Lentera Cinta

Lentera Cinta
23. Menunda Pernikahan


__ADS_3

"Sejak kapan kamu ada disini?" tanya Erick setelah memiliki kesadaran penuh dan menyadari ada Feby di ruangannya.


Feby hanya diam, dia masih mengingat kata-kata Erick yang mengucapkan kalau dia sangat mencintai Ayunda dalam tidurnya, ada perasan sedih saat menyadari masih begitu besar cinta Erick untuk Ayunda.


"Feby, ada apa?" tanya Erick saat melihat Feby hanya diam.


"Apa kau mencintaiku?" tanya Feby membuat Erick menghembuskan nafas dengan kasar. Dia tidak dapat menjawabnya dan tidak mungkin dia mengatakan kalau dia tidak mencintai Feby.


Feby sudah tahu kalau Erick tidak akan menjawab pertanyaanya, cukup jelas dari foto-foto yang tadi dilihatnya di ponsel Erick yang masih menyala saat dia masuk. Terlihat jelas ada banyak foto yang mengambarkan kemesraan keduanya, bagaimana calon suaminya itu memeluk Ayunda dari belakang dengan mesrah dan melihat Ayunda yang sedang terlelap dalam dekapan Erick.


"Mereka tidur bersama" gumam Feby saat tadi dia melihatnya.


"Ada apa?" Erick kembali bertanya.


"Apa kau tetap akan meneruskan pernikahan kita?" pertanyaan Feby yang kembali tidak dapat di jawab Erick.


Ting... ting... ting... tiga pesan masuk di ponsel Erick, dia segera mengambil dan membukanya.


Wajah Erick seketika berubah saat melihat pesan yang terkirim adalah foto kemesraan Ayunda dengan laki-laki lain, tergambar jelas Ayunda yang dipeluk dan dicium dari belakang, Ayunda yang nyaman berada dalam pelukan laki-laki itu dan Ayunda sedang berciuman dengan laki-laki itu.


"Ada apa?" tanya Feby saat melihat wajah Erick yang tampak tidak senang.


Tidak mendapat jawaban dari Erick, Feby mengambil ponsel dan ikut melihat pesan yang terkirim. Feby menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Pengirim dari nomor tidak dikenal" gumamnya.


"Apa Ayunda sengaja menghilang dan mengirim ini agar Erick membencinya dan menikah dengan ku?" batin Feby.


Ting. Satu pesan kembali masuk .


Ayunda akan menikah, Itu calon suaminya" pesan yang masuk semakin membuat Feby yakin kalau pesan ini dikirim oleh Ayunda.


Erick ikut melihat pesan terakhir yang masuk, lalu kembali melihat foto kemesraan Ayunda dan di perbesarnya wajah laki-laki yang memeluk Ayunda.


"Dia" ucap Erick saat mengingat wajah laki-laki ini adalah pria yang pernah bersama Kevin dan kakeknya setahun yang lalu saat dia dan Ayunda bermain di mall.


"Kau mengenalnya?" tanya Feby.


"Aku pernah melihatnya bersama Kevin dan kakeknya, aku yakin Ayunda dibawa kakeknya saat ini dan dijodohkan dengan pria ini" jawab Erick yang sangat yakin dengan apa yang ada dalam pikirannya.

__ADS_1


"Jangan sampai ayahmu tahu" pinta Erick pada Feby dan mendapat anggukan setuju dari Feby.


Di tempat lain Jony menyerahkan foto yang baru saja diterimanya dari orang kepercayaanya pada Tuan Sami dan Kevin.


"Sebaiknya kita tunda pernikahan Nona Ayunda tuan, sampai saya bisa menemukan kebenarannya" ucap Jony setelah Tuan Sami dan Kevin melihat foto yang dia tunjukkan.


Tuan Sami mengangguk setuju, dia tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.


"Pastikan Nathan tidak ada hubungannya dengan wanita dan anak itu" jawabnya.


"Jo, bagaimana dengan Erick?" tanyanya, karena Jony belum memberikan kabar apapun.


"Tuan Yuda mempercepat pernikahan Nona Feby dengan Erick tuan, sepertinya dia belum tahu tentang Nona Ayunda yang kita amankan" jawab Jony yang terus mendapatkan informasi dari bawahannya.


"Apa Erick menyetujuinya dan tidak mencari cucuku lagi?" Tuan Sami mengetahui kalau Erick sangat mencintai Ayunda dari cerita Mama Mira.


Jony menjelaskan pada Tuan Sami kalau Erick masih mencari keberadaan Ayunda sampai saat ini dan sudah mengetahui maksud Tuan Yuda. Erick melakukan semua ini demi melindungi Ayunda, dia tidak ingin Ayunda berakhir seperti Kevin yang dikiranya sudah tiada.


"Begitu cintanyakah dia pada cucuku" gumam Tuan Sami dan dapat di dengar oleh Kevin dan Jony.


"Kakek, apa boleh aku memberitahu Ayunda dan menjelaskan semuanya?" tanya Kevin.


"Kak Erick sangat dekat dengan Ayunda, bahkan adiku saat ini sangat merindukan laki-laki itu" Kevin menceritakan apa yang tadi terjadi pada Ayunda.


"Kak Erick" gumam Ayunda yang terlelap dalam mimpinya.


Mama Mira yang baru masuk dan akan membangunkan Ayunda menarik nafas panjang, "Kamu merindukannya dan kamu pasti sangat mencintainya" ucapnya sambil menggenggam tangan putrinya dan membiarkannya tetap terpejam.


"Ma..." suara Kevin mengejutkan Mama Mira yang menatap sedih putrinya.


"Maaf kalau aku membuat mama terkejut" ucap Kevin saat menyadari kalau mata Mama Mira berair, dia duduk dilantai disisi kaki Mama Mira dan bersandarkan tempat tidur Ayunda.


Mama Mira mengusap kepala Kevin dengan lembut, walau bukan terlahir dari rahimnya namun dia menganggap Kevin seperti putranya. Kevin tidak pernah merasakan belaian tangan seorang ibu merasa tersentuh dengan apa yang dilakukan Mama Mira, baginya Mama Miralah ibunya saat ini.


"Ada Apa?" tanya Mama Mira karena Kevin masuk kekamar Ayunda.


"Apa sebaiknya kita menceritakan kebenarannya pada Ayunda ma?" tanya Kevin setelah tadi dia mendengar Ayunda memanggil Erick dalam tidurnya.


"Sebaiknya kamu bicarakan dengan kakekmu" jawab Mama Mira, dia tidak bisa sembarangan bertindak.

__ADS_1


"Apa yang harus dibicarakan dengan kakek?" tanya Ayunda yang terjaga dari tidurnya saat mendengar percakapan Mama Mira dan Kevin.


Mama Mira dan Kevin sama-sama melihat Ayunda, mereka hanya tersenyum dan diam tidak tahu harus menjawab apa.


"Ma... kak..." panggil Ayunda keduanya yang hanya diam.


"Tidak ada sayang, hanya masalah pernikahan" jawab Mama Mira asal.


Ayunda bagun dan turun dari tempat tidurnya dia bersimpuh dihadapan Mama Mira.


"Ma apa Yunda boleh menemui Kak Erick sebelum menikah?" tanyanya.


Kevin tersentuh melihat Ayunda yang memohon pada mamanya.


"Kakak akan memintakan ijin pada kakek" jawab Kevin saat melihat Mama Mira hanya diam sambil berlalu meninggalkan Mama Mira dan Ayunda.


Tuan Sami menyimak cerita Kevin tentang Ayunda, dia merasa terlambat mengetahui semuanya.


"Jo cepat cari tahu kebenarannya tentang Nathan dan wanita itu, aku takut Nathan mau menikahi Ayunda bukan karena mencintai cucuku" ucapnya.


"Siapkan juga penerbangan untukku, aku ingin menemui Tere, putrinya dan Erick" lanjut Tuan Sami kata-katanya.


"Jangan sampai aku salah mengambil keputusan lagi" gumam Tuan Sami sambil mengerutkan keningnya.


Ditempat lain Nathan sedang disibukkan oleh seorang anak laki-laki yang tidak ingin turun dari gendongannya.


"Boy turun, kamu semakin berat sekarang" ucapnya meminta Boy turun dari gendongannya.


"No, I miss you" Boy mengecup pipi Nathan agar laki-laki itu tidak menurunkannya dari gendongan.


Nathan melihat pada wanita yang tiga bulan ini ikut tinggal di apartemen miliknya.


"Kamu sudah siap?" tanya Nathan pada wanita itu dan mendapat anggukan darinya.


"Kita pergi sekarang" ajak Nathan yang menggondong Boy sambil menarik sebuah travel bag.


"Kita akan kemana? Apa akan pergi jauh" tanya Boy saat tahu Nathan membawa travel bag.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2