KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Sebuah ide


__ADS_3

Tak lama kemudian terdengar suara mendominasi, dan segera gadis itu berlari ke sumber suara.


"Ay...!"


"Kamu tidak apa-apa Aliya.?"


"Tidak apa-apa Ay.!"


Setelah memastikan Aliya baik-baik saja, Revandra beralih pada wanita yang masih di lantai


"Baru sebentar saya meninggalkan istriku, dia sudah di tindas seperti ini.!"


Pengunjung wanita yang mencari masalah dengan Aliya tadi, hanya karna Aliya tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan sedikit minuman di bajunya itu, terkejut. Dia tidak menyangka bahwa dia mencari masalah pada orang yang salah.


"Ma..maafkan saya Tn.Revandra, saya tidak tahu jika dia istrimu.!"


Revandra melangkah ke arah wanita itu, menarik kera bajunya lalu menamparnya.


"Auwww.!"


"Tidak ada yang tidak tahu siapa dia, kecuali jika orang itu tinggal di goa.!" Kata Revandra emosi.


Sementara Julia dan Azka, melongo, benar saja, mereka berdua juga memang tidak tahu bahwa itu adalah Aliya istri Revandra. Karna mereka memang tidak mengikuti tentang perkembangan hubungan maupun sesuatu yang menyangkut Gramentha.


"Lemparkan wanita ini keluar," Titah Revandra pada dua keamanan tadi, meski wanita itu memohon ampun, Revandra tidak memperdulikannya.


"Kalian siapa" Tanya Revandra kemudian pada Julia dan Azka.


"Saya Julia. Dan ini Azka teman saya Tn.Revan.!"


Revandra mengelus dagunya, sambil memikirkan siapa Julia.


"Hemmm... Julia ya.! sepertinya saya pernah mendengar nama itu. Seingatku, Beberapa waktu lalu, putra Atmaja grup juga mengumumkan bahwa dia akan menikah dengan gadis bernama Julia. Apa itu kamu.?"


"Begitu Tn.Revan, Julia yang anda maksud itu aku.!"


Azka terkejut mendengar pengakuan Julia, dia tidak menyangka bahwa Julia sahabatnya telah menikah, Ingin sekali rasanya Azka untuk bertanya, tapi melihat Revandra masih ada di sekitar, dia mengurungkan niatnya, 'Nanti sajalah baru bertanya.' Pikirnya.


"Ay... Nona ini yang membantuku tadi.!" Sela Aliya.


"Benarkah.?"


"Iya Ay.!"


"Kalau begitu terimah kasih nona Julia, semoga hubunganmu dengan Axcel bahagia.


Aliya terkejut.


"Apa.? jadi kakak Axcel sudah menikah Ay.!"


"Berhentilah mencari tahu, itu bukan urusan kamu Aliya. Sebaiknya kita pulang, dan untuk hody itu kembalikan pada yang punya.


Setelah melepaskan hodienya, dan mengembalikan pada Julia, Aliya pamit untuk pergi dari tempat itu, tapi sebelum itu dia menyempatkan diri untuk berterimah kasih pada Julia yang membantunya menghadapi wanita yang tadi.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Aliya bisa melawan, hanya saja kondisinya yang sedang hamil muda tidak memungkinkannya untuk itu. Andai saja dia tidak dalam keadaan hamil, tidak tahu apa yang akan dilakukan pada wanita yang tadi.


"Terimah kasih nona Julia, di lain waktu, aku akan mengajakmu makan."


"Tidak apa-apa.!" Jawab Julia.


Setelah Revandra dan Aliya berlalu, Azka menatap Julia meminta penjelasan apa yang di katakan Revandra tadi, tentang Julia yag telah menikah.


"Ada apa kak Azka.? mengapa melihatku seperti itu.?"


Plak...! Pukul Azka menyambar kepala bagian belakang Julia dengan telapak tangannya.


"Auuwww..!"


"Wanita sialan, sudah menikah tidak memberi tahuku."


"Hahaha... tentang itu, aku mau memberti tahumu, hanya saja belu menemukan waktu...!"


"Jelaskan sekarang.!" Kata Azka,


"Setelah berbelanja ya.! aku takut, pria brengsek itu akan marah jika aku pulang terlambat.


"Siapa yang kamu sebut pria brengsek.!" Kata Axcel tiba-tiba, muncul di tempat itu.


Rupanya Axcel tidak jadi meninggalkan Jilia untuk berbelanja, terlebih dengan seorang pria yang belum pernah Axcel lihat.


Julia sontak terkejut, lalu menoleh ke arah datangnya Axcel.


"Sayang, bukankah kamu sudah ke perusahaan.!"


"Ah... itu, maaf itu tidak seperti yang anda pikirkan tuan.!" Sela Azka.


Tapi Axcel tidak menghiraukannya, dan menyeret Julia pergi,


***


Setelah sampai di rumuah Axcel, melempemarkan Julia ke tempat tidur. lalu menindihnya sembari imencengkram dagu Julia.


Matanya tampak berapi-api, membuat Julia sedikit takut, baru kali ini dia melihat Axcel seperti itu.


"Maaf Tn Axcel, aku tidak tahu apa masalahmu tiba-tiba menyeretku kembali, dari pusat perbelanjaan, padahal dari awal kamu sendiri yang memintaku berbelanja sendiri."


"Nona Julia, kamu tahu kamu adalah istriku.?"


"Aku tidak amnesia tuan.!"


"Jadi aku harap ini untuk yang terakhir kalinya. Tolong jaga sikapmu.!"


"Maksud kamu apa tuan.?"


"Beberapa orang mengetahui bahwa kamu adalah istri dari Atmaja Grup, jangan sampai seseorang melihatmu bersama pria lain, terlebih itu di tempat umum."


"Tapi kak Azka hanya temanku."

__ADS_1


"Zamn sekrang, laki-laki dan perempuan tidak ada yang berteman dengan ikhlas, akan ada sesuatu yang akan terjadi di antara mereka kelak."


Cup... Julia mengecup bibir Axcel tiba-tiba, Julia melakukan itu agar Axcel berhenti ngerocos sesutu yang tidk jelas. Benar saja Axcel, berhenti berbicara, Julia kemudian menarik tengkuk Axcel untuk memperdalam kecupannya.


Beberapa saat Julia dengan lihai me..***** bibir Axcel, dan Axcel hanya diam saja, bukan karna menikmati, hanya saja, Axcel masih terkejut saat Julia tiba-tiba mengecupnya.


Cepat-cepat Axcel menarik wajah dan tubuhnya menjauh dari Julia setelah dia sadar dari keterkejutannya. Dan tampa sepata kata meninggalkan Julia di kamar dan segera ke perusahaan.


'Sepertinya sudah ada perkembangan' Kata Julia.


Malam hari, Julia termenung di balkon, dan ayah Axcel menghampiri menantunya.


"Ada apa Juli.?"


"Tidak ada ayah mertua.!"


"Juli, aku lihat Axcel tidak begitu perhatian denganmu.!"


"Seperti yang ayah mertua lihat."


"Juli, aku akan membantumu,!"


"Apa ayah mertua punya ide.?"


"Heheheh,,, tentu saja ada.!"


Beberapa waktu kemudian, Axcel kembali dari perusahaan, karna malam sudah begitu larut, dia langsung masuk ke kamar, tapi sebelum itu Axcel menyempatkan diri ke dapur untuk meminum sesuatu.


"Apa Ac, mati.? kenapa begitu panas.!" Kata Axcel setelah berada di kamar.


Axcel melepas dasi lalu kemejanya, duduk di samping pembaribgan, wajahnya memerah tiba-tiba, dan merasakan seperti ada gejolak di dalam dirinya.


Wajah Axcel semakin memerah ketika melihat Julia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan lingrie teransparan, yang menerawang lekuk dan bagian sensitifnya terlebih sesuatu yang berada di antara se..langkangan Julia,


Gundukan hitam yang halus, 'oh Sial apa yang di rencanakan wanita sakit jiwa ini.' Kata Axcel saat melihat Julia berlengok menghampirinya.


Julia lalu duduk di samping Axcel, menyapu dada bidang Axcel dengan telunjuknya lalu, menempelkan tubuhnya pada Axcel


Julia bahkan sengaja mengesek bagian dadanya pada Axcel, lalu melirik ke bagian bawah.


Rupanya di sana sudah mulai membengkak, wajah Axcel semakin memerah, di dahinya terdapat beberapa tetes keringat.


Jujur saja, tubuh Julia membuat Axcel bergairah, dia menyapu pandang tubuh indah itu, dan berusaha menelah salivanya.


"Sayang, jangan di tahan.!" Kata Julia, bersimpuh di kedua kaki Axcel,


Melihat Axvel tidak ada penolakan dengan tindakannya. Julia semakin berani, dia mulai membuka resleting Axcel dan mengeluarkan milik Axcel, yang sudah menegang.


Axcel hanya bisa meliaht apa yang di lakukan Julia padanya, Meski dia ingin mendorong julia menjauh darinya, namun dirinya yang lain juga menginginkankanya.


"A..g..g..g..rrhh..."


E..rang Excel ketika Julia mulai memasukkan kejan..tanannya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Bersambung....


******


__ADS_2