
"Nathan sepertinya sangat mencintaimu" ucap Kevin setelah Ayunda mengakhiri video call bersama Nathan.
Telepon seluler milik Ayunda berbunyi, hanya satu nama yang tersimpan disana. Sudah dapat dipastikan kalau orang yang memberikan telepon seluler ini yang menghubunginya.
"Kenapa lama sekali mengangakatnya sayang" sapa Nathan dari seberang sana sambil menunjukkan wajahnya.
Ayunda mengarahkan kamera ponselnya kewajah Kevin, dia tidak ingin menunjukkan wajahnya pada Nathan.
"Kakak ipar dimana calon istriku?" tanya Nathan setelah yang dilihatnya wajah Kevin.
Kevin menunjuk Ayunda yang ada dibelakang kamera dan sedang tidak ingin dilihat Nathan.
"Dad...." suara Boy memanggil Nathan membuat Ayunda menatap Kevin untuk memeberitahunya siapa anak kecil yang memanggil dad pada Nathan. Kevin mengeleng, dia tidak bisa melihat siapa anak laki-laki itu. Ingatan Kevin kembali pada foto yang ditunjukkan Jony saat Nathan menggedong anak laki-laki dan ada seorang wanita dibelakangnya, namun wajah wanita itu tidak terlihat jelas tertutup pundak Nathan.
"Boy... Daddy disini..." teriak Nathan membuat Ayunda dan Kevin kembali saling menatap.
"Boy... kau ingin melihat Mommy Ayunda? dia sangat cantik" tanya Nathan pada Boy dan percakapan mereka dapat didengar jelas oleh Ayunda dan Kevin.
"Yunda.... tunjukkan wajahmu, Boy ingin berkenalan" seru Nathan meminta Ayunda menampakkan wajahnya.
"Siapa dia?" tanya Kevin yang penasaran saat melihat Boy duduk dipangkuan Nathan.
"Dia anak adikku, mereka..."
"Aku tidak tahu kalau kamu punya adik yang sudah punya anak" sela Kevin jawaban Nathan.
Nathan tidak menghiraukan ucapan Kevin, tidak ada gunanya berdebat dengan Kevin. Tujuan Nathan adalah satu ingin melihat dan bicara dengan Ayunda.
"Yunda... sayang... kau ingat Luna? Dia yang suka membelamu kalau aku mengganggumu" ucap Nathan agar Ayunda mau bicara dengannya.
"Boy putra Luna" jelasnya.
"Luna" ulang Kevin dalam hati, nama seorang gadis yang dikenalnya saat kecil dan tidak pernah bertemu lagi sejak lulus sekolah menengah pertama.
"Boy... where is your mother?" Nathan menanyakan pada Boy dimana ibunya.
"I'm here" jawab Luna yang sedang berjalan mendekati Nathan dan Boy sambil membawa makanan ringan kesukaan Boy.
Nathan meminta Luna menyapa Ayunda agar mau menampakkan wajahnya, dia sangat ingin melihat Ayunda dan berharap Luna bisa membujuknya. Kevin tidak sengaja melihat Luna saat Nathan mengarahkan kameranya "Itu dia" ucap Kevin dalam hati.
__ADS_1
"Hai... Ayunda... do you still remember me?" Luna menyapa Ayunda mengikuti keinginan Nathan.
Karena Luna yang menyapa akhirnya Ayunda menampakkan wajahnya, dia masih inggat Luna yang sering bermain dengannya kalau sedang di ajak Papa Richad kerumah kedua papi Nathan.
"Of course, I still remember you Luna" jawab Ayunda membalas sapaan Luna.
Mendengar suara Ayunda Nathan langsung menggambil alih ponselnya dan menggarahkan kamera ke wajahnya "Baby I miss you" ucapnya sambil melihat wajah orang yang dirindukannya.
Ayunda dapat melihat jelas wajah Nathan, seketika terukir senyum diwajahnya. Nathan melihat senyum yang diberikan Ayunda, dia segera mengabadikan wajah cantik yang satu tahun ini mengisi hatinya.
Nathan yang lebih banyak bicara, sedangkan Ayunda hanya menanggapinya sesekali saja sambil menatap lekat wajah Nathan yang terlihat jelas. Kevin menyimak dan memperhatikan Ayunda, dia dapat melihat ada cinta dimata adiknya untuk Nathan yang tidak ingin ditunjukkannya.
"Bang" Ayunda memanggil Nathan saat laki-laki itu terus saja menggodanya.
"Sayang wajahmu memerah?" jawab Nathan kembali menggoda Ayunda, yang digoda kini kembali tidak ingin dilihat dan mengalihkan kamera telepon selulernya pada Kevin.
"Sayang... aku masih ingin bicara dan melihatmu" teriak Nathan.
Tidak ada sahutan dari Ayunda, yang terdengar hanya suara pintu yang terbuka " Kalian disini" ucap Jony setelah melihat kedua kakak adik itu sedang duduk berdua.
"Keluarlah... ada yang ingin bertemu dengan kalian" pinta Jony pada keduanya. Dengan terpaksa Nathan mengijinkan Ayunda mengakhiri percakapan mereka setelah mendengar Jony yang berbicara.
"Kau akan merasakannya saat sudah bersama, apa lagi kau juga mencintainya" jawab Kevin yang membuat Ayunda diam.
"Ada dua cinta yang berbeda yang bisa kamu rasakan antara Erick dan Nathan"
"Kamu mencintai Erick karena selama ini dia selalu ada untukmu setelah kepergian papa. Tidak lebih dari itu, sama seperti dulu kau jatuh cinta padaku" jelas Kevin.
"Berbeda dengan yang kamu rasakan dengan Nathan walau kamu berusaha menutupinya" Kevin mengusap punggung Ayunda agar adiknya itu mengerti ucapannya.
"Kamu tidak salah memilih keputusan untuk menikah dengan Nathan" lalu Kevin mengajak Ayunda keluar setelah merasa cukup memberikan pengertian pada Ayunda.
Ayunda mengikuti langkah Kevin sambil terus memikirkan ucapan kakaknya, dia ikut menghentikan langkahnya saat kevin diam terpaku.
"Kevin" Ibu Tere menanggis saat melihat putra yang dikiranya sudah tiada berdiri dihadapannya.
"Maafkan ibu" ucapnya sambil terisak.
Ayunda menepuk bahu Kevin untuk menyadarkan kakaknya agar mau menerima permintaan maaf Ibu Tere seperti yang tadi sudah mereka bahas.
__ADS_1
Kevin berjalan mendekati ibunya dan memeluk wanita yang ingin dibencinya, namun hatinya tidak bisa melakukan itu.
"Maafkan ibu Kevin" suara tangis Ibu Tere semakin keras terdengar membuat Ayunda dan Feby yang juga ada disana ikut menangis terharu. Cukup lama ibu dan anak itu saling melepas rindu, sama-sama tidak bisa bicara hanya pelukan yang mengatakan kalau mereka saling menyayangi.
Kevin beralih menghadap Feby saat wanita cantik itu mendekatinya yang masih memeluk Ibu Tere.
"Kak..." sapa Kevin dan memeluk kakak perempuannya yang baru diketahuinya setelah penembakan yang terjadi padanya.
"Ayunda" Kevin memanggil Ayunda untuk mendekat padanya.
"Kak ipar" sapa Ayunda pada Feby dan mereka berpelukan.
"Kalian sama berharganya bagiku" ucap Kevin pada kakak dan adiknya.
"Kita bersaudara, tiga saudara" serunya.
Feby dan Ayunda bersaman memeluk Kevin, walau Ayunda dan Feby tidak terhubung satu darah tapi mereka sama-sama terhubung satu darah dengan Kevin.
"Kita saudara" ucap ketiganya besamaan.
Tuan Sami sudah merencanakan untuk melaporkan Tuan Yuda kepihak yang berwajib untuk melakukan penangkapan pada laki-laki yang sudah banyak menyusahkan hidupnya selama ini bahkan tega merencanakan pembunuhan pada Kevin. Selama ini Tuan Sami terus menggumpulkan bukti-bukti untuk memberatkan Tuan Yuda yang dibantu oleh tim keamanan milik Nathan.
Tuan Sami menjelaskan pada Ibu Tere dan Feby apa yang akan dilakukannya pada Tuan Yuda, karena itu dia membawa Ibu Tere dan Feby untuk sementara tinggal bersamanya.
Malam ini Ayunda dan Feby berbagi kamar, mereka sedang berbicara dari hati ke hati membahas Erick, Feby mencintai Erick dan meyakini Erick tidak mencintinya dan hanya mencintai Ayunda.
"Kakak ipar, aku memang mencintai Kak Erick sama seperti aku mencintai Kak Kevin" jelas Ayunda seperti apa yang dikatan Kevin padanya.
"Erick tidak mencintaiku" Feby mengucapkannya dengan menghembuskan nafas kasar.
"Kak Erick memcintai kakak ipar, hanya saja dia belum menyadarinya"
"Percayalah padaku, aku yang akan membuatnya menyadari itu" Ayunda meyakinkan Feby.
"Apa kau sungguh tidak mencintainya?" pertanyaan Feby hanya dibalas senyum oleh Ayunda.
"Apa yang kalian bicarakan?" suara laki-laki yang bertanya membuat mereka terkejut.
...*******...
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan koment 🙏🙏🙏🙏🙏