
"Apa benar yang kamu katakan Alleta.?" Tanya Arkana untuk lebih memastikan.
"Em..."
"Dari mana kakak ipar tahu.?"
"Lexa, aku tahu itu karna Grace sendiri yang mengtakannya kemarin saat Van Van menelfonku.!"
"Apa tanggapan Van Van.?"
"Tidak ada."
"Lalu apa yang harus kita lakukan.? haruskah kita memberitahu kakak Vano.?" Kata Alexa.
"Tidak, jangan dulu, sebaiknya kita simpan dan lebih menyelidiki, terlebih jika memang wanita itu ibu kandung Van Van, bagaimana bisa dia tidak tahu bahwa dia mengandung dan melahirkan." Sergah Arkana.
"Benar, sebaiknya kita cari tahu dulu, dan kamu, Lexa, aku harap masalah ini jangan sampai diketahui ayah dan ibu, cukup kita bertiga dan Van Van saja yang tahu."
"Baik kakak ipar."
Malam hari, mereka sekeluarga akan makan malam bersama, hidangan sudah disiapkan di meja atas permintaan Aliya.
Masing-masing mengambil tempat duduknya, sedang Grace, melihat Alleta belum duduk di sebelah Gavano, dia langsung mengambil tempat duduk itu.
Jujur saja semua yang melihat hal itu merasa geram pada wanita itu, begitu pula Gavano, tak terkecuali Alleta.
"Minggir, itu tempat duduk Alleta." Perintah Revandra.
"Tak apa ayah, biarkan saja, bibi Grace duduk di tempatku, sekalian membantu Devan makan.!"
Perkataan Alleta yang seolah mengalah pada Grace, membuat semuanya diam dan menurut saja. Mereka semua makan dengan tenang, hingga tidak sengaja Alleta menjatuhkan sendoknya.
Cepat-cepat gadis muda itu menunduk dan meraih sendok yang jatuh tadi dan melihat Grace meletakkan tanggannya di paha Gavano, Gavano tidak menepisnya karna Grace meletakkan tangannya sambil berbicara padanya tentan Devan.
'He, Berani menyentuh priaku.' Kata Alleta dalam hati, baru kemudian kembali duduk dan makan dengan tenang.
Hingga beberpa saat kemudian Alleta ingin ke toilet.
"Aku membutuhkan toilet." Ucap Alleta
"Pergilah sayangku.!" Sahut Aliya.
Alleta bangkit dari duduknya dan berjalan hendak ke toilet. Tiba-tiba ia terjatuh seolah-olah kakinya tersandung dan jatuh kepelukan Gavano dengan posisi duduk di paha lelaki itu. Tentu saja Alleta hanya pura-pura untuk membuat Grace kesal.
"My...!"
"Kamu kenapa Alleta.?" Tanya Gavano khawatir disusul Aliya dan Revandra.
"Aku sedikit pusing."
"Kalau begitu aku antar kamu ke kamar."
"Em..."
Gavano menggendong Alleta ke kamar, sementara Alleta melihat Grace begitu kesal, wanita itu bertambah kesal saat Alleta menjulurkan lidahnya pada Grace.
"Sial..."
"Apa katamu.?" Bentak Revandra.
"Ah... tidak, tidak ada tuan besar."
"Mungkin itu efek kehamilannya, makanya pusing." Kata Aliaya.
Grace terkejut mendengar bahwa Alleta saat ini sedang mengandung. 'Apa.? Gadis si..alan itu mengandung.? tidak, ini tidak bisa dibiarkan. Tapi bagaimana caranya melenyapkan ja..nin itu, sementara Leo tidak menginginkan terjadi apa-apa padanya.' Gumam Grace dalam hati.
"Ibu, aku ingin makan ikan itu." Pinta Devan tiba-tiba, membuyarkan lamunan Grace.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan.? cepat layani Devan." Kembali Revandra membentak Grace.
Tak ada pilihn lain bagi Grace kecuali melanjutkan membantu Devan dengan makanannya. Namun pikirannya saat itu sedang ke mana-mana. Dan mencari cara melenyapkan ja..nin Alleta bahkan jika perlu Alleta sekalipun tampa sepengetahuan Leo bahwa Grace yang melakukannya.
***
Seperti biasa Alexa ke kampus di antar sopir dan dua orang yang diminta Gavano untuk menjaga Alexa. Sementara Riko belum masuk ke perusahaan lantaran masih belum siap bertemu dengan Gavano.
Sejujurnya ia masih begitu kesal dengan sahabatnya itu, maka ia meminta cuti sedikit lebih lama. Dan Gavano hanya bisa memberinya cuti, meski sebenarnya dirinya harus sibuk menangani semua pekerjaan sendiri.
Setelah pelajaran selesai, Alexa keluar dari kelas dan melihat sekeliling. 'Bagaimana caraku kabur, sementra dua orang yang kakak perintahkan ada di sekitar.' Pikir Alexa, hingga gadis kecil itu tidak sengaja melihat seorang gadis yang sama dengan bentuk tubunya.
Hanya saja gadis itu tidak secantik Alexa, maka Alexa menarik tangan gadis itu, membawanya ke toilet.
"Ma..maf kenapa kamu menarikku ke mari.?" Tanya gadis yang tubuhnya mirip Alexa itu.
"Aku ingin meminta bantuanmu.!"
"Apa.?"
"Saat ini dua orang suruhan kakakku sedang mengawasiku, tapi aku ingin pergi ke suatu tempat, dan itu tidak mungkin bagiku jika mereka masi mengikutiku."
"Lalu apa yang bisa ku bantu.?"
Alexa menyapu pandan dari ujung kaki hingga ujung rambut gadis yang tubuhnya mirip dengannya.
"Pinjamkan pakaianmu.!"
"Lalu aku pakai apa.?"
"Kita berganti pakaian, sepertinya ukuran kita sama. Please.!" Mohon Alexa.
"Baiklah."
"Terimah kasih banyak, untuk itu, aku tidak akan melakukan ini secara gratis, ini ambillah, aku tahu saat ini kamu sedang butuh biaya.!" Kata Alexa memberi uang sebanyak dua juta rupiah pada gadis itu.
"Sudah, tidak ada tapi, kalau kurang nanti aku tambah."
"Tidak. ini sudah cukup." Jawab gadis itu yang terpaksa menerima uang dari Alexa, lantara saat ini dirinya memang sedang butuh biaya.
Alexa dan gadis itu melepaskan pakaian masing-masing, dan bertukar pakaian.
"Nanti saat kamu sudah mendekat pada mereka, maka kamu harus lari. Seolah-olah itu aku yang berlari."
"Baiklah."
Dengan bantuan gadis itu, akhirnya Alexa bisa mengoceh dan kabur dari orang-orang suruhan Gavano. gadis kecil itu cepat-cepat masuk ke taxi dan memerintahkan sopir taxi segera menjalankan mobilnya.
Lega sekali nafas Alexa saat ia sudah berada jauh dari universitas.
"Mau ke mana nona.?" Tanya sopir taxi itu sopan.
"Antarkan ke alamat ini.!" Jawab Alexa memberi sebuah kartu nama, yaitu kartu milik Riko.
Seperti yang Alexa minta, sopir taxi itu mengantarnya ke rumah Riko. Tampa membuang waktu lagi, setelah membayar taxi Alexa berlari dan mengetuk pintu rumah Riko.
"Alexa.!" Ucap Aren terkejut.
"Bibi, di mana kakak Riko.?"
"Riko ada di kamarnya, sudah dua hari ini mengurung diri di kamarnya, dan hanya keluar ketika ingin makan saja."
"Boleh Lexa menemui kakak Riko bibi.?" Pinta Alexa pada Aren.
"Sebenarnya ada apa, tidak biasanya seperti ini, Gavano juga tidak pernah menghubungi sekalipun." Tanya Aren lagi.
"Itu bibi Aren, kakak Vano. Dia melakukan sesuatu pada kami berdua."
__ADS_1
Alexa kemudian menceritakan apa yang terjadi saat di New York tak terkecuali tentang Gavano yang mengawasinya. Dan bagaimana caranya hingga ia bisa kabur dari orang-orang Gavano.
"Pergilah ke kamarnya.!"
"Terimah kasih bibi Aren."
Alexa segera berlari menaiki anak tangga dan masuk ke kamar Riko tampa mengetuk daun pintu. Riko terkejut dengan kedatangan Alexa.
"Alexa.!"
"Kakak, Lexa sangat merindukanmu.!" Ucapnya segera memeluk lelaki pujaannya itu.
Begitu pula Riko, membalas pelukan Alexa dan mencium ubun-ubunnya.
"Bagaimana kamu bisa sampai di sini.?" Tanya Riko setelah puas memeluk gadis kecil itu.
"Lexa kabur."
"Sunguh berani."
"Lexa merindukanmu kakak.!"
"Aku juga, tapi aku harus mengantarmu kembali."
"Tidak, Lexa ingin lebih lama di sini.!"
"Tapi Alexa."
"Kakak please...!"
Tak tega melihat Alexa memohon padanya, Riko mengurungkan niatnya untuk mengantar Alexa kembali.
"Kakak...!"
"Em..."
"Lexa capek dan ingin berbaring."
Riko membawa Alexa ke tempat tidur dan menuntunya berbaring, baru saja Riko ingin bangkit mengambil seauatu, Alexa tiba-tiba menarik kerah baju Riko, hingga Riko terjatuh menimpanya.
Sesaat keheningan terjadi, hanya suara degupan jantung dari kwsuanya yang terdengar, hingga Riko menjatuhkan ciumannya pada gadis kecil itu. Me..lumatnya lembut dan berhenti saat nafas Alexa ter...engah-eng..ah.
"Kakak, Lexa mencintaimu."
"Aku juga gadis kecil."
Riko kembali me..cium Alexa, dan ci.muman itu berpindah di leher Allexa. sementara tanganya muali nakal menyusup di balik baju Alexa.
"A..h..h Kakak.!" De..sah Alexa manja.
Riko yang men..cembui Alexa, tiba-tiba berhenti.
"Kenapa kakak Riko berhenti, apa kakak sudah tidak menginginkan Lexa lagi.?"
"Tidak bukan itu, hanya saja, Ini bukan waktu yang tepat. Dan kamu harus ingat satu hal. Aku begitu mencintaimu, dan akan menjagamu."
"Sungguh.?" Tanya Alexa yang kemudian duduk di pembaringan.
"Aku bersumpah." Ucap Riko seraya memeluk gadis kecil itu.
Pelukan keduanya terlerai saat Riko mendapatkan sebuah pesan dari ponselnya.
(Bawa dia kembali).
Bersambung...
__ADS_1
******