Lentera Cinta

Lentera Cinta
EPISODE 10 Rencana


__ADS_3

Waktu istirahat tiba, Arra mengajak Reiva dan Erika pergi untuk melihat jadwal kegiatan ekstrakulikuler. Papan pengumuman dikerumuni banyak siswa, sangat sulit bagi mereka untuk melihat papan pengumuman nya.


"Arraaa" seseorang berteriak memanggil nama Arra lalu memeluknya.


"Eh.. Dea? Haih kamu membuatku kaget saja. Aku kira siapa" ucap Arra sambil mengelus dadanya karena kaget.


"Hahaa kamu mengira aku Ben ya? Hihiii ayolah mengaku" Dea berkata sambil tertawa.


"A apa? Ma mana ada.. Aku.. Tidak kok. Kenapa mengungkit ungkit Ben melulu sih!!" melihat Dea yang tertawa terus membuat Arra semakin marah padanya.


"Ayolah Arra jujur saja Hahaa.." lagi lagi Dea menggoda Arra sambil tertawa.


"Hentikan Dea! Aku akan memukulmu jika kau menjahili Arra lagi!" balas Levy dengan dingin.


"Levy!! Kenapa kau begitu jahat padakuu!! Aku akan mengadu kepada bibi jika kau berani memukulku!"


"Yah.. Tontonan yang cukup menarik. Sepasang saudara berkelahi lagi" ucap Reiva sambil tertawa.


"Oke cukup berkelahi nya! Oh ya ekstrakulikuler apa yang kalian pilih?" Arra berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Tentu saja musik, seni dan sahabat alam" dengan cepat Dea menjawab sambil tersenyum lebar.


"Seni? Kamu suka melukis?" tanya Erika.


"Ya, aku sudah mempelajari teknik melukis dari kecil. Apapun yang berhubungan dengan seni aku pasti akan ikut. Lagipula aku masih perlu melatih teknik ku"


"Ya itu bagus Dea. Lalu bagaimana dengan mu Levy?" tanya Arra.


"Musik dan PB (pecinta binatang)" balas Levy dengan singkat.


"Apaaa?? PB??? Kau serius??" mereka berempat berteriak terkejut.


"Levy, kamu menyukai binatang? Tapi sifat mu ini..." kata Dea.


"Ya" jawab Levy.


"Wah tak ku sangka kau berhati baik. Aku tidak menyangka kamu memilih eskul itu" balas Arra.


"Yah.. Mungkin kau sulit percaya. Aku sudah menyukai binatang dari aku kecil, terutama kelinci. Aku tidak tahu mengapa aku menyukainya. Aku hanya merasa tenang jika berada didekatnya" jelas Levy.


"Benarkah? Kau sebagai kakak sepupu ku kenapa tidak memberitahu ku kalau kau punya kelinci dirumah?" Dea bertanya sambil marah.

__ADS_1


"Hm... " entah mengapa Levy tidak menjawab pertanyaan Dea.


"Ok baiklah kita tidak perlu berdiri dan mengobrol saja disini. Aku akan pergi mengecek jadwal nya dulu" ucap Arra seraya mencairkan suasana.


Arra mengajak Erika untuk melihat ke papan pengumuman. Mereka menemukan bahwa jadwal PB dan Voly dilaksanakan setiap hari Senin, Seni dan Atletik dilaksanakan setiap hari Selasa, Musik setiap hari Rabu, Basket setiap hari kamis, Sahabat Alam setiap hari jumat, dan Sepak Bola setiap hari Sabtu.


"Ya itu bagus, jadwal PB hari ini. Aku benar benar menantikan nya" ucap Arra dengan riang.


"Eh.. apa ini?.." tanya Erika sambil menunjukkan tangannya ke informasi yang ada di papan tersebut.


"Apa? Seila mengikuti semua kegiatan ekstrakulikuler yang ada disini??" sontak Arra terkejut dengan apa yang ia lihat.


Disana tertulis bahwa "Seila Emelie siswi kelas VII E mengikuti semua kegiatan ekstrakulikuler sekolah. Putri seorang pengusaha kaya raya ternyata aktif dalam kegiatan sekolah. Kelas VII E akan menjadi kelas paling terbaik kali ini berkat dukungan Seila Emelie."


"Wah wah wah.. Aku tidak menyangka dia senekat itu kali ini. Aku hampir tak menyangka dia melakukan semua ini" ucap Dea yang mendengar pembicaraan Arra dan Erika.


"Apa maksudmu?" tanya Arra dengan kebingungan.


"Kau tahu kan Seila adalah satu satunya putri keluarga Emelie yang terkenal kaya disini. Namun keluarganya berada di peringkat kedua kali ini karena posisi pertama diraih oleh Tuan Zeck, ya dia adalah orang tuamu Arra. Seila dibesarkan dengan penuh kasih sayang hingga membuatnya manja sekali. Apapun keinginannya harus dikabulkan. Dan kali ini mungkin saja ia ingin mendapatkan kepopuleran disini dan perhatian guru. Bukankah cara itu keterlaluan?" jelas Dea dengan serius.


"Aku rasa.. Sasaran kali ini jatuh pada Arra" Arra terkejut mendengar jawaban Reiva.


"Sasaran?.. Apakah karena reputasi keluargaku berada di peringkat tertinggi? Jika dilihat lihat memang benar bahwa Seila ini memang agak licik. Mungkin aku akan berhati hati darinya kali ini" Arra tenggelam dalam pikiran nya.


Tak lama Reiva bicara, bel masuk pun berbunyi. Mendengar hal itu mereka pun kembali ke kelas masing masing. Saat Arra, Reiva dan Erika hendak masuk kelas, Arra melihat Seila menorobos masuk mendahului dirinya sambil menatap sinis. Tentu itu membuat Arra teringat perkataan teman teman nya tadi.


"Ternyata benar, Seila sungguh ingin bertarung denganku. Kalau begitu jangan salahkan aku melakukan sesuatu padamu jikalau berani melukai ku atau keluargaku bahkan teman temanku" gumam Arra.


Selama pelajaran berlangsung, setiap guru yang datang pasti membahas mengenai Seila yang mengikuti semua kegiatan sekolah. Seakan akan mereka diancam oleh Seila untuk menunjukkan bahwa dirinya sangat hebat. Namun guru guru disini merupakan guru terpilih, jadi itu tidak mungkin kalau Seila mengancamnya.


Pembelajaran akhirnya berakhir, mengingat bahwa PB dilaksanakan hari ini Arra pun bersiap siap menuju ruangan Levy untuk mengajak nya mengikuti eskul bersama.


"Oh ya Erika, hari ini aku dan Reiva ada jadwal. Kamu pulang saja duluan" ucap Arra sambil mengemasi barang barangnya.


"Baiklah, aku pulang dulu" Erika melambai kepada Arra dan Reiva lalu keluar dari kelas.


"Rei aku akan pergi ke ruangan Levy, kamu mau ikut? Jika tidak aku akan pergi duluan" sahut Arra.


"Arra tunggu, menurutmu bagaimana Seila melakukannya? Hari ini kan ada 2 jadwal sekaligus, sedangkan Seila mengikuti semua yang ada" tanya Reiva dengan heran.


"Benar juga, seharusnya ia tidak akan mampu melakukan kedua duanya sekaligus. Lebih baik kita lihat gerak geriknya terhadap kita terlebih dahulu" jawab Arra.

__ADS_1


"Hai Arra, aku tidak disini dari jam istirahat. Apakah kau merindukan ku?" dengan santai nya Ben menanyakan hal itu dari arah pintu.


"Eh apa?.. Te tentu saja tidak... Siapa yang merindukanmu.." muka Arra memerah mendengar kata kata Ben.


"Tunggu sebentar, biarkan aku keluar baru kalian lanjutkan pembicaraan kalian. Aku tidak ingin menjadi nyamuk yang mengganggu" Reiva langsung pergi setelah mengucapkan kata kata nya.


"Re.. Hey Reivaaa!!" Arra berteriak memanggil Reiva namun malah dicuekin.


"Ra, aku dengar kamu ada jadwal PB hari Ini. Kalau mau pergi kesana, aku akan ikut denganmu. Kebetulan ruangan PB dekat dengan lapangan" pinta Ben.


"Em.. Baiklah.." Arra sedikit canggung ketika berdua dengan Ben. Ia tidak pernah dekat dengan laki laki seperti Ben. Ini adalah pertama kalinya Arra jalan berdua bahkan mengobrol hanya berdua dengan Ben.


"Kemana kamu pergi dari tadi Ben? Kenapa baru muncul sekarang?" tanya Arra.


"Yah... Aku ada urusan dengan kepala sekolah. Dia memintaku melakukan sesuatu maka dari itu aku baru bisa kesini sekarang" balas Ben.


"Eh urusan?.. Kenapa lama sekali? Bukankah itu terlalu berlebihan? Kamu kan juga harus mengikuti kelas, kamu akan tertinggal pelajaran jika begitu Ben" ucap Arra sambil memandang Ben.


".. Haha tenang saja kamu tidak perlu khawatir. Aku kan seorang yang jenius, tertinggal pelajaran sehari saja tidak masalah" dengan bangga nya Ben tertawa sambil mengatakan kalimat itu.


"Jenius? Benarkah? Lalu kenapa hari pertama sekolah kamu terlambat? Itu bukanlah hal yang dilakukan orang jenius!" gerutu Arra.


"Mm bisa dibilang aku terlambat karena mu Arra"


"Eh?? Kenapa akuu??"


"Sebenarnya, pertama kali berangkat aku sudah melihatmu. Aku ingin memastikan apakah yang aku lihat benar benar Arra yang ku kenal. Aku sudah memanggilmu berkali kali namun kau tidak mendengarnya. Jadi aku terus mencarimu hingga lupa akan waktu"


"Ben mencari ku? Jadi suara yang aku dengar hari itu adalah Ben? Aku kira waktu itu hanya perasaan ku saja. Ternyata memang ada yang memanggil ku, dan itu Ben" benak Arra.


"Ta.. Tapi ini bukan sepenuhnya salahku.. Aku kan tidak tahu kalau kamu terlambat karena mencari ku" jawab Arra sambil melipat kedua tangannya.


"Haha tentu saja ini bukan salahmu, aku hanya menjahilimu" lagi lagi Ben tertawa.


Melihat Ben yang sering bercanda da tertawa bersamanya, membuat Arra semakin merasa nyaman di dekat nya. Tapi ia masih belum tahu apa arti dari semua ini. Namun Arra masih ingin berada di dekat nya lagi dan tertawa bersamanya.


[Ruang PB]


"Selamat bergabung disini! Ini adalah ruangan dimana sekolah merawat beberapa hewan. Kalian bisa melihatnya dan kalian juga yang akan merawat dan menjaga hewan hewan disini." terdengar suara kakak pembimbing yang sudah ada didepan semua orang.


"Sebelumnya perkenalkan, saya Zhen Dicky dari kelas IX B. Untuk sementara waktu saya akan menjadi pembimbing kalian. Namun untuk seterusnya kalian akan ada ketua club sendiri disini. Kalau begitu saya akan menjelaskan beberapa aturan disini."

__ADS_1


Arra mendengarkan dengan serius apa yang kakak pembimbing itu sampaikan. Ia mendengar bahwa ada kucing juga yang dipelihara disini. Ia benar benar tidak sabar untuk merawat dan melihat hewan hewan disini tumbuh dengan baik.


__ADS_2