KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Malam romantis di Villa


__ADS_3

Selamat bermalam jum'at para readers ku yang setia


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:21 tapi Gavano tidak kunjung muncul di hadapan Grace, wanita cantik itu lelah menanti dan akhirnya bertanya pada seorang pelayan yang di perintahkan oleh Aliya untuk membereskan makan malam yang sengaja Grace buat untuk menyambut kedatangan Gavano.


"Jam berapa biasanya Gavano pulang.?"


"Maaf ibu Devan, tuan muda pertama tidak menentu pulangnya.!"


"Lalu di mana gadis sialan itu.?"


"Siapa maksud ibu Devan.?"


"Siapa lagi kalau bukan Alleta si gadis ja..lang."


"husss... hati-hati dengan panggilan ibu Devan, di rumah ini nyonya muda di ratukan."


"Cih..., lalu di mana dia, kenapa jam segini belum kembali."


"Itu... tadi sebenarnya tuan muda pertama menghubungi nyonya muda, dan meminta nyonya muda menunggunya di Villa milik tuan muda pertma."


"Sialan... susah payah aku menunggunya." Ucap Grace mulai emosi


"Maaf ibu Devan, saya undur diri."


Grace begitu kesal, ternyata apa yang dirinya rencanakan gagal. Grace semakin kessal saat Arkana tiba dan menyambarnya tampa sepata kata.


"Bre..ngsek.! kau Arka." Maki Grace, namun Arkana tidak menoleh sedikitpun, pemuda itu terus menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya.


Di waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda, di sebuah Villa yang jauh dari keramain dan begitu sunyi. Tapi meskipun begitu, Villa itu tetap aman dan di jaga oleh beberapa orang yang di percaya Gavano.


Gavano membuka pintu dan masuk, baru kemudian mencari keberadaan Alleta. Tak butuh waktu lama bagi Alleta untuk berlari ke pelukan suaminya.


"My...!"


"Apa kamu merindukanku.?"


Gadis itu hanya mengangguk.


"Apa kamu lapar My.?"


"Emm... kebetulan tadi aku menyempatkan diri untuk berbelanja." Jawab Gavano.


"Kalau begitu yuk.! masak berasama.!"


"Ok." Sambil mencuit hidung Alleta.


Kedua suami istri itu memasak sambil saling menggoda.



"Bagaimana perjalanannya.?"


"Cukup menyenangkan.!"


"Lalu mengapa Alexa kembali lebih awal.? dan sejak kembali, dia hanya mengurung diri di kamar.!"


"Biarkan saja, nanti kalau dia bosan juga akan keluar sendiri.!"


"Begitu ya.?"


"Em..."


Akhirnya makanan yang mereka masak sudah selesai, segera saja Alleta dan Gavano menyantapnya setelah menghidangkannya di meja makan. Tak lupa mereka juga membagikan makanan yang mereka buat kepada para penjaga Villa itu dan para bodyguart yang ada di Villa itu.


Beberapa waktu, setelah kenyang dan berbincang bertujuan agar makanan yang mereka makan dapat tercerna dengan baik.


"My ke kamar yuk.!"


"Seperti permintaanmu siluman kecil."


Gavano membawa Alleta ke kamar dengan menggendongnya dan menghempaskan tubuh Alleta tapi tetap dengan cara yang lembut.


"Apa kamu merindukanku siluman kecil.?"


"Sangat merindukanmu."

__ADS_1


Kaki Alleta mulai bermain pada bagian se..lang..kangan Gavano yang masih belum membengkak.


"Aku juga merindukan yang di sana.!" Ucap Alleta me..nggoda seraya meng..gesek-ge..sek kakinya di bagian bawah Gavano.


Segera Gavano menangkap kaki jenjang istrinya.


"Sungguh siluman kecil yang nakal."


"Tapi kamu suka."


"Tunggu, aku harus mandi,"


"Siap menunggumu tuan muda Gramentha."


Gavano kemudian melai membuka kancing kemeja putihnya satu persatu, hingga memperlihatkan ototnya yang terpahat indah, Dan seperti bisa Alleta lagi-lagi tercengang dan kagum dwngan pemandangan di hadapannya.



Walau sudah berulang kali melihat bahkan menyentuh otot-otot itu, tetap saja Alleta tidak merasa bosan sekalipun, gadis itu justru semakin menyukainya bahkan aroma yang di keluarkan dari tubuh Gavano, ia sangat menyukainya.


Sebentar kemudian Gavano keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah, tetesan-tesan air dari rambutnya jatuh menimpa dan mengalir di tubuhnya. Dan itu semakin membuat Gavano begitu sexy.


Gavano menghampiri istrinya yang menunggunya.


"Lama menunggu.?"


"Tidak..."


"Maka bboleh aku melepas kerinduanku.?"


Alleta hanya mengangguk setuju dan Gavano segera menjatuhkan ci..uman..nya pada dahi istrinya, berpindah ke kedua kelopak mata Alleta, pipi kiri dan kanan, hingga ci..uman itu singgah di bibir Alleta.


Gavano mulai me..lu..matnya lembut dan melepaskan ci..muman itu saat merasakan Alleta ter..engah-eng..ah seperti hampir kehabisan nafas.


Dan kembali men..ciumnya setelah jeda beberapa saat, sampai ci..uman itu merambah ke leher Alleta. Sementra tangan nakalnya mulai me..remas me..milin benda lunak Alleta.


"U..g..h.!" Le..guh Alleta.


Gavano kemudian mulai melucuti pakaian Alleta sampai gadis itu sudah polos tampa benang sehelai pun pada tubuh indahnya.


Perlahan Gavano menyapu perut Alleta yang sedik sudah menampakkan bahwa gadis itu sedang mengandung. Terukir senyum bahagia di bibir Gavano, sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah dari anak yang di kandung Alleta.


"Semoga ini gadis kecil."


"Emm... aku juga berharap begitu My, maka kita akan punya sepasang. Terlebih lagi, seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, seorang gadis dengan wajah dingin sepertinya bagus.!"


"Jadi kamu berharap dia mirip denganku."


"Em..."


"Tidak cukup kah dengan Devan yang bersikap dingin.!"


"Emm... akan lebih baik jika kedua anak kita memiliki semua sifatmu My.!"


Gavano akahirnya menghentikan pembicaraan itu, terlebih di bawah sana sudah me..negang. Perlahan Gavano men..ciu..mi setiap inci tu..buh Alleta, membuat Alleta me..nge..lin..jang-nge..lin..jang.


Sampai ci..u..man Gavano berhenti di antara kedua se..lang..kangan Alleta. Lelaki itu membuka lebar pa..ha putih nan mulus istrinya. Mulai men..ci..umi gundukan halus berwarna hitam di sana. Aroma stroberry, sungguh membut candu bagi Gavano.


Beberapa saat Gavano mulai membuka in..ti Alleta, dan tampa menunggu waktu lama, lelaki itu mulai bermain dengan li..dah..nya di sana.


"A..h..h.. My...!" Ucap Alleta sambil me..remas rambut Gavano.


"U..g..h...!"


Sementara Alleta mengeluarkan le..gu..hannya, Gavano semakin lihai bermain dengan li..dah..nya, bahkan sesekali menekan to..njo..lan kecil yang ada di bagian dalam in..ti Alleta.


Membuat Alleta semakin merasakan sebuah ke..nik..matan yang tidak dapat ia deskrepsikan.


"A...h...h...h...h... My...!"


De..sa..han panjang Alleta keluar dari bibirnya bersamaan dengan pe..lepa..sannya.


Tak butuh waktu lama bagi Gavano untuk kembali naik ke at..as Alleta.


"Kamu suka siluman kecil.?"

__ADS_1


"Sangat suka."


"Lalu boleh kita lanjutkan.?"


"Em...!"


Gavano me..cium Alleta lagi sambil me..remas benda kenyal milik Alleta. , sedang Alleta memeluk Gavano, bahkan sedikit mencakar bagian belakang Gavano.



Sebentar kemudian Gavano merubah posisinya, ala do..gy style, Mengarahkan ke..lela..kiannya pada tempatanya. Pelan-pelan Gavano mendorong hingga miliknya tenggelam dengan sempurna.


"U..g..h... My... A..h..h.. My...!


Gavano mulai bermain di bawah sana sambil men..cembui bagian le..her dan wajah Alleta, dengan tangan yang satunya bermain, memutar-mutar tonjolan kecil yang ada di bagian in..ti Alleta.



"Kau milikku.!"


Hal itu membuat sebuah ke..nik..matan tersendiri bagi Alleta, ke..nik..matan yang sungguh menyiksa.


"A..h..h.."


Tak mau berlama-lama, Gavano akhirnya segera mempercepat gerakan ma..ju mu..ndurnya tapi tetap dengan hati-hati lantaran takut terjadi apa-apa pada kandungan Alleta.


"My... a..h..h, My... U..g..h.! Aku... a..h Aku"


"Sedikit lagi"


Semakin sering Alleta mengeluarkan de..sa..han dan le..gu..hannya, maka semakin lihai Gavano me..mom..pa di bawah sana. Hentakan demi hentakan ia berikan pada Alleta.


Tak sampai di situ, Gavano lagi-lagi merubah posisinya. Kini Alleta yang berada di at..asnya.


"My... a..h..h, itu sangat dalam."


"Apa kamu menyuakinya.?"


"Suka, A..h..h, Sangat... U..g..h Suka."


Gavano menuntun Alleta untuk aktivitas na..ik tu..runnya. membut Gadis itu semakin mengeluarkan de..sa..han yang tidak teratur


Keringat mualai bercucuran di atara keuanya, meskipun kamar itu berAC, tp itu tidak mampan bagi sepasang suami istri yang sedang berpagut menyalurkan kehengatan dan ke..nik..matan yang tiada tara.


"Sedikit lagi siluman kecil..."


"A..h..h..! My... A..h..h My..! U..g..h.. My.. A..h..h..h..h..h" De..sah panjang Alleta


"A..g..g..r..h..." Gavano me..nge..rang keras.


De..sa..han Alleta dan era..ngan Gavano bersamaan dengan tumpahnya sesuatu di bawah sana, membuat Alleta terkulai lemah di at..as tubuh Gavano.


Lagi-lagi gadis itu langsung tertidur meskipun sesuatu yang masih berpagut di bawah sana belum terlepaskan. Mungkin saja itu adalah efek hamil hingga membuatnya mudah lelah hanya sekali permainan, permain yang memakan waktu setengah jam lebih.


Gavano begitu per..ka..sa, hal itulah yang membut gadis-gadis begitu menginginkannya. Lelaki itu juga ikut tertidur setelah membersihkan tubuh istrinya, perlahan membaringkan Alleta.


Esok hari. Alleta terbangun lantaran ponsel Gavano berdering, ia segera menerima panggilan itu saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Selamat pagi ayah.!" Salam Devan dari ujung telfon.


"Selamat pagi sayang.! ayahmu mungkin sedang membuat sarapan. Mau kupanggilkan.?"


"Tidak perlu kakak cantik, Van Van juga senang berbica padamu.


Di waktu yang bersamaan di kediaman Revandra, di kamar Devan, ganggang pintu bergerak seperti akan ada orang yang masuk.


Cepat-cepat anak kecil itu masuk ke selimut dan berpura-pura tertidur tampa mengakhiri panggilan telfonnya.


"Cih... rupanya bocah ini masih tertidur." Ucap Grace.


"kamu sungguh bocah yang malang, sejak kecil di berikan padaku. dan ibumu si wanita ja..lang itu, wanita yang bernama..."


Betapa terkejutnya Alleta saat mendengar Grace mencebutkan nama ibu Devan yang ia dengar melalui panggilan telfon yang belum di akhiri.


"Tidak... ini tidak mungkin... tidak, aku tidak bisa percaya ini." Gumam Alleta.

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2