KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Penjelasan


__ADS_3

"Vano...!" Panggil Riko setelah masuk dan menutup kembali ruangan Gavano.


"Ada apa.?"


"Menejer Felisa datang untuk melaporkan bahwa saat ini Felisa sedang menghilang dan tak dapat di hubungi."


"Lalu apa yang aku minta padamu beberapa hari lalu sudah kamu dapatkan.?"


"Ya,,,lihat sendiri." Jawab Riko melemparkan sebuah berkas pada Gavano.


Langsung saja Gavano meraihnya, membuka lalu meneliti sesaat, dan kembali merapikannya.


"Baik, kamu sungguh tidak mengecewakanku Riko.!"


"Lalu bagaimana.? apa yang akan kita lakukan pada Felisa.?" Kembali Riko bertanya.


"Bukankah semuanya sudah kita dapatkan, jadi perempuan itu sudah tidak penting."


"Kenapa aku melihatmu begitu tenang.? jangan-jangan kamu telah melakukan seauatu pada Felisa.?" Tanya Riko memicingkan matanya.


Ia curiga pada Gavano, yang bersikap tenang meskipun Felisa saat ini sedang menghilang.


"Aku tidak melakukan apa-apa padanya, tapi Reygan dan Luna yang telah melakukannya.!"


"Apa maksudmu.?"


"Mengetahui bahwa Felisa yang menculik istriku tempo hati, Reygan sangat marah, dan kebetulan Luna juga mengetahuinya, maka mereka berkomplot untuk membalas Felisa dengan bantuan Arkana, awalnya aku juga tidak tahu, tapi kemarin aku melihat ada yang aneh pada bocah tengil itu, dan aku bertanya dengan tekananku, mau tidak mau, dia segera menceritakannya padaku." Jelas Gavano panjang lebar,


Setelah mengerti dengan apa yang di katakan Gavano Riko mohon diri, karna ingin mengerjakan sesutu. Namun sebelum ia keluar dari ruangan Gavano, Gavano menghentikannya.


"Reygan, boleh aku meminta sesuatu padamu lagi."


"Katakan."


"Besok gadis kecil itu, mengikuti tur ke Spanyol bersama teman-teman seuniveraitasnya."


"Lalu apa hubungannya denganku.?"


"Riko, bukankah kamu sudah berjanji untuk melindunginya seperti adikmu sendiri.?"


"Vano. Bicaralah pada intinya,!" Bentak Riko.


"Aku meminta kamu menemaninya ke Spanyol.!" Jawab Gavano.


"Apa.?"


Riko terkejut mendengar permintaan Gavano. 'Pria brengsek ini, sunguh akan menyiksaku dengan perasaanku sendiri.' Keluh Riko dalam hati.


Ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk menghindari Alexa, tapi tetap saja ada jalan untuk mempertemukan mereka.


"Apa kamu keberatan.?"


"Tidak."


"Ok, kita sudah sepakat, temani gadis kecil itu, dan jangan sampai terjadi apa-apa padanya."


"Sesuai permintaanmu." Jawab Riko pasrah, baru kemudian meninggalkan ruangan Gavano.


Sebentar setelah Riko berlalu, Gavano menyandarkan pundaknya di kursi kebesarannya sambil memijit keningnya.

__ADS_1


"Vano...!" Teriak Alleta membuka pintu dan berlari ke pangkuan Gavano.


"Kenapa tiba-tiba datang.?" Tanya Gavano terkejut


"Kenapa.? apa kamu sedang menyembunyikan wanita di sini sehingga kamu terkejut dengan kedatanganku.?" Ucap Alleta memancungkan bibirnya.


"Hahaha... istriku sungguh lucu dengan wajah seperti ini.!"


"Ish... kamu.!"


"Maaf... emm... apa kuliahnya sudah selesai.?"


"Sudah, makanya aku langsung ke sini.!"


"Pasti kamu merindukanku kan.?"


"Apa salah aku merindukan suamiku.?"


"Tidak ada yang salah."


Gavano kemudian mencium bibir istrinya. 'Alleta apa kamu akan marah ketika kamu tahu bahwa aku menyembunyikan identitasmu.?' Ucap Gavano dalam hati.


"Apa yang kamu pikirkan.?" Tanya Alleta membuyarkan lamunan Gavano.


"Tidak ada.!"


"Sebenarnya aku ke sini untuk menanyakan sesuatu padamu.!" Kata Alleta beranjak dari pangkuan Gavano.


Gadis itu berjalan menuju ke depan jendela kaca, melihat gedung-gedung tinggi. Hingga sebuah tangan hangat melingkar di pinggang rampingnya.


"Apa yang ingin kamu tanyakan.?"


Mendengar pertanyaan Alleta, Gavano memutar tubuh istrinya.


"Alleta, apa kamu percaya padaku.?"


"Emm...!"


"Maka tak perlu banyak bertanya."


Gavano kemudian memeluk istrinya.


***


Di kediaman Atmaja, Reygan baru saja tiba bersama Delia, di sambut oleh Axce dan Julia dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan untuk di tanyakan pada Reygan.


"Reyagan ayah dan ibu ingin bertanya sesuatu padamu.?"


"Apa itu ayah.?"


"Ini mengenai istri Gavano."


"Kenapa dengan istrinya Gavano.!"


"Dia adikmu, Elena."


Reyaga menghela nafas panjang, kemudian menegakan tubuhnya dan memasang wajah serius.


"Jadi ibu dan ayah sudah tahu.?"

__ADS_1


"Apa maksudmu nak.?" Tanya Axcel


"Ya... seperti yang ayah dan ibu ketahui, istrinya Gavano memang adalah Elena."


"Sunghuh.?" Tanya Julia yang ingin lebih memastikan.


"Benar ibu.."


"Lalu sejak kapan kamu mengetahuinya.? dan mengapa tidak memberitahu kami "


"Sebelumnya Reygan minta maaf pada ayah dan ibu tentang Reygan menyembunyikan hal ini, Reygan tahu sejak beberapa bulan yang lalu, Waktu makan bersama dengan Gavano dan istrinya, aku merasa kehangatan datang dari istrinya Gavano, kerinduanku akan adik perempuanku seakan hilang entah ke mana. Saat aku pulang, aku melihat wajah istri Gavano sangat mirip dengan ayah, bahkan bibirnya sungguh mirip dengan bibir ayah, siapapun yang melihat pasti tahu bahwa di adalah purti ayah. Lalu aku bertanya pada Gavano, Awalnya ia membantah, namun aku bersikeras, hingga akhirnya Gavano menyerah dan memberitahuku."


"Lalu mengapa kamu menyembunyikan pada kami nak.?"


"Ibu, ayah, tenangkan diri kalian, Reygan melakukan itu juga tentunya dengan suatu alasan, dan Gavano yang memintanya untuk tidak memberitahu kalian, Gavano ingin memberi kejutan pada istrinya." Lanjut Delia yabg juga sudah tahu apa yang terjadi.


Dengan penjelasan Reygan dan Delia, Axcel dan Julia akhirnya mengerti dan memilih untuk menahannya, meskipun ingin sekali rasanya mereka bertemu dengan Alleta, tapi mereka juga tidak ingin terburu-buru.


***


Dua hari kemudin, seperti yang Gavano minta pada Riko untuk menemani Alexa ke Spanyol bersama teman-temannya.


Sementara teman-temanya menyewa sebuah hotel secara bersamaan, Alexa lebih memilih menyewa hotel secara terpisah.


Dengan senyum puas terukir di bibirnya, Alexa berjalan duluan sedang Riko mengikut di belakangnya. 'Rupanya nasib baik sedang berpihak padaku' Ucao Alexa sambil memelintir ujung rambutnya.


"Masuklah, aku ada di kamar sebelah, jika perlu sesuatu, hubungi aku." Kata Riko setelah memesan kamar.


Akan tetapi Alexa justru menarik tangan Riko masuk ke kamar dan meutup pintu. Gadis itu mendorong Riko sekuat tenaga hingga lelaki itu terbaring di kasur.


Dengan sigap Alexa segera menindih Riko,


"Kakak... saat ini, kita sedang tidak berada di kota S." Ucap Alexa sambil meraba wajah Riko dengan telunjuknya.


"Apa maksudmu.?"


"Ya... bukankah kamu takut mendekatiku karna ada kakak Vano.? dan sekarang dia sudah tidak di sini."


"Alexa, hentikan pikiran bengkokmu itu."


"Kakak, Lexa mencintaimu,"


Gadis itu kemudian mulai mencium bibir Riko, untuk sesaat Riko terbuai dan membalas ciuman Alexa. Hingga tangan Alexa mulai nakal membuka gasper Riko dan menurunkan resletingnya seperti yang sering ia lakukan.


Jemari kecilnya me..raba dada bidang Riko, perut kotak-kotaknya, sambil menghujani leher Riko dengan ciumannya, bahkan sesekali menjilati saliva Riko,


Merasa Riko menikmatinya, Alexa tampa pikir panjang, melai menyusupkan tangannya di balik celana Riko, namun sebelum Alexa mengapai bendan yang sudah mulai menegang, Riko segera menangkap tangan Alexa.


"Hentikan.!" Sergah Riko seraya menurunkan Alleta yang sedang menindinya.


Lelaki itu kemudian bangkit, dan membanahi pakaiannya yang sudah tidak teratur akibat ulah Alexa.


Dan tampa sepatah kata, Riko meninggalkan Alexa yang berbaring di kasur busa yang empuk, dan masuk ke kamar yang berseblahan dengan Alexa.


"Heh... kakak Riko, kamu akan menjadi milikku," Ucapnya setelah Riko berlalu


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2