Lentera Cinta

Lentera Cinta
EPISODE 17 Waktu Bersamamu


__ADS_3

"Arra pergilah bersiap siap, Jika tidak pergi sekarang kau pasti akan terlambat" ucap Aria pada Arra yang sedari tadi masih membaca buku buku.


"Hah? Benarkah? Aku akan pergi bersiap siap dulu" Arra langsung pergi ganti baju.


15 MENIT KEMUDIAN..


"Arraa!! Kau berada didalam selama 15 menit loh. Kenapa lama sekali? Padahal hanya ganti baju kenapa harus selama ini? Kau bisa terlambat Ra" teriak Aria.


"Iya iya, aku sudah selesai kok" balas Arra sambil memperlihatkan bajunya.


"Kau ini sedang ganti baju kah atau buat baju? Lama sekali.."


"Ah iya maaf, habisnya.. Baju dalam lemari ada banyak sekali dan cantik cantik semua. Aku jadi bingung harus pilih yang mana, hehe.."


"Eh... Aku baru pertama kali melihat mu berdandan seperti ini. Jadi.. Dia benar benar akan menembak mu?"


"Ha?.. Ma-mana ada.. A-aku cuma ingin berpenampilan beda sedikit kok.." wajah Arra mulai merah merona.


"Aku cuma bercanda kok. Cepat lah kita pergi nanti bisa terlambat" Aria mematikan handphone nya lalu berdiri.


"Kamu ikut juga Aria?"


"Ya, aku bosan disini. Tapi tenang saja aku bukan ikut kau pergi, aku hanya ikut naik mobil. Selesai kau turun dari mobil nanti aku akan pergi ke suatu tempat"


"Oh aku kira kamu ikut aku pergi"


"Kenapa? Takut aku akan mengganggu kalian kah? Tenang saja aku tidak suka menjadi nyamuk ditengah tengah kencan kalian"


"Apa? Kencan? Aria! Dia hanya mengajak ku bicara bukannya kencan!" Arra memukul mukul Aria dengan pipi nya yang memerah.


"Baiklah baiklah, berhenti memukul ku dan ayo kita berangkat" Aria berjalan mendahului Arra.


Sebelum meninggalkan kantor, Arra meminta izin pada orang tuanya untuk pergi selama beberapa jam. Mereka awalnya menolak namun karena Arra sudah berjam jam belajar dikantor, mereka akhirnya memutuskan untuk memberi izin. Mereka merasa putri putrinya tidak baik jika hanya berdiam diri dan belajar saja dikantor. Mungkin lebih baik jika diberi waktu untuk keluar bermain.


1 JAM KEMUDIAN..


"Akhirnya sampai, tapi aku terlambat 10 menit. Apakah Ben akan marah? Ah entahlah.. Aria aku pergi dulu" ucap Arra sambil berlari dan melambai pada Aria.

__ADS_1


"Ya,.. Hmm? Kencan ke Naples Botanical Garden? Padahal banyak sekali tempat romantis. Awalnya kukira Arra akan pergi ke perpustakaan. Haih... Pasangan yang membingungkan" gumam Aria lalu melanjutkan perjalanan nya menuju tempat yang ia inginkan.


"Gawat gawat! Seharusnya aku tidak mengulur banyak waktu untuk bersiap siap. Akhirnya aku jadi terlambat deh. Uhh Ben pasti sudah menunggu terlalu lama. Tapi dimana dia?" Arra terengah engah karena berlari lari sembari mencari Ben.


"Aduh.. Aku kan tidak pernah membawa handphone keluar. Bagaimana aku mencari Ben ditempat seluas ini?" Arra terus berlari dan mencari.


"Hai" seseorang menepuk pundak Arra dari belakang dan membuat jantung Arra hampir copot.


"Hah? Siapa ka... Ben?" jantung nya kembali berdetak normal karena ternyata Ben yang mengagetkannya.


"Eh? Aku mengagetkan mu kah? Haha aku minta maaf.." tawa manis Ben membuat hati Arra lega.


"Fyuh... Untunglah kamu Ben. Aku kira orang asing tadi"


"Haha aku benar benar minta maaf karena eh?.." belum selesai mengatakan perkataan nya Ben tiba tiba berhenti dan menatap Arra.


"Hmm? Kenapa Ben menatapku? Apa ada yang salah di wajahku? Atau ada sesuatu yang aneh kah? Kenapa dia terus menatap ku?" gumam Arra.


"Ee.. Ben? Apa kau.. Baik baik saja?" tangan Arra melambai lambai didepan wajah Ben.


"Te-terimakasih.. " Arra tidak bisa berkata kata lagi, ia hampir melayang karena ucapan Ben. Ia hanya bisa menunduk malu.


"Oh ya Arra, aku mengajak mu kesini untuk mengatakan sesuatu padamu. Namun sebelum itu, aku akan mengajak mu berkeliling terlebih dahulu sembari menikmati pemandangan" ucap Ben sambil menggandeng tangan Arra


"Ya baiklah"


Sebuah taman berluaskan 170 hektar ini menampilkan desain dari beberapa arsitek lansekap terbaik didunia. Rasanya seperti berada didalam surga jika kita menikmati keindahan ini disini. Taman air yang diisi dengan bunga lili air, lotus dan papirus juga cagar alam seluas 90 acre ini memiliki tujuh ekosistem. Termasuk hutan bakau, rawa-rawa dan hutan tak tersentuh dimana ratusan spesies hewan dan lebih dari 300 spesies tanaman eksotis dan asli hidup.


"Arra, ayo kita ke eh.." Ben belum mengatakan semua ucapan nya namun Arra sudah menarik tangan Ben.


"Wah, ini pertama kalinya aku melihat dengan mata ku sendiri. Naples Botanical Garden ini memang benar benar menakjubkan. Ini merupakan kebun raya terbaik di florida. Selain pemandangan yang begitu indah, arsitektur disini juga sangat fantastic" mata berbinar binar, kaki berjalan kesana kemari, Arra benar benar terpukau dengan keindahan disini.


"Kau tahu semua tentang kebun raya Naples kah?" tanya Ben dengan heran.


"Tentu saja, taman tropis ini sangat cocok untuk anak anak dan keluarga menikmati hari santai. Aku sudah membaca banyak buku tentang kebun raya di florida. Salah satunya adalah Naples Botanical Garden ini. Aku sudah tahu semua tentang apa yang ada didalamnya, sayangnya aku hanya belum bisa melihat dengan mata ku sendiri. Tapi aku beruntung karena kamu mengajak ku kemari Ben"


Arra terus menjelaskan secara detail tentang taman Naples. Ia tidak berhenti menjelaskan dan terpukau pukau pada keindahan sehingga lupa bahwa ia lah yang di ajak Ben kemari.

__ADS_1


"Haih.. Sebenarnya siapa yang mengajak? Dan siapa yang diajak? Aku merasa akulah orang asing di sini.." Ben hanya bisa menepuk jidat nya dan tersenyum melihat tingkah lucu Arra.


"Oke oke wakil ketua, jika kamu terus menerus menceritakan tentang kebun raya ini. Maka aku merasa akulah yang bukan penduduk asli di sini" ucap Ben sambil menahan Arra agar tidak pergi kesana kemari.


"Ahaha.. I-iya ya, maaf Ben aku terlalu bersemangat hingga lupa kalau kau yang mengajak ku" Arra menggaruk garuk kepalanya sambil tertunduk malu.


"Baiklah, sekarang karena kau sudah tahu tentang tempat ini. Bagaimana kalau kau saja yang memilih kemana kita akan berjalan jalan disini?"


"Bagus, ikut aku Ben. Aku ingin pergi ke tempat disana. Aku membaca dibuku kalau tempat itu sangat cocok untuk menghabiskan waktu selama di kebun raya ini" Arra menarik tangan Ben lalu berjalan menuju tempat yang ia tunjuk.


"Sungguh tak kuduga, aku kira dia hanyalah orang jenius yang membaca baca buku dirumah dan selalu sibuk. Tapi ternyata Arra memiliki sifat seperti ini. Cantik, cerdas, berwawasan tinggi, periang, memang pantas menjadi pewaris perusahaan. Aku bangga padanya.." benak Ben.


Matahari perlahan tenggelam dan menyisakan senja sebelum pergi. Suasana menjadi sepi karena kebun raya akan segera ditutup. Semua orang berkalang kabut untuk segera keluar. Namun Arra dan Ben masih menikmati senja di kebun raya sambil duduk santai dan saling bercengkrama.


"Sebaiknya kita pun segera keluar dari sini, mereka akan segera menutup tempat ini" ucap Arra.


"Tentu, dan aku masih punya tempat yang harus kita kunjungi satu lagi" sahut Ben lalu berdiri.


"Eh? Aku kira kita hanya pergi kesini saja?"


"Kau sudah lupa kah? Aku kan bilang akan mengajak mu pergi untuk berbicara"


"Tapi.. Bukankah kita sudah bicara tadi?"


"Ehm.. Itu sebenarnya bukan tempat ini yang aku maksud. Aku hanya ingin mengajak mu bersantai terlebih dahulu.."


"Begitu rupanya"


"Ayo cepat, kau pasti akan terkejut dengan tempat nya nanti" Ben menggandeng tangan Arra lalu pergi keluar dari kebun raya.


"Tangan yang hangat.. Entah kenapa aku merasa nyaman jika di dekat nya. Dia baik dan ramah meski terkadang menyebalkan. Dia juga sangat mudah tertawa dan tersenyum. Tu-tunggu dulu.. Kenapa aku malah memikirkan hal ini?! Ayolah Arra jangan berfikir berlebihan.." gumam Arra.


Jantung Arra berdegup kencang karena sepanjang perjalanan Ben menggandeng tangan Arra dengan erat. Arra memandangi wajah Ben yang terlihat gagah dan dewasa saat berjalan. Padahal selalu nya Ben bersikap seperti anak anak yang senang menjahili dan menyebalkan. Seharian bersama Ben membuat Arra sedikit demi sedikit mengetahui sifat Ben yang tak ia ketahui. Saat mengobrol dengannya di taman, Ben bersikap dewasa, serius dan tenang. Itu membuat Arra nyaman mengobrol saat di dekat nya.


NAPLES BOTANICAL GARDEN, FLORIDA


__ADS_1


__ADS_2