
Tapi Aliya sudah terlanjur kesal dengan Revandra, dia tidak mau mendekarkan penjelasan Revandra, sekalipun Revandra sudah memohon.
Aliya mengantar Gavano ke kamarnya, sebelum masuk sendiri ke kamar. Sementara Revandra mengekor di setiap langkah Aliya.
Sampai Aliya masuk ke kamar, Revandra juga masih mengekor.
Brak... Aliya menutup pintu lantang
"Auuww... Sayang...!" Panggil Revandra dari luar.
Aliya bahkan tidak perduli dengan Revandra yang kepalanya mengenai daun pintu. Revandra berusaha meminta agar Aliya membiarkannya masuk dan tidur bersama.
Namun, tak ada tanda-tanda Aliya akan membuka pintu kamar. Hingga beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka, Revandra yang tadinya duduk bersandar di daun pintu bangkit ketika Aliya sudah berdiri di depannya.
"Aku tahu kamu pasti tidak tega sayang.!"
"Tidur di luar..." Kata Aliya sembari memberikan bantal dan selimut pada Revandra. Baru kemudin kembali menutup pintu.
Terpaksa Revandra malam itu harus tidur di ruang tamu, Awalnya dia ingin tidur di kamar Gavano, tapi sesuai perintah ibunya, Gavano mengunci pintu dari dalam dan tidak membiarkan ayahnya masuk.
Revandra kemudian melakukan panggilan telfon.
"Hallo, hentikan semua kerja sama dengan perusahaan yang pemimpinnya adalah wanita."
Di rumah Andre menerima panggilan telfon dari Revandra.
"Ada apa.?" Tanya Aren.
"Aku juga tidak tahu, Revandra tiba-tiba ingin menghentikan semua kerja sama dengan perusahaan yng pemimpinya adalah wanita."
Aren lalu tertawa, tampa mencari tahu apa penyebabnya, dia juga sudah tahu apa yang membut Revandra seperti itu.
"Kenapa tertawa.?" Tanya Andre binggung."
"Sudahlah, jika tidak ingin terjadi perang dunia ketiga, sebaiknya ikuti perintahnya." Kata Aren, kemudin meninggalkan suaminya yang masih bingung.
Esok hari, Aliya sudah siap mengantar Gavano ke taman kanak-kanak, dia melihat Revandra sudah tidak ada di rumah dan hanya mendapatkan pesan yang di tulis Revandra.
(Sayang.! Sumpah mati, aku sungguh tidak menipumu, yang Gavano lihat hanyalah rekan bisnisku. Jika aku ingin selingkuh, untuk apa aku membawa anak kecil untuk makan bersama. Tentunya aku meninggalkan Gavano jika memang ada niatku untuk menipumu.!)
Aliya kembali meletakkan kertas itu di tempat semula, dan segera mengantar Gavano ke sekolah.
Di perusahaan Revandra termenung, Andre menghampirinya saja dia tidak menyadarinya.
"Revan... Revandra, Revandra Gramentha.!" Panggil Andre.
"Ah... sejak kapan kamu di sini."
"Sejak tahun lalu."
"Brengsek...!"
"Apa yang membuatmu risau.?"
__ADS_1
"Andre, Aliya marah padaku, apa yang harus aku lakukan."
"Tentu saja minta maaf.!"
"Itu tidak berguna.!"
"Hanya satu yang seharusnya kamu lakukan Presedir Revan.!" Kata Axcel tiba-tiba menyela.
Axcel baru saja masuk ke ruangan Revandra.
"Apa maksudmu.!" Tanya Revandra memicingkan matanya.
"Beri kejutan, Wanita akan memaafkan setiap kesalahan kita ketika dia merasa senang.!"
"Dari mana kamu tahu.?" Tanya Revandra lagi.
"Aku selalu melakukan hal-hal itu untuk istriku, dan aku lihat meski kecil, Julia sangat senang."
Revandra berfikir sejanak, benar juga yang dikatakan Axcel, buktinya Julia bisa memaafkannya begitu saja dengan mudahnya meski Axcel tak pernah mencintainya, dan kembali kepelukan Axcel setelah tiga tahun berpisah tampa syarat satu pun. 'Dia benar-benar pria yang beruntung.' Kata Revandra dalam hati.
"Tapi apa yang harus aku lakukan, Axcel, Andre.? Smua sudah kuberikan pada Aliya."
Axcel dan Andre saling menatap, baru mereka berdua menatap Revandra, Andre dan Axcel tidak habis fikir, bisa-bisanya seorang Revandra tidak tahu cara menenangkan hati wanita.
"Mengapa menatapku.?"
"Ck.. Ck.. Presedir Revan, jika hal besar sudah kamu berikan pada Aliya, sebaiknya kamu memikirkan hal-hal kecil. Mungkin saja dia akan luluh." Kata Axcel memberi masukan.
"Nanti ku pikirkan. Ah... Apa yang membuatmu tiba-tiba ke sini.?"
Axcel tidak dapat memenjarakan pamannya, lantaran tak ada bukti, saat itu dia mengeluarkan Anya dari penjarapun hanya dengan jaminan.
"Ok...!" Kata Revandra.
Revandra juga menyuntikkan beberapa dana ke perusahaan Atmaja Grup, menambah modal agar peeusahaan yang sudah kacau karna ulah paman Axcel bisa kembali stabil seperti semula.
******
Di sebuah Club malam Axcel dan Anya menghampiri direktur pemasaran yang bekerja di Atmaja Grup,
"Ohh.. Presiden direktur kita ada di sini. Gadis-gadis cepat temani beliau." Kata direktu rpemasaran itu.
"Tak perlu, istriku lebih dari segalanya dari pada para wanita yang ada di sini."
Axcel kemudian isin ke toilet, di sana dia bertemu dengan seorang wanita Club malam, wanita itu tertarik pada Axcel, bahkan sempat menggoda Axcel, namun, Axcel tak berdelik sedikitpun, dia kembali menemui direktur pemasaran.
"Jelaskan semuanya.!"
"Tentang apa.?" Tanya direktur itu.
"Kau pikir aku tidak tahu, bahwa kau yang membantu pamanku.?"
Direktur itu seketika berubah, yang tadinya tersenyum kini bermuka masam. Terlebih Axcel meminta beberapa orangnya untuk menyeret direktur itu dan melemparkannya ke penjara.
__ADS_1
Wanita Club tadi membawakan wine untuk Axcel namun, dia sempat memasukkan sesutu ke dalam minuman itu. Axcel yang tak tahu hal itu, meminumnya lalu mengajak Anya meninggalkan tempat itu.
Akan tetapi, baru beberapa langkah, obat yang di masukan ke dalam wine sudah bereaksi, Axcel meminta Anya agar segera ke parkiran untuk membawa mobil.
Anya segera melakukan apa yang di perintahkan Axcel, sementra Axcel semakin merasa bergejolak, dia berjalan ke parkiran dan wanita Club itu menghadangnya.
"Mau ke mana tampan.?"
"Sialan, apa yang kamu lakukan padaku.!"
"Aku hanya memasukkan sedikit perasaan cintaku padamu."
"Cih...!"
Wanita itu mendekat ke arah Xcel dan menggoda Axcel.
"Auww...!" Teriak wanita Club itu ketika Axcel mendorongnya.
Semenit kemudian, sekelompok orang tiba-tiba menyerang Axcel, beruntung Axcel bukanlah laki-laki yang mudah di kalahkan.
Meski dalam keadaan yang bergejolak Axcel masih bisa bertahan dan membela diri. Sesaat terjadi perkelahian sampai orang-orang yang menyerang Axcel semakin banyak.
Beruntung Anya segera tiba, dan membuka pintu mobil, Axcel melompat masuk, Anya mengemudikan mobilnya meninggalkan orang-orang yang menyerang Axcel.
"Boss... Apa kamu baik-baik saja.?"
"Antarkan aku pulang sekarang. Aku membutuhkan istriku."
"Baik Boss...!"
Di rumah paman Axcel, Atman sangat kecal.
Prang... Atman melemparkan gelas yang berisi wine di tangannya. Dia begitu marah dan frustasi, lagi-lagi dia gagal menyingkirkan Axcel.
Di tengah amarahnya, Atman menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Suara yang berasal dari seorang wanita. Wanita cantik nan anggun itu berjalan dan duduk di pangkuan Atman.
"Redahkan emosimu...!"
"Lagi-lagi aku gagal. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara melenyapkan anak sialan itu."
"Tentu saja dengan kelemahannya."
"Apa kamu tahu kelemahannya.?" Tanya Atman.
"Istri dan anaknya."
"Bagaimana caranya"
"Itu tergantung bagaimana kamu menuaskanku malam ini."
Wanita itu meraba dan me..remas ke..jantanan Atman dan melepaskn bajunya sendiri, sebelum menuntun dirinya bermain di atas pangkuan Atman, menikmati setiap gerakannya yang lihai bermain.
"Kamu sungguh wanita yang pandai bermain Emely sayang.!" Kata paman Axcel menikmati gerakan naik turun Emely di pangkuannya.
__ADS_1
Bersambung...
******