KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Pikiran Axcel


__ADS_3

"Dari mana.?" Sekali lagi seseorang itu bertanya karna tak mendapat jawaban dari Julia.


Julia memutar tubuhnya mengarah ke sumber suara.


"Ah... itu ayah, aku menginap di rumah temanku."


"Teman yang mana anak nakal.?"


"Itu... di rumah, di rumah..."


"Berhenti menakutinya." Sergah ibunya Julia.


Julia akhirnya merasa terselamatkan, meskipun ayahnya sangat menyayanginya, tapi dia juga harus mendisiplinkan Julia. Gadis itu berlari ke pelukan ibunya.


"Ibu..."


"Dari mana kamu Julia."


"Julia hanya menginap di rumah teman Julia Ibu."


"Kamu dengar itu suamiku, putri kita hanya menginap di rumah temannya."


Ayahnya hanya bisa mengalah dan menghela nafas panjang. Tak tega juga rasanya jika dia harus memarahi putrinya hanya karna maslah sepele, yaitu menginap di rumah orang tuanya.


"Kakak... akhirnya kamu kembali..." Sapa Helen.


Helen adalah anak ayahnya Julia dari wanita lain.


Saat usia Julia empat tahun, ia meminta ayah dan ibunya untuk melahirkan bayi perempuan untuknya, namu pada kenyataannya, ibunya sudah tidak bisa melahirkan lagi,


Dan pada akhirnya ibu Julia meminta suaminya untuk mencari wanita yang siap mengandung untuknya. Awalnya hal itu di tolak ayah Julia karna dia sangat mencintai ibu Julia dan tak mau menyentuh wanita lain.


Namun itu terselesaikan dengan solusi hanya bayi tabung. Begitulah Helen lahir. Sementara ibunya setelah melahirkan, dia meninggalkan Helen begitu saja di rumah sakit.


Julia menyayangi adik perempuannya itu sepenuh hati, Namun kasih sayang Julia tak pernah di anggap, lantaran Helen cemburu dengan kasih sayang yang Julia miliki dari ibu dan ayahnya.


"Adikku sayang... apa tidurmu nyeyak.?"


"Tentu saja kakak, Lalu di mana kakak menginap semalam.?" Tanya Helen mencoba memprofukasi ayah Julia


Hampir saja ayah Julia bertanya pada Julia lagi, tapi istrinya segera mencairkan suasana.


"Sudah, jangan membahas ini lagi, sebaiknya kita sarapan bersama."


Setelah sarapan Julia ke kamarnya, mengunci pintu dari dalam, kemudian melemparkan dirinya ke pembaringan.


"Untung saja, pria itu tidak meninggalkan bekas apapun di tubuhku. Tapi dia sangat tampan, andai saja aku tidak mempunyai mimpi, tentu aku tidak akan menyia-nyiakan lelaki tampan sepertinya. Dan siapa gadis yang dia sebut semalam ya.?"


Tok...tok. Ketukan pintu membuyarkan lamunan Julia, dia melompat dari pembaringan untuk membuka pintu.


"Ada apa bibi.?" Tanya Julia pada pelayan separuh baya itu.


"Nona, di bawah ada tuan muda Gio.!"

__ADS_1


"Gio.! suruh tunggu, aku akan berbenah dulu.!"


"Baik Nona.!"


Beberapa saat berbenah merapikan diri, Julia menemui Gio. Gio Mahardika dari perusahaan Mahardika yang juga memiliki kerja sama dengan Gramentha Grup, adalah teman masa kecil Julia, dia adalah pria baik menyukai Julia sejak lama, dan Julia juga menyukainya,


"Maaf membuatmu menunggu Gio."


"Tak apa."


"Lalu kapan kamu kembali dari luar negri.?"


"Baru saja, dan begitu kembali aku langsung menemuimu"


"Begitu.? Lalu mana oleh-olehku.?"


"Ah... hahaha.. maaf."


"Tak apa, kamu pulang saja sudah cukup bagiku."


Di tengah canda tawa Gio dan Julia, tiba-tiba Helen berlari dan memeluk Gio, hal itu membuat Julia sedikit risih, tapi karna di begitu menyayangi Helen maka dia biarkan saja.


"Kakak Gio, aku merindukanmu.!"


"Sungguh.?" Tanya Gio seraya mengusap kepala Helen.


"Kakak Gio, mari ke kamar Helen, aku punya sesuatu untuk di perlihatkan pada kakak.!"


Tampa mendapat persetujuan Gio, Helen menariknya untuk ke kamar dan meninggalkan Julia. Julia sendiri tidak apa-apa dengan itu, apapun itu asalkan Helen senang meski ada rasa risih di hatinya.


***


"Apa yang kamu pikirkan Axcel.?" Tanya Daniel yang mengagetkan Axcel.


"Ah.. kapan kamu masuk, kenapa aku tidak mendengarmu membuka pintu.?"


"Apa yang kamu pikirkan.? apa kamu belum bisa melepaskan Aliya sepenuhnya.?"


"Itu adalah salah satunya.!"


"Yang lain apa.?"


"Aku telah menjadi pria bajingan Daniel.!"


"Apa maksudmu.?"


"Seminggu yang lalu aku...!"


Axcel menceritakan semua apa yang terjadi pada Danie. Tak terkecuali bahwa Julia tidak menuntunya untuk pertanggung jawaban.


"Jadi apa selanjutnya.?" Tanya Daniel lagi.


"Apa lagi, selain melupakan semuanya, seperti yang gadis itu minta."

__ADS_1


Daniel tertawa lalu, menyerahkan sebuah berkas kerja sama pada Axcel. Karna kedatangannya memang untuk mendiakusikan tentang kerja sama antara Mintle Grup dan Atmaja Grup.


Daniel kembali setelah Axcel menandatangani kontrak kerja samanya.


Saat keluar dari ruangan Axcel, Daniel tidak sengaja menabrak seorang gadia cantik, yang tak lain adalah sekertaris Axcel,


"Maafkan aku tuan.!"


"Tak apa.!"


Sebulan telah berlalu, seperti yang Julia katakan bahwa dia tidak ingin bertemu dengan Axcel lagi, gadis berambut pendek itu benar-benar tiak mencari Axcel.


Dan Axcel juga tidak mau ambil pusing dengan hal itu.


Axcel meninggalkan ruangannya setelah pekerjaannya selesai. Lelaki itu memberi senyum hangat pada setiap karyawan yang menyapanya.


Axcel bukanlah lelaki dingin dan mendominasi, atau kaku dan kejam seperti karakte-krakter yang ada di dalam novel atau komik-komik tentang percintaan presedir.


Dia sebaliknya, Axcel adalah bos perusahaan yang ramah, baik dan murah senyum kepada setiap karyawanya.


Hal itu membuat para karyawan Atmaja Grup menjadi lebih semangat untuk bekerja dan bahkan mereka bisa di bilang tidak pernah melakukan kesalahan selama bekerja di bawah kendali Axcel dengan kepribadian yang seperti itu.


Ketika Axcel telah sampai di kediaman Atmaja, ayahnya menghampirinya saat meliat putranya termenung di rung tamu


"Berhentilah memikirkannya, dia sudah menjadi istri penguasa kota S."


"Aku tahu itu ayah.!"


"Lalu kapan kamu akan mencari wanita.?"


"Hal itu belum terfikirkan, terlebih aku masih dua puluh lima dan baru saja menyelesaikan kuliah S2."


"Apa semua ini karna gadis itu Axcel.?"


"Bukan ayah, hanya saja aku belum ingin memikirkannya."


"Terserah padamu jika begitu, Ingat perusahan ini di bangun oleh kakekmu, jika kamu tidak menemukan istri dalam waktu dekat, pamanmu yang sejak dulu berambisi untuk merebut posisi ayah, akan kembali dan dia akan membuat masalah."


"Tenanglah ayah, aku akan memikirkannya."


"Baiklah..."


Semenjak Aliya menikah, Axcel memang belum bisa melupakannya, dia belum ada keinginan untuk segera mencari istri. Tapi itu berbeda jika saja Julia saat itu mau Axcel bertanggung jawab padanya.


Esok hari, di perusahaan Axcel sedang mengadakan sebuah rapat, di situ juga ada Daniel dan Revandra, karna proyek yang tengah mereka bahas mendapat investasi dari Gramentah Grup dan Minle Grup.


Dengan keahliannya, Axcel menjelaskan tentang proyek itu pada semua yang menghadiri rapat itu. Hingga perkataan Axcel terhenti saat seseorang menerobos masuk ke ruang rapat dan berteriak pada Axcel.


"Pria brengsek kamu harus bertanggung jawab."


Semua yang ada di ruangan itu otomatis lngsung terkejut dengan kedatangan orang itu


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2