Lentera Cinta

Lentera Cinta
BAB 81 “Aku Menginginkanmu”


__ADS_3

“Aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya sekarang, tapi aku mau kamu untuk mempelajarinya. Karena menjaga aurat itu penting.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aletha menggelengkan kepala. Dengan senyum yang merekah Aletha mengatakan kepada Keenan bahwa ia ingin pergi dengan helikopter bernuansa berbeda.


Memangnya ada perbedaan apa? Entahlah... hanya Aletha yang tahu.


...----------------...


“Cantik banget aunty, mau kemana?” tanya Larisa yang kepo.


“Anak kecil tidak boleh tahu, ini rahasia.” Aletha terkekeh.


“Ish, jadi aunty kok julit dan pelit.” Larisa mencebik.


Aletha tidak menghiraukan lagi cicit Larisa, anak berusia tujuh taun itu mewarisi sifat kedua orang tuanya akan tetapi lebih dominan ke Juan. Yang memiliki sifat baik, tetapi kepo nya minta ampun.


...----------------...


“Kapan helikopter nya akan tiba?” tanya Aletha saat berada di Markas Taruna.


“Mungkin sebentar lagi. Kenapa? Apa kamu tidak sabar menunggu waktu untuk kita berduaan saja?” Keenan nyengir.


Aletha terkekeh, karena ia baru mengetahui bahwa kapten yang menjadi idolanya saat ini. memiliki sifat mesum yang begitu tinggi. Namun, itu hanya candaan saja.


Tidak lama kemudian helikopter pun tiba, Aletha dan Keenan masuk ke dalam helikopter. Keenan dan Aletha mengambil duduk di belakang. Seperti apa yang dikatakan Presiden Ameer, Keenan dan Aletha akan dijadikan raja dan ratu saat mengendarai helikopter mikiknya.


Karena menaiki helikopter jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke bandara Amerika. Ketika sesampai di sana Aletha dan Keenan disambut hangat oleh Leon. Karena Leon juga ikut menghadiri acara pernikahan Catrina dengan Edbert.


“Bagaimana kawan, setelah melalui banyak hal ... akhirnya kalian hampir saja sold out.”


“Pastinya ... kami merasa bahagia. Bahagia tiada tara.” Datar tetapi menyimpan candaan.


“Sudahlah Ke, jangan mulai seperti itu. Aku tahu, kamu mengatakan itu ingin membuatku memanas saja, kan?” Leon berdecak kesal.


“Tidak. Aku tidak mengatakan seperti itu. Kamu nya saja yang sensi jadi laki-laki.” Keenan mencebik.


Obrolan itu terhenti saat Aletha tengah mengobrol dengan Wilona yang sudah sampai lokasi. Bahkan Wilona tengah bersama dua mempelai yang cantik dan tampan. Yang akan menjadi raja dan ratu walaupun hanya satu malam saja.


Pesta digelar begitu megah, sesuai adat islam. Ada penghulu yang akan menikahkan Edbert dan Catrina. Dan sebelum pernikahan itu terjadi, Catrina harus menjalani proses yang panjang untuk masuk Islam. Karena seorang lelaki muslim diharamkan untuk menikahi perempuan yang bukan muslimah. Dan itu sudah tertulis dalam surat Al-Baqarah.


Dan haram bagi kaum laki-laki menikahi non muslimah, setidaknya didasari dengan landasan bahwa Islam itu tinggi darinya. Sedang kita tahu bahwa pada level keluarga posisi tertinggi dipegang oleh suami yang nanti akan menjadi ayah dari anak-anak mereka. Sehingga Catrina harus masuk Islam terlebih dahulu sebelum pernikahan digelar dengan megah.


“Akhirnya kita sampai, untung saja tidak telat.” pekik Aletha.


Aletha masuk ke dalam gedung yang sudah dihiasi beberapa bunga dan yang lainnya. Sedangkan Keenan dan Leon masih sibuk di luar gedung itu.


Kalau kali ini sibuk ala lelaki, bukan ala perempuan yang suka heboh dengan penampilan mereka. Wkwkwk...


“Aku belum telat, kan?” sapa Aletha.


“Hampir dikit. Tuh, lihat mereka hampir saja melakukan akad nikah.” Wilona menunjukkan jarinya ke arah Edbert yang sedang menghadap pak penghulu.


Catrina digiring ke sebuah ruangan yang membuatnya harus terpisah dengan Edbert untuk sementara waktu sebelum akad nikah dilangsungkan.


“SAH.” Pekik semua orang setelah akad nikah usai dilangsungkan.


Tangis haru pun telah terjadi dalam keluarga besar itu. Mengingat Edbert yang memasuki usia hampir tiga puluh tahun baru kali itu hatinya menemukan tambatan hati. Dan Edbert menginginkan Catrina untuk menjadi istrinya, dengan penuh keberanian akhirnya Edbert mengkhitbah Catrina.


“Catrina cantik banget dengan hijab itu.” Bisik Aletha kepada Keenan.


“Bukankah kamu juga akan seperti itu?”


“Apa kamu juga akan memintaku untuk memakai hijab begitu?”


“Aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya sekarang, tapi aku mau kamu untuk mempelajarinya. Karena menjaga aurat itu penting.” Keenan mengulas senyum.


...----------------...


Edbert dan Catrina berjalan di atas karpet merah menuju ke atas panggung untuk melanjutkan acara selanjutnya yaitu, pelemparan bunga. Dan ketika MC memulai menghitung dengan hitungan ke tiga Edbert dan Catrina bersiap untuk melempar.


“Tiga...”


“Dua...”


“Satu...”


Catrina Dan Edbert melempar bunga yang berada dalam genggaman tangan mereka.


“Hup!”


Aletha dan Keenan menangkap bunga itu secara bersama-sama. Dan seketika semua yang hadir bersorak, bahkan suara mereka memekik telinga Aletha dan Keenan sehingga tatapan yang terkunci sesaat telah terbuyarkan.


Senyum pun terukir dengan indah dari bibir Aletha dan Keenan. Dan untuk yang kedua kalinya Aletha berhasil menangkap bunga yang dilempar oleh pasangan pengantin yang baru saja melangsungkan ijab dan qabul.


“Aku ... menginginkanmu, Al. Apa kamu siap menemaniku pengajuan untuk besok?”

__ADS_1


“Tentu. Dan aku ... juga menginginkanmu sebagai sahabat di masa lalu dan pendamping hidupku di masa sekarang sampai nanti.”


Keenan merengkuh jemari Aletha degan kuat. Tak ingin terlepas begitu saja, meskipun nama mereka telah dipanggil oleh MC untuk maju ke depan dan naik panggung.


“Kita panggilkan Kapten Keenan dan .... Dokter Aletha. Mohon untuk keduanya segera naik ke atas panggung. Karena ini permintaan kedua mempelai.”


“Kenapa kita diminta naik ke panggung? Buat apa coba? Masa menjalani pembedahan?” bisik Aletha.


“Mungkin... mereka meminta kita untuk menembak.” Keenan terkekeh geli.


Tabokan Aletha pun melayang ke lengan Keenan, sehingga membuat Keenan meringis kesakitan. Dan akhirnya mereka pun maju ke atas panggung. Karena semua tamu yang hadir sudah heboh dan berteriak memanggil nama mereka untuk segera maju.


Di atas panggung Keenan memasang wajah yang begitu datar, tubuh yang tegap dan tak ada senyum sama sekali yang terukir di bibirnya. Sedangkan Aletha, ia memasang wajah malu tiada tara. Karena baru kali pertama ia diminta maju untuk naik panggung, apalagi bersama dengan Keenan. Membuat hati Aletha semakin berdegup kencang.


“Iya... baiklah kalian begitu, sekarang kita minta mereka untuk bernyanyi bersama. Bagaimana, tamu yang hadir setuju dengan itu?” tanya MC dengan separuh berteriak.


“Bernyanyi...”


“Bernyanyi...”


“Bernyanyi...”


Teriakan itu begitu menggema dalam gedung itu. Akan tetapi Keenan dan Aletha hanya menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal, karena mereka tidak pernah benyanyi apapun sebelumnya. Sehingga membuat mereka merasa bingung... harus menyanyikan lagu apa. Dan tidak mungkin juga jika mereka menyanyikan lagu kesukaan Aletha. Masih ingatkan para pembac dengan lagu kesukaan Aletha?


“Apakah ada gitar?” tanya Keenan pada MC.


“Ada. Kapten Keenan mau pakai gitar?”


Keenan mengangguk dan mengiyakan pertanyaan MC itu. Sedangkan Aletha hanya menatap tajam Keenan. Karena ia merasa tidak bisa bernyanyi, dan rasanya tidak mungkin hanya bermain gitar tanpa ada suara yang menderu dengan intonasi lagu yang indah.


“Memangnya kamu bisa main gitar? Bisa bernyanyi?” pekik Aletha dengan lirih.


“Bisa, kalau kamu?”


“Ya ... aku tidak bisa.” Aletha nyengir. “Kalau kamu bisa kamu saja yang nyanyi, aku mau turun saja. Tidak mungkin juga jika aku hanya berdiri disini, seperti patung saja.”


Kaki Aletha hampir saja melangkah menuruni anak tangga panggung, tetapi terhenti secara tiba-tiba saat lengan Aletha dicekal tepat waktu oleh Keenan. Bahkan Keenan menarik lengan Aletha dan membuat Aletha jatuh. Untung saja Aletha jatuh dalam dekapan Keenan, jika jatuh ke bawah maka akan membuat Aletha merasa malu. Karena hari itu pertama kalinya Aletha memakai sandal hak tinggi, biasanya saat acara seperti itu Aletha hanya memakai sandal wedges, yang bawahnya rata.


“Cie... cie...” cicit semua orang saat Aletha masih dalam dekapan Keenan.


Suasana romantis yang sejenak terjadi seketika terbuyarkan. Keenan melerai pelukan itu, lalu Aletha menata kembali pakaiannya agar terlihat sempurna. Malu, itu sudah pasti dirasakan oleh Aletha, tetapi akan lebih malu lagi jika ia sampai jatuh ke bawah. Mungkin akan jadi bahan tertawaan bagi semua orang.


“Ke, buat apa kamu menarikku? Kenapa tak biarkan aku pergi tadi?” cicit Aletha.


“Karena aku menginginkanmu, Al. Cukup temani aku duduk disini jika kamu tidak bisa bernyanyi.” Keenan menebar senyum.


Didepan mikrofon dengan membawa gitar Keenan mengudarakan suaranya untuk memberitahukan kepada semua orang termasuk juga Aletha, bahwa ia akan menyanyikan sebuah lagu, di mana lagu itu akan dinyanyikan secara khsus untuk Aletha.


“Huuuu... Cie... cie...”


Kembali sorak poranda telah didengar dari para tamu sekalian.


‘Aku memang tidak tahu bagaimana suara kamu saat bernyanyi, Ke. Tapi aku ingin mendengarnya.’ batin Aletha.


Aletha terus menatap Keenan dengan tatapan penuh kekaguman. Bahkan Aletha terpukau akan penampilan Keenan saat memetik senar gitar itu. Dan selang beberapa menit kemudian Keenan mengudarakan suaranya dengan merdu dan intonasi lagu yang indah.


Na na na


Oh


Ingin ku ulang kembali


Kisah kita


Cerita yang tlah terjadi


Cinta kita


Semua


Yang tlah terbagi indah denganmu


Dahulu


Membuatku


Mengerti cintamu


Ternyata hanya kamu


Tempat untuk hatiku


Takkan lagi aku mencari


Karna hanya kamu


Hu oh

__ADS_1


Selama jauh darimu


Aku pun mengerti


Penuh hatiku denganmu


Takkan pernah terganti


Semua


Yang tlah terbagi indah denganmu


Dahulu


Hm membuatku mengerti cintamu


Ternyata hanya kamu


Tempat untuk hatiku


Takkan lagi aku mencari


Karena hanya kamu


Kembali bersamaku


Takkan ada yang lain


Hanya denganmu ku bahagia


Ku kembali berlabuh disisimu


Ho


Oh hanya kamu


Tempat untuk hatiku


Takkan lagi aku mencari


Kembali bersamaku ho


Takkan ada yang lain


Tempat untuk hatiku


Takkan lagi aku mencari


Karna hanya kamu


Kembali bersamaku


Takkan ada yang lain


Hanya denganmu ku bahagia


Ku kembali ku kembali


Ku kembali berlabuh disisimu


Ho


Tlah utuh kau dan aku


Lagu yang dinyanyikan Keenan sukses membuat Aletha terbuai akan indahnya cinta. Aletha juga percaya bahwa lagi yang sudah dinyanyikan Keenan adalah sebuah gambaran yang selama ini terjadi dalam kehidupan nya yang nyata.


Lagu yang berjudul ternyata hanya kamu itu memang lagu romantis yang kini sedang booming dalam dunia musik. Dan dengan suara khasnya Keenan mampu membuat semua tamu undangan dalam pernikahan Edbert dan Catrina terpaku, mereka tidak menyangka jika kapten yang selama ini tegas, datar dan selalu disiplin bisa juga bucin, bahkan membuat semua orang terpana akan pesona bucin nya itu.


“Aku tidak pernah menyangka jika ... Keenan bisa melakukan hal romantis dan sebucin itu.” Ungkap Leon.


Wilona terus melakukan video untuk merekam momen itu dan akan dikirimkan kepada Laura, sesuai dengan pesan Laura malam itu. Dan selain menjadi seorang dokter, Wilona juga seorang kreator dalam konten youtube. Sudah menjadi hobinya untuk merekam dan mengupload nya ke konten youtube miliknya.


“Assalamu'alaikum, halo gaes! Ini aku sedang berada di acara pernikahan teman Dokter aku saat menjadi sukarelawan di Mercy Ship. Dan andai kalian tahu, saat kami semua berada di Mercy Ship banyak pasangan yang akan sold out.”


“Salah satunya Dokter Edbert dan Dokter Catrina yang hari ini sudah menikah. Dan selanjutnya ... pasangan yang lagi bucin-bucinnya itu. Sebentar lagi mereka juga akan sold out. Eits ... tapi kalian jangan tanya kepadaku tentang pasangan ya. Karena ... jodohku belum datang.” Wilona terkekeh geli.


Tenang Wilona, jodoh kamu akan datang satu tahun lagi. Wkwkwk...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di rumah Aletha langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk menghilangkan rasa lelah yang mendera setelah menghadiri acara pernikahan Edbert dan Catrina yang digelar dengan megahnya.


Saat mata Aletha mulai terpejam tiba-tiba saja ponselnya berdering, yang membuatnya tidak jadi tertidur dan membangun mimpi di alam yang berbeda.


“Selamat beristirahat, jangan lupa sholat tepat waktu. Dan kutunggu kedatanganmu esok hari.”


“Siap, Kapten!”

__ADS_1


Tiada hentinya Aletha tersenyum sendiri saat mengingat kembali pesan singkat dari Keenan. Ingin rasanya ia melambung tinggi ke udara saat bayangan romantis kala itu menari-nari dalam pelupuk matanya. Tidak menyangka jika Keenan bisa seromantis dan so sweet ala lelaki bucin lainnya.


__ADS_2