KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Semua karna Felisa


__ADS_3

Alleta menatap wanita yang memanggilnya, Gadis itu mencoba mengingat-ingat lagi siapa wanita itu, namun tetap saja Alleta merasa tidak pernah bertemu dengannya.


"Anda siapa.?"


"Bisa bicara sebentar Nona.?"


"Apa yang ingin kau bicarakan pada istriku.?" Sergah Gavano yang baru saja datang.


Lantaran sangat cemas karna mendapat kabar dari dua orang yang ia minta untuk menjaga Alleta, bahwa tadi Leo berusaha mendekati Alleta.


"Ini tentang siapa yang meracuni nona Alleta tempo hari,"


"Tidak perlu, aku sudah tau bahwa itu Luna." Jawab Gavano tegas.


"Anda salah, itu bukan Luna."


Seketika Gavano tersentak dan menggepalkan tangannya.


"Lalu siapa.?"


"Bisa kita bicara sebentar.?"


"Baiklah..."


Di sebuah cafe yang dekat dengan universitas, Gavano, Alleta dan wanita itu duduk untuk membicarakan sesuatu


"Sebelumnya, perkenalkan dulu, Saya Rania, ibu dari Helen"


"Helen.? di mana Helen sekarang, aku ingin meminta penjelasan padanya." Tanya Alleta seperti sedang kesal.


"Nona, tenangkan dirimu dulu, saat ini putriku Helen belum kembali semenjak anda di racuni.!"


"Apa.?" Alleta terkejut.


Alleta memang tidak tahu bahwa saat ini Helen sedang ada di tangan Gavano, yang ia tahu bahwa Helen tak lagi ingin menemuinya.


"Pada intinya saja, aku harap kau tidak mengecewakanku." Serga Gavano datar.


"Baik, Sebelumnya saya minta maaf karna Helen meracuni istri anda, tapi saat itu putriku sangat membutuhkan biaya untuk penyembuhanku." Jelas ibunya Helen mulai meneteskan air mata


Mendengar apa yang di katakan ibunya Helen, membuat Alleta sedikit merasa prihatin, dia juga adalah gadis yang pernah ada di posisi Helen, membutuhkan uang untuk menyembuhkan ibunya.


"Dan kebetulan waktu itu, seorang wanita cantik mendatangi Helen, dan menawarkan uang yang cukup banyak pada Helen, dengan syarat putriku harus meracuni gadis yang bernama Alleta, awalnya Helen tak mau menerimanya, namun melihat aku semakin parah, dia menerima tawaran itu, Lalu wanita itu berpesan apapun yang terjadi Helen tidak boleh memberi tahu pada siapapun bahwa dialah yang meminta Helen untuk meracuni istri anda."


"Jangan berbelit-belit, beritahu siapa wanita yang kau maksud.?" Tanya Gavano tegas.


"Felisa..."


Mendengr ibunya Helen menyebutkan nama Felisa, Gavano sekali lagi meggepalkan tangannya lantaran emosinya mulai timbul, Sementra Alleta hanya mermas dressnya. 'Ternyata wanita itu lagi.' Ucap Alleta dalam hati yang sangat prihatin dengan ibunya Helen

__ADS_1


"Lalu mengapa baru memberitahu sekarng."


"Maaf presedir, itu karna aku baru saja pulih."


"Baik karna semuanya sudah jelas, kau tinggal menggu putrimu kembali."


"Terimah kasih."


"Ayo.! kita kembali ke rumah" Ajak Gavano pada Alleta."


Namun sebelum Gavano beranjak dari duduknya, ibunya Helen kembali mencegat dan mengatakan sesuatu.


"Tunggu presedir.!" Tahan ibu Helen


"Apa lagi.?"


"Tentang penculikan istri anda beberapa waktu lalu, itu juga ulah Felisa."


Tersentak kaget Gavano mendengar apa yang di katakan ibunya Helen, ternyata dirinya sudah salah mengira jika Luna yang telah melakukannya.


"Dari mana kau tahu, yang aku saja tidak tahu.?" Tanya Gavano sambil menarik Alleta kedalam pelukanya.


Ia takut peristiwa itu akan kembali membuat istrinya mengalamai trauma seperti dulu. Benar saja, Alleta mulai gemetaran.


"Beberapa waktu yang lalu, saat aku ke tempat pemotretan nona Felisa, untuk bertanya di mana Helen, tapi aku tidak sengaja melihatnya sedang berbica dengan seorang pria, Aku penasaran hingga mencoba mendekat bersembunyi di balik pohon. Aku begitu terkejut saat mendengat nona Felisa meminta pria itu untuk menculik istri anda."


Amarah Gavano semakin besar, terlebih lagi, Alleta semakin gemetara, lalu perlahan tubuhnya lemas dan menutup matanya.


Kemudian lelaki itu, mengendong Alleta meninggalkan ibunya Helen yang juga terkejut melihat Alleta tiba-tiba pingsan. Sebelum Gavano pergi, ia sempat berjanji untuk melepaskan Helen.


***


"Dokter...Dokter... Teriak Gavano panik memanggil Dr.Aneth setelah tiba di kediamannya.


Teriakan Gavano membuat Arkana dan Alexa terkejut.


"Ada apa dengan kakak ipar.?" Tanya Alexa cemas.


Karna khwatir yang berlebihan, Gavano tidak menjawab pertanyaan Alexa, ia bahkan mengabaikan kedua adiknya.


"Sepertinya trauma yang di alami nyonya belum sepenuhnya hilang, sehingga hanya sedikit membahas tentang penculikan itu, dia langsung pingsan." Jelas Dr Aneth setelah memeriksa keadaan Alleta.


Semenjak penculikan itu, Gavano meminta Dr.Aneth untuk pindah di sebuah rumah tidak jauh dari kediaman Gavano, dan Gavano juga meminta untuk datang memeriksa Alleta setiap harinya.


Alleta yang pingsan hari itu, tentu saja membuat banyak pertanyaan pada Arkana dan Alexa, Hingga mau tidak mau, Gavano memberitahu semua yang menimpa Alleta kepada kedua adiknya dengan syarat tak memberi tahu siapapun lagi.


Gavano juga memberitahu tentang siapa di balik penculikan itu,.' Kasihan sekali Alleta, rupanya dia telah mengalami masa sulit, dan aku malah semakin mempersulitnya dengan meminta bantuannya . 'Pikir Arkana kasihan pada Alleta.


Esok hari, Alleta terbangun dan sudah tidak menemukan Gavano di sampingnya. Gadis itu kembali mengingat apa yang terjadi kemarin.

__ADS_1


Segera ia berbenah, meraih ponsel dan tasnya, baru kemudian meninggalkan rumah, dan tampa sepengetahuannya, orang yang di perintahkan Gavano untuk mengikutinya juga bergegas saat melihat Alleta terburu-buru meninggalkan rumah tentunya di temani oleh sopir yang di tugaskan untuk membawa Alleta ke manapun.


Sangking terburu-burunya, Alleta tidak sadar bahwa yang mengemudi bukanlah sopir yang biasa mengantrnya, melainkan seseorang yang juga di tugaskan oleh Gavano, tentunya orang itu adalah orang terkuat di antara orang-orang yang dimiliki Gavano.


Ding...


(Sedang apa siluman kecil.?) Isi pesan dari Gavano.


Namun Alleta hanya membacanya saja dan tidak membalasnya. Membuat Gavano yang baru saja tiba di perusahaan merasa kawatir dan tampa memperdulikan karyawan yang menyapanya, ia kembali meninggalkan perusahaan.


Riko yang melihat hal tersebut, segera berlari menyusul Gavano, akan tetapi ia di hadang oleh seorang gadis cantik yang manis.


"Kakak Riko biarkan kakak Vano mengurus masalahnya sendiri."


"Ah... Alexa." Nada terkejut.


"Sebaiknya kakak Riko mengurus masalah di antara kita saja."


"Tak ada yang perlu di urus Alexa."


"Ada... Cinta Lexa harus kakak Riko balas." Pinta Alexa memaksa.


Tak mau di lihat oleh karyawan, Riko membawa Alexa ke ruangannya.


"Bukankah aku sudah bilang jangan menganghuku lagi." Ucap Riko setelah berada di ruangannya.


"Lexa rindu sama kakak.!"


Tak tega melihat Alexa memohon Riko memeluk tubuh gadis kecil itu.


"Maafkan aku.!"


"Kakak, Lexa mengantuk, boleh Lexa tidur sebentar di sini.?"


"Tapi di sini hanya ada sofa.?"


"Tak apa-apa.!" Pinta Lexa semakin memohon.


"Tidurlah, aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku.!" Seru Riko.


Di waktu yang bersamaan Alleta telah tiba di depan suebuah apartemen mewah. Cepat-cepat ia turun dari mobil dan masuk ke apartamen itu di susul oleh orang yang mengantarnya sebagai sopir.


Seperti dugaan Alleta, bahwa Luna berada di apartemennya sedang mengemasi barang-barangnya.


Tampa menunggu waktu lama, Alleta mengetuk daun pintu apartemen Luna. Betapa terkejutnya Luna saat melihat Alleta sudah berdiri di ambang pintu.


Bersambung...


******

__ADS_1


Author note : Maaf jika banyak terdapat typo.


__ADS_2