KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Awal yang salah


__ADS_3

"Tapi aku bukan Aliya, tolong lepaskan aku."


Meskipun gadis itu meronta, Axcel tidak melepaskannya. Dia bahkan menggulingkan tubuh gadis itu ke bawahnya, menindihnya dan mecengkram tangan gadis itu di atara kepalanya.


Tak butuh waktu lama bagi Axcel untuk menjatuhkan ciuman pada gadis itu. Mulai men..cembunya di leher.


'Oh tuhan... siapapun tolong aku, aku tidak ingin berakhir seperti ini.' Kata gadis itu dalam hati, Air matanya mulai bercucuran.


Sedangkan Axcel yang salah mengira bahwa gadis di bawahnya adalah Aliya terus saja men..cembuinya dengan liar. Tak mudah bagi Axcel untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Axcel membuka dasinya dan mengikatkan ke tangan gadis yang menangis di bawahnya.


Lalu melucuti semua pakaian gadis itu, tak terkecuali pakaian dalamnya. Kini gadis itu sudah polis dengan tangan yang terikat dasi di atas kepalanya.


"Tolong jangan lakukan ini padaku tuan, tolong lepaskan aku." Pinta gadis itu dalam tangisnya.


Namun Axcel tak mengindahkannya, dia mulai me..remas bagian da..da gadis itu, sementara mulutnya mengulum bahkan menjilati bgian da..da sebelah kiri.


Puas me..remas benda kenyal itu, Axcel bangkit dan mem..buka pakaiannya sendiri, dan kembali melanjutkan aksinya.


Sambil mengulum dan men..jilati benda kenyal itu, Axcel membuka lebar kedua kaki gadis itu, dan ma..suk di antranya. Masih sibuk dengan permainan mulutnya di da..da gadis itu, Axcel mengarahkan senjatanya yang sudah mengeras sejak tadi mencari sasaran untuk meluahkan semua yang ada di dalamnya.


Tentunya tidak muda bagi Axcel untuk menembus pertahanan itu, Beberapa kali meleset ke kiri kanan, atas bawah, akhirnya ujungnya dapat menembusnya.


"Agg...h" pekik gadis itu meringis kesakitan...


Tak punya tenaga untuk melawan, gadis itu hanya bisa pasrah menerima jika itu terjadi padanya, dia menutup matanya dan butiran-butiran bening jatuh di sana.


"Aaa...aa..aa" Teriak gadis itu saat Axcel benar-benar menembus benteng pertahanannya dengan sempurna.


Pelan-pelan Axcel menggerakkan pinggulnya, me..mompa dengan gerakan ke..luar ma..suk, memberikan hentakan yang begitu perih bagi gadis itu.


Semakin lama, semakin Axcel mempercepat gerakannya.


Bagi Axcel yang tidak begitu ahli dalam melakukan hubungan seperti itu, tentu saja dia akan mengalami enji...kulasi dini. Bukan berarti dia tidak pernah melakukannya. Hanya saja dapat di hitung mungkin hanya tiga sampai empat kali dia melakukannya, itupun saat dia masih terlalu muda. Dia tidak lagi melakukan hal itu setelah bertemu dengan Aliya.


Setelah pelepasannya Axcel bersimpuh di atas tubuh gadis yang sudah pasrah itu tampa melepaskan sesuatu yang sedang berpagut di bawah sana.


Lima menit kemudian, Axcel kembali menegang. Dan melanjutkan aktifitasnya, Kali ini ia melakukannya cukup lama, mebuat gadis itu merasa ke..nikmatan bercampur rasa perih meskipun tak seberapa.


Meskipun begitu dia tidak pernah mengekuarkan de..sahan dan le..guhanya. Mungkin karna dia malu karna melakukannya dengan pria yang tidak di kenal


Gerakan maju mundur, dan hentakan-hentakan Axcel semakin cepat, tak lupa tangannya bermain di bagian da..da gadis itu, memillinnya sambil me..ncembui leher gadis itu.


"Aghh...rhh...!" Era..ngan keluar dari mulut Axcel bersamaan dengan sesuatu yang sudah tumpah di bawah sana, sesuatu yang berwarna putih bercampur dengan warna merah darah pe..rawan milik gadis itu yang keluar dari intinya.

__ADS_1


Axcel kembali bersimpuh di atas tubuh polos gadis itu dan tertidur setelahnya. Setelah mengucapkan kata cinta.


"Aku mencintaimu Aliya."


Begitu pula gadis itu, di tak dapat berbuat banyak, karna tangannya masih terikat dasi. dan terpaksa membiarkan Axcel tetap berada di atasnya.


***


Esok hari, Axcel terbangun masih dengan posisi yang sama, kepalanya pusing. Dia kemudian duduk untuk mendapatkan kesadarannya sejenak.


Betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh polos seorang gadis dengan tangan terikat dasi di atas kepalanya. Terlebih gadis itu masih tertidur.


Axcel kemudian melirik ke arah se..langkangan gadis itu dan melihat ada noda darah di sana


"Sial... apa yang sudah aku lakukan."


Axcel kembali memutar matanya dan melihat wajah gadis yang masih terlelap itu dan kembali memaki dirinya sendiri.


"Lalu tuan, bisakah anda melepas ikatan ini.?" Tanya gadis itu yang tiba-tiba terbangun lantaran mendengar Axcel memaki dirinya sendiri.


Axcel segera membuknya, Sementra gadis itu, bngun dan melangkah ke kamar mandi dengan kaki yang bergetar, lantaran rasa perih di area se..langkangannya


Beberapa saat kemudian gadis itu kembali dari kamar mandi dan meraih bajunya yang ada di lantai, lalu memakainya.


"Tidak perlu tuan.!"


"Nona bukankah itu adalah pertama bagimu."


"Ya..."


"Maka aku akan bertanggung jawab."


"Tidak perlu, aku juga tidak puas denganmu." Kata gadis itu sombong dan angkuh,


Karna kedua orang tuanya begitu memanjakannya, membuat gadis itu memilik sifat yang sobong dan angkuh.


"Apa kau tidak akan menyesal Nona.? setidaknya beri tahu siapa namamu.!"


"Julia, Julia Stephani Ganendra."


Axcel terdiam sejenak, dan akhirnya mengingat bahwa ada salah satu rekan bisnis Revandra dari perusahaan Ganendra grup.


"Mungkinkah kamu putri Ganendra Grup."


"Seperti duagaanmu."

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita ke rumahmu, aku akan bertanggung jawab."


Tersentak Julia mendengarnya, mrskipun Axcel adalah pria pertama yang tidur dengannya namun dia merasa mimpinya lebih penting. 'Tidak... aku tidak akan membawanya bertemu dengan ayah, jika ayah tahu apa yang terjadi, dia akan benar-benar menikahkanku dengan pria yang tak kukenal ini. Dan jika itu terjadi, maka mimpiku, mimpiku akan hancur... agrhhh...!' Teriak Julia dalam hati.


"Bagaimana Nona."


"Hehehe... tentang itu, anda tidak perlu bertanggung jawab, sungguj, aku tidak apa-apa.!"


"Apakah kau tidak menyesal Nona Julia.?"


"Tidak,,, tidak akan, aku masih dua puluh tahun, jalanku masih panjang, Lupakan saja apa yang terjadi. Dan tolong jangan sekali-kali anda menemui ayahku, dia punya penyakit jantung. Aku takut dia akan meninggal jika dia tahu."


'Ayah... maafkan aku, menggunakanmu yang tak punya penyakit apa-apa. hiks...! hiks...' Ucap Julia dalam hati.


"Kalau begitu aku akan mengantarmu" Kata Axcel sambil memakai pakaiannya kembali.


"Hahaha... tentang itu, tidak apa-apa."


'Persetan denganmu dan tanggung jawabmu, jika aku sukses meraih mimpiku nanti, pria manapun akan aku dapatkan. hehehe. Bahkan yang lebih tampan darimu pria brengsek.' Kata Julia dalam hati.


"Nona apa yang kamu pikirkan,"


"Ah,,, tidak ada. Kalau begitu aku akan pergi dulu."


"Apa sungguh kau tidak akan menyesal nona.!"


"Tidak akan. Dan jangan mencariku."


Julia berlari keluar dari kamar hotel sambil menahan rasa perih di bawah sana.


Sedang Axcel kembali duduk di tepi pembaringan, mengikat kembali apa yang dia lakukan tadi malam bersama Julia. Samar-samar dia melihat Julia menagis


"Tapi mengapa dia tidak ingin aku bertanggung jawab, ah... sudahlah, dia juga tidak menginginkannya." Kata Axcel baru kemudin meninggalkan kamar hotel itu.


Setelah sampai di rumah, Julia mengela nafas, dia merasa beruntung kembali saat rumah terlihat sepi.


Julia masuk rumah tapi sebelum itu dia melepas sepatunya, berharap tak ada yang mendengar langkahnya. Dia bahkan berjalan jinjit dan sedikit membungkuk.


"Dari mana.?"


Prang...! Serasa di sambar petir di pagi hari persaaan Julia saat seseorang mengagetkannya.' Sial... aku ketahun.' Ucapnya dalam hati.


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2