KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Perasaan Mira dan Arkana


__ADS_3

aBerhubung malam jum'at, author ksi bunus deh😁😁😁✌ dan banyak yang minta double up.


...HAPPY READING...


Selamat malam juma'at dari play boy kita.🌹


...ARKANA...



Mendengar ucapan Mira, Arkana menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menatap Mira yang juga menatapnya.


Sesaat suasana menjadi hening sampai Arkana bertanya untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.


"Bisa ulangi.?"


"Aku mencintaimu Arka, sungguh mencintaimu.!"


"Benarkah.?"


"Ya...!"


Betapa senang Arkana mendengar pengakuan Mira. Maka ia segera kembali ke pembaringan dan memeluk Mira, bahkan mendorog Mira hingga posisinya berada di atas tubuh Mira.


"Ucapkan sekali lagi."


"Aku mencintaimu Arka.!"


Arkana kembali memeluk Mira yang ada di bawahnya.


"Aku pun mencintaimu."


Setelah mengutarakan cintanya. Arkana menjatuhkan ciuman lembut di bibir Mira. Dan Mira membalasnya dengan senang hati.


Sesekali Arkana melepas ciumannya jika merasa Mira seperti hampir kehabisan nafas.


"Mira..."


"Ya...!"


"Boleh aku melakukannya.?"


"Bayar berapa.?"


"Mira..." Bentak Arkana.


"Aku hanya bercanda."


"Huuff... aku fikir kamu ingin aku membayarmu."


"Tuan muda kedua Gramentha, tidakkah kamu sudah terlalu lama mengabaikan tubuhku.?"


"Kamu nakal."


"Hanya untukmu."


Kembali Arkana menjatuhkan ciumannya pada bibir Mira, lalu menarik tubuh Mira untuk menanggalkan pakaian Mira, baru kemudin me..lucuti pakaiannya sendiri.


Kini Mira sudah polos tampa benang sehelai pun di tubuhnya. Arkana kembali menindihnya, mencembunya, menjilati setiap inci bagian kulit Mira.



Aktifnya Arkana dalam men..cembui Mira, membut Mira me..ngelingjang-nge..linjang menahan rasa geli yang di rasaknnya dari ji..latan Arkana. Sungguh pemuda yang pandai bermain.


"Arka..."


"Em..."

__ADS_1


Tangan Arkana juga mulai aktif di bagian da..da Mira. Me..remas kedua buah ranum milik Mira. Lalu me..ngulumnya lembut dan memberikan gigitan-gigitan kecil di sana. Bahkan bermain dengan li..dahnya


"A..h" De..sah Mira.


Puas me..cembui tubuh Mira. Arkana bangit dan menekuk kedua kaki Mira dan membuka lebar pa..ha gadis itu baru kemudian menurunkan resletingnya dan mengeluarkan sesuatu yang sudah me..negang.


Pemuda yang saat ini telah di kuasai iblis durjana yang penuh gai..rah memgarahkan ke..jantanannya pada bagian inti milik Mira.


Warna merah muda sangat jelas terlihat oleh Arkana di bagian inti yang di liputi gundukan bulu-bulu halus. Arkana kemudian membuka inti Mita dan sedikit bermain dengan tonjolan yanh ada di dalam sana sebelum menenggelamkan ke..jan..tanan..nya.


"U..g..h." Le..guh Mira kemudian.


Arkna belum puas, pemuda itu memassukan dua jari ke dalam in..ti Mira. Sebentar bermain dengan lihai. Gerakan jari yang ke..luar ma..suk itu semakin membut nafas Mira tidak beraturan.


"Kau sudah begitu ba..sah" Ucap Arkana sembari memperlihatkan jarinya pada Mira yang terdapat cairan putih bening.


Mira membuang muka ke arah lain, lantara sangat malu, sempat ia meminta pada Arkana untuk mematikan lampu, tapi Arkana tidak mengindahkan permintaan Mira.


Arkana lebih suka dalam keadaan terang.


"Aku mulai."


"Em..."


Mendapat persetujuan Mira, Arkana pelan-pelan mendorong ke..jan..tanan..nya pada milik Mira.


"Auuw.." Keluh Mira merasa perih.


"Kenapa.?"


"Perih.!"


"Tahanlah. Nanti juga akan hilang."


"Baiklah."


Ya meskipun itu bukan pertama kali bagi Mira, tapi itu akan sakit jika sudah lama tidak melakukannya. Terlebih ke..lela..kian Arkana bukanlah ukuran yang biasa.


Perlahan-lahan Arkan memberikan hen..takan di bawah sana, yang semakin lama, rasa perih berubah menjadi nikmat.


"A..h..h..!!! A..h..h...!! Arka."


Semakin Mira men..desah semakin Arkana mempercepat me..mompa di bawah sana.


"Arka... a..h..h..h...!!!"


Sambil me..mompa dan memberikan hen..takan dengan gerakan ma..ju-mun..durnya, Arkana tidak membiarkan tangannya menganggur. Tangganya me..remas bahkan me..milin benda kenyal yang ranum milik Mira.


Permainan Arkana yang sudah ahli serta prefosional dalam hal yang seperti itu membuat Mira memekik lantaran mersakan ke..nik..matan yang tiada tara.


Terlebih ke..jan..tananan Arkan dapat mencpai sesuatu yang ada di dalam milik Mira, hingga kedua bola mata hitam Mira tak nampak lagi.


"A...h...h...h...h" De..sah panjang Mira setelah mencapai pe..le..pasannya. Begitu pula Arkana.


Meskipun Arkana sudah menumpahkan cai..ran putih kental miliknya. Itu tak membuatnya berhenti. Pemuda itu kemudian membalik tubuh Mira dan memberikan hen..takan dari arah belakang namun di tempat yang sama.


Dinginya udara yang masuk dari sela-sela jendela kamar dan derasnya hujan di luar, tidak mebuat Arkana dan Mira merasakan hal itu, lantara di kuasa na..fsu bi..rahi yang memburu dari keduanya.


Hingga kembali mencapai pe..lepasan mereka. Dan berhenti saat mereka lelah lalu tertidur setelah membersihkan diri masing-masing. Mereka juga melakukan di kamar mandi sekali lagi.


***


Esok hari Mira terbangun di pelukan Arkana. Begitu pula Arkan terbangun saat mersa Mira bergerak. Mira kemudian menindi Arkana, menyapu wajah pemuda tampan itu dengan telunjuknya. Memberi ci..uman selmat pagi pada Arkana.



Sementra Arkana terseyum bahagia. akhirnya ia bisa memiliki Mira.

__ADS_1


"Kapan kamu punya waktu.?" Tanya Arkana.


"Kenapa menanyakan itu.?"


"Aku akan membawamu bertemu keluargaku."


Mira tersentak kaget, betapa tidak, ia memang mencintai Arkana, namun ia tidak berharap secepat itu Arkana akan membawanya bertemu dengan kelurlarganya.


Telebih lagi, Mira sedikit tertekan oleh Gavano, dan belum siap untuk bertemu lagi dengan lelaki dingin itu.


"Beri aku waktu."


"Mira, waktu apa lagi yang mau kamu minta padaku.."


"Tunggu sampai ayahku keluar dari rumah sakit."


"Baiklah... aku akan menunggu lagi."


"Terimah kasih..."


Mereka melakukannya sekali lagi sebelum Arkana mengantar Mira kembali ke untuk bekerja di restauran yang kemarin. Baru kemudian ke perusahaan.


"Aku akan meminta kakak Vano untuk melamarkan Mira. Meskipun kakak sangat keras padaku, tapi dia tidak pernah menolak permintaanku yang masuk akal." Guman Arkana.


Di waktu yang sama, Gavano yang sudah menyadari keegoisannya, segera menuju ke rumah Riko, dan cepat-cepat masuk menerobos masuk mencari Riko.


"Ada apa Vano.?" Tanya Aren


"Bibi Aren, di mana Riko.?"


"Dia suda pergi sejak pagi.!" Jawab Aren bingung.


"Ke mana bibi.?"


"Loh, bukankah kamu yang memintanya untuk mengurus perusahaan di Spanyol.!"


"Tidak bibi Aren, aku memang memintanya tapi itu bukan di Spanyol tapi di Itali."


"Apa maksud kamu nak Vano, sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara kalian.?"


"Nanti saja aku jelaskan."


Gavano cepat-cepat ke bandara, berharap dapat menghentikan kepergian Riko.


Seperti yang di harapkan Gavano masih bisa bertemu dengan Riko.


"Mau kemana kamu.?" Tanya Gavano setelah menghentikan langkah Riko yang hampir menuju ke pesawat


"Bukan urusanmu."


"Apa maksudmu dengan pergi begitu saja.?"


"Vano, tak ada yang perlu aku jelaskan."


Buk... Gavano memberikan sebuah tinju pada wajah Riko. Namun Riko tidak membalasnya.


"Lakukan. Ayo pukul aku, jika itu membuatmu puas."


Gavano tampak seperti sedang frustasi, hingga ponselnya berbunyi dan mendapat pesa dari orang suruhannya.


Gavano terlihat sangat khawatir setelah membaca pesan itu.


"Sekarang ada apa.?" Tanya Riko melihat kekhawatiran di wajah Gavano.


"Gadis kecil itu ingin bunuh diri, dia mau melompat dari gedung universitas."


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2