KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Kesalahan


__ADS_3

Meskipun kelihatannya Gavano sangat marah, Alleta berusaha bersikap tenang dan tetap berjalan menuju ke kamar, bahkan tidak memperdulikan Gavano yang menatapnya sedemikian rupa. Lelaki itu juga tidak menghalagi Alleta ataupun menegurnya


Esok hari Alleta, menghubungi teman dekatnya Mira, setelah semalaman memimirkan tentang hutang yang di tinggalkan ayahnya, sebenarnya bisa saja ia memint pada Gavano, tapi Alleta bukanlah gadis yang suka bergantung pada orang lain, meskipun saat ini Gavano adalah suaminya dan pernah berkata pada Alleta bahwa semua kebutuhan akan Gavano tanggung selama kontrak pernikahan berjalan.


"Hallo Mira.!" Panggil Alleta saat telfon terhubung.


"Ya, ada apa Alleta.?"


"Apa kamu punya cara untuk menghasilkan uang.? aku butuh uang, uang yang sangat banyak, selain itu kalau bisa lebih cepat maka akan lebih baik."


Alleta bergegas bangun dari tempat tidurnya, tapi sebelum itu, ia melirik lelaki yang tidur dengan bertelanjang dada di sampingnya, dan bingung, 'sejak kapan pria tua ini tidur di sampingku.? mengpa aku tidak merasakan apa-apa saat ia masuk ?'. Tanya Alleta dalam hati


"Sudahlah sebaiknya aku memikirkan utang dari pada memikirkan pria ini."


Di Cafe tempat Alleta bekerja, mengundurkan diri, karna ia telah mendapat pekerjaan baru yang direkomendarikan Mira padanya. Setelah bermapitan pada menejer Cafe, gadis muda itu berjalan keluar dan tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"Hallo paman, ada apa.?"


"Di mana kamu.?"


"Di cafe sedang bekerja."


"Baik, lain kali kau harus ingat dengan apa yang aku katakan,"


"Baik."


Gadis itu menghela nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan perlahan,


"Entah apa yang akan aku dapatkan jika Gavano tau kalau aku berbohong padanya. Aghhr... sudahlah, sebaiknya aku pergi ke tempat yang di tunjukan Mira." Ujarnya dan meninggalkan Cafe itu.


"Pergi antarkan minuman ini ke ruangan VIP nomer dua," Perintah salah satu pria yang berpakaian serba hitam. Ya ! pekerjaan yang di rekomendasikan Mira adalah pekerjaan untuk menjadi pelayan di sebuah Club malam xxx yang ada di kota S. Karna rupanya yang cantik dan masih muda, Alleta langsung diterima bekerja di Club malam tersebut.


Alleta meraih baki yang berisi botol minuman itu dengan berpakaian layaknya para pelayan Club itu sedikit terbuka dan rambut yang di ikat bagian kiri dan kanan dan sebuah bandana maid di kepalanya, tidak lupa dengan make up yang tipis menambah kecantikannya. Sambil berjalan gadis itu mengingat kembali perkataan Mira, 'Alleta orang-orang di dalam Club malam sangat rumit, kamu haris berhati-hati, menjual anggur bukanlah pekerjaan yang mudah, hanya saja uang yang di dapat sangat banyak.'

__ADS_1


Di ruangan VIP nomer dua yang di penuhi dengan suara alunan musik Club dan seorang gadis di atas panggung sedang menari di sebuah tiang, Alleta masuk tampa memperhatikan siapa orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Hallo.! ini adalah anggurmu." dengan senyum hangat."


"Hei, Gavano, sepertinya anggurmu sudah datang." Ucap salah satu pria yang sedang memeluk gadis di samping Gavano yang memejamkan mata, lelaki itu tidak tau siapa yang membawakan anggur untuknya.


Mendengar nama Gavano disebut, Alleta terkejut, butiran keringat mulai menetes di dahinya, ia teringat kembali kata-kata Gavano saat malam pertamanya setelah menjadi istri Gavano, 'Kamu tinggal di tempat ini, kau tidak di perbolehkan kemanapun tampa izin dariku' Ucapan Gavano itu membuat Alleta sangat takut. 'jika dia mengenaliku maka gawat...' Ucap Alleta dalam hati.


Gadis itu berusaha menenagkan diri, dan menunduk hormat pada Gavano yang masih memejamkan mata, entah apa yang lelaki itu pikirkan.


"Silahkan minum tuan." Ujar Alleta namun tak ada jawaban dari lelaki itu.


Alleta melirik lelaki itu 'Bagus sekali, sepertinya dia tidak memperhatikanku, sekarang asalkan aku pergi dengan pelan-pelan...' ucap Alleta dalam hatinya, Ia kemudin berbalik dan hendak meninggalkan ruangan itu, tapi lelaki itu menagkap tangannya


"Kamu mau pergi kemana.?"


'Agrhhh, apa dia mengenaliku.?' teriak dalam hati.


"Bagus sekali, kalau begitu, minum sampai puas.!" Ucap Gavano dengan tatapan dinginya dan nada suara yang datar, tidak lupa dengan gimik wajah yang sepertinya sedang emosi.


'Gawat, sepertinya dia tidak hanya mengenaliku, dan sekarang sudah sangat emosi, Tapi selama aku tidak mengungkapkan identitasku sebagai nyonya muda keluarga Gramentha di hadapan temannya, maka tidak termaksud membuat dia malu, jadi lebih baik berbaur dengan situasi ini.' Kata Alleta dalam hati, yang sebenarnya sudah sangat takut pada Gavano, namun ia tetap berusaha bersikap setenang mungkin.


***


Alleta meraih gelas yang berisi Wine, dari tangan Gavano, kemudian meneguknya, meskipun itu baru pertama kali bagi Alleta meminum sesuatu yang seperti itu dia tetapm menerimanya hingga membuatnya mabuk.


"Tuan.! apa kamu puas seperti ini.?" sambil memperlihatkan gelas yang sudah kosong pada Gavano dengan gimik tubuh yang dibuat seperti sedang menggoda.


Gavano yang tampak semakin emosi, menarik tangan Alleta,


"Kamu seharusnya tau, seperti ini kau akan mempermalukanku."


"Eh,! Kamu...!"

__ADS_1


"Kau seharusnya tidak berbaur dengan lingkungan seperti ini, kau harus ingat siapa kau, dan posisimu di kelurga Gramentha, dan jangan tunjukan wajah ini pada orang lain."


Gavano lalu megangkat tubuh Alleta dan menggendongnya dengan posisi kaki Allet menyilang di pinggang Gavano, dan tangannya merangkul leher lelaki itu, baru kemudian meninggalkan ruangan itu, tapi sebelumnya, Gavano pamit pada temannya yang tidak lain adalah Reygan.


"Reygan aku pergi dulu."


"Baik, kita bisa kesini lain kali" Ucap pria itu tampa memperhatikan wajah pelayan yang di gendong oleh Gavano, baru kembali pada wanita di sampingnya.


"Jangan pedulikan dia, kita lanjutkan saja. Tapi tunggu, apakah aku tadi melihat tampilan yang aneh, sepertinya Gavano membawa wanita itu dengan posisi tidak biasa." Ucap Reygan yang samar-samar melihat Gavano membawa Alleta.


Di luar Club malam, Gavano melemparkan tubuh Alleta masuk kedalam mobil


"Pusing sekali,." Ucap Alleta yang sudah berbaring di jok belakang dengan gaunnya yang tersingkap ke atas memperlihtkan pahanya yang putih mulus, Gavano yang sedang emosi hanya berusaha menelan ludahnya yang terasa hambar. Lelaki itu kemudian ikut masuk ke dalam mobil


"Duduk yang baik, lihat tampilanmu sekarang, kau seperti wanita murahan, Masalah hari ini aku tidak berharap terjadi dua kali,"


Alleta segera menegakkan tubuhnya, dan Wine yang ia minum tadi semakin mempengaruhi akal sehatnya. Ia kemudian naik di pangkuan Gavano dan mengalungkan tangannya di batang leher lelaki yang sudah menjadi suaminya itu, mendekatkan bibirnya di daun telinga Gavano dan berbisik lembut.


"Bukankah hanya bekerja untuk mendapatkan biaya hidup saja.? apa paman juga akan mengatur hal ini, itu tidak dituliskan dalam kontrak loh paman.!" Dengan wajah yang sudah merona akibat mabuk.


Alleta semakin hilang akal sehatnya, ia menyapu leher Gavano dengan bibirnya, tangannya kini juga sudah mulai melonggarkan dasi Gavano, membuka satu persatu kancing baju lelaki itu hingga memperlihatkan bagian dada Gavano, tangan Alleta mulai menyusup dan meraba-raba dada bidang dibalik kemeja milik Gavano.


"Alleta, aku menasehatimu, jangan menantang batasanku seperti ini." Ucap Gavano berusaha mengeluarkan tangan Alleta dari balik kemejanya.


"Baik-baik" Sambil menganggukan kepala


Tapi tetap saja Alleta kembali meraba dada Gavano, bahkan menjilati bagian saliva lelaki itu, mencium seluruh bagian leher Gavano, terlebih lagi dada kenyal Alleta menempel di dada lelaki itu membuat sesuatu yang ada di balik celana lelaki itu mulai menegang 'Saat ini, apakah aku seharusnya bergelincir keluar dari dalam mobil ?. Siapa aku ? di mana aku ? apa yang sedang mereka lakukan.?' Ucap sopir dalam hati yang sejak tadi memejamkan mata dan tidak berani berbalik.


"Alleta, kamu sudah mabuk, kita bicrakan ini besok pagi." Kembali Gavano mengingatkan gadis yang masih berada di pangkuannya itu.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2