KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Wanita masa lalu


__ADS_3

Alleta dengan amarahnya yang meluap keluar dari kamar, menuruni anak tangga, Julia yang melihat itu menghampiri putrinya.


"Putriku, mau ke mana.?"


"Menemui Vano.!"


"Bukankah nanti kalian juga akan bertemu.?"


"Ini sungguh penting ibu.!"


"Baiklah, ibu ikut bersamamu.!"


"Tidak bu, biarkan sopir yang mengantarku.!"


Julia hanya bisa menuruti permintaan Alleta, namun tetap dalam pengawasan dua orang yang sudah ditugaskan menjaga Alleta.


Seperti keinginannya, seorang sopir dari kediaman Atmaja memgantar Alleta sampai di depan perusahaan.


Alleta bergegas turun dari mobil, dan berjalan masuk, tidak seperti biasanya ketia gadis muda itu datang selalu melemparkan senyum hangat pada karyawan perusahaan, tapi kali ini, gadis muda itu hanya diam, bahkan wajah cantiknya tampak sangat marah.


"Apa yang terjadi ya.?"


"Benar sekali, kenapa nyonya presedir tiba-tiba datang.?"


"Dan kali ini tidak seperti biasanya,"


"Aku tadi senyum, namun nyonya presedir tidak membalsnya, padahal biasanya beliau yang terlebih dahulu tersenyum pada kita."


"Mungkin mereka sedang bertengkar."


Begitulah pikiran-pikiran para karyawan perusahaan yang heran dengan Alleta.


"Berhenti bergosip, perusahaan tidak membayar kalian untuk bergosip." Tegur Riko, membuat para karyawan bubar.


Riko juga sungguh heran dengan kedatangan Alleta yang tiba-tiba, maka ia cepat-cepat menyusul Alleta.


Alleta yang di selimuti amarah, tampa mengetuk daun pintu, menerobos masuk, sementara Gavano yang sedang bekerja terkejut dengan kedatangan Alleta yang tiba-tiba.


"Alleta...!" Panggil Gavano lembut


Akan tetapi Alleta tidak menjawab, gadis itu terus saja melangkah maju bahkan dengan sengaja menendang hiasan guci yang berdiri di samping meja kerja Gavano, hingga guci itu jatuh ke lantai dan pecah.


Gavano menjadi panik, takut kalau-kalau Alleta terus melangkah, pecahan itu akan merobek selaput darah kakinya.


"Berhenti di situ, biarkan aku yang menghampirimu."


Lagi-lagi Alleta tidak menghiraukannya, pada akhirnya Gavano bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Alleta.


"Alleta, kamu kenapa.?"


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu."


"Alleta aku sungguh tidak mengerti, ada apa denganmu.? mengapa tiba-tiba datang dan marah-marah seperti ini.?"


Alleta segera merogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya, lalu memberikannya pada Gavano yang masih bingung.


"Apa ini.?"


"Lihatlah sendiri."


Gavano meraih ponsel itu dari tangan Alleta, betapa terkejutnya lelaki itu saat melihat sebuah foto anak laki-laki yang begitu mirip dengannya. Yabg siapapun yang melihat akan langsubg mengetahui bahwabitu adalah anak dari Gavano.


"Bisa jelaskan.?" Tanya Alleta yang wajahnya memerah lantaran menahan amarahnya.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, aku juga tidak mengerti mengapa anak ini begitu mirip denganku.!"


Ditengah kebingungan Gavano, pintu ruangan itu terbuka, Riko segera masuk dan heran melihat apa yang telah terjadi, bahkan sebuah hiasan guci yang begitu mahal dan sulit di dapatkan oleh Gavano, sudah pecah berserakan di lantai.


"Apa yang terjadi.?" Tanya Riko.

__ADS_1


"Tanyakan saja padanya.!" Ucap Alleta meleparkan pertanyaan pada Gavano.


"Ada apa Vano.?"


"Aku juga tidak tau, tiba-tiba muncul foto seorang anak laki-laki yang begitu mirip denganku,"


"Bisa aku melihatnya.?"


"Lihatlah." Ucap Gavano memberikan ponsel Alleta pada Riko.


Kini bukan hanya Gavano yang terkejut, Riko pun juga ikut terkejut, Sebentar Riko mengingat-ingat apa yang terjadi di masa lalu dan mendapat satu ingatan tentang wanita dari masa lalu Gavano.


Wanita yang begitu mencintai Gavano sebelum Gavano mengenal Luna, bahkan wanita itu melakukan segala cara untuk mendapatkan Gavano, tapi Gavano tetap menolaknya, dengan alasan ingin fokus pada karirnya.


"Vano.!" Panggil Riko


"Apa kamu mendapatkan sesuatu.?"


"Sepertinya aku tahu apa yang terjadi."


"Bisa jelaskan.?" Pinta Alleta.


Riko kemudian menjelaskannya panjang lebar setelah mereka duduk di sofa, sebentar setelah Riko menjelaskannya, akhirnya Gavano mengerti, begitu juga Alleta.


"Kalau begitu aku keluar, aku akan meminta ob membersihkan ruangan ini.!" pamit Riko.


"Ok.!"


Setelah Riko meninggalkan ruangan itu, Gavano berbalik pada Alleta, meraih tangan gadis muda itu.


"Alleta, apa kamu masih marah.?"


"Tidak.!" Dengan senyumnya.


"Lalu apa kamu akan menerima jika anak itu milikku.?"


"Tidak masalah,!"


"Em..."


"Alleta aku mencintaimu.!"


"Aku juga My...!"


Gavano memeluk hangat istrinya, istri yang begitu ia cintai, istri yang baik, yang bisa mengerti dengan keadaan. Gavano malai mejatuhkan ci..uaman pada bibir Alleta dan Alleta juga membalasnya.


"Sepertinya di temapat kerja tidak begitu buruk, apa kamu ingin mencobanya di sini ?" Tanya Gavano penuh na..fsu.


"Emm... boleh...!" Jawab Alleta setuju dan mulai men..jilati saliva Gavano.


"Siluman kecil, kamu sungguh nakal."


Gavano lalu membaringkan Alleta di sofa dan kembali mencembu gadis itu.


Tok... tok...!


Ketukan pintu menghentikan akrivitas panas itu, Gavano buru-buru bangkit dan memerintahkan Alleta untuk membenahi pakaiannya yang sejak tadi sudah tidak berada di tempatnya.


"Masuk..." Perintah Gavano


Ob yang diminta oleh Riko masuk dan segera membersihkan ruangan itu dari pecahan Guci akibat tendangan Alleta yang disengaja.


Sementra ob memberaihkan ruangan itu, Gavano membawa Alleta kembali ke kediaman Revendra lantaran kebetulan ia mendapat panggilan telfon dari Aliya yang meminta Gavano segera kembali.


***


Sejam yang lalu, sebelum Aliya menelfon Gavano, seorang wanita cantik mengetuk pintu rumah Revandra, dan setelah seorang pelayan membuka pintu dan mempersilahkan wanita itu masuk,


"Ada perlu apa kamu ke mari.?" Tanya Aliya lirih pada wanita itu.

__ADS_1


"Bibi, putraku sudah bertumbuh besar, dan berulangkali menanyakan di mana dan siapa ayahnya.!"


"Bukankah kamu sendiri yang menginginkan agar putramu tidak mengenal ayahnya.? dulu aku pernah memintamu menikahi Gavano, tapi kamu justru pergi dan membawa cucuku.!"


"Saat ini telah berbeda, aku sungguh menyesal, dan aku kembali ingin mempertemukan putraku dengan ayahnya."


"Tidakkah kamu merasa egois, terlebih lagi, saat itu kamu juga meminta kami untuk tidak memberitahu Gavano tentang putranya."


"Maafkan aku bibi, aku sungguh tidak menyangka bahwa suatu saat anakku akan mempertanyakaan siapa ayahnya.!"


"Grace, tunggu sampai Gavano kembali, kita akan membicarakannya." Ucap Aliya dan segera melakukan panggilan telfon dengan Gavano.


Beberapa waktu menunggu, akhirnya Gavano dan Alleta sudah tiba di rumah, sepasang suami istri itu, masuk. Meslihat Aliya sedang berdiri menanti kedatangan mereka, Alleta segera berlari dan memeluk Aliya.


"Ibu...aku rindu padamu."


"Sayangku... ibu juga merindukanmu."


"Ternyata Alexa sudah bertumbuh jadi begitu cantik seperti ini." Ucap Grace kagum dengan kecantikan Alleta dan salah mengira bahwa Alleta adalah Alexa.


Puas memeluk Aliya, Alleta berbalik menatap wanita cantik itu, namun jika di bandingkan dengan Alleta, Alleta masih jauh lebih cantik.


"Ibu siapa bibi ini.?" Tanya Alleta.


Ingin sekali rasanya Aliya tersenyum mendengar pertanyaan Alleta, namun ia menahannya.


"Perkenalkan aku Grace, ibu dari putra Gavano.!"


Mendengar ucapan Grace, bukan Alleta yang terkejut, melainkan Gavano, sedangkan Alleta hanya santai saja menanggapi pernyataan Grace.


"Garce, apa kamu Grace khatrine.?"


"Seperti dugaanmu Vano.!"


"Untuk apa kamu datang ke sini.?"


"Sebelumnya maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk kembali, hanya saja putraku, putra kita seringkali mempertanyakan siapa ayahnya.!"


"Apa maksudmu Grace.?"


"Ya.! apa kamu melupakan apa yang terjadi enam tahun lalu.?"


"Itu sudah lama sekali, jikapun kamu melahirknnya, mengapa baru datang sekarang.?"


"Maafkan aku Vano.!"


"Lalu apa yang kamu inginkan dariku.?"


"Vano.! sebenarnya selama enam tahun ini, aku tidak bisa melupakanmu, aku sungguh mencintaimu, aku kembali ingin memperbaiki semua kesalahsn yang aku buat."


"Sudah terlambat Grace,!"


"Tidak ada kata terlambat, bukankah kita punya seorang putra yang bisa menyatukan kita.?"


"Aku sudah menikah.!"


Betapa terkejutnya Grace mendengar apa yang keluar dari mulut Gavano, ia tidak menyangka akan pernyataan itu, terlebih lagi, seseorang yang memintanya kembali dan akan membantu Grace bersama Gvano, tidak menyebutkan bahwa Gavano sudah menikah.


Bersambung...


******


...Grace Khatrin...



cantikan mana sama Alleta.?


...ALLETA ANASTASIA...

__ADS_1



__ADS_2