Lentera Cinta

Lentera Cinta
BAB 88 “Sang Penjara Malam”


__ADS_3

“Aa' mencintaimu dalam setiap detiknya, Neng. Dalam setiap hembusan nafas Aa' hanyalah namamu. Mungkin ini hanyalah gombalan biasa bagimu Neng, tapi Aa' jujur ini dari dalam lubuk hati Aa'. Dan akan Aa' jaga tawamu sampai kapanpun.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Memang saat pernikahan Aletha dengan Keenan dilangsungkan Dimas tidak ada di Indonesia. Sehingga tidak tahu jika lelaki yang bersama Aletha tak lain adalah suaminya.


“Kenapa dekat-dekat seperti itu? Aku tidak ingin nama rumah sakitku tercemar dengan hubungan kalian yang tidak pasti.”


Ingin sekali Aletha tertawa saat itu juga. Akan tetapi ia masih memiliki rasa hormat terhadap atasan daripada ia dipecat saat itu juga dan lebih baik mengalah saja.


”Pak, saya jamin nama rumah sakit Anda tidak akan tercemar cuma gara-gara saya dengan Kapten Keenan. Kapten Keenan itu baik hati, gagah berani, tatapannya itu menajam tapi ada cinta di dalamnya dan juga... banyak dikagumi sama kaum wanita, Pak. Contohnya seperti saya.” Aletha nyengir.


Dimas semakin memendam api kemarahan. Ada desiran yang menjalar ke seluruh tubuhnya, akan tetapi bukanlah sebuah hasrat. Melainkan api cemburu yang menguasai hatinya, dan itu membuat Dimas semakin mengepalkan tangannya dengan erat.


“Apa kamu mengaguminya, Al?”


“Apa maksud pertanyaan pak Dimas? Apa kurang jelas bagi Anda setelah saya mengatakan barusan?”


“Aku mencintaimu, Al. Apa tidak ada sedikit rasa untukku? Apa kamu tidak ingin membuka sedikit saja hatimu untukku? Apa kurangku kepadamu, Al?”


Aletha hanya mangap, ia tidak tahu jika perkataan itu akan muncul dari bibir seorang Dimas. Aletha melihat tatapan Dimas yang bersungguh-sungguh ingin memilikinya. Namun, sedikit rasa tak ada di hati Aletha untuk Dimas. Dan Aletha ingin mengakhiri perasan Dimas yang terlalu berharap kepadanya.


“Tidak ada. Aku sudah menikah, tidak mudah untukmu masuk dan menerobos dalam rumah tanggaku. Dan lelaki yang sudah kamu maksud itu... adakah suamiku. Aku peringatkan kepadamu, jangan berharap apapun dariku mulai detik ini.”


“Traaakkk”


Seperti itulah kira-kira hati Dimas berbunyi. Patah hati seketika dirasakan oleh Dimas, ia merutuki kebodohannya yang sudah mengungkapkan perasaannya kepada Aletha. Namun perasaan itu tidak terbalaskan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Assalamu'alaikum, Neng Aletha yang geulis.” sapa Keenan saat tiba di rumah sakit.


“Wa'alaikumsalam, Aa' Keenan yang tampan.”


Seketika keduanya terkekeh. Merasa dunia begitu lucu saat Aletha memanggil Keenan dengan panggilan Aa', sedangkan Keenan akan selalu memanggil Aletha dengan sebutan Neng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


“Tuhan, malam ini aku akan memenuhi janjiku sebagai seorang istri yang akan selalu membahagiakan suamiku.”


Aletha bersiap untuk menjadi sosok istri yang memenuhi kewajibannya malam itu. Ia akan menyerahkan harta berharganya kepada Keenan, karena ia selalu mengingat apa yang dikatakan Larisa. Dan setelah di dapur itu Aletha selalu menyempatkan untuk melihat beberapa kajian di channel youtube yang lagi viral.


“Kamu tidur saja lebih dulu, Neng. Aa' masih mau olahraga.”


Disaat Keenan merasakan hasrat yang membuncah dadanya, ia harus kembali menghilangkan rasa itu segera. Karena ia tidak ingin membuat Aletha marah jika saja belum siap memberikan kewajibannya sebagai istri.


Namun malam itu... malam yang berbeda.


“Tidak mau, Aa' juga tidak boleh olahraga malam, karena itu tidak baik untuk kesehatan. Apa Aa' lupa jika Neng ini seorang dokter?”


“Aa' tidak lupa, Neng. Tapi...” Keenan menggantungkan uacaoannya di udara.


“Tapi apa Aa'?”


“Aa'... emm... kalau boleh jujur Aa' hanya ingin menghilangkan segala hasrat yang sudah menekan diri Aa' untuk memilikimu seutuhnya, Neng. Dengan cara berolahraga lah Aa' bisa menghilangkannya.”


Aletha terkekeh, lalu ia berkata, “Kenapa tidak bilang kalau Aa' mau minta.” Aletha menatap Keenan dalam.


Keenan meraih jemari Aletha, lalu menatap Aletha dengan tatapan yang penuh cinta. Seulas senyum telah diterbitkan Keenan dari bibirnya yang seksi.


“Aa' mencintaimu dalam setiap detiknya, Neng. Dalam setiap hembusan nafas Aa' hanyalah namamu. Mungkin ini hanyalah gombalan biasa bagimu Neng, tapi Aa' jujur ini dari dalam lubuk hati Aa'. Dan akan Aa' jaga tawamu sampai kapanpun.”


Kecupan bibir Keenan di kening Aletha telah membuat hati Aletha terketuk. Begitu beruntungnya memiliki suami yang tidak memaksakan kehendaknya, meskipun itu memang sudah menjadi hak nya.


Keenan menarik tubuh Aletha dalam dekapannya. Dan saat itu juga Aletha mengungkapkan segala rasa yang masih terpendam.


“Aku mencintaimu, Aa'. Sampai kapan pun Neng akan mencintai Aa'. Dan malam ini Neng siap melakukan kewajiban Neng sebagai seorang istri.” Bisik Aletha di telinga Keenan.


Keenan seketika melerai pelukannya. Ia menatap netra Aletha yang memberikan ketulusan itu. Ingin rasanya Keenan berjingkrak riang dan terbang mengudara. Karena malam itu ia akan mendapatkan hak nya tanpa meminta ataupun memohon kepada Aletha.


Wahai pembaca persiapkan diri untuk membaca bagian yang hot malam ini...


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Keenan melakukan aksinya setelah mendapatkan kode kelingan mata dari Aletha. Mungkin Aletha pun akan merasa malu, karena kali pertama itu ia menjadi seorang wanita penggoda.


Menggoda suami sendiri tak apa kan, pembaca? Wkwkwk...

__ADS_1


”Duduk disini, Neng ... Aa' ingin membacakan do'a terlebih dahulu sebelum memasukkan Neng dalam penjara Aa' malam ini.” pinta Keenan dengan menepuk bibir kasur.


Aletha menuruti permintaan Keenan, ia pun duduk di sebelah Keenan dengan senyuman yang tiada henti ia tebarkan.


Keenan meletakkan tangannya di atas ubun-ubun Aletha, lalu bibirnya pun berkomat-kamit melantunkan do'a sebelum berhubungan badan.


”Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.”


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang hendak Engkau berikan sebagai rezeki bagi kami." (HR Bukhari).


“Aamiin...” Aletha mengaminkan do'a Keenan.


Keenan merebahkan tubuh Aletha di atas ranjang. Langkah pertama Keenan akan menembak jitu musuhnya. Membuat Aletha masuk ke dalam sang penjara malam yang akan ia ciptakan. Mata elangnya siap untuk menerkam musuh yang berada di depan mata.


“Apakah sudah siap?” Bisik Keenan saat ingin memulai nya.


Aletha mengangguk pasrah. Dan kedua matanya mulai terpejam saat Keenan mulai melakukan aksinya.


“Aa'...” panggil Aletha dengan nada lirih.


“Sabar saja ya, Neng.”


Kembali Aletha mengangguk menurut saja.


Dan di bawah cahaya lampu yang remang Keenan membuktikan cintanya. Menghabiskan waktu malam bersama dengan wanita yang namanya sudah terpatri dalam hati. Pembuktian cinta pun berlangsung untuk berkembang biak dan mencitpakan generasi baru.


SENSOR... SENSOR... SENSOR...


“Terima kasih, untuk malam ini, Neng.”


Aletha mengangguk, karena baginya hanya itu yang bisa ia lakukan disaat rasa lelah sudah mendera bahkan kantuk pun hadir di penghujung malam. Dan ada rasa lega saat melihat Keenan menyunggingkan senyum yang terindah. Bahkan saat melihat senyum itu, seakan menular. Dua ujung bibir Aletha ikut tertarik, sehingga senyum tercipta dengan indah.


Keenan menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka dari rasa dingin yang mendera. Tangan Keenan pun melingkar di pinggang Aletha untuk memberikan kenyamanan bagi nya sebelum mata mulai terpejam. Dan entah di jam berapa mereka mulai masuk ke dunia mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Aku benar-benar patah hati, Al. Ingin rasanya aku tidak mempercayai kenyataan ini, bahwa kamu sudah dimiliki oleh lelaki lain. Haruskah malam ini aku...”

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2