
Assalamualaikuk kak...! Sengaja aku up lebih dari satu chap kali ini, untuk menebus krn gak up hari ini. Dan janh lupa tinggalkan jejak ya. cukup Like dan komen.🤗🤗🤗
- BERITA INTERNAINER KOTA S, ARKANA DYLAN GRAMENTHA,AKTOR SEKALIGUS TUAN MUDA KEDUA DARI GRAMENTHA GRUP MENUNJUKAN PACAR MISTERIUSNYA KE PUBLIK, MEMYEWA SEBUAH HOTEL MEWAH UNTUK MENIKMATI HARINYA BERSAMA PACARNYA-
"Alleta Anastasia.!" Gerutu Gavano sambil mengepalkan tangannya lalu memukul meja.
Lelaki itu beranjak setelah melemparkan dokumen di tangannya.
"Siapa yang menyuruhmu membawa koran intertaimen kesini.?" Tanya Gavano emosi pada karyawan yang kembali dari membuat kopi.
"It...itu, Presedir, tadi sebelum masuk di depan pintu, Nona Luna menghentikan saya dan menyelipkan koran itu ke dalam dokumen. Saya juga tidak tau presedir bahwa koran itu adalah koran intertainer." Jelas karyawan itu.
"Baik, kembali bekerja. Keluar" Teriak Gavano tegas di akhir perkataannya.
Setelah karyawan itu keluar Gavano yang di kuasai amarah, menendang meja kerjanya
Wush...
Grek...
Bruak...
"Alleta Anastasi... kamu sudah menjadi baik selama beberapa hari ini, tapi sekarang kamu membut masalah lagi.!" Masih dengan nada teriak seraya menendang semua barang yang ada di ruangannya hingga semuanya berantakan, ada pula yang sudah hancur, seperti laptop dan hiasan kaca.
"Aku tidak menyangka bahwa Vano akan semarah ini hanya karna sebuah foto yang terpampang di halaman depan koran intertainer." Ucap Luna yang tak berani masuk,
Sejak tadi Luna memang sudah berda di depan pintu menunggu ekspresi apa yang akan terlihat pada Gavano, tapi wanita itu tidak menyangka bahwa Gavano benar-benar akan semarah itu.
"Ada apa dengannya, kenapa dia begitu emosional hanya karna Alleta."
Duk...
Gavano yang keluar dari ruangan marah besar dan menabrak Luna, lalu hendak pergi.
"Vano...! Vano...!" Panggil Luna
Wanita glamour itu bahkan menghadang Gavano di dedapan lift
"Kamu mau ke mana, bukankah akan ada meating sebentar lagi, ke mana kamu mau pergi.?"
"Minggir...!" Seru Gavano mendorong bahu Luna hingga wanita itu tersungkur ke lantai.
"Awuu..., Vano teganya kamu menyuruhku minggir, Aku adalah orang yang kamu cintai." Ucap Luna sedih seraya menggepalkan tangan di dadanya.
__ADS_1
Di kediaman Gavano, tampa mengetahui apapun Alleta sedang asik memainkan ponselnya di kamar tidur, Tiba-tiba daun pintu terbuka dengan tendangan yang sangat keras.
Brak....!
"Tuan... kamu sudah kembali, biar aku beri tahu, hari ini aku...!
Tak sempat melanjutkan perkataannya Gavano yang emosinya sudah meluap, menarik tangan Alleta
"Pergi dari sini."
"Tuan... kemana kamu mau membawaku.?" Tanya Alleta yang sudah mulai di selimuti ketakutan.
Bahkan saat ini Alleta sangat gemetara saat Gavano menyeretnya keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan melemparkan Alleta keluar, dari rumah. Semua pelayan yang melihat kejadian itu merasa kasihan pada Alleta, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Pergi dari sini...!" Teriak Gavano.
Alleta yang gemetaran segera meninggalkan tempat itu, gadis yang tak tau apa kesalahannya itu, memilih pergi, toh dirinya juga sidah di usir oleh pemilik rumah. Sedang Gavano hanya menatap kepergiannya.
"Dia bahkan tak mau menjelaskan apa yang terjadi, dia hanya membalikkan badan dan pergi. Jika itu pria lain, mungkin aku akan sedikit mengerti. Tapi kenapa harus Arkana. Cih...!"
Alleta melangkah sepanjang jalan, di tepi jalan, Alleta melihat gambar Arkana yang terpampang lebar sebagai iklan. Gadis itu menyapu wajah Arkana di dalam gambar.
"Wajahmu sungguh mirip dengan lelaki tua itu, hanya saja sifat kalian sangat berbeda, meskipun kita selalu bertengkar, kamu bahkan lebih baik dari dia." Senyum sinis.
***
"Tuan Vano, saya membawa kontrak kerja sama dengan Atmaja grup, tadi Tuan Reygan menitipkannya pada pelayan." Ucap kepala pelayan setelah Gavano mempersilahkannya masuk.
Setelah mengusir Alleta, lelaki yang masih di selimuti emosi itu, memilih mengurung diri di ruang kerjanya.
"Saya akan menaruhnya di meja kerja anda, dan ini adalah ponsel milik nyonya muda, kami menemukannya di lantai, saya juga akan meletakkannya di sini." Kata kepala pelayan itu, baru kemudian meninggalkan ruangan itu.
Di sisi lain, Alleta duduk di halte bus sendiri, gadis itu hanya mengenakan piama berwarna biru muda dengan motif kartun kucing.
"Ah... aku bahkan tidak membawa uang sepersen pun," Gumam Alleta sedih.
Kembali pada Gavano, lelaki itu memeriksa berkas tentang kerja samanya dengan Atmaja Grup, Lalu merih ponsel Alleta, membukannya dan mendapatkan sebuh pesan dari Arkana.
(Apa kamu tiba dengan selamat di rumah.? hari ini aku masih belum pulang, aku masih ingin bersama ibu), isi pesan Arkna.
Setelah membaca pesan itu, Amarah Gavano kembali meluap, ia melemparkan ponsel milik Alleta hingga hancur dan tak bisa di gunakan lagi, Lalu kembali duduk di kursi kerjanya, merogoh ponselnya di saku celana, dan melakukan panggilan telfon.
"Hentikan semua kerja sama dengan Atmaja Grup." Mengakhiri panggilan kemudian.
__ADS_1
'Kita lihat Alleta, kemana kamu akan pergi, melihat kamu tidak punya siapa-siapa selain aku, aku pastikan dalam satu jam kamu akan kembali padaku' Gumam Gavano dalam hati seraya kembali menatap layar laptop dan menonton berita perkiraan cuaca malam itu yang memberitakan akan ada hujan lebat melanda kota S.
Sedangkan Alleta menaiki sebuah bus malam yang melintas, itupun juga adalah bus terakhir dan sudah tak ada penumpang sama sekali.
"Pak, saat ini aku sedang kekurangan uang, apa boleh aku ikut dengan geratis.?" Mohon Alleta.
"Baiklah, masuk dan duduklah di belakang."
Seperti yang dikatakan oleh sopir Bus, Alleta duduk di belakang, ' Sepertinya ini mengarah ke lokasi syuting Arkana, baiklah setelah tiba di sana, aku akan meminta bantuan padanya' Gumam Alleta dalam hati, Hingga beberapa saat kemudian, gadis itu tertidur lelap.
"Nona, kita sudah berhenti di pemberhentian terakhir, kamu harus turun." Sambil menepuk lembut pundak Alleta.
"Pemberhentian terakhir.? bukankah kita akan ke lokasi syuting Arkana.?"
"Nona, mana ada orang yang syuting selarut ini, kamu ini gadis muda yang suka bercanda rupanya." jawab sopir bus dengan senyum hangatnya, lalu kembali mengendarai busnya setelah menurunkan Alleta.
Lapar, dingin, pikiran kosong, hati yang sakit, itulah saat ini yang di rasakan Alleta, dirinya tidak tau apa kesalahannya sehingga Gavano mengusirnya. Andai saja dia punya uang, sangat mudah baginya untuk kembali ke rumah ibunya.
"Sepertinya malam ini akan turun hijan lebat, suhu udara juga terasa semakin dingin, aku hanya mengenakan piama tipis, ah... laparnya" Ucap Alleta sambil memegang perutnya yang keroncongan.
Sebentar kemudian Alleta masuk ke ruang tunggu yang biasanya di gunakan untuk orang-orang yang menunggu datangnya bus. Dan tempat itu sangat hangat,
"Huaa..., Sebaiknya aku beristirahat dulu di sini, sebelum mencari Arkana kembali," Seraya duduk di kursi tunggu.
Di tempat lain, Reygan yang heran dengan Gavano tiba-tiba membatalkan kontrak kerja sama, sedang malakukan panggilan telfon.
"Riko, Gavano, tiba-tiba membatalkan kontrak, apa kamu tahu apa yang sedang terjadi.?"
"Reygan, aku juga tidak terlalu tau tentang hal itu, tapi setelah mengusir istrinya, Nona Alleta, Gavano berubah sangat menakutkan, aku juga tidak berani untuk bertanya."
"Lalu apa hubungannya antara kerja sama kontrak dengan Atmaja Grup dan istrinya yang pergi."
"Aku juga tidak tahu, sebaiknya kamu bertanya sendiri padanya." Mengakhiri panggilan.
Reygan benar-benar tidak mengerti dengan semuanya, padahal, Gavano sangat menginginkan kerja sama itu.
Bersambung...
******
...REYGAN ATMAJA...
__ADS_1