KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Mengenang


__ADS_3

New York


Di sebuah blok perumahan mewah, dua pria tua sedang melakukan aktivitas mengecek pekerjan di ruangan yang memang di sesiakan untuk bekerja di rumah, berharap semuanya bisa terselesaikan dengan segera dan kembali ke kota S.


"Revan.!" Panggil Andre yang tetap setia menemaninya seperti di masa lalu.


"Ada apa.?"


"Riko menghubungiku, dan memberi tahu bahwa Gavano menikahi gadis yang sangat muda.!"


"Apa.?" Revandra yang sudah tidak muda lagi itu terkejut, bagaimana tidak, di masa lalu dirinya menikahi gadis yang begitu muda dan polos, ia bahkan mencemari kepolosan Aliya dengan noda-noda gairahnya, dan sekarang, putra pertamanya juga menikahi gadis muda.


"Mengapa kau terkejut.? aku pikir kau sudah tau.!"


"Aku memang sudah tau Andre, tapi masalah menikah dengan gadis muda, baik Gavano ataupun Arkana tidak memberi tahu kami."


"Kau tau Revan.! umur gadis itu bahkan lebih muda dari Aliya."


"Memangnya berapa umurnya?"


"Belum genap delapan belas, gadis itu baru saja menyelesaikan bangku sekolah menengahnya."


Revandra semakin terkejut, tak tau bagamana cara Gavano bisa menikahi gadis yang benar-benar masih di bawah umur. Dirinya saja menikah dengan Aliya saat umur Aliya dua puluh tahun.


"Anak nakal itu, entah apa yang ada di otaknya, hahh...!"


"Jangan emosi Revan, ingat umur kita sudah tidak muda lagi. Biarkan mereka menikmati cinta mereka."


"Benar apa yang kau katakan.! Tapi... di lihat dari perwatakan putraku, sepertinya dia telah memaksa seorang gadis untuk menikahinya. Semenjak hubunganya dengan Luna kandas, Gavano tidak pernah terlihat bersama wanita manapun. Aku takut karna sakit hati, putraku menyimpang dalam kebutuhan s*ksual, makanya aku dan Aliya memaksanya untuk menikah dengan segera, tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan menikahi gadis muda, bahkan lebih muda dari ibunya di masa lalu."


Andre hanya mangut-mangut mendengaran penuturan sahabat sekaligus orang yang sudah dianggapnya keluarga sendiri. Lelaki tua itu sangat bersyukur bisa di pertemakan dengan Revandra saat mereka masih muda dan membawanya psda kehidupn yang lebih layak.


"Ay.! ini kopimu." Tegur seorang wanita berusia empat puluh tujuh tahun yang baru saja masuk ke ruangan itu. Meskipun umurnya sudah terbilang tua, Aliya masih sangat cantik. Wanita itu memang menjaga tubuhnya agar tetap terlihat lebih muda, begitu pula dengan Revandra, yang rambutnya sudah hampir di penuhi dengan warna perak, pria tua itu tetap berkarismatik dan tetap sehat.


"Aku pulang dulu, melihat kemesraan kalian. aku tidak tahan. aku juga merindukan istriku Aren."


Sebentar setelah Andre berlalu, Aliya berjalan ke arah Revandra. Lelaki itu kemudian menarik Aliya ke pangkuannya, membut Aliya merona.


"Berhenti menggodaku pria tua.!" Ucap Aliya.


"Kenapa.? kau istriku, ibu dari anak-anakku."


"Aku mencintaimu Ay.!"

__ADS_1


"Aku juga Aliya." Jawab Revandra sambil melayangkan kecupan hangat pada bibir istrinya, baru kemudian beranjak sambil menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


******


Berbeda dengan Revandra, di kediaman Axcel justru di selimuti rasa sedih. Julia istri Axcel saat ini tengah larut dalam kesedihan yang amat sangat menyiksanya.


Wanita itu terus saja memandangi sebuah foto anak gadis kecil yang sangat imut.


"Sudahlah syang.! sudah empat belas tahun berlalu, kau masih saja seperti ini." Ucap Axcel seraya memegang pundak istrinya, berharap bisa memberikan ketenangan pada wanita itu.


"Sayang.!, aku sangat merindukan Elena, andai dia masih hidup, dia akan tumbuh seperti Alexa putrinya Revandra." sambil bersimpuh dalam pelukan hangat pria yang tak lagi muda itu.


Tiba-tiba ponsel Axcel berdering. Lelaki tua itu segera menerima panggilan setelah melihat siapa yang menelfonya.


"Ya.! ada apa Reygan.?"


"Apa ayah tau kalau Gavano putra paman Revan sudah menikah.?"


"Tau.!"


"Apa ayah juga tau kalau istrinya sangat muda, bahkan menurut Riko, istri Gavano usianya baru menghampiri delapan belas.?"


Mendengar Reygan menyebutkan usia gadis yang dinikahi Gavano, hatinya terasa seperti ada sesuatu yang dirinya sendiripun tidak tahu apa itu.


"Nanti setelah aku pusas bermain.!Ah, ayah sudah dulu wanitaku sudah menunggu."


Setelah mengakhiri panggilan, Axcel kembali pada istrinya yang masih sedih, membelai lembut wanita yang sangat ia cintai.


"Ada apa.? kenapa Reygan menelfonmu.?"


"Tidak, dia hanya memberitahu bahwa Gavano menikahi gadis belia."


"Ah... aku pikir dia membuat masalah untuk Gavano di kota S. anak itu benar-benar berbeda denganmu."


Memang kenyataanya, Reygan tidak menuruni sifat ayahnya yang tidak suka bermain wanita lantaran cintanya hanya tertuju pada Aliya di masa lalu. Lain dengan Reygan, dia cendrerung mengonta ganti wanita. Tentunya wanita yang ia kencani juga bukan wanita biasa. melainkan, putri dari para pebisnis ataupun artis-ratis terkenal.


Hingga malam tiba, Aliya dan Revandra beserta Andre dan Aren berkumpul di rumah Axcel untuk makan malam.


"Kak julia... kenapa kau bersedih seperti itu.?"


"Ibu Vano.! Aku sangat merindukan putriku, jujur saja, kami belum bisa sepenuhnya menerima kepergiannya, dia masih begitu muda." Jawab Julia seraya perlahan meneteskan air matanya.


"Sabarlah, mungkin sudah takdir putri kita untuk pergi begitu muda." Sahut Axcel yang sebenarnya juga belum bisa mengikhlaskan kematian putrinya.

__ADS_1


Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, lelaki tua itu masih berharap putrinya masih hidup dengan baik. Namun apa daya, dirinya juga sudah menyaksikan langsung pemakaman putri kecilnya yang wajahnya sangat rusak parah dan tidak dapat di kenali.


"Lalu di mana gadis kecil itu Ibu Vano.?" tanya Julia pada Aliya.


"Seperti bisa, gadis kecil itu sedang heng out bersama teman-temannya."


"Jadi kau membiarkannya pergi Aliya.?" Sergah Revandra yang terlihat tidak menerima jika gadis kecil itu berkeliaran.


"Pria tua, berhenti selalu membatasinya, gadis kecil itu bukan aku yang begitu polos, hingga kau bisa dengan sesuka hati mencemari kepolosanku.!" Jawab Aliya.


Seperti biasanya, jika Aliya sudah berbicara, maka Revandra sudah tidak bisa membantah.


Cekcok romantis antara Revandra dan Aliya seketika membuat Julia yang tadinya sangat sedih, berkurang kesedihannya. Menurut Julia, Revandra benar-benar adalah pria yang tak dapat melawan atau membentah kedua wanita dalam hidupnya.


Mereka semua tertawa, lalu kembali melanjutkan makan malamnya.


***


Seminggu berlalu semenjak Gavano melakukannya pada Alleta, dan setelah itu Gavano jarang sekali ada di rumah, Hingga akhirnya Alleta berinisiatif membawakan pakaian ganti untuk Gavano, karna sudah tiga hari lelaki itu tidak pulang.


Di perusahaan Alleta berjalan dengan anggun membuat para karyawan tertegun dan terpesona dengan gadis muda yang sangat cantik itu.


"Hei... bukankah itu gadis yang masuk ke ruangan presedir beberapa waktu lalu.?


"Ya.! benar, aku masih ingat, gadis itu berlarian di perusahaan.


Bisik para karyawan.


Tampa memperdulikan orang-orang yang bergosip tentangnya, Alleta terus berjalan menuju ruangan Gavano meskipun sebelumnya di halangi oleh keamanan, tapi untung Riko melihat dan memerintahkan keamanan untuk melepaskan dan bahkan tidak memperdulikan jika suatu saat Alleta datang ke perusahaan lagi. Baru kemudian Riko berlalu.


"Apa Tuan Vano ada di dalam.?" Tanya Alleta pada karyawan yang baru saja keluar dari ruangan Gavao.


"Ada.! Tapi sepertinya presedir tidak bisa di ganggu."


"Kenapa.?"


"Maaf nona itu bukan urusan saya." jawab karyawan itu dan berlalu meninggalkan Alleta.


Gadis itu membuka pintu perlahan, dan terkejut setelah melihat apa yang sedang di lakukan Gavano.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2