KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Seperti p*lacur


__ADS_3

Axcel refleks mendorong Julia hingga terjatuh ke lantai.


"Auwww...!" Teriak Julia kesakitan.


Axcel menatapnya penuh kekesalan, tapi di dalam hati, dia tersenyum melihat Julia yang tampak lucu di matanya.


"Siapa yang mengijinkan kamu tidur di pembaringan.!"


"Maaf semalam, aku kedinginan."


"Cih...!"


Axcel bangkit dari tempat tidur, berbenah untuk ke perusahaan. Sedang Julia masih termenung di lantai.


"Apa yang kamu tunggu, apa kamu akan terus berada di lantai.? klo itu maumu, aku tidak keberatan."


Julia segera berdiri dan mengambilkan dasi untuk Axcel,


"Aku akan membantumu." Katanya.


Axcel awalnya menolak Julia membantunya, tapi karna kegigihan Julia yang kuat, akhirnya Axcel membiarkannya saja, toh cuma membantunya memasang dasi saja.


Tapi tampa Axcel sadari, tangan Julia sudah melingkar di tengkuk lehernya.


Cup... Julia mengecup bibirnya. Axcel terdiam dan terpaku, karna ulah Julia yang membuatnya terkejut. Tak ada penolakn dari Axcel, Julia kembali mengecupnya seraya memejamkan matanya.


"Selesai...!" Kata Julia setelah melepaskan ciumannya.


"Lain kali perhatikan sikapmu.!"


"Kenapa dengan sikapku,? menciummu adalah hakku.!"


"Sehrusnya kamu tahu bahwa hubungan kita tidak seperti yang kamu fikirkan."


"Aku tahu."


"Jika tahu kenapa kamu menciumku...?" Bentak Axcel.


"Hanya ingin."


Julia kemudian berbalik tampa memperhatikan exspresi wajah Axcel yang kesal bercampur malu, bisa-bisanya dia selalu jatuh pada Julia.


Axcel menatap Julia yang menuju ke kamar mandi, terlebih Julia melepaskan bathrobenya di depan mata Axcel. Dan berjalan seperti menggoda.


"Kenapa.? mu membantuku mandi.?" Kata Julia menggoda.


Axcel hanya diam dan berusaha tidak jatuh lagi pada Julia. Tak bisa Axcel pungkiri bahwa tubuh Julia memang adalah tubuh seorang gadis yang menjadi impian setiap para lelaki.


Akan tetapi semuanya salah, dri awalpun juga salah, Axcel memang ingin melupakan Aliya dan mencari wanita lain pada awalnya, tapi dia tidak menyangka bahwa akan seperti ini jadinya.


Di meja makan Axcel menyantap sarapannya di temani ayahnya.


"Di mana istrimu.?"


"Selamat pagi ayah.!" Sapa Julia sembari menarik kursi di samping Axcel.


"Pagi menantuku...! kamu cantik sekali hari ini."


"Terimah kasih ayah mertua."


Axcel telah selesai dengan aktivitas makannya dan segera bangkit, meraih jasnya dan Julia hanya menatap lelaki itu berjalan sampai ambang pintu

__ADS_1


"Ayah mertua... apa dia memang selalu seperti itu.?"


"Tidak juga, dia adalah pria yang hangat, baik dan ramah pada semua orang."


"Tapi kenapa dia begitu dingin padaku.?"


Axcel menatap Julia, dia sudah berada di ambang pintu untuk beberapa menit, tapi Julia tidak mengikutinya. Akhirnya rasa jengkel pada Julia kembali mengebu-gebu.


"Apa yang kamu tunggu nona Julia.?" Teriaknya.


"Aku tidak mengerti maksud kamu Tn.Axcel."


"Sekarang ikut aku."


"Ke mana.?"


"Ingat sekarang kamu adalah istriku, dan aku tidak mau orang-orang berfikir aku menikahi seorang pe..lacur.!"


"Apa maksudmu.?" Julia mulai kesal.


"Lihat saja pakaianmu yang terbuka itu, tidakkah kamu merasa kamu seperti seorang pe..lacur murahan.?"


Julia melihat pakiannya, memang pakaian Julia sangat terbuka, kera bajunya sangat lebar menampakkan belahan dadanya, bukan hanya belahannya tapi hampir semua tidak tertutup kain.


Sementara celananya berbahan levis yang hampir memperlihatkan **********.


Julia memang sangat menyukai pakaian seperti itu jika sedang berada di rumah, namun akan berpakaian sedikit sopan jika dia ada kegiatan di luar.


"Apa yang kamu tunggu.? atau kamu menungguku menyeretmu.?"


"Sabar... sabar...!" Jawab Julia.


***


"Turun." Titah Axcel ketika sudah sampai di pusat perbelanjaan.


Julia membuka pintu mobil dan hendak turun, namun Axcel mencegahnya terlebih dahulu.


"Apa lagi.?"


"Pakai ini.!" Kata Axcel melemparkan jasnya pada Julia.


"Untuk apa.?"


"Kamu istriku. Dan lihat tubuhmu itu, apa kamu mau semua bagian itu di lihat orang lain.?"


Benar kata Axcel, Julia akhirnya meraih jas itu, memakinya. Tapi dia tetap di tempat.


"Kenapa lagi sekatang.?" Tanya Axcel.


"Ah... itu, kemarin setelah menikah, aku lupa membawa kartu kreditku."


Axcel merogoh sakunya dan mengeluarkan dompetetnya, lalu memberikan sebuah kartu kredit.


"pakai ini, dan lupakan tentang kartu kreditmu, mulai kemarin hingga seterusnya, kamu tidak di izinkan kembali ke rumah orang tuamu.!"


"Kenapa begitu.!"


"Ingat kamu istriku,"


"Hahhh... ok ok, tidak perlu selalu mengingatkanku." Kata Julia sembari menghembuskan nafas di kata terakhirnya.

__ADS_1


Julia turun dari mobil, lalu tiba-tiba seseorang menyapanya.


"Julia...!"


"Ah, hai, kamu membuatku kaget saja kakak senior Azka...!"


"Mau belanja.?"


"Begitu."


"Aku juga, kemudian mari masuk bersama.!"


"Ok...!"


Azka adalah salah satu kenalan Julia, mereka sangat dekat, bahkan sering berpergian bersama, Bisa dibilang, Azka adalah sahabat Julia selain Gio.


Saat masuk ke Mall, Azka merangkul pundak Julia. Entah mengapa Axcel yang melihat hal tersebut merasa sangat kesal, Dia segera menancap gas dan minggalkan tempat itu.


Di dalam pusat perbelanjaan, Julia tidak sengaja melihat seorang gadis muda yang tengah hamil muda pula, gadis itu sedang bercekcok dengan salah satu pengunjung Mall.


"Ganti pakaianku.!" Teriak gadis itu.


Pakainnya sudah tersayat akibat pengunjung yang bercekcok dengannya itu menariknya.


"Tidak akan." Kata pengujung wanita yang begitu sombong.


"Kamu tidak tahu siapa aku, dasar wanita tua."


"Apa kamu bilang, wanita tua.?" Kata pengunjung wanita sombong itu.


Dia mengangkat tangannya hendak menampar wajah gadis itu, tapi tindakannya itu di hentikan Julia.


"Hei... dasar wanita tua brengsek." Kata Julia.


"He... ini lagi satu, temannya ya.? pantas saja, kelakuannya tidak jauh beda."


Bruk... Julia menendang perut pengunjung wanita yang sombong itu.


"Kamu tidak apa-apa nona.?" Tanya Julia berbalik untuk memastikan kedaan gadis yang tengah hamil itu. Lalu meminta Azka meminjamkan hodienya untuk menutupi bagian baju yang tersayat.


"Tidak apa-apa terimah kasih." Jawab gadis hamil itu.


Tak terima Julia menendangnya, Dia bangkit dan ingin membalas Julia, Tapi baru saja dia ingin menendang Julia, Julia dengan sigap menangkap kakinya dan terjatuh.


"Mau melawan.? mimpi saja wanita tua, dan lagi dia sedang hamil tapi kamu justru membullynya. Dasar wanita tua sialan tidak punya sopan santun, Rasakan ini." Kata Julia Sembarai menginjak pergelangan kaki wanita itu.


Wanita tua itu, sudah minta tolong, tapi pengunjung yang lain seolah cuek akan hal itu, terlebih dari awal wanita itu yang terlebih dahulu mencari masalah pada gadis hamil tersebut. Hanya karna gadis hamil itu tidak sengaja menumpahkan minuman ke bajunya.


Beberapa saat meminta pertolongan, akhinya, keamanan datang dan menghentikan tindakan Julia yang akan memberi satu lagi pijakan pada wanita itu.


"Ada masalah apa nyonya.?" Tanya keamanan,


"Mereka berdua menganiayaku seperti ini, tapi tidak ada yang mau membantuku.!"


Kedua keamanan itu menoleh pada Julia dan gadis hamil tersebut.


Tiba-tiba, ekspresi wajah kedua keamanaan itu berubah seperti ketakutan saat melihat gadis hamil itu. Mereka segera menunduk memberi hormat pada gadis hamil itu.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2