
"Bibi Anya...!" Teriak Reygan.
Anya telah kembali, Julia dan Axcel yang memang sudah mengetahui bahwa Anya akan kembali segera mengucapkan selamat datang padanya.
"Selamat datang kembali," Ucap Alvaro.
Melihat Clara berada di samping Alvaro dan menggandengnya, dia tahu bahwa Alvaro sudah tidak mencintainya, begitu pula Anya, cintanya pada Alvaro juga sudah tidak ada yang tersisa, selama dia di negri Paman Sam, Anya hanya fokus melanjutkan sekolahnya seperti yang dia katakan pada Axcel.
Daniel yang melihat kedatangan Anya membatu di tempat, dia tidak menyangka dengan apa yang dia lihat, dia bahkan mengira dirinya sedang bermimpi, betapa tidak, wanita yang selama tiga tahun dia rindukan akhirnya kembali setelah pergi tampa sepata kata malam itu.
Namun, Daniel tidak menghampiri Anya. Dia justru pergi dari sana, Anya melihatnya tapi tak melakukan apa-apa. Dia hanya sibuk pada Reygan yang begitu dia rindukan. Dia juga mengucapakan banyak terimah kasih pada Revandra dan Aliya karna telah menempatkan Anya di tempat yang baik untuk melanjutkan sekolahnya.
Pada pertemuan itu, Alvaro memberitahu bahwa dia akan menikah dengan Clara, Anya bahagia tentang itu, dia hanya bisa meminta maaf pada Alvaro karna telah menyakiti hatinya di masa lalu. Dia sangat menyesal dengan itu.
"Sudahlah, itu sudah berlalu, sekarang kita lebih baik memikirkan kedepanya.
Setelah acara berakhir, mereka semua kembali ke kediaman masing-masing, Anya tentu saja ikut bersama Axcel ke kediamannya
"Bagaimana perasaanmu.?" Tanya Axcel setelah sampai di kediamannya.
Anya tersenyum dan mengucapkan terimah kasih atas semua kebaikan Axcel, Dia juga meminta untuk kembali membantu Axcel di perusahaan. Tentu saja Axcel lengsung menerimanya. Terlebih kini pengetahuan Anya tentang bisnis lebih luas dari tiga tahun yang lalu.
Sebentar setelah berbincang, Anya mengantar Reygan ke kamarnya, dia juga memilih tidur bersama anak kecil itu. Di dalam kamar Reygan dengan lampu yang sedikit remang, Anya menatap Reygan, dia mengingat kembali masa-masa sulit yang dia lalui sebelum ke negri Paman Sam. Luka lama yang telah dikuburnya dalam-dalam terbersit kembali.
Wanita mana yang tidak menginginkan seorang Anak, Wanita akan sempurna jika dia bisa melahirkan seorang putra atau putri untuk suaminya. Tapi Anya tidak, dia begitu sulit untuk memiliki hal tersebut. Hatinya puas saat mendengar bahwa paman Axcel yang telah membuatnya susah mendapatkan keturunan itu, kondisinya sudah tidak memungkinkan.
Puas menatap Reygan, Anya bengkit untuk menyusun barangnya di lemari Reygan, Hal itu sudah biasa, karna Jika Anya menginap di tempat Axcel, dia lebih memilih tidur bersama Reygan, dan menyatukan pakaiannya dengan pakaian Reygan.
Begitu Anya membuka lemari, yang pertama dia lihat adalah kemeja putih milik Daniel yang terakhir kali dirinya pakai saat meninggalkan Daniel waktu itu. Seketika semua ingatan tentang Daniel kembali bersemayam di khayalan Anya. Meski sudah begitu lama, Cintanya pada Daniel tidak berubah. Dia menyadari cintanya saat dirinya berada di negri Paman Sam.
Namun, waktu telah berlalu, meski Anya mencintai Daniel, dia tidak berfikir untuk mengatakannya dan lebih memilih menyembunyikan semuanya. Bukan tidak ingin, hanya saja, Anya merasa dirinya tidak pantas untuk Daniel. Daniel adalah pewaris Mintle grup, sementara dirinya hanya orang biasa, yang jika tidak ada Axcel, dia tidak akan pernah tahu kemana arah tujuan hidupnya. Terlebih dirinya juga sangat sulit memiliki keturunan.
Anya menatap kemeja putih itu dan mengesernya ke arah kiri hingga tidak kelihatan. Dia kemudian memasukkan pakaian-pakaiannya, baru kemudian merebahkan diri di samping Reygan dan memeluknya. hingga dia terlelap.
***
__ADS_1
Anya kembali beraktifitas di perusahaan, kini dia menjadi direktur bagian pemasaran, Dia semakin cantik dan semakin berwawasan luas.
"Boss apa yang sedang Boss pikirkan.?" Tanya Anya ketika dia masuk ke ruangan Axcel. Laki-laki itu terlihat sedang bingung dengan sebuah berkas di tangannya.
"Ah... Itu.?"
"Boleh aku lihat.?"
"Tapi..."
"Tak apa.?"
Axcel kemudian memberikan berkas itu pada Anya, sesaat Anya meneliti berkas itu dan menyerahkan kembali ke Axcel. Dia meminta Axcel agar proyek yang ada di dalam berkas itu di serahkan padanya.
"Tapi...!"
"Tak apa Boss... Semua sudah berlalu, jadi tak perlu di permasalahkan."
Rupanya berkas proyek yang membuat Axcel bingung, adalah proyek tentang kerja sama yang baru di kirim Daniel ke Axcel. Dia sebenarnya tidak ingin Anya yang mengerjakannya, meski memang itu adalah tugasnya, Axcel takut jika luka lama yang ada di hati Anya terbuka lagi.
"Slamat siang Tn.Daniel.!" Sapa Anya setelah masuk ke ruangan Daniel.
Melihat Anya berdiri tepat di depannya. Bunga yang telah Daniel rawat di hatinya selama ini benar-benar mendatanginya. Tak kuasa menahan kerinduan, dia segera memeluk Anya. Berkas yang ada di tangan Anya terjatuh berserakan di lantai. Daniel bahkan menjatuhkan ciuman di seluruh wajah Anya. Hanya bibir Anya yang belum Daniel jamah.
Sebentar Daniel menatap bibir yang telah lama tidak dia sentuh, dan tampa sepata kata, dia mencium Anya di bibirnya. Anya diam saja. Dia tidak menolak ataupun membalas ciuman Daniel.
"Anda sudah puas Tn.Daniel.?" Tanya Anya setelah Daniel melepaskan ciumannya.
"Aku begitu merindukanmu.!"
"Rindu.? Maaf Tn.Daniel, aku ke sini bukan untuk melayani nafsumu padaku, aku ke sini untuk urusan bisnis."
"Anya, mengapa kamu menghukumku seperti ini.? tidakkah kamu kasihan padaku, kamu meninggalkanku selama tiga tahun, dan begitu kembali, kamu bahkan tidak berdelik sedikitpun padaku."
"Lupakanlah yang sudah berlalu, aku bukan lagi Anya yang dulu, dia sudah mati bersama luka yang anda beri Tn.Daniel.!" Jawab Anya penuh kebohongan.
__ADS_1
"Anya..."
"Stop...! Aku ke seni membawa berkas yang sudah ditanda tangani Tn.Axcel," Kata Anya sambil memungut berkas yang berserakan di lantai dan menyerahkannya pada Daniel. Dia pergi setelahnya, dia meninggalkan Daniel yang hanya bisa menatap kepergiannya.
Di kediaman Atmaja.
"Sayang bagaimana dengan yang dimints Reygan tempo hari." Tanya Julia merebahkan diri di pangkuan Axcel.
"Juli aku masih ada pekerjaan." Jawab Axcel yang sedang mengerjakan sesuatu di ruang kerjanya.
Julia melompat turun dari pangkuan Axcel. Axcel kembali pada layar komputer di depannya. Dia tidak perduli ke mana Julia setelah turun dari pangkuannya. 'Berani sekali kamu menolakku.' Ucap Julia dalam hati,
"Juli." Panggil Axcel terkejut, betapa tidak, setelah Julia turun dari pangkuannya, rupanya Julia merangkak di bawah meja dan bersimpuh tepat di ************ Axcel.
Axcel kalang kabut ketika layar komputernya tiba-tiba menerima panggilan vidio dari salah satu rekan bisnisnya. Dia segera menerima panggilan vidio itu. Dan langsung membicarakan tentang kerja samanya.
"Aku akan menghukummu karna sudah berani menolakku." Kata Julia senyum sinis.
Di bawah sana Julia, mulai membuka gasper Axcel, menurunkan resletingnya dan mengeluarkn sesuatu dari sana yang masih kenyal. Pelan-pelan Julia memberikan foreplay pada milik Axcel.
"Tentang itu, nanti saya akan mengirimkan contohnya agh...!" Pekik Axcel di akhir perkataannya.
"Tn.Axcel anda kenapa.?" Tanya rekan bisnisnya.
"Tidak, tidak ada apa-apa, sampai di mana ki agh...!"
"Tn.Axcel anda kenapa.? apa ada sesuatu yang tetjadi di sana.?"
"Ah... itu, tidak ada."
Sementara Axcel berbicara dengan rekan bisnisnya, Julia juga semakin lihai di bawah sana bermain dengan lidahnya. Sesekali Axcel memekik karna kenikmatan. Sampai-sampai Axcel menggepalkan tangannya untuk menahan agar erangannya tidak keluar dan dilihat oleh rekan bisnisnya.
"Agggrrhhh...." Erang Axcel.
Bersambung...
__ADS_1
******