KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Memikirkan siapa Clara


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Julia sudah berdandan rapi, Axcel yang melihatnya bertanya mau ke mana, Julia pergi, Julia hanya menjawab ingin berjalan-jalan dan Axcel tidak mungkin untuk melarangnya.


Rupanya Julia mengunjungi makam ayah dan ibunya, dia berdoa di sana, setelah dari makam Julia berjalan-jalan di tepi pantai.


Matanya tertuju pada seorang gadis yang juga sedang berdiri menatap ombak yang menyapu pinggir pantai.


Julia menghampirinya, dan tersenyum melihat gadis itu sambil menyapa.


"Hai, Nona Clara".


"Nona Julia." Balas Clara tersenyum.


Julia bertanya apa yang di lakukan Clara seorang diri di tepi pantai.


"Aku baru saja mengunjungi makam mendiang ayahku." Jawab Clara.


"Akupun sama, aku baru saja megunjungi makam mendiang kedua orang tua ku."


Setelah menyapa Clara Julia berterimah kasih karna telah membantunya merebut kembali perusahaan Axcel, setelah itu Julia pamit meninggalkan Clara sendiri.


Julia awalnya meminta Clara mengikutinya, tapi Clara menolak dengan alasan masih ingin tetap menikmati suasana pantai sebentar lagi. 'Kakak, andai kamu tahu siapa aku.' Kata Clara dalam hati, tersenyum melihat Julia menibggalkannya.


Sebentar setelah Julia berlalu, pengawal Clara menghampirinya, dan membisikkan sesuatu pada Clara.


Wajah Clara berubah, dia tampak kesal dan menggepalkan tangannya.


"Tidak akan ku biarkan siapapun menganggu kebahagiaan kakak." Kata Clara.


Di rumah Julia menghampiri Axcel di ruang kerjanya dan memberi tahu tentang pertemuannya dengan Clara si gadis buta yang memberinya saham waktu itu, tapi sekarang gadis itu sudah tidak buta lagi.


Sebenarnya, sudah sejak lama Axcel ingin mencari tahu tentang semuanya, tidak mungkin seseorang memberikan sesuatu yang begitu besar, begitu saja tampa ada sesuatu di baliknya.


"Sayang, kenapa kamu merenung.?"


"Juli, apa kamu tidak merasa janggal"


Julia baru menyadari hal itu, benar juga apa yang dikatakan Axcel, Julia kemudian mengusulkan pada Axcel agar meminta Clara bertemu.


Axcel menyetujui usulan Julia, dan meminta Anya untuk menjadwalkan pertemuan dengan Clara, tentunya itu juga harus mendapat persetujuan dari Clara sendiri, jika Clara mau, tapi jika tidak ingin, maka mereka tidak bisa memaksa.


Reygan masuk ke ruang kerja Axcel membuat ayah dan ibunya terkejut.


"Ayah ibu." Panggil Reygan.


"Ada apa sayang.?" Tanya Julia.


Reygan memberitahu pada Axcel bahwa dia sering kali mendapati Anya meneteskan air mata, Reygan tidak tahu apa yang terjadi padanya.


"Sayang, putra ibu tidak boleh mencampuri urusan orang dewasa ya sayang.!"

__ADS_1


"Tapi ibu, Reygan kasihan pada bibi Anya."


"Sayang, biarkan bibi Anya menyelesaikan masalah peribadinya, kita tidak boleh ikut campur. Apa kamu mengerti.?"


"Reygan mengerti ibu."


Julia kemudin membawa Reygan keluar dari ruang kerja Axcel, Sementara Axcel masih memikirkan tentang Clara.


***


Esok hari Axcel bekerja seperti biasanya, Anya masuk keruangannya dan menyerahkan berkas tentang kerja sama dengan Daniel, Axcel sesaat meneliti wajah Anya.


Benar apa yang dikatakan Reygan semalam bahwa Anya seperti sedang tertekan dan banyak masalah.


"Bos, mulai besok aku sudah harus di perusahaan Mintle Grup."


"Anya, jika kamu tidak menginginkannya, maka jangan lakukan, meskipun kerja sama ini sangat penting untuk perusahaan, aku juga tidak ingin melihatmu seperti itu."


"Aku tidak apa-apa Boss.. Aku hanya telalu lelah."


"Lalu bagaiman hubunganmu dengan Alvaro.!"


"Sudah berakhir." Kata Anya tak kuasa menahan air matanya di depan Axcel.


Axcel beranggapan bahwa putusnya hubungan Anya dan Alvaro membuat Anya seperti itu, beruntung Anya adalah sekertaris sang kompoten, dia tidak mencampurkan masalah pribadinya dengan perusahaan,


Di kediaman Rvandra, lagi-lagi Anya merajuk pada Revandra lantaran Gavano mengatakan bahwa ayahnya sedang berbicara dengan wanita lain.


Meski Revandra mencoba menjelaskannya, Aliya tetap tidak ingin mendengar alasan apapun itu.


"Aliya, buka pintunya, Gavano hanya salah paham, tolong dengarkan aku."


"Ay...! terakhir kali kamu juga berkata begitu tapi, kamu mengulanginya." Teriak Aliya dari dalam kamar.


"Sumpah mati, semuanya hanya salah paham."


Gavano mendekati Revandra dan menarik bajunya dan memberinya ponsel, lantaran sejak tadi ponsel Revandra terus saja berdering.


"Ayah, bibi yang makan bersama ayah di restaurant barat menelfon."


Revandra menepuk jidatnya dan memaki dirinya sendiri. 'Sial, mengapa dia harus menelfon di saat seperti ini.'


"Ayah cepat angkat." Kata Gavano lagi.


Aliya semakin geram mendengar percakapan ayah dan anak di luar kamar, di membuka pintu, dan merampas ponsel Revandra, dan menerima panggilan itu tampa melihat siapa nama siap yang ada di layar.


"Halo... dasar wanita ja..lang, berhenti menganggu pria yang sudah beristri." Teriak Aliya setelah panggilan tersambung.


Sementa itu, Anya terkejut, betapa tidak, belum sempat dia bicara, dia sudah di maki sedemikian.

__ADS_1


Rupanya wanita yang bertemu dengan Revandra adalah Anya, mereka hanya membicarakan tentang kerja sama perusahaan, tidak lebih.


Gavano juga hanya memberi tahu bahwa wanita yang ditemui ayahnya itu cantik seperti ibunya, anak kecil itu tidak berkata bahwa ayahnya sedang berkencan. Aliya saja yang terlalu over thinking.


"Sayang... itu hanya sekertaris Axcel,"


"Bohong.!"


"Kalau tidak percara, hubungi saja lagi."


Aliya segera menghubingi si penelfon tadi, benar saja, itu adalah Anya.


Setelah tahu bahwa semuanya hanya salah paham, Aliya merasa bersalah, dia mencoba memperbaiki semuanya.


"Ay... maafkan aku ya.!" Kata Aliya menempelkan diri pada Revandra, dia membenamkan wajah di dada Revandra bermain dengan dasi laki-laki dewasa itu


Sedang Revandra seketika bangkit lantaran Aliya menggodanya, dia segera mengendong Aliya masuk ke kamar, lalu menutup pintu tepat di depan wajah dingin Gavano. Dingin tapi sangat tampan dan manis.


"Apa mereka melupakanku.?" Kata Gavano.


Anak laki-laki itu memilih meninggalkan tempat itu dan meminta pejaganya untuk mengantarnya ke rumah Daniel.


Tapi apa yang terjadi di rumah Daniel sama saja yang dengan apa yang terjadi di rumah Revandra.


Begitu masuk ke rumah, Gavano di sambut dengan de..sahan dari Anya yang berasal dari kamar Daniel Setelah tadi memberi penjelasan pada Aliya melalui panggilan telfon, Daniel segera menjemputnya dan membawanya ke kediaman Daniel.


Karna sudah merasa lelah, Gavano memilih untuk menginap saja di rumah Daniel,


Di salah satu kamar hotel, seorang wanita juga men..desah nikmat di bawah tindihan paman Axcel, setelah kematian Emely karna keracunan dan yang meracuninya dia sendiri, Atman paman Axcel hanya berhubungan dengan wanita yang berbeda.


Setelah pelepasannya, pintu kamar hotel terbuka, dan itu dengan cara di paksa.


Paman Axcel terkejut dan cepat-cepat meraih pakaiannya dan memakainya.


"Siapa kalian.?" Tanya paman Axcel panik melihat beberapa pria bertubuh kekar memakai pakaian serba hitam.


"Tak perlu bertanya." Kata salah satu dari mereka. Lalu memerintahkan bawahannya untuk meringkuk Atman dan membawanya.


"Heii... siapa kalian.? aku tidak mengenal kalian."


Buk... salah satu dari mereka menghantam tengkuk leher paman Axcel sampai pingsan.


Beberapa saat kemudian, paman Accel, sadar, namun dia tidak tahu dia sedang berada di mana, terlebih matanya di tutup kain hitam, tanganya di ikat di kursi.


Di dalam kegelapan, Atman mendengar langkah seseorang yang mendekat padanya, Atman bisa menebak dari suara hentakan kakinya, yang datang adalah seorang wanita.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2