu yang sebenarnya tahu bahwa Gavano memerintahkan orang untuk mengikuti sekaligus mengawasi Alleta.
Sejak kejadian yang menimpa Alleta beberpa waktu Lalu, Gavano selalu takut, takut kalau-kalau hal itu akan terjadi lagi, maka tampa sepengetahuan Alleta, lelaki itu menempatkan dua orang untuk mengawasi istrinya, meskipun sudah berjanji pada Alleta untuk tidak menyuruh orang mengikutinya, tapi tetap saja Gavano merasa tidak tenang.
"Nona Alleta, selamat siang.!" Sapa Leo menyambut Alleta turun dari mobil setelah sampai di universitas yang kebetulan mengunjungi kepala iniversitas untuk membahas sesuatu.
Akan tetapi, Alleta tidak menghiraukannya. Gadis itu justru berlari menghampiri sahabatnya yaitu Mira, di susul Arkana.
"Kamu mengabaikanku lagi gadis cantik." Ucap Leo mengelus dagunya, baru kemudian meninggalkan tempat itu.
Alleta dan Mira bergegas mengikuti pelajaran yang di berikan oleh dosen.
"Apa yang kamu lakukan di sini Arkana, ini adalah kelas menejemen perancangan, sedangkan kamu seharusnya ada di kelas akting.!" Tanya Alleta terkejut.
Ternyata sejak tadi Arkana mengikuti Alleta dan Mira hingga ke kelas.
"Kembalilah ke kelasmu, aku akan menemuimu setelah kelas selesai." Pinta Mira dengan nada datar dan tampa melihat Arkana.
Sedang Arkan, hanya mendengar suara Mira, sudah seperti akan mengibaskan ekornya, apa lagi Mira mengatakan akan bertemu dengannya. Maka pemuda tampan itu menurut seperti anak anjing yang mengikuti perintah tuannya.
"Baik, baik aku akan ke kelas sekarang.!" Jawab Arkan segera keluar dari kelas menejemen perancangan itu
Alleta yang melihat itu tersenyum mengejek, namun tidak ia perlihatkan senyum itu. 'Rupanya ada saatnya aku melihatmu di tindas oleh seorang gadis, dan menurutinya, bahkan kamu tidak melawan sedikitpun.' Ucap Alleta dalam hati menertawakan kelakuan Arkana.
"Nona Alleta...!" Panggil seorang wanita setelah melihat Alleta keluar dari iniversitas.
__ADS_1
Bersambung...
******