KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Gangguan si kembar


__ADS_3

Author note :


Warning.! Episode ini mengandung adegan 21+ πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Seperti biasa, silahkn ajak suami, pacar, untuk membaca bersama.!🌹🌹🌹🌹🌹 buat yang jomblo, mohon maafπŸ€—πŸ€—πŸ€— Selamat bermalam jum'at😘😘😘😘


"Ma..maaf" Ucap Alleta kikuk, sedang Gavano, wajahnya seketika merona saat wajah mereka bertatapan.


Karna wajahnya memerah, Gavano berpaling ke arah lain, sedang Alleta hendak menegakkan tubuhnya, namun tangan yang gadia itu gunakan untuk menopong tubuhnya sendiri tergelincir.


Hingga kembali menimpa Gavano, bahkan dadanya yang k*nyal jelas terasa menempel pada dada bidang lelaki yang ia timpa.


Gavano yang tadinya berpaling beralih pandang pada wajah Alleta, lelaki itu sempat melirik ke bawah lantaran mersakan ada benda kenyal yang tetasa menempel pada dada bidangnya.


Alleta yang sebenarnya takut jika Gavano marah, kembali hendak berdiri, namun tangan Gavano meraih pinggulnya, baru kemudin menggulikan tubuh Alleta dan berganti posisi yang kini Gavano berada di atas Alleta, tapi sebelum itu, Gavano terlebih dahulu melettakan tab yang tadi masih berada di tangannya.


"Tu..tua..tuan.! Kau mau apa.?" Tanya Alleta yang berfkir bahwa Gavano akan menghukum atau memukulnya.


"Kau tahu kesalahanmu Gadis.?"


"Ma..maa..maaf tuan.!" Jawab Alleta terbata-bata lantaran takut.


"Apakah hanya maaf yang bisa keluar dari bibir ini.?" Sambil mengelus bibir mungil yang bagian bawahnya sedikit terbelah milik gadia yang tengah berada di bawahnya dengan jempolnya.


Wajah Alleta merona, bahkan lebih merona dari Gavano, Suara detak jantung semakin jelas terdengar di telinga keduanya. Entah suara detak itu berasal dari siapa, Alleta dan Gavano tidak ada yang tahu, karna memang sepasang suami istri itu, jantungnya sama-sama berdetak kencang.


Gavano perlahan mendekatkn wajah tampannya di terlinga Alleta, hingga nafasnya yang hangat berhembus di telinga gadis itu, bahkan cambang-cambang halus Gavno yang menyentuh pipi dan leher Alleta, membuat bulu-bulu halus di lengan Alleta semuanya merinding.


'Kalau mau menghukum, ya hukum saja, tidak perlu membuat orang tersiksa seperti ini' Ucap Alleta dalam hati dan tetap memilih diam saja. Takut kalau-kalau dirinya meronta, Gavano akan benar-benar menghukumnya karna kesalahnya telah yang tidak sengaja terjatuh dan menimpa tubuh lelaki itu.


"Kau benar-benar tidak tau apa kesalahanmu.? Baik, aku akan membuatmu sadar apa kesalahanmu."


Gavano mulai men..cem..bui leher jenjang Alleta, bahkan lelaki itu sengaja men..gge..sek-gese..kkan cambanya di leher Alleta hingga gadis itu benar-benar merasa geli. Puas men..cem..bui bagian leher Alleta, lelaki itu beralih pada bibir mungil Alleta dan menjatuhkan ci..uman..nya di sana, lu..ma..tan-demi lu..ma..tan yang Gavano lakukan, meskipun Alleta tidak membalasnya.


Bukannya Alleta tidak ingin membalas lu..ma..tan Gavano, hanya saja gadis itu bingung harus berbuat apa, dirinya takut jika membalas Gavano akan marah, Karna gadis itu berfikir bhwa lelaki yang me..lu..mat bibirnya sedang dalam mode menghukum. Tampa Allet ketahui bahwa di bawah sana sudah me..ne..ga..ng sejak tadi.


Ci..u..man Gavano menurun ke dada, dan mulai men..ji..la..ti bagian sensitif pada dada Alleta.


"Ug..h..h...!" Lu..gu..h Alleta. Seraya meremas selimut di sampingnya.


Mendengar l*guhan gadis yang tengah ia ce..m..bu, membuat Gavano semakin aktif, lelaki itu bahkan sesekali memberi gi..gi..tan-gi..gi..tan kecil di sana dan sesekali me..ngu..lum ujung benda lunak itu. Membuat Alleta selalu mengelurkan le..gu..han-le..gu..han dan de..sa..han- de..sa..han dari bibir mungilnya.

__ADS_1


Puas bermain di bagian itu, Gavano membuka Bathrobe yang di gunakan Alleta, Tubuh mulus gadis itu sangat jelas terlihat di depan matanya. Tak butuh waktu lama bagi Gavano untuk kembali menjatuhkan ci..u..man di bgian pe..rut Alleta,


"Tu..u..gh...! tuan Vano, Bukankah kamu menghukumku sangat berlebihan.?"


Ucapan Alleta tidak di hiraukan oleh Gavano, lelaki itu masih asik memberikan ke..cu..pan pada bagian pe..rut Alleta, hingga ke..cu..pan-ke..cu..pan itu merambah pada gu..ndu..kan bu..lu-bu..lu halus dan indah dengan bau stroberry yang manis.


"Aku akan menyiksamu gadis.!" Ucap Gavano, sambil me..mainkan mu..lut dan li..dah..nya pada in..ti Alleta, bahkan lelaki itu sesekali menekan pada bagian paling sensitif pada in..ti gadis itu.


"A..h..h...!, Tu... ug..h.! Tuan, ma...maafkan u..gh, aku.!, Lain kali a..h.! aku... aku akan.. agh.!"


"Akan apa.?" Ucap Gavano yang masih bermain di sana.


"Aku... u..g..h.! aku akan berhati-hati tuan, Ag..h..h..h....!" Jawab Alleta dengan le..gu..han panjang yang keluar dari bibirnya bersamaan dengan pe..le..pa..san yang sejak tadi menyiksanya.


"Sudah terlambat" Jawab Gavano singkat.


Gavano tersenyum puas, karna hanya dengan cembuanya saja, Alleta sudah bisa mencapai puncak pe..le..pa..san..nya. Lelaki itu kemudian menegakan tubuhnya hendak membenamkan benda mi..li..knya yang sejak tadi juga meminta pe..le..pa..san Namun.


"Kakak, apa kami boleh tidur di sini bersama kakak dan kakak ipar.?" Tiba-tiba Fia dan Faiq membuka pintu dan berlari ke arah Gavano dan Alleta.


Dengan sigap Gavano menarik selimut dan menutupi tubuh Alleta sebelum si kembar melihatnya. Lalu merubah posisinya, untung saja tadi Gavano tidak melepaskan celana yang ia kenakan. entah apa yang terjadi jika kedua anak kembar itu melihat Gavano tidak memakai pakaian sehelai pun.


***


"Kakak.! kenapa wajah kakak seperti ada sesuatu yang mengganjal.?"


"Kakak Arkana, tadi malam aku dan Faiq tidur bersam kakak Vano dan kakak ipar, saat Fia masuk, Fia sempat melihat kakak ipar tidak berpakaian." Sergah Fia dengan polosnya.


"Prufff.....!!!" Arkana menyemburkan makanan yang ada di mulutnya. Sedang Gavano dan Alleta menjadi kikuk.


"Iya, aku juga sempat melihat, kakak memasukkan sesuatu seperti sebuah tongkat ke dalam celanannya, tapi setelah aku teliti tongkat itu menghilang" Sambung Faiq yang sebenarnya melihat apa yang Gavano lakukan.


"Uhuk... uhuk...!" Pria yang dingin dan tegas itu tersendak saat hendak minum air.


Berbeda dengan Alleta, dirinya sebenarnya sangat puas setelah dua anak kembar itu masuk ke kamar semalam, hingga dirinya tidak perlu melayani Gavano hingga pagi, begitulah seorang Gavano, seorang lelaki normal yang jarang melakukan hubungan badan, tapi setelah melakukannya, ia tidak bisa berhenti, terlebih lagi istrinya Alleta sangat cantik dan menggoda.


Tidak seperti wanita-wanita yang dirinya bayar selama ini, Gavano hanya melakukannya sekali, tapi jika bersama dengan Alleta, maka lelaki itu akan melakukannya berkali-kali, terbukti saat pertama kali lelaki itu me..ngga..uli Alleta sepanjang malam.


"hahhaha... Lain kali jika hendak bermesraan, sebaiknya kunci pintu, hahahah.!" Ejek Arkana.


"Berhenti." Ucap Gavano sambil menghetakkan tangannya di atas meja.

__ADS_1


Suasan menjadi sedikit hening, tak ada yang berani berbicara, takut kalau-kalau Gavano akan menghukum mereka.


"Kakak, aku sudah kenyang,!" Ucap Fia yang polos dan tak mengerti apa-apa.


"Aku juga sudah kenyang, apa boleh kami pergi bermain kakak Vano.?" Tanya Faiq, yang sebenarnya sedikit mengerti dengan keheningan itu.


Setelah Fia dan Faiq berlalu bersama pelayan yang di tugaskan untuk mengurus keperluan mereka, Gavano memandang Alleta yang tertunduk, gadis itu sedang bermain dengan tangannya dan kuku-kuku yang panjang terurus, cantik dan undah, untuk menghilangkan ketakutan pada Gavano, lelaki itu kemudian beralih pandang pada Arkana yang kembali menyantap makanan di depannya.


"Kalian berdua..."


"Ma...maaf" Serentak Alleta dan Arkana tersentak dan berasamaan mengucapkan kata maaf dengan mimik wajah yang tegang.


"Kalian berdua kenapa.? apa kalian pikir aku ini adalah kotoran.? sehingga kalian tidak mau menatapku saat berbicara pada kalian.?"


"Tidak kakak, bukan itu maksudku."


"Jika ingin menghukum, tidak apa-apa tuan.!" Sambung Alleta.


"Siapa yang mau menghukum kalian.?"


Suasana yang tadinya hening dan menegangkan kembali rileks, Alleta dan Arkana bersamaan menatap lelaki dingin, kejam dan tegas di hdapan mereka.


"Kalau tidak menghukum lalu apa lagi ?" Tanya Alleta dengan berani.


"Dari pada kalian terus-terus saling bertikai saat tidak ada kegiatan, sebaiknya kalian mendaftar ke universitas.


"Tidak, aku tidak mau" Sahut Alleta.


"Kenapa.?"


"Tidak ada, hanya saja ada yang lebih penting yang harus aku kerjakan."


"Aku akan membantumu tentang itu, jadi kamu bisa melanjutkan pendidikan dengan tenang, terlebih lagi unurmu masih sangat muda Alleta.!"


"Dari mana tuan tau apa yang ada di fikiranku.?"


"Alleta, apa kamu lupa bahwa aku adalah Gavano Azka Gramentha sekaligus suamimu.? Tak ada yang tidak aku ketahui tentangmu. Jadi kau harus melanjutkan pendidikan agar kau bisa setara denganku.!" Jawab Gavano yang memaksa pada kalimat terakhirnya.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2