KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Kerja sama


__ADS_3

Dua minggu lagi adalah hari di mana Gavano dan Alleta mengadakan resepsi mereka, Aliya dan Revandra sangat sibuk menyiapkan persiapannya.


Sementra Alleta dan Arkana hanya melakukan aktivitas seperti biasa di kampus, dan Gavano bekerja di perusahaan. Lalu Riko dan Alexa masih di Spanol.


Meskipun acar tur telah selesai, Alexa ingin tinggal lebih lama lagi dan akan kembali sebelum resepsi diadakan. Ia memilih tinggal lebih lama dengan segala rencananya untuk mendapatkan Riko.


Meskipun berulang kali Riko meminta pada Gavano untuk mencari orang lain menggantikannya unuk menjaga Alexa, tapi tetap saja Gavano menolak dengan alasan bahwa Riko adalah lelaki yang paling Gavano bisa percaya untuk menjaga Alexa layaknya adik kandungnya sendiri.


Di sebuah apartemen, Felisa yang masih penuh bekas luka cambukan di tubuhnya terbangun dan terkejut saat melihat tempat yang asing untuknya.


Felisa berusaha bersikap tenang dan memikirkan di mana dirinya sedang berada. Bukankah terakhir kali ia berada di sebuah tempat yang juga tidak ia ketahui dan diperlakukan seperti binatang oleh orang yang tidak di ketahui pula.


"Sudah bangun nona.?" Tanya seorang lelaki mendekati Felisa dengan segelas air di tangannya.


Seketika Felisa kembali terkejut lantaran ia tidak mengenal siapa lelaki itu. Perlahan wanita cantik itu mundur saat lelaki dengan segelas air ditangannya semakin mendekat


"Hei... tenanglah nona Felisa, aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.!" Ucap lelaki itu lalu duduk di samping pembaringan.


"Siapa kamu.? dan ada urusan apa denganku.? Lalu dari mana kamu tahu siapa namaku.?"


"Sebelumnya, perkenalkan, aku Leo, Leo Santosa."


Sejenak Felisa mengingat-ngingat kembali, sepertinya dia sedikit femeliar dengan nama kelurga lelaki di dekatnya itu.


"Apakah itu Santosa grup.?".


"Benar sekali nona Felisa."


"Lalu ada urusan apa kamu denganku.?"


"Aku tahu kamu, menginginkan presedir Gavano."


"Apa hubungannya denganmu."


"Aku menyukai Alleta,"


"Maksudmu istrinya Gavano ?"


"Begitulah,"


"Sial... kenapa semua pria jatuh hati pada gadis ja..lang itu."


Raut wajah Leo berubah ketika Felisa menyebut Alleta gadis ******. Dengan sigap ia mencengkram leher Felisa. Hingga Felisa seperti hampir kehabisan nafas, baru Leo melepaskan cengkramannya.


"Sekali lagi, jangan menyebutnya gadis ja..lang."


Setelah melepas cengkramannya, Leo kembali duduk di posisi semula,


"Aku membawamu ke mari untuk membantuku memiliki gadis itu."


"Apa maksudmu.?" Tanya Felisa yang masih mersa sakit di bagian lehernya


"Bukankah kamu menginginkan Gavano, dan aku menginginkan gadis itu, maka aku mengajakmu untuk kerja sama."


Sebentar Felisa berfikir sejenak, lantara sangat mencintai Gavano, perempuan itu langsung saja menerima tawaran Leo.

__ADS_1


"Baik, tapi boleh aku bertanya.?"


"Apa itu.?"


"Apa ada alasan lain di balik kamu ingin memiliki istrinya.?"


"Tebakanmu memang benar, terlepas ingin memiliki gadis itu, aku juga memiliki dendam pada keluarga Gavano, dendam yang ibuku tinggalkan padaku.!, meskipun dia bukan ibu kandungku, tapi dia adalah orang yang memberiku kasih sayang seorang ibu." Jawab Leo menggepalkan tangannya dan menatap ke sebuah arah dengan tatapan tajam.


"Tapi kami jangan sampai menyakiti Gavano."


"Tenang saja, dendanmku untuk ayahnya yang telah membuat ibuku Laila menderita sebelum menikah dengan ayah.!"


Setelah melakukan kesepakatan Leo bangkit dari duduknya. Lalu meninggalkan Felisa, tapi sebelum itu, ia menyarankan pada Felisa agar Felisa memulihkan tubuhnya secepat mungkin, karna Leo berencana membawa Felisa ke resepsi pernikahan Gavano dan Alleta.


Seminggu yang lalu, setelah direktur-direktur yang nafsuan itu menyiksa Felisa dan meninggalkannya begitu saja. Felisa tidak sadarkan diri selama satu minggu, dan setelah sadar, dia sudah berada di sebuah gang yang di penuhi dengan para preman jalanan.


Melihat wajah Felisa yang sangat cantik, para preman jalanan itu me..mperkosa Felisa bergiliran hingga puas lalu meninggalkannya, Setelah itu dengan putus asa Felisa berjalan dan tidak sengaja menabrak mobil Leo, untung saja laju mobil tidak kencang dan tidak menimbulkan luka yang serius pada Felisa.


Leo yang terkejut seperti menabrak sesuatu turun dari mobil dan mendapati Felisa tersungkur di depan mobil dalam keadaan yang begitu lemah.


Pengusaha seperti Leo tentunya tau bahwa Felisa adalah model terhot di Gramentha Grup, maka Leo membawa Felisa dan memberikan perawatan padanya. Tak lupa mencari tahu menganai mengapa Felisa jadi seperti itu.


Namun, meskipun Leo sudah mengerahkan sebagian orangnya, tetap saja Leo tidak dapat mengetahui siapa yang membuat Felisa seperti itu, hanya satu info yang Leo dapatkan, yaitu Felisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan cinta Gavano.


***


Di sebuah tempat foto box, Alleta dan Mira sedang menghabiskan waktu bersama, mereka membuat beberapa foto, karna menurut Mira, jika seluruh publik tahu jika Alleta dalah nyonya muda Gramentha Grup, maka tak ada banyak waktu untuk bersama sahabatnya itu.



"Aku juga tidak tahu Mira, akhir-akhir ini aku sangat nyaman mengenakannya, dan juga di setiap hodie yang aku kenakan terdapat aroma Gavano." Jawab Alleta sambil mengendus hodie yang ia kenakan.


"Itu wajar bagi sepasang suami istri."


Setelah puas berfoto, Alleta dan Mira istirahat sejenak di sebuah cafe sambil menikmati minuman dan cemilan yang ada di cafe itu.


"Alleta, aku ke kamar kecil sebentar ya.!"


"Ok.!"


Sebentar setelah Mira berlalu, tiba-tiba Alleta di kejutkan oleh seseorang yang kebetulan juga sedang menikmati cofelate di cafe itu, dan mendekati Alleta saat Mira berlalu.


"Nona Alleta, kita bertemu lagi." ucapnya sambil duduk di kursi bekas Mira.


Namun seperti biasa, Alleta tidak menghiraukannya, dan tetap fokus pada minuman dan cemilannya.


"Nona Alleta, tidakkah kamu begitu cuek.?"


"Tak ada sesuatu yang mengharuskanku membalas sapaanmu." Jawab Alleta ketus.


"Kamu tahu Alleta, dengan sikapmu yang seperti ini, membuatku semakin ingin memilikimu."


Seketika Alleta marah dan menghantam meja lalu berteriak.


"Tuan Leo... berhenti mengusikku." Kesal Alleta membuat semua pengunjung menoleh lantaran hantaman meja yang di lakukan oleh Alleta tadi.

__ADS_1


"Tenang nona, jangan marah."


"Pergi dari hadapanku, jika masih di sini aku akan teriak." Ucap Alleta sambil menunjuk ke arah pintu, agar Leo pergi dari tenpat itu.


Tak mau membuat Alleta membecinya, Leo memilih untuk meninggalkannya, dan Mira juga sudah kembali.


"Ada apa Alleta.? Kenapa kamu begitu marah.?"


"Mira, aku ingin pulang.!"


"Baik kita pulang.!"


Beberapa saat beralalu, Alleta sudah sampai di kediaman Gavano di atar oleh seorang sopir dan dua orang yang peribtahkan oleh Gavano menjaga Alleta diam-diam.


Alleta merebahkan badannya di pembaringan, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Melihat Gavano yang memanggil, Alleta segera menerima panggilan itu.


"Vano.! kapan kamu kembali.?"


"Sebebntar lagi. kenapa.?"


"Aku merindukanmu.!"


"Nyalakan laptop dan mari melakukan panggilan vidio melalui itu, agar aku bisa melihat seleruh tubuhmu."


"Kau mesum..."


Seperti yang di katakan Gavano, Alleta segera membuka laptop dan melakukan panggilan vidio dengan Gavano.


"Hari ini kemana saja.? Arkana bilang setelah jam pelajaran selesai kamu langsung menghilang.?"


"Aku hanya menghabiskan waktu dengan Mira saja."


"Apa kamu merindukanku.?"


"Tentu saka aku merindukan suamiku."


"Sebentar lagi pekerjaanku selesai, dan aku akan langsung pulang. Dan memberimu pelayanan."


"Mesum..."


Alleta dan Gavano saling menggoda melalui panggilan vidio itu, namun raut wajah Gavano berubah ketika melihat ada bayangan hitam dari balik jendela di belakang Alleta


Tak mau membuat Alleta terkejut dan merasa tidak aman, Gavano meminta Alleta untuk makan malam di bawah bersama Arkana.


"Sudah dulu ya.! Kamu makan malam bersama Arkana di bawah.!"


"Kebetulan aku juga sedang lapar."


Setelah panggilan selesai, Gavano segera menghubungi Arkana yang kebetulan sedang berada di ruang tamu sambil menghapal dialok drama yang akan dia mainkan.


Bersambung...


******


Author note : Sekali maaf banget jika terdapat banyak typo, padahal aku sudah cek beberapa kali, tapi setelah lulus revie malah banyak kesalahan🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2