
"Cobalah ini kakak Arka. ini sangat enak." Kata Yuyue hendak menyuapkan sesuatu pada Arkana.
"Tidak, terimah kasih, kau bisa memakannya sendiri."
Tak mau menyerah Yuyue meraih bahu Arkana dan menempelkan dirinya pada laki-laki itu, Arkana sedikit risih, terlebih Yuyue sedikit menempelkan payudarahnya.
"Kakak Arka, bisa kau membawaku ke Club malam milik kakak Xavier.? Aku belum pernah ke sana. Tolong bawa aku ke sana. Kumohon.!" Pinta Yuyue manja.
Arkana sudah kesal dengan tingkah Yuyue. 'Cih dia sangat menyebalkan.' Arkana menghempaskan tangan Yuyue dan mendorongnya pelan.
"Kakakmu tidak menjinkanmu ke Club malam itu, jika aku membawamu ke sana, aku tidak tahu apa yang akan terjadi."
"Baiklah, aku tidak akan ke sana, tapi, ku mohon berkencanlah denganku." Kata Yuyue menggoda dan kali ini sedikit lebih agresif.
"Ide yang menjijkkan."
Sementara itu, Darren dan Mira juga sudah masuk. Darren sengaja melewati tempat di mana Arkana duduk.
"Aku tidak menyangka, Arkana ada di sini juga. Lihat gadis di sebelahnya, dia adalah adikku. Arkana memang pria bruntung." Ucap Darren memanasi Mira.
Mira tersenyum mendengar apa yang dikatakan Darren.
"Cihh...! Tn. Darren, aku pikir kau adalah pria baik, ternyata kau suka memainkan trik kecil, aku telah menilaimu salah."
"Apa maksudmu.?"
"Aku sangat mengenal Arkana melebihi siapapun." Tegas mira.
Mira sejak tadi memang sudah meras curiga, Ada beberapa restauran di dekat Club malam, mereka sebenarnya bisa makan di sana saja dan tidak perlu datang ke restauran barat di mana Arkana makan. Sangat jelas Darren membawa Mira ke situ hanya untuk melihat Arkana.
Mira akhirnya berbalik.
"Aku tidak terburu-buru untuk menuduh Arkana selingkuh, ck.! ck.! Kau pasti kecewa." Kata Mira dengan senyum sinisnya.
"Kau salah paham padaku Mira."
Mira berjalan menghampiri Arkan di susul Darren di belakngnya.
"Siapa dia.?" Tanya Yuyue saat Mira menyapa Arkana.
"Hai aku Mira, wanitanya Arkana. Apakah kau bisah menjauh dari priaku.?" Ucap Mira meletakkan satu tangan di meja dan satunya lagi menyingkirkan rambutnya di sisi telanganya, dia sedikit membungkuk, hingga memperlihatkan belahan dadanya.
"Wanitanya.? Itu tidak mungkin. Kakak Arka tidak punya kekasih." Bentah Yuyue.
"Kau tidak percaya, silahkan tanyakan padanya." Kata Mira lagi.
Yuyue berbalik menatap Arkana yang sejak tadi hanya menempatkan matanya di bagian dada Mira.
"Kakak Arka, apa kau tidak akan memberitahuku.?"
"Aku tidak perlu melaporkan padamu, kau bukan siapa-siapa bagiku." Serga Arkana bangkit menjauh dari Yuyue.
Arkana meraih Mira ke dalam dekapannya, menciumnya di dahi fengan penuh kasih sayang, tentu saja hal itu membuat Yuyue sangat kesal, begitu pula Darren.
"Aku senang kau di sini, ayo kita pergi." Kata Arkana pada Mira.
"Baik."
Saat Arkana hendak pergi bersama Mira, Yuyue menghentikannya.
"Tunggu, kita sudah lama tidak bertemu, sebaiknya kita makan malam bersama."
__ADS_1
"Mira dan aku sudah punya rencana." Jawab Arkana tegas.
"Kakakmu juga ada di sini, minta padanya membawamu makan malam."
Yuyue begitu kesal dan sangat membenci Mira, sedang Derren yang melihat adiknya seperti itu, tersenyum seolah sedang merencanakan sesuatu.
***
Setelah lebih menjauh dari Yuyue dan Derren, Mira mendongak menatap Arkana, dia melettakan tangannya di pipi laki-laki itu.
"Banyak gadis yang tertarik padamu"
"Itu artinya kau memilih pria yang tepat, pria yang kau sukai menarik."
"Kau narsis." Jawab Mira malu-malu."
"Kau tidak menyukaiku.?"
"Tentu saja."
Mira meraih tengkuk leher Arkana, dan dengan sigap memagutkan bibirnya dengan bibir Arkana, dan memperdalam ciuman itu. Sontak Arkana terkejut.
"Tentu saja aku menyukaimu." Jawab Mira melanjutkan perkataannya sebelum mencium Arkana tadi.
"Apa kau merayuku.? Aku ingin mengantarmu pulang sekarang."
"Tisak bisa, aku ada pertemuan bisnis dengan mitra biliarku di club malam."
Mendengar penolakan Mira, Arkana memutar tubuh Mira dan memeluknya dari belakang. Pelan-pelan Arkana menghembuskan nafas hangatnya dia bahkan menjilati bagian sensitif Mira di lehernya.
"Sayang sekali. Kalau begitu lain kali kau harus..." Arkana menjilati daun telinga Mira.
Mira gemetaran lantaran begitu geli, bulu kuduknya merinding, bukan karna ada setan, tapi karna Arkana yang bermain di daerah sensitifnya. Terlebih tangan Arkan mulai menyusup di balik rok mini Mira, dan meraba gundukan bulu-bulu halus di balik dalaman Mira.
"Ark... Arkana...! ini di tempat umum.!" Teriak Mira.
Teriakan Mira membuat beberapa pengunjung yang tadinya tidak memperhatikan mereka, kini berbalik melihat ke aarah mereka.
Beruntung Arkana segera menarik tangannya, dan tidak sempat di lihat oleh orang-orang menatap ke arahnya. Setelah orang-orang kembali pada aktifitas mereka, Arkana memperlihatkan jari telunjuknya yang terdapat cairan putih bening pada Mira. Membuat Mira tersipu, dan merona.
"Arka, kau, kau keterlaluan."
"Maafkan aku, aku tidak dapat menahannya. Ayolah aku akan mengantarmu ke Club malam."
"Baik."
Di Club malam dengan Arkana yang mengambil tempat di sebuah sudut untuk melihat Mira, Mira bermain biliar dengan beberapa pebisnis, dia begitu hebat dalam permainan itu, tak pernah sekalipun dia kalah, baik lawannya adalah wanita maupun pria.
Di sela permainan, Darren datang bersama Yuyue, dia melihat Mira yang sedang asik bermain bersama mitra bisnis wanitanya. Yuyue tersenyum mengejek.
"Cih.. aku pikir dia adalah keluarga kaya, rupanya hanya mitra bisnis saja. Aku mengunggili dia dalam segala hal, bagaimana bisa dia mengambil Arkna dariku. Aku akan memberinya pelajaran malam ini."
Yuyue berjalan menghampiri Mira yang tengah bermain.
"Nona Mira, kita bertemu lagi, aku tidak percaya bahwa wanita Arkana hanyalah mitra biliar saja."
'Yuyue tampaknya seperti gadis manis, tapi tidak di sangka, dia berlidah tajam, kata Mira dalam hati menghentikan permainannya.
"Ada banyak hal yang tidak bisa kau percaya Nona Yu." Kata Mira tegas.
"Apakah itu sarkasme.?" Tanya Yuyue sedikit kesal.
__ADS_1
"Jangan marah Nona Yu, aku hanya menyatakan fakta."
"Hu... menarik."
Karna begitu kesal, Yuyue akhirnya menentang Mira, dan Mira menerima tantangan Yuyue. Namun, Yuyue mengatakan bahwa permainan tidak semudah itu, dia punya syarat dalam permainan itu.
Karna Yuyue adalah tamu VIP Club, pertama Mira harus membuat Yuyue bahagia dalam permainan, kedua Mira tidak boleh dengan sengaja membuat Yuyue menang. Ketiga Yuyue harus menang.
"Bisakah kau melakukan itu Nona Mira.?"
Semua orang yang ada di situ sedikit kesal lantaran sedikit mempersulit Mira.
"Baik, aku akan menerimanya." Jawab Mira percaya diri.
Arkana yang melihat itu, segera beranjak untuk menghampiri tempat bermain itu
"Harus kah kita menggunakan aturan delapan hitam.?" Tanya Mira menyusun bola biliar di meja.
"Ya.!"
Menurut aturan delapan hitam, pemain memilih solid atau garis sebgai bola objeknya. Dan memukul bola cue untuk memasukkannya ke lobang. Setelah memasukkan semua bola, objeknya yang akan menang.
Jika seorang pemain memasukkan bola delapan hitam secara tidak sengaja, atau memukulnya keluar dari meja, maka pemain lain akan menang. 'Aturan delapan bola hitam lebih sederhana dibanding aturan bola sembilan, tetapi aturan itu membuat Mira lebih sulit untuk dikompromikan.' Ucap Yuyue dalam hati dengan senyum sinisnya.
"Kau duluan Nona Yuyue." Kata Mira mempersilahkan."
"Baiklah."
Yuyue mulai memukul bola dan memasukkan bola merah dan bola hijau.
"Sekarang giliranmu Nona Mira."
Mira memuali memukul bola, dan memilih bola ungu solid dan memasukkannya. Hal itu memvuat Yuyue terkejut dan berfikir bahwa Mira tidak akan bisa melakukannya.
Dan pada akhirnya, Mira memenagkan permainan. Membuat Yuyue begitu kesal.
"Seperti yang aku katakan, ada banyak hal yang belum kau ketahui." Kata Mira menopong dagu di meja biliar.
Arkana yang melihat itu begitu bangga, terlebih Mira memenangkan permainan, dan semua orang memujinya. Sementara Yuyue yang begitu kesal membuat keributan, dia tidak terima, dan pada akhirnya Mira meminta para bodyguar Club malam membawa Yuyue keluar dari sana.
"Kakak Arka, dia mempersulitku, tolong bantu Aku." Teriak Yuyue.
Namun, Arkana tidak berdelik sedikitpun dia hanya diam dan tidak berekspresi sedikitpun melihat Yuyue di seret keluar. Terlebih Club malam milik Xavier itu memiliki aturan yang tidak bisa di ganggu oleh siapapun.
"Kau melanggar aturan, tidak seorangpun bisa membantumu, termaksud kakakmu sendiri." Tegas Mira menyilangkan tangan di dadanya.
Di sebuah ruangan, Mira berdua dengan Arkana,
"Kerjamu bagus, memang wanita yang aku cintai."
"Aku rasa, aku harus mengurungmu, karna kau membuat semua gadis tertarik ke manapun kau pergi, aku harus memverimu kalung dengan namaku di situ." Kata Mira memeluk tengkuk leher Arkana.
"Aku tidak tahu bahwa kekasihku sangat posesif." Kata Mirgan menarik jemari Mira dan menciumnya.
"Aku memang seorang yang posesif, Aku harap, aku bisa memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa kau adalah milikku."
Ke mesraan itu terganggu ketika Arkana tiba-tiba menerima sebuah panggilan telfon.
"Kembalilah bekerja, aku akan kembali nanti." Kata Arkana.
"Aku akan menunggumu."
__ADS_1
Bersambung...
******