
Sontak Daniel terkejut dengan kedatangan wanita yang tidak pernah dia sangakanya. Wanita itu bahkan berjalan maju ke arah Daniel. Dia menarik kera baju Daniel. Sementara Axcel tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua.
Wanita itu menempelkan tubunhya pada Daniel dan masih menarik kera baju Daniel.
"Daniel Mintle, berani sekali kamu ingin menikahi wanita lain.?" Bentak Anya.
Daniel bingung dari mana Anya tahu akan hal itu, sedangkan dirinya sudah meminta semua yang mengetahui hal tersebut untuk menyembunyikannya pada Anya.
"Anya, aku...".
Belum sempat Daniel melanjutkan perkataannya, itu sudah dipotong Anya dengan satu kecupan di bibir Daniel. Laki-laki itu terkejut, dia tidak habis fikir, bisa-bisanya Anya yang adalah wanita yang selalu menolaknya kini berinisiatif untuk menciumnya. Dia mendorong lembut Anya dan menarik wajahnya menjauh. Dia memegang kedua bahu Anya dan menatapnya.
"Anya, jika ciuman tadi adalah tanda perpisahan, maka terimah kasih."
Plak...Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Daniel,
"Kamu pikir aku wanita murahan yang sembarang mencium orang lain jika aku tidak mencintainya.?"
Daniel terkejut, sebentar dia keluar dari pikiranya mencari tahu apa maksud perkataan Anya. Namun, dia tidak menemukan jawabnya.
"Apa maksudmu.?" Tanya Daniel mengernyitkan dahinya.
"Aku mencintaimu.!"
Kalimat Anya membuat jantung Daniel seakan terhenti, dia bahkan tak danggup untuk memikirkan semuanya. Dia menatap lekat wajah wanita cantik di depan.
"Bisa kamu ulangi.?" Tanya Daniel lagi untuk lebih memastikannya.
"Tn.Daniel Mintle, aku mencintaimu."
"Sungguh.?"
Anya mengangguk pelan.
"Oh... Anya. Aku juga mencintaimu."
Daniel memeluk Anya sebentar, baru kemudian meraih tulang rahang Anya dan menarik wajahnya. Dia menciumnya dalam dan melepasnya ketika Anya sudah tetengah-engah seperti hampir kehabisan nafas.
"Tunggu." Kata Anya.
"Apa lagi.?"
"Jadi bagaimana dengan pernikahanmu.?"
"Aku belum menentukannya.!"
"Jadi.?"
__ADS_1
"Anya, Aku memang hendak menikah tapi aku belum memikirkannya kapan itu akan terjadi.
"Lalu bagaimana dengan kekuranganku, apa kamu tidak..."
"Husss...! Jangan katakan apapun tentang itu, ingat Anya, Aku mencintaimu karna kamu adalah wanita yang baik, masalah kekurangan itu, bukankah dokter hanya mengatakan akan sulit mendapatkan keturunan.? bukan berarti kamu tidak bisa. Dan ingat satu hal, selama wanita masih memiliki rahim, tidak ada kata tidak akan memiliki keturunan." Jelas Daniel.
"Tapi...!"
"Kalaupun memang kamu benar-benar tidak bisa, aku tidak akan masalah dengan hal itu, aku mencintaimu, bukan untuk menjadikanmu alat untuk membiriku keturunan."
"Tn.Daniel... Terimah kasih.!"
Mereka kembali berpelukan, da terhenti ketika Alvaro dan Clara memasuki ruangan itu. Mereka memberikan tepuk tangan selamat.
"Jadi kapan kalian akan menikah.?" Tanya Alvaro.
Daniel dan Anya saling menatap, keduanya belum menentukan lantaran baru saja Anya mengungkapkan perasaanya yang sudah lama dia pendam.
"Tergantung padanya.!" Kata Daniel melempar pertanyaan itu pada Anya.
"Tapi kakak, kenapa dengan pipimu.?" Tanya Alvaro menyelidik.
"Aku menamparnya karna ingin menikahi wanita lain."
Sontak Alvaro dan Clara tertawa.
"Berhenti menertawaiku."
"Apa kamu ingin menikah denganku.?"
"Tentu saja."
"Bagaimana jika bulan depan.?"
"Terserah padamu."
Daniel tersenyum bahagia, dia kembali memeluk erat Anya. dang mengucapkan bannyak syukur. Sementara Alvaro dan Clara juga ikut bahagia melihat Daniel dan Anya sudah bersama.
***
Setahun berlalu, Julia akhirnya melahirkan bayi perempuan yang cantik. Axcel dan Julia memberinya nama Elena Atmaja. Bayi perempuan itu begitu mirip dengan Axcel. dibalik tengkuk leher bayi kecil itu terdapat sebuah tanda lahir berbentuk kupu-kupu yang cantik.
"Ibu, aku ingin melihatnya..."Pinta Reygan.
"Boleh."
Julia dan Axcel sangat bahagia, mendapatkan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Begitu pula Anya dan Daniel, meski mereka belum memilikinya, mereka juga ikut bahagia melihat Julia dan Axcel.
__ADS_1
Dua bulan kemudian, Aliya juga melahirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu di beri nama Alexa Gramentha.
"Selamat sayang, akhirnya kita memiliki bayi permpuan." Ucap Revandra dengan dua anak laki-laki di sisinya. Yang satu Gavano yang berumur 9 tahun. sementara di gendongannya adalah Arkana yang masih berumur 2 tahun.
Empat tahun berlalu, Elena tumbuh menjadi gadis kecil yang imut, dan cantik. mirip sekali dengan Axcel. Begitu pula Alexa, Dia bertumbuh menjadi gadis kecil yang banyak bicara.
Sore hari, Clara, Alvaro, Axcel dan juga Julia sedang berlibur bersama anak-anak mereka. Di tengah perjalanan pulang, saat itu Axcel yang mengemudi, tidak dapat menekan rem, benar saja seseorang telah memotong tali remnya, Dia adalah Laila ibunya Daniel.
Dia sengaja melakukan hal itu, karna menurutnya Axcel adalah akar dari semua masalahnya. Jika saja waktu itu Axcel tidak menyelamatkan Aliya, semua rencananya untuk melenyapkan Aliya tidak akan gagal
Saat Laila kabur waktu itu, dia bertemu dengan seorang duda yang memilik seorang putra. Mereka menikah, dan saat itu Laila mengatur sebuah rencana untuk membalaskan dendamnya pada Axcel, Aliya dan juga Revandra.
Dan dia memulainya dari Axcel untuk jadi yang pertama.
Axcel berusaha memberhebtikan mobilnya. Namun, sia-sia. Karna mobil Axcel yang tidak bisa di kendalikan akhirnya terjadi sebuah kecelakaan besar yang banyak memakan korban. Tak terkecuali, Alvaro dan Clara beserta kedua putrinya meninggal di tempat.
Sementara Axcel dan Julia di larikan ke rumah sakit bersama beberapa orang lainnya yang ikut mengalami kecelakaan itu. Beruntung saat itu Reygan ikut di mobil Anya dan Daniel, mereka singgah mengisi bahan bakar sehingga tidak ikut mengalami kecelakaan tersebut.
Di rumah sakit Axcel dan Julia tersadar bersamaan, betapa terkejutnya mereka saat dokter mengatakan bahwa Clara, Alvaro dan juga putri mereka merenggut nyawa dalam kecelakaan itu. begitu juga putri kecilnya Elena. Dia juga merenggan nyawa bahkan wajahnya sangat rusak hingga tidak dapat di kenali.
Julia berteriak histeris, dia bahkan pingsang sampai beberapa kali. Bahkan saat pemakaman Julia juga pingsan. Semua yang menyaksikan itu ikut merasakan kepedihan hati Julia, Betapa tidak, putri kecilnya telah tiada. Sakit sekali rasanya melihat dengan mata kepalanya sendiri, jasad Elena putrinya dan juga adiknya Clara di masukkan ke liang lahat.
Sejak saat itu, kepribadian Julia berubah, dia lebih banyak diam, bahkan depresi yang pernah dialaminya kembali padanya. Dia mengalami sakit mental selama dua tahun. Dan sembuh setelah Aliya sering membawa Alexa pada Julia.
Mendengar cerita Reygan, air mata Alleta mengalir deras di pipinya.
"Ternyata Ayah dan ibu begitu banyak mengalami kesulitan." Kata Alleta di sela isak tangisnya.
"Begitulah, tapi pada akhirnya kita bisa berkumpul lagi dengan bahagia. Bahkan sangat bahagia." Ujar Reygan.
Sementara itu, di suatu tepat di sudut kediaman Gramentha, Arkana dan Mira sedang memadu kasih,
"Arka, besok aku harus pergi.!"
"Mau ke mana.?"
"Aku harus kembali ke kota B, aku ingin mencari tahu apa yang terjadi pada ayahku."
Rupanya Mira adalah salah satu pewaris terbesar yang ada di kota B, bahkan asetnya bisa dibandingkan dengan aset Gramentha Grup. Dan mereka sudah menyepakati bahwa Gramentha grup tidak boleh memasuki kota B dengan alasan apapun. Begitu pula dengan Bantara Grup tidak di perbolehkan memasuki kota S.
Mira ingin menyelidiki bagaimana ayahnya bisa berkhir di kota S, sementara dia memiliki keluarga di kota B.
"Apa boleh kamu tidak pergi.?"
"Arka, aku harus pergi, ayahku sekarat dan tidak punya banyak waktu."
Arkana diam sejenak, lalu menatap wajah Mira penuh arti.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengantafmu ke airport besok.
"Terimah kasih, Arka." Ucap Mira memeluk Arkana.