Lentera Cinta

Lentera Cinta
24. Karena Aku Kakakmu


__ADS_3

Erick terkejut saat melihat Tuan Sami yang menemuinya setelah dia dibawa dengan paksa saat akan masuk kerumah Ayunda, seperti tebakannya kalau ini semua ada hubungannya dengan Ayunda.


"Kau mencintai cucuku?" tanya Tuan Sami tanpa basa-basi.


"Untuk apa saya menjawab pertanyan anda tuan, kalau anda sudah menjodohkan Ayunda dengan pria pilihan anda" jawab Erick membuat Tuan Sami dan Jony yang mendampingi Tuan Sami terkejut "Bagaimana Erick mengetahui perjodohan Ayunda dan Nathan" batin Jony, sedangkan tidak ada satupun yang mengetahui rencana ini. Jony langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tahu siapa yang memberitahu Erick.


"Aku hanya ingin memastikan siapa yang pantas menjadi pendamping cucuku" jawab Tuan Sami.


"Cucumu, mengapa anda sekarang mengakuinya sebagai cucu? apa karena Kevin sudah tiada?" tanya Erick.


"Siapa yang sudah tiada?" tanya Kevin membuat Erick menatap tidak percaya kalau Kevin yang berdiri dihadapannya.


"Kamu selamat, syukurlah.... ibumu sangat kehilangan" ucap Erick memberitahu Kevin.


"Ibu?" tanya Kevin tidak percaya kalau ibunya akan merasakan kehilangan jika dia tiada.


Erick menceritakan semua yang dialami Ibu Tere seperti yang dia ketahui pada Kevin, tidak ada yang perlu disembunyikan lagi saat ini menurutnya. Semua harus dijelaskan agar tidak ada lagi salah faham.


"Ibumu sangat menyayangimu, karenanya dia melakukan ini semua" jelas Erick diakhir ceritanya.


Tuan Sami dan Jony ikut mendengarkan apa yang di bicarakan Erick, banyak hal yang baru mereka ketahui dari apa yang di ceritakan Erick.


"Kak" Ayunda memanggil Erick, tanpa Erick sadari Ayunda ikut mendengarkan cerita Erick tentang Ibu Tere.


"Tiara" panggil Erick yang sangat mengenal suaranya, dia berbalik dan melihat Ayunda kekasih hatinya yang beberapa hari ini dirindukannya berdiri dihadapannya.


Keduanya sama-sama berlari dan saling berpelukan. "Aku merindukanmu kak" ucap Ayunda sambil menitikkan air mata dalam pelukan Erick yang mengecupi pucuk kepalanya berkali-kali.


Tuan Sami dapat melihat begitu besar cinta Erick pada Ayunda, Erick tidak seburuk yang dia pikirkan. "Jo, apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Tuan Sami melihat kedua insan yang saling merindukan.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Erick setelah Ayunda melepaskan pelukannya.


"Kakek dan kakakku menjagaku dengan sangat baik kak" kini Ayunda bisa tersenyum, rasa rindunya sudah terobati.

__ADS_1


Kevin meyakinkan Tuan Sami untuk memberi tahu semua kebenaran pada Ayunda, dia menceritakan semua tentang dia dan Feby tanpa ada yang ditutup-tutupi. Kevin juga menjelaskan tentang Tuan Yuda yang ingin menguasai harta mereka, karenanya dia dan kakek meminta Nathan menikahi Ayunda untuk menjaga dan melindunginya.


Cerita Kevin membuat Ayunda tetap memutuskan untuk menikah dengan Nathan walau dia belum yakin dengan hatinya, dia tidak ingin menyakiti Feby yang mencintai Erick. Ayunda meminta untuk bertemu Erick sebelum menikah, setelahnya dia tidak akan bertemu Erick lagi.


"Kak Erick, aku datang untuk mengucapkan selamat karena kakak sebentar lagi akan menikah dengan kakak ipar" ucap Ayunda.


Erick hanya bisa menarik nafas panjang mendengar ucapan Ayunda, dalam hatinya yang paling dalam kalau dia sangat menginginkan Ayunda yang berada disisinya.


"Aku juga akan menikah kak, dengan anak sahabat mama, temanku waktu kecil" jelas Ayunda membuat Erick sedikit mengerti tentang laki-laki yang ada difoto bersama Ayunda.


"Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu" bisik Erick saat Ayunda berpamitan ingin meninggalkannya dengan Tuam Sami. "Cukup kakak yang tahu kalau aku mencintaimu" balas Ayunda membuat keduanya tersenyum.


Tuan Sami melihat senyum keduanya, dia menyimpulkan kalau keduanya bisa saling menerima jika mereka tidak bersama.


"Jo bagaimana kabar Nathan?" tanya Tuan Sami setelah dia berbicara dengan Erick. Jony langsung menjelaskan pada Tuan Sami kebenaran tentang Nathan.


Nathan sampai di kediaman papinya, dia meminta Boy dan Luna mengikutinya masuk kedalam kediaman itu.


"Berhenti Nathan" teriak Mami Cyntia saat melihat Nathan datang bersama wanita yang tidak bisa dia terima kehadirannya.


"Untuk apa kamu bawa wanita itu kerumah ini Nath" teriak mami Cyntia melihat Nathan yang selalu membela Luna.


Nathan hanya diam tidak menjawab pertanyaan maminya, tidak ada gunanya berdebat saat maminya seperti ini. Nathan meminta pelayan dirumahnya mengantar Luna dan Boy masuk kekamarnya yang sudah disiapkan Nathan sebelumnya, dia tidak ingin boy mendengar yang tidak seharusnya didengar anak sekecil Boy.


Nathan duduk disofa mendekati mami Cyntia. "Luna punya hak untuk tinggal dirumah ini mam" jawab Nathan setelah melihat Mami Cyntia sedikit tenang.


"Papi meninggalkan dia sebagai tanggung jawabku, sama seperti tanggung jawabku kepada mami dan oma" jelas Nathan


"Aku meminta mami membantuku untuk menjaga Luna dan putranya" pinta Nathan memohon pada Mami Cyntia.


"Luna adiku, suka tidak suka mami harus terima itulah kenyataanya" ucap Nathan agar maminya bisa mengerti.


"Bukan keinginannya terlahir sebagai putri papi dari wanita lain yang tidak pernah dia rasakan kasih sayangnya" Nathan diam setelah mengucapkan kata-katanya.

__ADS_1


Selama ini Luna tumbuh besar hanya merasakan kasih sayang dari papinya, tanpa tahu siapa ibunya. Sedangkan Mami Cyntia tidak pernah mau menerima kehadiran Luna karena itu anak dari selingkuhan papinya.


"Mi, aku akan menikah dengan Ayunda, aku tidak ingin keluarga kita terlihat buruk dimatanya" ucap Nathan memberi pengertian pada Mami Cyntia.


"Mami sangat menyayangi Ayunda, belajarlah menyayangi Luna seperti mami menyayangi Ayunda" Nathan menepuk tangan Maminya yang hanya diam.


"Aku merindukan calon istriku" teriak Nathan sambil meninggalkan Mami Cyntia untuk memikirkan kata-katanya.


Tuan Sami mengangguk mengerti apa yang dijelaskan Jony, dia merasa cukup lega kalau Nathan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.


Diruangan berbeda Ayunda sedang berdua Kevin, kedua saudara itu sedang mengenang papa mereka Tuan Richad.


"Kak, apa yang kau sukai dari papa?" tanya Ayunda ingin tahu pendapat Kevin.


"Papa selalu ada disaat aku membutuhkannya" jawab Kevin, "Papa juga akan selalu ada saat aku membutuhkannya" sambung Ayunda. "Papa hebat" ucap keduanya lalu sama-sama terdiam.


Tanpa mereka sadari, mereka sama-sama menitikkan air mata. Keadaan hati Ayunda dan Kevin sedang tidak baik-baik saja, karenanya mereka merindukan Papa Richad yang biasanya menemani mereka menumpahkan isi hati mereka.


Ayunda belum bisa memantapkan hatinya untuk menikah dengan Nathan, tapi dia juga tidak bisa memaksakan diri untuk bersama Erick.


Nathan tidak tahu harus bersikap seperti apa pada ibunya, selama ini dia menganggap ibunya sudah tiada karena tidak pernah menemuinya dan mengabarinya.


"kak"


"Yunda"


Kevin dan Ayunda memanggil bersamaan. "Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Kevin nemberi kesempatan Ayunda untuk bicara terlebih dahulu.


"Keputusanku untuk menikah dengan Abang Nathan, bagaiman menurutmu kak?" tanya Ayunda.


"Kenapa? Kamu ragu pada Nathan? Karena kamu mencintai Erick. Tapi kamu tidak ingin menyakiti Feby" ucap Kevin beruntun.


"Bagaimana kakak tahu kalau itu yang aku pikirkan?" Ayunda menatap Kevin tidak percaya.

__ADS_1


"Karena aku kakakmu" ucap Kevin bangga.


...********...


__ADS_2