KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Hanya saat ini


__ADS_3

Betapa kagetnya Anya melihat Daniel di sebuah kamar hotel yang di sebelahnya ada seorang wanita yang tengkurap tampa busana. Entah mengapa hati Anya merasa sakit. Padahal dia tahu bahwa dia dan Daniel hanyalah sebatas kerja sama saja.


"Bantu aku.!" Pinta Daniel memijit kepalanya yang masih sedikit pusing.


Semalam saat Anya ijin untuk menginap di tempat Axcel, Daniel mengijinkannya, dan setelah Anya berlalu, dia juga keluar ke sebuah club malam dan minum banyak, dan tentang wanita yang berbaring di sebelahnya, Daniel tidak tahu kapan wanita itu masuk di kamarnya. Yang dia tahu bahwa dirinya begitu mabuk dan memesan sebuah kamar hotel sendiri.


"Berhenti beralasan, mari kita pulang!". Kata Anya membantu Daniel memakaikan pakaiannya.


Anya hanya melirik sinis wanita yang masih tertidur tampa busana itu dan meninggalkan beberapa lembar uang di sebelahnya dan juga sebua catatan kecil tanda terimah kasih atas pelayanannya semalam. Meski tak tahu apa yang sebebarnya terjadi, Anya mengambil kesimpulan bahwa semalam Daniel tidur bersama wanita itu.


Sesampainya di rumah, Anya membantu Daniel mebersihkan diri. Setelah selesai, Anya hendak bangkit, namun Daniel tiba-tiba menarik tangannya hingga Anya jatuh menimpa tubuh kokoh Daniel.


Sesaat keadaan menjadi tenang, hanya detak jantung yang begitu keras terdengar. Entah siapa pemilik detak jantung itu, apakah itu jantung Daniel.?, apakah itu jantung Anya.? ataukah detakan jantung itu bersal dari keduanya.


"Maaf Tn.Daniel." Kata Anya, tapi Daniel tidak menjawab, dia hanya terus saja menatap Anya.


Saat Anya berdiri, Daniel tiba-tiba memeluk lingkar pinggang Anya, membenamkan wajahnya di sana.


"Jangan tinggalkan aku.!" Pinta Daniel.


Melihat Daniel yang sefrustasi itu, Anya merasa iba padanya, tak tega rasanya untuk melerai pelukan Daniel.


"Baik Tn.Daniel, aku tidak akan meninggalkanmu."


"Lalu, bagaimana dengan tawaran menikah.?"


"Tentang itu, aku, aku, aku,,,"


Cup... Belum sempat Anya meneruskan kata-katanya, Daniel sudah menyumbat bibir Anya dengan sebuah kecupan. Beberapa saat Anya terlena dengan kecupan dari Daniel, dia bahkan sangat menikmatinya.


Melihat Anya menikmati kecupan itu, Daniel mulai menggerakan jari-jarinya menyusp di balik pakaian Anya.


"Ugh...!" leguh Anya saat Daniel me..remas bahkan memilin unjung benda lunak milik Anya yang sedikit besar dari milik seorang wanita normal.


Leguhan Anya membut Daniel merubah posisi dan menindih Anya tampa melepaskan bibir mereka yang sedang berpagut. Anya menikmatinya, entah itu karna terbawa suasan atau karna Anya memang sangat menginginkannya.

__ADS_1


Kini Anya sudah polos tampa benang sehelaipun yang menutupi tubuh mulusnya yang bagai kain sutra saat Danile menelusurinya dengan lidahnya. Membuat Anya sesekali memekik kenikmatan.


Di tengah menikmati kenikmatan itu, Daniel tiba-tiba berhenti dan menatap Anya, dia bertanya pada wanita yang sudah polos di bawahnya.


"Nona Anya, apa boleh.?"


Anya yang tadinya hampir kelepasan akhirnya sadar akan apa yang dia lakukan, di juga seketika jadi bingung lantran Daniel lagi-lagi bertanya terlebih dahulu padanya. Anya begitu malu, dia berpaling ke arah lain.


"Tn.Daniel, boleh nanti malam saja, bukankah Tn. baru saja melakukannya dengan wanita lain semalam.?"


Daniel lagi-lagi mengalah, benar apa yang di katakan Anya, baru semalam di bersama wanita lain, bgaimana bisa dia ingin Anya melayaninya pagi itu.


"Baiklah jika itu yang kamu mau." Kata Danile beranjak dari sisi atas Anya dan menarik selimut untukenutupi tubuh polos Anya.


"Tn.Daniel, terimah kasih." Ucap Anya malu-malu.


"Em... berpakaianlah, kita akan ke perusahaan bersama.?"


"Bersama.?"


"Tapi Tn.Daniel, bagaimana bisa aku..."


"Kamu adalah wanitaku saat ini.! Jadi setidaknya kamu harus berada di sampingku.


'Saat ini,? ya memang untuk saat ini.' Ucap Anya dalam hati. Entah mengapa kata-kata 'saat ini', membuat Anya merasa sakit di dadanya.


***


Seorang pria paruh baya merasa kesakitan di bagin perutnya, dia begitu menderita lantaran bekas oprasinya mengalami infeksi, dia adalah paman Axcel yaitu Atman.


Rasa sakit yang di deritanya terkadang sampai dia memuntahkan darah. Tak kuasa menahan rasa sakit itu, Atman meminta pelayannya untuk membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.


Sesampainya di rumah sakit, paman Axcel kembali menjalani oprasi lantaran infeksi yang terjadi pada ususnya. Dan begitu sadar setelah oprasi, paman Axcel begitu kesal, amarahnya meledak, dan mencoba merencanakan sesutu untuk Axcel dan keluarga kecilnya lagi.


Atman juga sudah mencari tahu siapa yang ada di balik Axcel dan membantunya. Namun, sekuat tenaga dan banyak bantuan koneksi, Atman juga tidak dapat menemukan siapa di balik semuanya. Dia nerencanakan sesuasu bagaimana caranya memancing orang yang ada di balik Axcel itu keluar menampakkan diri.

__ADS_1


"Cih.. siapapun itu, dia harus membayar atas apa yang dia lakukan padaku, sialan.!" Kesal Atman sambil menahan rasa sakit di perutnya.


Di waktu yang bersamaan, Anya yang telah mendapat ijin dari Daniel untuk mengurus keperluan Axcel segera ke perusahaan menjemput Axcel, lalu ke kediaman Axcel menjemput Julia dan Reygan.


Seperti yang telah Anya dan Clara sepakati, Anya mempertemukan mereka di sebuah restauran barat,


Setelah sampai, Anya memesan tempat dan memibta Axcel dan Julia juga Reygan untuk menunggu Clara. Tak beberapa lama menunggu, akhirnya Clara yang ditemani Alvaro menghampi mereka.


"Hallo Nona Clara." Sapa Axcel setelah Clara duduk.


"Hallo juga.".


"Emm... Sepertinya ini adalah sesuatu yang penting, bagaimana jika Aku dan Reygan menunggu di toko es krim di seberang jalan sana." Kata Anya yang seolah mengerti saat Clara menatapnya tadi.


"Aku juga ikut kalian." Sergah Alvaro.


Setelah Anya, Reygan dan Alvaro berlalu, Axcel memulai apa yang selama ini menjadi pertanyaannya tentang Clara dan mengapa Clara selalu membantunya.


Sementra itu saat hendak memasuki toko es krim, beberpa orang menghadang Anya, Reygan dan juga Alvaro.


"Siapa kalian,?" Tanya Alvaro memasang badan di dedepan Anya dan Alvaro.


"Lakukan." Perintah salah satu di antara mereka untuk menangkap Anya dan Reygan.


Alvaro berusaha melindungi Anya dan Reygan, hingga terjadi perkelahilan, tak ada yang membantu Alvaro, lantaran semua orang di tahan oleh beberapa dari mereka yang menghadang tadi, sementara pengawal yang di tugaskan mengikuti mereka, entah bagaimna caranya para penghadang tadi mengalahkannya.


Alvaro sekuat tenaga melawan orang-orang bertubuh kekar itu. Namun, Alvaro akhirnya di kalahkan saat seseorang menusuknya dengan pisau. Anya yang melihat itu, berteriak histeris. Air matanya mengalir deras. Hingga mereka di bawah oleh beberapa orang tersebut. Entah ke mana.


Kembali pada Clara, setelah Axcel bertanya siapa Clara dan apa maksud dan tujuannya sering kali membantu kelurga kecilnya. Juga mengapa Clara melakukan hal-hal gila untuk melindungi kebahagiaan Axcel dan Julia.


Baru saja Clara ingin menjawab dan mengatakan kebenarannya, Tiba-tiba Alvaro dengan tenaga yang tersisah dan beberapa cairan warna merah membasahi kemeja putihnya menghampiri Clara.


"Nona Clara, Anya dan Reygan telah dibawa pergi." Kata Alvaro srbelum tidak sadarkan diri.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2