KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Nikmat yang menyiksa


__ADS_3

"Siapa kau.?" Tanya Atman.


Tapi, yang datang itu tidak menjawabnya, dia hanya mengisyaratkan pengawalnya untuk menyediakan sebuah alat yang biasa di gunakan untuk menyiksa, yaitu sesuatu yang tersambung dengan aliran listrik.


Crek... Crek... Mendengar itu, Ataman sedikit bergetar, matanya memang tertup tapi dia bisa tahu bahwa saat ini seseorang sedang mendekatinya dengan sebuah alat di tangannya.


"Hei, jangan coba-coba berbuat sesuatu padaku, siapa kau, ada masalah apa di antara kita.?" Tanya Atman berteriak.


Tapi tetap saja tak ada jawaban, hanya suara sesuatu yang terdengar semakin dekat ke arah Atman.


"Aggrhhh...!" Teriak Atman, saat seluruh tubuhnya tersetrum.


Saat itu Atman benar-benar merasa hampir kehabisan nyawanya, tapi orang yang menyiksanya berhenti saat Atman sudah lemah dan tak berdaya, baru kemudian meminta pengawalnya untuk melemparkan Atman ke sebuah tempat di mana tempat itu terdapat beberapa anjing liar.


Sesaat kemudian, tubuh Atman terkoyak oleh gigitan dari beberapa anjing yang menyerangnya. Sekuat tenaga Atman mencoba menyelamatkan diri.


Karna memang, pintu tempat itu sengaja dibiarkan tidak terkunci, Atman berhasil melarikan diri dengan beberapa luka sobekan di bagian tubuhnya.


Sementara itu, melihat Atman yang sudah seperti itu, di balik pohon seseorang terlihat puas, dia kemudian masuk ke tempat di mana anjing-anjing itu berada.


"Ini untuk kalian." Katanya sambil melemparkan beberapa daging segar pada anjing-anjing itu.


Di rumah Axcel mencoba membujuk Julia, kali ini Axcel lagi-lagi menerkam Julia, meski Julia menolak, Axcel tetap memaksanya, dan pada akhirnya Julia kesal dan mengunci pintu kamar.


Di luar Axcel mencoba meminta maaf pada Julia sambil mengetuk daun pintu.


Mendengar ada suara gaduh, Reygan yang sedang belajar di kamarnya, keluar dan menghampiri ayahnya.


"Ayah, ada apa.?"


"Reygan, ibu sedang marah pada ayah."


"Reygan akan membantu ayah.!"


"Sungguh.?"


"Ya ayah, apa yang Reygan harus lakukan."


"Menagislah..."


Reygan berpura-pura menangis tapi tak ada pergerakan dari Julia di dalam kamar.


"Menagislah lebih keras, lebih keras lagi...!"


"Huwaaaa....!" Tangis Reygan."


Akhirnya Julia mendengar suara tangis itu.


"Ah, itu suara Reygan."


Julia penasaran apa yang membuat Reygan yang tidak pernah menagis tiba-tiba saja menagis, dan pada akhirnya membuka pintu.


Julia menemukan Axcel dan Reygan di depan pintu, wajah Julia berubah setelah mengetahui apa yang terjadi.


"Kalian menipuku."


"Ibu, ayah yang memnita Reygan untuk berpura-pura mengis."

__ADS_1


"Tak tahu malu, menggunakan anak kecil untuk hal seperti ini."


"Hahaha,,, Juli maafkan aku ya.! aku menyesal." Kata Axcel.


"Baik aku akan memaafkanmu dengan satu syarat."


"Apa itu.?"


Julia kemudian berjongkok di depan Reygan dan meminta Reygan untuk kembali ke kamarnya, dengan alasan mereka sudah berbaikan.


Setelah Reygan berlalu, Julia menatap Axcel, menatap laki-laki itu dengan senyum iblis yang tersirat di bibirnya.


"Sayang, kamu sungguh ingin aku memaafkanmu.?"


"Tentu saja."


Julia menarik kera baju Axcel masuk ke kamar, membuka kancing-kancing kemeja Axcel, dia merabanya di sana,


"Hemm.. Apa yang mau kamu lakukan Juli.?"


"Diam saja, apa kamu mau maaf dariku.?"


"Tentu saja."


"Maka diam saja."


Julia kemudian mendorong Axcel ke pembaringan, dia mengambil sesuatu dari laci. 'Dari mana istriku mendapatkan sesutu seperti itu.?' Tanya Axcel dalam hati ketika melihat Julia mengeluarkan sebuah tali pengikat dari laci meja.


Setetes keringat jatuh di dahi Axcel,


Belum sempat Axcel melanjutkan perkataannya, Julia sudah menangkap tangannya, dan mengikatnya di sisi tiang pembaringan.


Setelah itu, Julia menindih Axcel, mulai menjelajah di dada Axcel,


"Juli, aku ada janji makan malam dengan klien."


"Bukan urusanku."


Berhasil membuat seauatu yang terhubung dengan tubuh Axcel menegang, Julia turun dari sana. Dia kembali mengeluarkan sesuatu dari dalam laci.


Mata Axcel terbelakak, dia terkejut, lagi-lagi dia tidak menduga bahwa Julia memiliki alat getar seperti itu.


"Julia,,, apa yang ingin kamu lakukan.?"


Tapi Julia tidak menjawabnya. Kemudian memasang alat getar itu pada milik Axcel, baru kemudian menyetelnya.


Axcel mengigit bibir bawahnya menahan rasa yang cukup menyikasa namun sangat nikmat saat benda itu mulai bergetar di miliknya.


"Julia tolong, aku ada janji malam ini."


"Aku yang akan menggantikanmu."


Julia kemudian berdandan untuk menggantikan Axcel menemui klaiennya. Sementara Axcel, sedang bergetar di pembaringan, masih dengan alat itu menempel di miliknya, dan tentu saja tangannya juga tetap terikat di sana.


Sudah dua kali Axcel mencapai pelepasannya karna benda itu. Saat setelah selesai dengan pelepasannya, miliknya kembali menegang. Karana alat itu sudah di atur oleh Julia, maka alat itu otomatis akan bergetar saat milik Axcel mengang.


"Sungguh nikmat yang menyiksa." Kata Axcel saat Julia keluar dari kamar.

__ADS_1


***


Di sebuah restauran, Julia sedang makan malam dengan seorang wanita cantik.


"Di mana Axcel.?"


Julia menghentikan makannya dan sedikit menghentakan garpu dan sendok di piring, wajahnya yang cantik menjadi sedikit kesal. Dia kemudian mentap wanita cantik di depannya.


"Sebelum saya memberitahu anda di mana Axcel, saya akan bertanya terlebih dahulu padamu."


"Apa itu.?"


"Ada hubungan apa anda dengan suami saya.?"


"Kami hanya rekan kerja saja."


Julia menatap sinis wanita di depannya itu, tangannya digunakan untuk menopong dagunya.


"Cih...! Pantaskah seorang rekan kerja memanggil suami orang dengan hanya namanya saja. Nona Raisa, seharusnya, ada kata Tn di nama suamiku, Tn.Axcel lebih tepatnya." Kata Julia menekankan di akhir perkataannnya.


Klaien Axcel yang bernama Raisa itu sedikit kesal dengan perkataan Julia, dia tersinggung karna memang dia ada rasa pada Axcel, dan meminta Axcel bertemu di restauran, berharap dia bisa lebih dekat dengan Axcel.


Raisa, menggunakan alasan menyetujui bisnis dengan Axcel karna dia tertarik pada laki-laki tampan itu.


Namun, semua yang Raisa harapkan tidak sesuai, ternyata yang menemuinya adalah Julia.


Saat Raisa melihat Julia, dia sempat merasa tidak percaya diri, lantaran Julia sangat cantik, Ibu muda berambut pendek itu hanya mengenakan pakaian sederhana. Namun, itu sangat cocok dengan usianya. Tidak seperti Raisa, dia berdandan lebih tebal dan berpakaian sedikit terbuka.


Tentunya Raisa seperti itu karna memilik maksud dan tujuan yaitu, menggoda Axcel.


"Apa maksud kamu.?" Tanya Raisa. Nada suaranya meninggi.


"Anda adalah seorang pemimpin perusahaan, punya title. Tentunya anda tahu apa maksud saya."


Raisa semakin kesal, ternyata istri lelaki yang akan digodanya tidak seperti istri-istri yang lain, yang hanya bisa meminta belas kasihan agar suaminya tidak di rebut oleh wanita lain.


"Jadi hal apa yang ingin anda bicarakan dengan suami saya nona Raisa.?"


"Yang aku perlukan adalah Axcel,"


"Suamiku ataupun saya, itu sama saja."


"Tentu saja tidak sama." Kata Raisa.


"Jika ingin membicarakan tentng kerja sama, bicarakan saja denganku. Asal anda tahu nona Raisa, proyek yang anda kerjakan bersama suami saya itu adalah usulan dariku, tentunya saya tahu tentang semuanya."


"Tapi yang aku butuhkan adalah Axcel."


"Nona Raisa saya sudah menekankan, tidakkah anda sedikit memaksa, jika anda tidak ingin kerja sama ini, tidak sulit untukku mencacari klaien yang baru."


Julia bangkit dari duduknya dan meraih tasnya, kemudin meninggalkan Raisa yang sedang kesal. Tapi, sebelum Julia beranjak, ibu muda berambut pendek itu terlebih dahulu menekankan satu kalimat pada Raisa.


"Karna anda hanya rekan kerja, maka anda harus meyebutkan nama suamiku dengan sopan, Tn.Axcel, Paham.!" Kata Julia kemudian berlalu.


Bersambung...


*******

__ADS_1


__ADS_2