KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Membayar dengan tubuh


__ADS_3

Setelah banyak berfikir, akhirnya Mira putus asa, dan tak tahu apa yang harus di lakukan, seketika gadis itu teringat apa yang dikatakan Arkana tempo hari.


Tak mau banyak berfikir lagi, dari pada ia harus menjual tubuhnya pada orang lain, lebih baik ia berikan pada Arkana, meskipun sama saja.


Mira kembali datang ke perusahaan dan mencari Arkana namun ia tidak menemuknnya di sana, dan akhirnya ke sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari Arkna, sebab sekertris Arkana mengatakan bahwa Arkana sedang melakukan bisnis di sana.


Beberapa saat Mira mencari di pusat perbelanjaan tersebut akhirnya melihat sisom yang ia cari. Cepat-cepat Mira menghampiri Arkan yang hendak memasuki lift bersama rekan bisnisnya.


"Tuan muda kedua" Teriak Mira.


Teriakan Mira menghentikan langkah Arkana.


"Mira...!"


"Tuan muda kedua, aku sudah memikirknnya, aku akan menerima bantuanmu !"


Meskipun Arkana terkejut tapi pemuda itu mencoba setenang mungkin, lalu berbalik menghadap rekan bisnisnya dan meminta waktu


"Maaf, sepertinya pembicaraan kita sampai di sini saja, kirimkan proposalnya di perusahaan segera.!"


"Baik direktur Arka.!"


Sebentar setelah rekan bisnisnya berlalu Arkana kemudian menatap lekat Mira yang sedikit malu.


"Apa yang kamu katakan barusan.?"


"Bisa kita bicara di tempat yang lebih nyaman.?" Pinta Mira.


"Bagaimana jika di dalam mobil saja."


"Terserah kamu tuan muda kedua."


Sesuai permintaan Mira, mereka melakukan pembicaraan di dalam mobil dan memerintahkan supir untuk kelur, Meskipun Arkana suka bermain wanita, tapi dia masih memiliki hati nuranih pada supirnya, berbeda dengan Gavano, meskipun masih ada supir di dalam mobil, lelaki itu tidak perduli dan terap menggoda Alleta.


"Jadi.?"


"Saya menerima bantuan anda.!"


"Ok.! berapa yang kamu butuhkan.?"


"Tujuh ratus juta.!"


"Baik, berikan no rekeningmu.!"


"Tapi aku tidak bisa membayarmu segera.!"


"Aku tidak memintamu membayarku kembali."


"Tidak tuan muda kedua, saya akan tetap membayarnya, meskipun dengan harus menggunakan tubuhku.!"


Betapa terkejutnya Arkana dengan apa yang Mira minta, ia membantu Mira tampa ada niat yang seperti itu.


"Apa yang kamu katakan Mira.?"


"Aku akan membayarmu dengan tubuhku.!"


"Tidak, aku tidak mau.!"


"Jika kamu tidak menginginkannya, maka aku akan melempar diriku pada pria lain."


Plak...


Sebuah tamparan mendarat di wajah cantik Mira, Ya Arkana menamparnu karna menurutnya saat ini Mira sedang ngelantur, melihat Mira meneteska air mata, Arkana langsung tidak tega dan menarik Mira masuk ke pelukannya.


"Maaf,,, maafkan aku Mira.!"


"Tak apa, jadi bagaimana, apa tuan muda mau.?"


Arkana menghela nafas panjang, ia berfikir jika itu yang Mira mau, maka kebih baik menurutinya, dan akan bertaanggung jawab pada Mira kelak, meskipun gadis di dalam pelukannya itu telah menekankan bahwa ia akan melakukannya hanya sekali saja, dan seolah tidak ada yang terjadi setelahnya.


Arkan membawa Mira ke sebuah hotel seperti yang di minta oleh Mira. Setelah sampai di hotel dan memesan kamar, Mira masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.

__ADS_1


Sebentar kemudian, Mira keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sehelai handuk, Juga tetes-tetes air dari rambutnya masih ada.


Kulit putih dan juga bersih menjadi pemandangan baru bagi Arkana, Pemuda itu kemudian berinisiatif mengambil handuk, kemudin mendekat ke arah Mira.


"Biarkan aku membantumu mengeringkan rambutmu."


Arkana mulai membantu Mira mengeringkan rambutnya dengn telaten, dan setelah ia merasa cukup, ia menghentikan aktifitas itu.


Arkana menatap wajah gadia itu lekat, wajah yang tampa risan serta merona membuat pemuda tampan itu yakin bahwa Mira sedang gugup.


"Kamu tahu apa yang kamu lakukn Mira.?"


"Ya.! aku tahu ap yang sedang kulakukan sekarng."


"Kamu yakin.?"


"Ya aku yakin.!"


"Mira, aku akan memberimu waktu untuk berfikir, kamu masih bisa mundur jika kamu tidak menginginkannya."


"Tidak perlu, aku sudah di sini jadi aku tidak akan mundur, bahkan tidak akan pernah." dengan suara lirih, bahkan nyaris tidak terdengar.


Tekat Mira sudah bulat, sejak awal ini adalah tujuannya, jadi mengapa ia harus mundur, jika memang i mau berhenti, ia sudah melakukannya sejak tadi saat Arkana berkali-kali bertanya.


Arkana menghembuskan nafas panjang, setidaknya ia audah mengingatkanya berkali-kali, jadi jngan menyalahkannya jika nanti dia lancang menjamah Mira.


Terlebih lagi, Arkana adalah pemuda normal, hanya kucing bodoh yang di tawari ikan baru tidak mau, bahkan ikan yang belum di sentuh oleh orang lain selain orang yang memasaknya. Maka Arkana tidak akan sungkan lagi.


"Baiklah, ini pilihanmu Mira, jangan menyalahkanku yang sudah mengingatkanmu."


"Kamu tenang saja, aku mengambil keputusan sendiri tampa paksaan siapapun, kalau ada konsekuensinya aku juga akan siap menanggungnya."


Arkana mengangguk, meskipun ia terpakasa mengikuti kemauan Mira, namun ia mersa puas dengan jawaban Mira. Di kemudian mulai menyenruh bibir Mira.


"Apa boleh.?"


Pemuda itu merasa ia harus meminta izin terlbih dahulu sebelum menyentuh gadis itu, Dia tidak ingin memaksa gadis itu jika ia belum siap. Mira mengangguk


Mira tahu, bahwa Arkana adalah pemuda yang baik, dia justru akan mersa bersalah jika tidak melakukannya. Tentu saja ini adalah pilihan yang tepat untuknya memberi pertama kalinya pada Arkana.


Mendapat persetujuan dari Mira, Arkana me..cium bibir gadis itu dengan lembut namun slow respon yang Mira lakuakan membuat pemuda itu ragu, 'Sepertinya gadis ini tidak pandai berciuman, atau... gadis ini belum pernah berciuman sebelumnya.?' Tanya Arkana dalam hati.


Arkana menghentikan ci..umannya, membuat Mita rmterkejut. 'Apa yang salah.? apa aku tidak cukup menarik perhatiannya. sampai ia menghentikan ci..umannya.?'. Tanya Mira bingung dalam hati.


"Apa kamu tidak pernah melakukan ini sebelumnya.?" Tanya Arkana dengan rsa penasarannya.


"Tidak pernah." Jawab Mira.


Jawaban yang mengandung seribu kejujuran. Mira memang belum pernah berciuman dengan pria sebelumnya, jadi sangat wajar jika dia tidak bisa melakukanya. Meskipun telah banyak mempelajari teori, namu teori tetaplah teori bukan praktek.


Wajah Mira berubah muram, ia takuk tidak akan memuaskan Arkana. Tapi Arkana tersenyum simpel dan menjepit jarinya di dagu Mira,


"Kamu beruntung mendapatkanku sebagai pertamamu, tapi jangan takut, aku akan mengajarimu sampai bisa."


Arkna kembali mulai me..cium Mira, tidak hanya itu, pemuda itu juga mengajarkannya ci..uman serta lu..matan-lu..matan kecil dengan sabar.


Setelah beberapa waktu, akhirnya Mira mulai mengimbangi teknik berci..uman Arkana. Gadis itu mulai menikmatinya, terlebih lagi Arkana melakukannya dengan begitu lembut, sama sekali tidak menyakitinya.


Arkana hanyalah lelaki normal, dan ia benar-benar menginginkan lebih. Pemuda itu kemudian membuka handuk gadis itu tampa melepaskan ci..umannya, dan Mira tidak menolaknya sedikitpun.


Menyadari bahwa tubuhnya sudah polos sempurna tampa sehelai benangpun, Mira sedikit berdelik. Membuat ci..uman Arkana turun ke leher, membuat tanda kepemilikan di sana. Tangan nakal Arkana juga mulai me..remas benda lunak kembar yang membusung milik Mira yang membuat Mira me..ndesah tak berdaya.


"Ug..h..h.! Tuan muda kedua."


Tidak sampai di situ, Arkana mulai menyentuh titik-titik sensitif pada tubuh gadis itu dengan bibirnya. dan tangan nakalnya juga menyusuri setiap jengkal tubuh gadis itu tampa ada yang terlewatkan.


"Sebut namaku." Titah Arkana.


"Ark...Arkana, a..h..h"


Kini tubuh Mira menegang sempurna juga sudah basah di bawah sana, Arkana sangat lihai me..cembu Mira hingga gadis itu terlena.

__ADS_1


"Siapa main.?" Tanya Arkana


"Ya...! a..h..h" Desah Mira saat Arkana me..remas benda lunaknya.


Arkana mulai melucuti pakaiannya sendiri, meskipun ia ingin Mira membantunya, tapi pemuda itu yakin bahwa Mita tidak akan tahu, Gadis itu terlalu polos untuk melakukan hal menjijikan seperti ini.


Arkana kembali menci..um Mira, mengarahkan gadis itu untuk memainkan ke..jan..tana..nya, Pemuda itu mengulas senyum saat melihat wajah merona menahan malu yang Mira tunjukan. Itu sangat lucu bagi Arkana.


Mira tidak tahu harus berbut apa, meskipun ia sudah menonton dalam vidio biru tutorial cara perawatan ke..jan..tan..an seorang pria, gadis itu merasa gugup saat di hadapkan dengan yang asli milik Arkan, Pa..jang, be..sar, dan ber..urat.


Arkana memberi kode pada Mira agar melakukannya dengan mulutnya sebelum menembus liang ke..wani..taannya.


Mira ragu, dan berususah payah menelan ludahnya. Gadis itu perlahan mulai memasukkan ke..jan..tan..an Arkana ke dalam mulutnya. Ia seperti kehabisan nafas, namun ia segera menyesuaikan diri, me..nji..lati dan me..nghi..sap ke..jan..tan..an Arkana, hingga pemuda itu me..nge..liat.


Mira semakin bersemangat hingga cairan putih milik Arkana mun..crat mengenai wajahnya.


"A..g..rh..." Arkana men..ge..rang.


"Apa kamu baik-baik saja.?" Tanya Arkana membantu mengusap wajah Mira dengan tissu.


"Em... aku baik-baik saja.!"


"Ok, sekarang giliranku,"


Arkana menarik tubuh Mira, hingga tubuh gadis itu ter..lentang di ranjang, membuatnya leluasa untuk me..nja..mahnya.


"a..h..h... Arka"


Mira men..desah saat mersakan jari-jemari Arkana bermain pada bagian in..ti mi..liknya. memberikan sensasi aneh yang sangat menyikas namun begitu ni..k..mat.


Arkana kemudin me..le..barkan pa..ha Mira untuk mempermudah melakukannya.


"Ini akan sakit untuk yang pertama, tapi selebihnya kamu akan ketagihan" Ucap Arkana berbisik di telinga Mira.


Pemuda itu me..nin..dih tubuh Mira, mengarahkan ke..jan..tanan..nya di antara pa..ha gadis itu. Kemudian me..ma..suk..kannya dengan lembut dan perlahan.


"A..h..h...!"


Mira me..nge..rang kesakitan saat benda me..nega..ng mulai menembus masuk ke dalam dirinya. Ya.! ke..jan..tan..an Arkana telah merobek selaput da..rah..nya dan begitu perih.


Mira menjerit dalan hatinya, sakit di bagian bawahnya tidak seberapa di banding sakit dalam hatinya, dia bukan lagi seorang gadis pe..rawan, dia sudah lagi tidak suci dengan cara seperti ini dengan pemuda yang berada di at..asnya.


Arkana mulai mema..ju mun..durkan ke..jan..tanan..nya di dalam diri Mira. 'Sial, ini begitu sempit.' Gumam Arkana dalam hati


"Arka..., ug..h..h.! a..ah..h..h.!"


Mira mulai me..de..sah, rasa sakit berangsur hilang, sepenuhnya berganti menjadi rasa nikmat yang lur biasa yang tidak dapat untuk di jabarkan. Terlebih lagi Arkana adalah pemain yang prefesional, lembut namun membuat gila.


"A..h..h... Arka... ug..h..h..h."


De..sa..han demi de..sa..han keluar dari bibir Mira, yang membut arkna semakin mempercepat gerakn maju mundurnya.


Semakin cepat Arkana memberikan he..nta..kan di bawah sana, semakin merdu de..sa..han dan le..gu. han Mira.


"Arka.. u.gh...! aku... aku... a..h..h..h, aku... u..g..h..h.!


"Mira...a..gr..hh..."


Era..ngan panjang Arkana keluar bersamaan dengan keluarnya sesuatu yang berwarna putih pada ujung ke..jan..tanan..ya, bersamaan pula dengan pe..lepasan pada Miranyabg sejakntadi menyiksanya.


Keduanya terkulai lemah, dan tertidur setelah membersihkan diri masing-masing. Hingga malam hari, Arkna terbangun dan sudah tidak mendapati Mira di dekatnya.


Hanya secarcik kertas yang ia dapatu di meja bertuliskan. (Terimah kasih tuan muda, dan ini no rekenibgku.)


"He, tidak semudah itu Mira, aku akan mendapatkanmu."


Bersambung...


******


SELAMAT BERMALAM JUM'AT PARA READERS ✌✌✌😊🤗

__ADS_1


__ADS_2