
"Baik Tn.Arka, siapa yang harus aku cari..?" Tanya bawahannya.
"Dr.Aditama."
Rupanya yang mengirimi Arkana pesan adalah Dr.Aneth, dia mengatakan pada Arkana, bahwa hanya Dr.Aditama yang bisa membuat penawar virua SH yang ada di dalam diri Mira. Namun, tidak ada yang mengetahui di mana Dr.Aditama berada sekarang. Bahkan kelurga Bantara pernah mencari keberadaannya. Akan tetapi itu sia-sia.
Lima jam kemudian, di sebuah perusahaan cabang yang baru didirikan Arkana di kota B. Namunn, perusahaan cabang itu belum beroprasi. Arkana bersantai dengan segelas kopi di tangannya. Tiba-tiba pintu ruangannya tebuka dengan paksa.
"Apa yang kau lalukan pada Yuyue.?" Teriak Darren.
"Santailah, aku hanya membiarkannya berbagi ruangan dengan kutu rambut." Jawab santai Arkana.
"Kau sungguh gila."
"Terimah kasi pujiannya Tn.Darren. Kau bisa mbawanya pulang sekarang.
Darren berlari menghampiri Yuyue yang sudah sadar.
"Kakak Arka, maafkan aku, aku tidak akan menyakiti Mira lagi." Ucap Yuyue memohon.
Darren terhenti, dia tidak ingin mendekat, dia merinding melihat banyak kutu di tubuh Yuyue.
"Sudah ku bilang aku tidak akan keterlaluan." Kata Arkana santai.
Arkana melepaskan Yuyue dan di bawah pergi oleh Darren, tapi sebelum itu, Darren mengucapkan terimah kasih pada Arkana, dan berjanji akan menemukan seseorang yang sedang Arkana cari.
Sementara itu di sebuah pulau, Riko menghampiri Gavano, dia terlihat sangat khawatir.
"Apa yang membuatmu seperti itu.?" Tanya Gavano.
"Arkana benar-benar telah melewati batas. Dia sudah berani membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal Mira. Aku takut jika sesuatu terjadi di dalam rumah itu."
"Arkana tidak akan membiarkan orang luar masuk ke rumah itu." Kata Gavano menyeduh kopinya.
"Vano.! apa kau pikir, Arka akan terlibat dengan keluarga Bantara demi Mira.?"
"Mira selama ini mencari tahu apa yang terjadi pada ayahnya. Jika Arka benar-benar mencintainya, dia tidak akan duduk diam." Kata Gavano
Namun, Gavano berpikir bahwa Arkna tidak akan mengambil resiko, dia pemimpin Gramentha sekarang, orang-orang Revandra akan mengawasi setiap gerakannya. Dia akan melanggar aturan jika dia bertindak, dan dia akan dihukum. Seliain itu, keseimbangan yang dijaga semua orang akan rusak.
__ADS_1
"Tapi Mira dan Arkana saling mencintai, jika Mira meminta bantuan Arka, mungkin saja dia benar-benar akan melanggar aturan."
"Riko, aku tidak berharap Arka akan bertindak. Namun, jika masalah ini bisa membuka pikirannya dan menjadi lebih dewasa, mari kita lihat, apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita hanya akan membantunya di belakang layar jika dia mendapatkan masalah di kota B." Jelas Gavano panjang lebar.
Di waktu yang bersamaan, Arkana mengantar Mira sampai di depan pintu kediaman Bantara.
"Maaf Arka, kakekku memintaku untuk kembali ke rumah... Dan saat vestifal tahun baru nanti, sepertinya aku tidak akan menemanimu, meski aku begitu ingin bertemu keluargamu.
"Jangan merasa tidak enak, aku akan mengirimimu pesan saat aku tiba di kota S."
"Baik." Jawab Mira.
Hari itu adalah hari perpisahan Arkana dan Mira, Arka kembali ke kota S untuk melakukan sesuatu, sedang Mira kembali ke kediaman Bantara untuk lebih memcari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Mira..." Panggil Arkana meraih pinggangnya.
"Ya...!"
"Setelah aku kembali ke kota S, lakukanlah apapun yang kau mau, aku tidak perduli, aku akan kembali padamu."
"Arka."
***
"Kakek... Aku pulang.!" Kata Mira gembira.
"Senang melihatmu Mira."
Mira memberikan pelukan hangat pada kakeknya, dia begitu senang lantaran di dalam keluarga Bantara hanya kakeknya yang perhatian padanya.
"Berapa lama kau akan tinggal kali ini.?" Tanya kakek Mira yang tak ingin Mira kembali ke kota S.
"Aku akan pergi setelah pesta keluarga Bantara."
"Apa kau tidak ingin tinggal lebih lama.?"
"Tidak, aku punya hal yang harus aku lakukan."
Segala sesuatu yang ada di kota S dan di rumah keluarga Bantara membuat Mira merasa tercekik, dia merindukan Arkana, yang mungkin sedang di kelilingi oleh beberapa gadis-gadis seksi.
__ADS_1
Kakek Mira meraih tangan Mirah, raut wajahnya terlihat sedih, seolah ingin Mira tetap berada di kota S.
"Tidak ada yang akan menemaniku saat kau pergi." Keluh kakeknya."
"Kakek...!"
Setelah ayah dan ibu Mira berada di titik paling rendah, kakeknya adalah satu-satunya keluarganya yang perduli padanya. Mira berfikir akan mempertemukan keluaga Arkana dengn kakeknya. Dia percaya bahwa kakeknya akan senang bertemu dengan orang yang dia cintai.
"Mira, pamanmu Andi memberikanku batu giok biru, aku begitu menyukainya." Kata kakek Mira memperlihatkan sebuh batu giok biru di tangannya.
'Ah... ini terlihat tidak asing.' Ucap Mira dalam hati. Di terkejut melihat batu giok biru itu yang sama persis dengan yang ayahnya miliki. Namun, dia juga tidak tahu di mana keberadaan batu giok biru itu.
"Ada apa Mira.?"
"Aku pikir aku pernah melihatnya sebelumnya."
"Benarkah.? Di mana.?"
"Ah... itu kakak, aku mungkin melihat sesuatu yang persid di penjual pinggir jalan."
Mira berbalik meninggalkan kakeknya setelah puas berbasa basi. Dia mohon diri untuk tidur siang dan akan melewatkan makan malam. 'Batu giok itu tidak asing, di mana aku pernah melihatnya.?' Tanya Mira pada dirinya.
"Sepertinya Mira memiliki batu giok itu." Kata kakek Mira pada orang kepercayaannya.
"Dia tidak mengingat apapun, atau mungkin ayahnya tidak memberitahunya." Jawbab orng kepercayannya itu.
Rupanya batu giok biru yang di pegang kakek Mira adalah barang tiruan, dia sengaja memperlihatkan pada Mira, berharap Mira akan memberitahunya di mana giok biru itu berada. Kakeknya bahkan curiga bahwa Mira telah memiliki batu giok biru itu dan sudah mengendalikan beberap pebisnis dan pasukan tentra di pulau B.
Kecurigaan kakek Mira di tepis oleh orang kepercayaannya. Dia mengatakan bahwa itu tidak mungkin, kekuatan yang bisa dipanggil oleh batu giok biru mampu membentuk seluruh kota B. Dia juga mengatakan dan jika Mira memilikinya, kekuatannya akan membuatnya sombong dan tidak akan begitu rendah hati di rumah.
Mendengar perkataan orang keprcayaannya, kakek Mira beranggapan bahwa itu benar. Dia berencana akan terus memperlihatkan batu giok yang palsu untuk memancing Mira.
Kakek Mira juga mengatakan akan melakukan segala cara untuk menjebak Mira di kota B lantaran dia berfikir jika ada yang tidak beres, batu giok biru menjadi tidak terkendali, terlebih jika batu giok itu berada di tangan Mira.
"Aku akan mbuatnya tinggal di sini selamanya." Ucap kakek Mira meremas batu giok biru palsu di tangannya.
Dia mulai mmenyusun rencana bagaimana caranya agar Mira tetap tinggal di kota B dan tetap berada di kediaman keluarga Bantara. Lantaran jika tidak begitu, akan sulit baginya untuk memdapatkan batu giok biru yang telah lama dia inginkan. Sungguh pria tua serakah.
Bersmbung...
__ADS_1
******