Lentera Cinta

Lentera Cinta
58. Dia Temanku


__ADS_3

"Ada apa Mas?" Kevin bertanya pada Nathan, begitu dia menjatuhkan dirinya disofa yang ada di apartemen Nathan. Dia masih belum mengerti, Nathan tiba-tiba memaksanya untuk bertemu malam ini juga. Sedangkan baru tadi sore mereka bertemu dan berbicara banyak. Bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga yang lainnya, tentang hubungan antara dia, Nathan dan Ayunda, termasuk tentang masalah Luna.


"Mau minum apa?" Nathan menawari Kevin.


"Aku bisa ambil sendiri Mas" jawab Kevin. "Mengapa Mas meminta saya datang?" Kevin kembali bertanya.


"Kamu kenal Dewi?"


Kevin menatap Nathan, ada hubungan apa Nathan bertanya tentang Dewi? Apa dia tahu kalau Dewi tadi menemuiku? Walaupun tahu untuk apa dia bertanya. Apa ada sesuatu antara Mas Nathan dan Dewi? Lalu Ayunda? Tidak-tidak, tidak mungkin. Kevin sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Dia satu fakultas dan satu angkatan denganmu" ucapan Nathan, sambil menyodorkan satu kaleng minuman dingin dihadapan Kevin, sehingga membuyarkan Kevin dari pikiranya sendiri.


"Iya Mas, dia temanku" jawab Kevin.


"Ada sesuatu yang buruk yang terjadi dengan Ayunda. Itu terjadi saat dia masih bersamamu" jelas Nathan.


"Maksud Mas?" Kevin tidak mengerti maksud ucapan Nathan. Mereka sudah sepakat untuk tidak membicarakan masa lalu Ayunda dengan Kevin, karena sekarang adalah waktunya Nathan dan Ayunda. Kevin dengan senang hati menyepakati kesepakatan antara dia dan Nathan, terlebih lagi tadi pagi juga dia sudah bicara banyak dengan Ayunda tentang mereka berdua, Ayunda dan Kevin.


"Kamu tahu sakit yang dialami Ayunda, Kev?" Kevin mendongakkan kepalanya melihat Nathan.


"Iya, dia sering tiba-tiba tidak sadarkan diri dan sering mimpi buruk. Itu terjadi tiga tahun terakhir ini, terkadang dia sering tidak fokus dan mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti. Aku pernah mengajaknya ke dokter tapi dia menolak, dia mengatakan kalau semua hanya karena dia terlalu sibuk dengan kegiatannya dan sering telat makan, sehingga kekurangan energi"


"Tapi menurut Erick dia sepertinya mengalami trauma, sesuatu yang buruk terjadi padanya. Karena itu saat kecelakaan dia koma cukup lama, karena dia tidak ingin kembali kedunianyata. Tapi aku tidak tahu hal buruk apa yang terjadi padanya. Ayunda tidak pernah mau cerita, dia menutup rapat, bahkan dengan Erick sebagai dokternya dia juga tidak mengatakan apa-apa, karena itu Erick sedikit mengalami kesulitan" jelas Kevin. Sementara Nathan hanya diam, menyimak dan mendengarkan penjelasan Kevin.

__ADS_1


"Apa Ayunda masih seperti itu?" tanya Kevin. "Erick sudah melakukan terapi padanya, agar Ayunda tidak kembali lagi ke dunia lain saat tidur. Dan menurut informasi dari Erick, sakit kepala yang sering menyerang Ayunda juga sudah berkurang setelah operasi"


"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Ayunda?" tanya Kevin.


"Sebentar-sebentar" Kevin tampak berpikir. "Mas tadi bilang, kalau ada sesuatu yang buruk yang terjadi dengan Ayunda, dan Itu terjadi saat dia masih bersamaku, lalu Mas bertanya tentang Dewi. Apa sakit yang dialamai Ayunda ada hubungannya dengan Dewi?" tanya Kevin setelah dia merangkai maksud tujuan pertanyaan Nathan.


"Iya" jawab Nathan. "Apa kamu tidak pernah tahu dan menyadari kalau Dewi menyukaimu?" tanya Nathan


"Ha" ucap Kevin terkejut, lalu dia menggoyang-goyangkan telapak tangannya sambil menyeruput kaleng yang berisi minuman dingin pemberian Nathan, yang sedari tadi hanya dipegangnya.


"Tidak, dia tidak menyukaiku. Ayunda pernah bertanya langsung pada Dewi tentang hal itu. Dan Dewi menjawab tidak dengan tegas. Aku juga mendengarnya sendiri" jelas Kevin.


"Ayunda bertanya hal itu langsung dihadapan Dewi? Apa karena dia cemburu Dewi dekat denganmu Kev?"


"Bukan karena Ayunda cemburu. Ayunda tidak pernah cemburu padaku Mas, seberapa banyakpun wanita yang ada di sekitarku dia tidak pernah marah dan cemburu. Terkadang aku juga merasa heran dan sering bertanya, apa dia benar-benar menyayangiku? karena itulah, saat aku pura-pura tidur dengan wanita lain, aku pikir dia tidak akan bersikap berlebihan, tapi ternyata itu membuatnya hampir kehilangan nyawa. Hal yang paling buruk yang aku lakukan padanya" Kevin menundukan wajahnya, satu hal yang sangat disesalinya adalah kecelakaan yang dialami Ayunda, itu karena dia terperangkap dalam permainan papanya, Anthony.


Nathan duduk dihadapan Kevin, "Aku butuh bantuanmu" ucap Nathan.Lalu dia menceritakan kembali apa yang diceritakan Ayunda tadi sore dirumah sakit.


"Ceritakan dengan tenang" pinta Dokter Erick pada Ayunda dan mendapat anggukkan darinya.


"Tadi saya dan Mas Nathan sedadang di Galaxy Mall, lalu saya ijin ke toilet" Ayunda memulai ceritanya. "Saat saya hendak keluar dari bilik toilet, ada seseorang yang baru masuk dan berbicara cukup keras.Orang itu sedang berbicara lewat telepon, karena tidak ada suara lain yang menyahuti. Saya kenal suara itu bahkan sangat hafal dengan suaranya, suara seseorang yang saya kenal saat kuliah"


Ayunda meletakkan ponselnya, lalu terdengar suara orang yang sedang berbicara. Tadi Ayunda sempat merekam suara Dewi, entah mengapa tiba-tiba dia berpikir untuk merekamnya.

__ADS_1


Kevin menyimak apa yang diceritakan Nathan, dia mengepalkan tangannya menahan marah. "Dewi" ucapnya dengan seringai kebencian.


"Bukannya dia menemuimu tadi?" tanya Nathan lagi.


"Iya, sekitar satu jam setelah Mas Nathan dan Ayunda meninggalkan ruanganku. Tidak ada hal penting yang kami bahas, dia mengatakan hanya sekedar mampir, karena kami sudah lama tidak bertemu" Kevin mencoba menjelaskan pada Nathan.


Nathan meminta Kevin untuk mencari tahu dan mengumpulkan bukti kejahatan Dewi pada Ayunda, agar bisa melakukan tuntutan. Nathan yakin tidak hanya sekali Dewi membuli Ayunda dimasa lalu.


Erick berdiri dibalkon apartemennya, dia baru saja mengakhiri panggilan dari Kevin. Menatap gedung tinggi dan jalanan yang mulai lengang, karena kehidupan malam dikota ini tidak sepadat saat siang hari. "Ayunda" gumamnya. Kenapa sulit sekali untuk menghilangkan rasa ini? "Pengecut" gumamnya lagi, di hanya mampu jadi penggemar rahasia seorang Ayunda Tiara.


Erick menghela nafasnya, dia melewati kesempatan untuk kedua kalinya bisa berada disisi Ayunda. Seharusnya dia berani mengatakan isi hatinya pada Ayunda dan menggandeng tangannya untuk melangkah bersama disisinya. Tapi dia terlalu banyak berfikir, dan terlambat. Ayunda sudah bersama Kevin, dia hanya bisa memandang dari jauh dan harus patah hati karenanya.


Saat Ayunda sadar dari koma, banyak waktu yang dia habiskan bersama Ayunda, karena dia sendiri yang melatih Ayunda untuk bisa kembali dan tegak. Seharusnya dia bisa langsung mengatakan isi hatinya saat dia mengantar Ayunda pulang dari rumah sakit pertamakali, tapi dia kembali melewatkannya dan akhirnya harus kembali patah hati seperti empat tahun yang lalu.


"Apakah akan ada kesempatan ketiga?" Erick masih berharap itu akan datang.


Erick melihat ponselnya menyala, itu sebuah panggilan. Saat dia sudah mendapatkan ponselnya yang dia letakkan di meja, panggilan itu berakhir. Belum selesai dia membaca notifikasi siapa yang menghubunginya, ponselnya kembali menyala, saat melihat kontak yang tertera, dia segera menggerser tombol hijau


"Dok"


"Ayunda"


...*******...

__ADS_1


__ADS_2