KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Clara gadis buta


__ADS_3

'Apakah aku akan mati seperti ini, bagaimana dengan putraku, aku baru saja bertemu dengannya.' Kata Julia sambil berusaha menahan nafas.


Hingga Julia merasa ada seseorang yang menyelamatkannya. 'Axcel, itu Axcel.'


Axcel lalu, membuka tali pengikat Julia agar bisa sama-sama berusaha menyelamatkan diri, tapi apa boleh buat, Mereka tidak bisa bertahan terlalu lama di dalam air dan tidak sadarkn diri.


Esok hari, seorang gadis buta yang duduk di kursih roda, melihat-lihat di tepi pantai ditemani pelayannya.


"Nona ! ada seseorang di sana.!"


Gadis buta itu memerintahkan pelayannya dan beberapa pengawalnya untuk membantu orang yang di lihat pelayannya yang tidak lain adalah Axcel dan julia, beruntung sebelum tak sadarkan diri, Axcel menyempatkan mengikat bajunya dengan baju Julia.


"Nona Clara, ada dua orang, yang satu pria dan yang satunya lagi wanita.


"Apa kalian mengenalinya.?"


"Kalu tidak salah, yang pria adalah Axcel, pemilik Atmaja Grup, dan yang wanita istrinya, Julia Stephani."


Mendengar orangnya menyebut nama Julia, Clara meneteskan air matanya.


"Kakak...!"


Clara adalah adik Julia yang di bawah kabur oleh ibunya, kemudin ibunya menikah dengan salah satu keluarga kaya yang ada di New York yaitu ayah Emely, Clara awalnya bukanlah gadis buta dia sangat sehat.


Hingga pada saat usinya sepuluh tahun, dia menglami kecelakaan yang di sebabkan oleh Emely yang tidak di sengaja. Saat itulah Clara menjadi buta dan mengalami kerusakan ginjal yang membuatnya harus menghabiskan waktunya berada di kursi roda.


Selama ini Clara adalah salah satu pemegang saham 5% di Gramentha Grup, tentu saja itu dia dapatkan karna ketelatenan ibunya. Terlebih ibunya juga adalah bibi Revandra.


Selama ini ibu Clara meminta Revandra agar tidak mengatakn tentang dirinya kepda publik dan tetap merahasiakan keberadaannya dan putrinya.


Tapi sayang sekali, ketika Axcel menyerang perusahaan milik keluarga Emely, ayah Emely dan ibu Clara meninggal, dan saham 5% dari Gramentha grup di berikan pada Clara.


Revandra juga merahasiakan tentang semuanya, kecuali pada Aliya dan meminta Aliya juga tetap merahasiakannya.


Saat ibu Emely menerima tawaran ayah Julia untuk mengandung adik Julia, sebenarnya bukan karna uang, tapi memang karna dia meencintai auahnya Julia


Clara slama ini hanya memantau perkembangan Julia, saat Julia menghilang sebenarnya dia tahu, hanya saja dengan kondisinya yang tidak memungkinkan, membuatnya tak bisa berbuat banyak.


Tentang perusahaan yang hancur di tangan Helen, Clara mengetaui semua itu, Bahkan dengan bantuan Revandra, Clara bisa mendapatkan aset di perusahaan Ganendra dan menggunakan aset itu untuk menanam modal di Atmaja Grup.


Semua itu Clara lakukan demi Julia, meski tak pernah bertemu dengan Julia, Clara tahu bahwa Julia adalah kakak perempuanya lantaran ibunya seringkali menunjukan foto, Julia saat Clara masih dapat melihat.


Karna kebaikan Julia yang di dengar Clara dari ibunya, membuat Clara menyangi Julia, wajah mereka juga begitu mirip, hanya saja Clara berambut panjang, sementara Julia berambut pendek,


"Nona, kami sudah mengirimnya ke rumah sakit." Kata pelayan yang di tugaskan untuk membawa Axcel pulan.


"Lalu bagaimana dengan kakak.?"


"Nona Julia, masih belum sadarkan diri.."


Clara lalu meminta pelayan itu untuk membawanya ke kamar Julia di rawat, di sana sudah lengkap dengan alat-alat medis. Gadis buta itu meminta pelayannya untuk keluar meninggalkan mereka.

__ADS_1


Clara meraba sampai menemukan tangan Julia lalu meraihnya dan menciumnya


"Kakak... aku merindukanmu, maafkan aku tidak dapat membantumu selama ini." Katanya seraya meneteskan air matanya.


***


Beberapa hari kemudia Axcel terbangun dan mendapati dirinya berada di rumah sakit. Dia kemudian mencari di mana Julia.


Anya yang setia menjaganya hanya bisa meneteskan air mata dan mengatakan bahwa Julia belum di temukan. Axcel begitu terpukul, lebih terpukul lagi ketika bawahannya di perusahaan tergesa-gesa menghampirinya dan mengatakn bahwa perusahaan Atmaja di ambil alih oleh pamannya.


Ternyata selama paman Axcel menghilang, dia mempersiapkan semuanya untuk merebut perusahaan, tentunya di bantu oleh Emely saat Emely masih memiliki semuanya sebelum perusahaan milik keluarganya jatuh.


Sementara itu di kediaman Clara, Julia juga telah sadar, dia turun dari tempat tidur dan segera ingin meninggalkan tempat itu. Namun langkahnya terhenti ketika Clara menyapanya.


"Selamat siang nona Julia."


Julia menoleh ke arah Clara. 'Siapa ini.? kenapa terlihat seperi diriku.'


"Aku Clara, adik Emely." Kata Clara berbohong.


Julia terkejut mendengarnya.


"Lalu apa maumu nona Clara.?"


Clara memberitahu tentang apa yang terjadi dengannya dan Axcel, juga tentang perusahaan yang sudah berpindah ke tangan paman Axcel.


"Aku bisa membantumu merebut kembali perusahaan itu, dengan satu syarat"


Clara hanya diam dan memberi isyarat pada pelayannya untuk meberitahu Julia bahwa syarat yang di minta adalah, Julia harus memberikan ginjal serta kornea matanya untuk Clara.


"Apa.?" Julia terkejut.


"Sepasang kornea dan satu ginjal, bukankah itu cukup untuk sebuah saham di perusahaan.? anda bisa menolak tawaran itu, nona kami tidak memaksanya. Nona juga memberi waktu untuk anda berfikir" Kata pelayan itu.


Setelah memeberitahu Julia syaratnya pelayan itu menghampiri Clara. Tak lama setelah itu, seseorang memaksa untuk masuk ke kediaman Clara, dia adalah Emely yang sudah menggila.


"Biarkan dia masuk"


"Sialan kamu Clara...!" Teriak Emely.


"Kak, tolong jaga sikapmu padaku, dan cepat katakan apa keperluanmu menemuiku.?"


"Berikan saham keluarga Atmaja padaku. Hanya dengan saham itu aku bisa membantu Axcel" Kata Emely


"Baiklah.!"


"Semudah itu.?"


"Tapi kakak harus memberikan ginjalmu"


"Apa.?" Kata Emely terkejut

__ADS_1


"Kakak tahukan, karna kecelakaan yang tidak kamu sengaja itu menbuat ginjalku rusak dan aku buta."


"Tapi kita tida ada hubungan apa-apa. kamu sudah ada saat ayahku menikahi ibumu."


"Aku sudah memeriksanya, dan itu ada kecocok."


"Kamu keterlaluan." Kata Emely ingin memukul Clara.


Segera beberapa pengawal Clara menghentikan Emely.


"Jangan harap bisa mendapatkan ginjalku.


"Yakin.?"


"Tentu saja."


Clara meminta dua pengawalnya untuk menangkap Emely dan membawanya di mana Julia berada.


"Sekarang tergantung pada kalian, siapa yang bisa membantu perusahaan."


"Aku tidak akan." Kata Emely, karna dia sengaja meminta saham itu untuk di berikan pada paman Axcel.


Berbeda dengan Julia, dia lebih memilih kehilangan ginjal dan korneanya demi membantu Axcel merebut kembali perusahaan ayahnya


"Aku akan melakuknnya."


"Kamu yakin nona Julia.?"


"Ya. memangnya kenapa jika memiliki satu ginjal, itu tidak akan membunuhku, meski aku juga akan buta, asalkan Axcel dapat merebut perusahaannya kembali."


"Kalau begitu ikut aku." Kata Clara.


"Secepat itu."


Pelayan mendorong kursi roda Clara dan Julia mengikuti di belakang. Namun semua itu tidak seperti yang Clara katakan, Julia justru di antar keluar dari kediaman Clara. Lalu pelayan memberikan berkas saham pada Julia.


Tentu saja Julia heran, bukankah dia akan mendonorkan kornea dan ginjalnya untuk Clara.


"Kenapa membawaku keluar dan memberikan ini padaku, bukankah aku harus mendonorkan ginjal dan korneaku."


Pelayan itu tersenyum, dia tahu bahwa Julia adalah kakak nonanya. Hanya saja Clara memintanya untuk tidak mengatakan identitas Clara pada Julia.


"Tidak perlu, nona kami sudah mendapatkan donor ginjal dan kornea yang lebih cocok. Jadi kami tidak butuh kornea dan ginjal nona Julia."


"Begitu yah.! tolong sampaikan terimah kasihku pada nona kalian."


"Baik nona Julia, sekarang masuklah ke mobil, Tn.Axcel sudah menunggumu."


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2