KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Menyelidiki


__ADS_3

"Ada apa Alleta.? kenapa wajahmu seperti itu.?" Tanya Gavanao yang tiba-tiba masuk ke kamar membawa baki di tangannya.


"Ah... tak ada apa-apa.!"


"Siapa yang menelfon.?" Tanya Gavano lagi menyelidiki


"Van Van telfon cari kamu."


"Lalu.?"


"Ya hanya itu saja."


"Ya sudah.! mari sarapan, baru aku antar ke rumah, masih banyak yang harus aku kerjakan di perusahaan.


Alleta menurut saja apa kata suaminya. Gadis muda itu makan dengan tenang dan sesekali menatap Gavano. Sekelabat pertanya-pertanyaan memutari kepalanya. 'Apa yang akan terjadi jika Gavano tahu siapa ibu Van Van sebenarnya yah.? tapi bagaimana bisa itu terjadi, bahkan dia tidak pernah membahas itu ketika bertemu dengan Gavano.' Pikir Alleta dalam hati.


Seperti yang Gavano katakan, dia mengantar Alleta pulang, dan kembali ke perusahaan. Tapi sebelum itu, dia menyempatkan diri untuk menyapa ayah dan ibunya serta memberi sedikit perhatian pada Devan.


Alleta melihat sekeling, mencari-cari keberadaan Grace, tapi tidak ia temukan. Maka Alleta mengambil kesempatan untuk menemui Devan di kamarnya yang kebetulan tidak mengikuti kelas taman kanak-kanak hari itu.


"Kakak cantik." Sahut Devan ketik Alleta masuk ke kamarnya.


"Ya sayang.!"


"Kakak, apa benar apa yang di katakan ibu tadi pagi, bahwa aku bukan anaknya.?"


Bukannya menjawab pertanyaan Devan, Alleta justru balik bertanya.


"Van Van, jika hal itu memang benar, bgaimana tanggapanmu.? apa kamu sedih.?"


"Tidak,"


"Kenpa bisa begitu.?"


"Selama ini ibu tidak pernah memberiku kasih sayang, bahkan aku hanya di urus oleh pelayan.!"


'Kasihan sekali anak ini.' Gumam Alleta dalam hati.


"Emm... apa Van Van pernah bertemu dengan ibu kandung Van Van.?"


"Maksud kakak, wanita yang di sebut ibu tadi pagi.?"


"Ya.!


"Pernah.!"


"Kapan.?"


"Di restaurant barat yang dekat dengan perusahaan ayah, tapi Van Van tidak tahu kalau itu ibu Van Van."


Alleta terdiam sejenak. 'Sebaiknya aku memberi tahu hal ini pada Arkana.


"Kakak cantik kenapa diam.?"


"Ah... tidak sayang. Boleh kakak bertanya satu hal lagi padamu.?"


"Boleh.!"


"Sayang, jika sebenarnya ibu kandungmu sudah tidak ada lagi, ah, maksudku meninggal, bagaimana tanggapanmu.?"


"Van Van tidak tahu, terlebih Van Van juga tidak pernah bersama dia. Jadi Van Van rasa tidak apa-apa."


"Sungguh.?"


"Karna ada kakak cantik yang akan jadi ibu Van Van."


Alleta merasa terharu dengan perkataan anak kecil itu, betapa tidak, di usianya yang masih lima tahun, msalah serumit itu menimpanya. Beruntung Devan adalah anak laki-laki yang berfikiran dewasa.


"Oh... Van Van sayang.!" Panggil Alleta seraya memeluk Devan.


"Ada drama apa di sini.?" Tanya Grace saat masuk ke kamar Devan dan mendapati Devan sedang berpelukan dengan Alleta.


Alleta dan Devan tersentak dan cepat-cepat melepas pelukannya.


"Ibu..." Panggil Devan.


"Ya... ini aku, kamu sedang apa.?" Bentak Grace.


Hal itu membuat Alleta seketika geram. Dia bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah Grace, menepuk pundaknya sambil berbisik di telingan wanita cantik itu.

__ADS_1


"Seorang ibu kandung tidak akan membentak putranya begitu." Kata Alleta kemudian berlalu meninggalkan kamar Devan.


Grace terkejut dengan apa yang di katakan Alleta. 'Sial... apa gadis ja..lang itu curiga aku bukan ibu Devan.?.' Pikir Grace dalam hati.


"Jangan terlalu sering bertemu dengan gadis ja..lang itu.!" Bentak Grace lagi padi Devan.


"Maksud ibu siapa.?"


"Ya siapa lagi kalau bukan Alleta."


"Kenapa.?"


"Pokoknya ibu tidak suka ya.!"


Devan hanya mengangguk, Ingin sekali anak kecil itu bertanya tentang semuanya, hanya saja, ia teringat kembali dengan perkataan Alleta, bahwa Devan harus merahasiakan hal ini kepada siapapun.


***


Di perusahaan Gavano tampak kesulitan mengerjakan pekerjaan tampa Riko yang membantu. Lantaran Riko mengajukan cuti dua hari setelah kembali dari New York.


Di tengah kesibukannya dalam memeriksa pekerjaan, ia terhenti saat Reygan masuk ke ruangannya.


"Vano.!" Panggil Reygan.


"Em... duduklah, ada apa.?"


"Tidak hanya mau berkunjung saja."


"Maka tunggulah sebentar, setelah aku menyelesaikan berkas-berkas ini.!" Kata Gavano dan kembali pada pekerjaannya


"Ke mana Riko.?"


"Cuti dua hari."


Reygan kemudian meraih sebuah berkas yang tidak jauh dari hadapannya. Membukannya dan membaca setiap ap yang ada di dalam berkas itu, lalu bertanya pada Gavano.


"Aku tidak habis fikir, bisa-bisanya kamu memiliki putra dengan wanita lain." Ucap Reygan setelah melihat hasil tes DNA milik Devan dan Grace.


"Aku pun demikian, aku takut itu akan membuat Alleta sakit hati. Meskipun dia berkata tidak apa-apa, tapi siapa yang tahu apa yang ada di hatinya."


"Yakinlah, Alleta tidak seperti itu Vano.!"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya."


"Ah kebetulan kamu bertanya, apa boleh aku minta bantuanmu.?"


"Katakanlah.!"


"Bisa kamu mencari tahu kehidupan Garce dan putraku sebelum meraka bertemu denganku.?"


"Boleh saja, tapi kenapa tidak minta bantuan Riko.?"


"Saat ini hubungan kami tidak begitu baik."


"Alasannya.?"


Gavano menarik nafas panjang dan menyandarkan bahunya di kursi, menatap langit-lagit rungannya, seraya memijat kepalanya yang terasa pusing


"Riko, meraka berdua sedang menjalin hubungan."


"Siapa maksud kamu.?"


"Riko dan gadis kecil itu."


"Apa kamu menentangnya.?"


Gavano hanya diam, tak mau bertanya lagi Reygan berhenti sampai di situ, karna ia meras sepertinya Gavano tidak ingin membahas masalah itu.


"Baiklah, aku pergi dulu, tentang apa yang kamu minta barusan, aku akan menyelidikinya."


"Ok... ah, kapan kalian melangsungkan pernikahan.?"


"sekitar dua bulan lagi.!"


"Baiklah."


Reygan meninggalkan ruangan Gavano, sementara Gavano kembali melanjutkan aktivitasnya.


Di waktu yang sama di kediaman Revandra. Alleta menunggu kedatangan Arkana. Hingga beberapa saat Arkan tiba.

__ADS_1


"Dari mana saja kamu.?"


"Kakak memintaku memeriksa pekerjaan di kantor cabang.!"


"Pantas begitu lama."


"Ada apa.? mengapa menghubungiku dan menyuruhku pulang cepat.?"


"Itu sebaiknya kita berbicara di ruang kerja ayah saja."


"Kamu tunggu aku, aku lelah, aku ingin mandi terlebih dahulu."


Alleta berjalan ke ruang kerja Revandra, dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati Alexa sedang menagis di sana.


Perlahan Alleta mendekati gadis kecil itu.


"Ada apa Alexa.?"


"Kakak... kakak ipar." Ucap Alexa memeluk istri kakaknya.


"Tenanglah, ada apa sebenarnya.?"


"Kakak, aku benci kakak Vano."


"Hei mengapa demikian.?" Tanya Alleta seraya mengusap air mata yang jatuh ke pipi Alexa.


"Kakak ipar aku mencintai kakak Riko.!"


"Apa Riko menolakmu.?"


"Tidak."


"Terus mengapa menagis"


"Aku dan kakak Riko saling mencintai, tapi."


"Tapi kenapa.?"


"Kakak Vano sepertinya menentangnya."


"Aku rasa tidak."


"Kenapa begitu.?"


"Vano sangat menyangi kalian semua."


"Tapi, kenapa kakak Vano melakukan semuanya padaku dan kakak Riko.?"


"Tenanglah, nanti aku akan mencoba berbicara pada kakakmu.!"


"Terimah kasih kakak ipar, lalu ada apa.? mengapa kakak ipar tiba-tiba datang ke sini.?"


"Ada yang harus aku bicarakan dengan Arkana."


Perlahan tangisan Alexa mulai reda, dan berganti dengan rasa penasaran. 'Hal apa yang akan kakak ipar dan kakak Arka akan bahas.' Tanya Alexa dalam hati. Tapi gadis kecil itu tidak berani mengutarakan rasa penasarannya.


"Ah... kakak ipar, aku baru ingat, ada sesutu yang ingin aku katakan padamu.!"


"Apa itu.?"


"Saat kembali dari New York Lexa tidak sengaja mendengar ibu Devan berbicara melalui telfon, dan kalau aku tidak salah dengar, ibu Devan menyebut namanya Leo, dia bahkan merencanakan sesusuatu pada kakak ipar."


"Apa lagi yang kamu dengar.?"


"Hanya itu, dan entah mengapa Lexa merasa Grace bukanlah ibu kandung Devan.!"


"Memang bukan."


"Apa.?" Serentak Alexa dan Arkana terkejut saat baru memasuki ruanga kerja Revandra.


"Huusss... pelankan suara kalian."


"Lalu siapa ibu kandung Devan.?" Tanya Arakna masih terkejut.


Arkana dan Alexa lebih terkejut, bahkan tidak percaya saat Alleta menyebutkan nama ibu kandung Devan.


Bersambung


******

__ADS_1


__ADS_2