
"Bagaimana Tn.Axcel.?"
"Julia,,, kamu...!"
Julia lalu berdiri, dan membuka lingrie teransprannya tepat di depan wajah Axcel yang sudah memerah.
"Apa yang kamu lakukan nona Julia.?" Tanya Axcel membuang muka ke arah lain.
"Tentu saja melaksanakan kewajibanku sebagai istri."
Pelan-pelan Julia menolak bahu Axcel hingga terlentang di pembaringan.
Julia merangkak ke atas Axcel, meraih tangan Axcel dan menempatkan di bagian dadanya. Menuntun Axcel untuk me..remasnya.
Meski mulut Axcel monalak namun bagian dirinya yang lain tidak bisa dan tetap ingin melanjutkan apa yang tengah terjadi saat ini.
Sebelum Axcel kembali dari perusahaan, Ayahnya menemukan ide untuk membuat Axcel jatuh pada Julia. Ayahnya memasukkan obat pe..rangsang ke dalam air yang Axcel minum tadi. Dan meminta menantunya berpakaian seterbuka mungkin.
Ayahnya tahu bahwa setiapa Axcel kembali dari perusahaan, Axcel tidak pernah tidak menyempatkan diri untuk minum terlebih dulu baru ke kamar.
"Be..berhenti Nona Julia.!" Pinta Axcel.
"No.! I will make you falling in love with me.!"
Julia menenggelamkan wajah cantiknya di leher Axcel, mencium bahkan meninggalkan tanda kepemilikinya di sana
"Nikmati saja Tn.Axcel."
Julia menangkap sesutu yang terhubung dengan tubuh Axcel, sesuatu yang sudah mene..gang. Mengarahkannya pada miliknya.
Perlahan Julia, menekannya sedikit demi sedikit hingga milik Axcel tenggelam sempurna di dalam dirinya.
"Ugh...!" Le..guh Julia.
Pelan-pelan Julia mulai bergerak naik-turun, seraya menarik tangan Axcel ke pinggulnya, untuk menuntun gerakannya.
Awalnya Axcel menolak, tapi semua sudah terlanjur.
Menolaknya pun sudah tidak bisa, terlebih dirinya juga suda di kuasai iblis durjana yang penuh na..fsu, akibat obat yang di beri ayahnya.
"Kamu sungguh wanita murahan nona Julia.!" Kata Axcel sembari mulai menuntun gerakan naik turun Julia.
"A...h..h...h..." Desah Julia.
Entah apa yang merasuki Axcel, dia tiba-tiba menggulingkan Julia ke bawahnya, dan kembali menancapkan miliknya pada milik Julia. Lalu mulai memompa. Nafasnya memburu, kewarasannya sudah hilang.
"Apa kamu sadar siapa aku Tn.Axcel.?"
"Tentu saja.!"
"Kemudian sebut namaku.!"
__ADS_1
"Perempuan murahan.!"
Meski hati Julia sangat sakit mendengar kata-kata itu dari mulut Axcel, setidaknya lelaki itu sadar siapa yang sedang bersamanya itu.
"Dasar pria brengsek, mengataiku murahan, tapi tetap saja menikmatinya." Kata Julia tersenyum sinis.
"Apa katamu.?" Ucap Axcel sembari memberi hentakan keras di bawah sana.
"Ah...!"
Hentakan yang di berikan Axcel itu justru membuat Julia meng..elinjang-nge..linjang, hal itu di karnakan milik Axcel mencapai batas kenikmataan yang ada di dalam diri Julia.
Axcel lalu menarik kaki jenjang Julia, meletakkan di bahunya, sementra yang satunya tetap di biarkan lurus.
Alunan ******* dan leguhan Julia memenuhi ruangan itu, Dinginnya Ac tidak mempengaruhi aktivitas mereka,
Puas memberikan hentakan dari arah depan, Axcel memutar tubuh Julia dan kembali menancapkannya.
Mulai bergerak maju mundur, memompa dengan pelan dan semakin lama semakin cepat.
Dengan posisi ala dogy style, membuat Julia merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Namun Julia tersentak kaget ketika tiba-tiba lehernya terasa seperti tercekik sesuatu.
Jelas saja, sambil bermain, Axcel mengalungkan dasi di leher Julia dan menariknya ke belekang.
"Agghh...! Tn.Axcel apa yang kamu lakukan.?" Kata Julia merasa sedikit sesak nafas karna lilitan dasi itu.
Axcel melakukan hal itu pada Julia bukan karna Axcel memiliki kelainan dalam berhubungan intim, hanya saja, nafsunya yang memburu dan kekesalannya pada Julia, muncul secara bersamaan.
"Aku tahu kamu melakukan sesutu padaku, meski aku tidak tahu apa itu." Kata Axcel sembari tetap bergerak di bawah sana.
"Ma...maaf Tn.!"
Meski leher Julia terlilit dasi, dia tetap bisa merasakan kenikmatan itu.
Hingga Julia me..ndesah panjang di susul era..ngan Axcel, bersamaan dengan pelepasan mereka.
Setelah pelepasannya, Julia tidak bergerak sama sekali, itu membuat Axcel sedikit takut, dia berfikir telah membunuh Julia.
Axcel memeriksa nafas Julia, dan merasa lega ketika masih ada udara dari sana. Julia hanya pingsan menahan rasa sakit lilitan dasi di lehernya.
Sementara Axcel hanya tersenyum sinis, tak ada penyesalan sedikitpun dalam dirinya.
***
Beberapa bulan kemudian, keluarga Gramentha begitu senang, karna kelahiran sang pewaris keluarga itu, Aliya melahirkan seorang anak laki-laki, yang rupanya begitu persis seperti ayahnya.
Kelahiran putra pertama Aliya dan Revandra di rumah sakit juga di hadiri Axcel dan Daniel. Mereka turut bahagian dengan kelahiran bayi mungil itu.
"Berhentilah memikirkannya Axcel, bukankah kamu sudah melepasnya.?" Kata Daniel setelah keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
"Tidak semuda itu Daniel, aku sungguh mencintainya, bahkan sampai detik ini, dia masih ada di dalam pikiranku."
"Aku mengerti apa yang kamu rasakan sobat."
Sepulang dari rumah sakit, Axcel dan Daniel menuju ke sebuah Club. Axcel begitu mabuk hingga Daniel terpaksa mengantarnya pulang, dan di sambut oleh Julia.
"Maaf Tn.Daniel, suamiku merepotkanmu.!" Kata Julia,
"Tak apa, begitu aku, kembali dulu."
"Hati-hati."
Julia membopong Axcel masuk ke kamar, dan membantu Axcel membersihkan dirinya.
Julia ingat, setelah malam dia pingsan sesaat setelah melakukannya dengan Axcel, semenjak itu Axcel tak pernah lagi pulang ke rumah, dia hanya pulang untuk mengambil beberapa helai pakaian, itupun saat Julia sedang ke universitas.
Hari itu adalah hari Julia bertemu kembali dengan Axcel setelah beberapa bulan,
Jujur saja, sejak Axcel mau bertanggung jawab, Julia mulai memiliki perasaan pada Axcel, ituah mengapa Julia selalu melakukan hal-hal konyol untuk membuat Axcel jatuh padanya.
Julia membantu melepaskan pakaian Axcel, tiba-tiba lelaki itu terbangun, dan menarik Julia ke pelukannya.
"Aliya, aku mencintaimu..!"
Tak... Sakit, kecewa, perih, itulah yang dirasakan Julia saat ini. Hingga Axcel mulai menciumnya, merabanya, melucuti pakaiannya, dan memutar tubuh Julia lalu merangkak ke atasnya.
"Tn.Axcel, apa kamu tahu siapa aku.!"
"Aliya, kamu Aliya, Aku mencintaimu Al...!"
Karna begitu mabuk, ternyata Axcel salah mengenali siapa yang saat ini terbaring di bawahnya, Axcel mulai aktivitasnya, melakukan itu pada Julia dan menganggap Julia adalah Aliya.
Julia memalingkan wajahnya ke arah lain, sakit sekali rasanya pria yang sedang bermain di atasnya justru menganggap dirinya wanita lain, wanita yang begitu Axcel cintai.
Dan Julia tidak dapat berbuat apa-apa, selain mengikuti permainan Axcel, dia bahkan menyalahkan dirinya sendiri karna telah jatuh pada pria yang sudah memiliki wanita lain di hatinya.
Esok hari, Axcel terbangun, kepalnya masih sedikit sakit, dia mencari-cari keberadaan Julia, karna samar-samar Axcel mengingat bahwa Julia yang membantunya semalam. Namun Axcel tidak ingat apa yang telah dia lakukan pada Julia.
Bebarap saat mencari, Axcel tak menemukan Julia di manapun, hingga matanya tertuju ke arah meja, dan di sana sudah tersedia sarapan hangat untuk Axcel,
Axcel meraih baki yang berisi sarapan untuknya dan melihat secarcik kertas di gelas jusnya.
Tn.Axcel, aku menerima program pertukaran pelajar dari universitas selama dua tahun, jangan mencariku, cukup mengirimkan uang bulanan untukku, kemudian ini 112780xxxx adalah no rekeningku😋 Istrimu Julia.-
Bersambung...
******
__ADS_1