Lentera Cinta

Lentera Cinta
54. Sebuah Rasa


__ADS_3

Kevin kembali kekantornya dengan perasaan senang dan damai. Berbicara dan memjelaskan semuanya dengan Ayunda adalah satu hal yang baik, membuat mereka bisa saling menerima keadaan masing-masing dan tidak perlu memaksakan keinginan. Membiarkan cinta dan kasih sayang yang ada dihati mereka sebagai sebuah rasa persaudaraan.


Kevin memberikan cheesecakenya pada Vina. "Ini makanan pavorit saya" ucapnya, lalu masuk keruangannya.


Vina menatap cheesecake dihadapannya, dia tersenyum kecut. Vina tahu semua tentang Kevin sebelum dia menjadi sekertaris Kevin, termasuk hubungan Kevin dan Ayunda.


Vina adik tingkat Kevin, tapi mereka tidak pernah saling kenal. Vina saat kuliah sangat mengagumi Kevin Adhipramana, yang memiliki sikap santun, penyayang, baik hati dan tulus dalam melakukan apapun. Keluarganya pasti bisa menerima orang yang disukainya, bila laki-laki itu seorang pria yang tulus, penyayang dan santun.


Tapi Vina harus kecewa saat tahu Kevin sudah memiliki kekasih dan sangat menyayanginya. Dia gadis baik-baik dari keluarga baik-baik, keluarga yang menyunjung sikap toleransi untuk kebahagiaan orang lain yang tinggi. Belajar dari pengalaman saudara perempuannya, yang mengikhlaskan kekasihnya menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Vina mundur berlahan, menjauh tanpa perlu saling berkenalan.


Namun takdir membuatnya kembali bertemu, dia menjadi sekertaris cinta pertamanya. Menahan kembali rasa yang pernah ada untuk tidak terlihat bukan sesuatu yang mudah, tapi dia harus berusaha, terlebih lagi saat harus bertatap muka berdua dalam satu ruangan yang sama.


Rasa yang dikuburnya dimasa lalu seakan sia-sia, kekagumannya pada Kevin kembali tumbuh seiring berjalanya waktu. Satu bulan kebersamaan mereka, membuat Vina sangat mengenal kehidupan Kevin dan kebiasaan yang dilakukan pria itu. Sampai akhirnya dia mengetahui kalau Kevin sudah tidak bersama Ayunda lagi.


Tapi melihat cheesecake dihadapannya, Vina menatap sedih. Kevin masih sangat mencintai Ayunda. "Bahkan dia pergi sendiri ketoko kue untuk membelinya" gumam Vina sambil menyimpan cheesecake tersebut kedalam lemari pendingin.


"Sepertinya berlibur ke Bandung sabtu besok tidak buruk" ucap Vina yang tanpa dia sadari didengar Kevin.


"Kamu mau berlibur ke Bandung?" tanya Kevin, membuat Vina terejut.


"Pak Kevin, sejak kapan Bapak disini?" tanyanya.


"Kamu belum menjawab pertanyaan saya" jawab Kevin.


"Akhh iya Pak, keponakan saya tadi telepon, meminta saya mengunjunginya" jawab Vina gugup.

__ADS_1


"Saya juga ada rencana ke Bandung. Mungkin kita bisa pergi sama-sama" tawar Kevin dengan senyum tipis diwajahnya.


"Tidak usah repot-repot Pak. Saya pergi ke Bandung dengan saudara saya" jawab Vina sopan. Walau dia sangat ingin bisa bersama Kevin, tapi dia harus menjaga sikap dan sopannya. "Banyak waktu lain kalau memang kita berjodoh" pikir Vina.


"Baiklah. Mungkin saya akan menghubungimu disana, kalau saya butuh sesuatu" jawab Kevin.


"Tentu saja Pak. Dengan senang hati saya akan membantu" jawab Vina tulus.


Kevin tersenyum, baru kali ini dia cukup lama memandang wajah Vina yang ternyata sangat manis bila sedang gugup seperti saat ini. Hubungannya dengan Ayunda yang sudah baik saat ini, membuat Kevin berani menatap Vina yang sejak awal dia merasakan sesuatu yang berbeda.


"Saya mau minta laporan untuk sore ini" ucap Kevin.


"Baik Pak. Sudah saya siapkan" jawab Vina, lalu kembali kemeja kerjanya.


Di toko kue Rara, Ayunda kembali duduk dimeja kasir setelah menikmati makan siangnya bersama Nathan dan Mama Mira diruang kerja Mama Mira. Selesai makan Nathan tampak kelelahan, dia membaringkan dirinya disofa yang ada diruangan Mama Mira dan tertidur pulas disana, sementara Mama Mira kembali ke dapur tokonya, dimana dia harus menggolah sendiri kue pesanan langananya yang tidak ingin dikerjakan oleh orang lain, walaupun itu Ayunda.


Ayunda tersenyum pada wanita yang menyapanya. Dia tahu wanita itu salah satu karyawan di Adhipramana Group, tapi dia tidak begitu kenal. "Mbak, terima kasih sudah mampir ketoko kami" balas Ayunda. "Saya hitung ya Mbak" lanjutnya.


Seorang karyawan wanita Adhipramana Group yang lain mendekati temannya yang juga terkejut melihat Ayunda dimeja kasir. Dia yang selama ini iri dengan Ayunda cukup senag dengan keadaan ini.


"Saya tidak menyangka, seorang Ayunda sekertaris kesayangan Ceo Adhipramana Group harus mengakhiri karirnya sebagai kasir di toko kue" ucapnya, yang merendahkan Ayunda.


"Pantas saja kamu tidak pernah terlihat di perusahaan, jadi kamu sudah dipecat. Kesalahan apa yang kamu lakukan?" tanyanya. "Kamu pasti menggoda Pak Nathan kan, begitu dia sadar tujuanmu hanya ingin hartanya, kamu langsung dipecat dan berakhir disini" ucap karyawan itu kembali menghina Ayunda.


Suaranya yang sengaja dibesarkan cukup menyita perhatian pengunjung yang lain, membuat mereka melihat Ayunda yang dibicarakan. Sementara karyawan toko hanya diam membisu, tidak mengerti apa yang dibicarakan wanita tersebut, karena yang mereka tahu Ayunda adalah putri pemilik toko kue ini.

__ADS_1


Suara wanita karyawan Adhipramana Group itu tidak hanya menjadi perhatian orang-orang yang ada di luar, tapi juga menjadi perhatian Nathan yang sedang berjalan kearah Ayunda, untuk memberitahu gadis kecilnya kalau dia akan kembali keperusahaan.


Ayunda hanya tersenyum mendengar ucapan teman satu kantornya itu, dia tidak terpengaruh dengan kata-kata yang menyudutkannya. "Semuanya seratus dua puluh tiga ribu lima ratus rupiah Mbak" jawab Ayunda, setelah dia menghitung jumlah belanjaan teman satu kantornya yang pertama.


Melihat Ayunda tidak membalas ucapan wanita yang menghinanya, pengunjung yang lain kembali pada tujuan awalnya dan pelayan toko kembali melayani para pelangan. Walau ada diantara mereka, yang ingin tahu juga kebenarannya, dengan bertanya pada pelayan yang membantunya.


"Saya baru melihat kasir itu, apa benar yang diucapkan wanita tadi?" tanya pelangan itu.


"Tidak benar bu, dia bukan karyawan tapi anak pemilik toko ini. Kebetulan kasir yang biasa jaga ibunya sedang sakit, jadi dia ijin tidak masuk dan Mbak Ayunda yang mengantikanya" jelas karyawan tersebut apa adanya.


"Oh begitu, pantas saja dia sangat tenang menghadapi orang yang menghinanya. Dia gadis yang hebat. Kalau saya pasti sudah balik marah" jawab ibu itu sambil terkekeh.


Ayunda menghitung belajaan teman satu katornya yang tadi menghinanya, "Jadi kamu melakukan kesalahan apa Ayunda, sampai kamu dibuang sama Pak Nathan?" wanita itu kembali bertanya, tanpa menyadari sosok Nathan sudah berdiri dibelakang Ayunda.


"Siapa yang dibuang?" tanya Nathan, membuat kedua karyawan Adhipramana Group yang ada dihadapannya berdiri gemetar, hanya dengan mendengar suaranya, mereka sudah tahu kalau itu adalah pemimpin Adhipramana Group.


"Mas" tegur Ayunda meminta Nathan tenang. Dia tahu Nathan pasti akan menggunakan kekuasaanya untuk menyingkirkan karyawan tersebut.


"Tidak perlu dipermasalahkan" pinta Ayunda sambil mengelus lengan Nathan yang berdiri disamping Ayunda.


Kedua karyawan tersebut hanya bisa melihat dalam diam, adengan yang ada di hadapan mereka. "Semuanya sembilan puluh delapan ribu rupiah" ucap Ayunda setelah dia selesai menghitung.


"Terima kasih sudah mampir ditoko kami" ucap Ayunda saat mengembalikan uang kertas pecahan dua ribu rupiah pada wanita dihadapannya.


Wanita itu menerimanya, lalu pamit pada Nathan, menunduk hormat.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2