Lentera Cinta

Lentera Cinta
EPISODE 13 Masa lalu Reiva


__ADS_3

"Arra, apa kau baik baik saja? Apakah Seila melukaimu?" tanya Zhen.


"Aku tidak apa apa kak, terimakasih sudah membantu ku. Aku kira kakak tidak mempercayai ku" balas Arra sambil menggenggam erat tangan nya.


"Kau ini, tentu saja aku mempercayai mu! Aku sudah mengenal sifat Seila dari lama. Dia memang suka berbuat jahat kepada siapa pun." jelas Zhen.


"Eh, kak Zhen sudah mengenal Seila sejak lama?"


"Ya, dulu sewaktu sekolah dasar aku dan Seila satu sekolahan. Pertama kali aku bertemu dengannya, dia adalah gadis polos dan rendah hati. Namun ketika beranjak sedikit demi sedikit, ia menjadi sombong dan jahat kepada siapa pun"


"Jadi dulu dia anak yang baik? Kenapa tiba tiba berubah jahat?" tanya Arra dengan heran.


"Aku tidak tahu, mungkin karena salah pergaulan. Makanya Seila seperti itu.."


"Rasanya.. Ada yang aneh dari semua ini. Sulit dimengerti tapi juga sulit menjelaskan.. Walaupun sedikit curiga, aku tidak bisa melakukan sesuatu terlebih dahulu.." benak Arra.


"Arra? Kenapa melamun?"


"Ah iya maaf kak.. Aku hanya.. Memikirkan sesuatu"


"Tidak apa, oh ya malam ini apakah ada waktu? Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. Tempat dimana kau akan selalu mengingat nya walaupun kau tidak akan di sini selamanya.." tanya Zhen.


"Ya, kak Zhen beruntung. Malam nanti aku ada waktu luang jadi, kita bisa pergi.." ucap Arra sambil tersenyum.


"Baiklah.. Ayo kembali ke kelas"


Berkat Zhen, Arra menjadi sedikit tenang mengenai masalah dengan Seila tadi. Jika yang datang bukanlah Zhen mungkin Arra akan dapat masalah.


"Terimakasih untuk yang tadi kak. Jika kakak tidak ada tadi mungkin aku akan hancur oleh Seila" ucap Arra.


"Itu bukan masalah besar" balas Zhen sambil tersenyum.


Arra pun masuk kedalam kelasnya. Ia melihat Seila tidak ada di tempat duduknya. Ia bernafas lega karena Seila tidak ada di kelas. Jika tidak mungkin Seila akan bertindak sembarangan lagi.


"Arra? Apa yang terjadi? Kenapa baru selesai? Lalu kemana Seila pergi? Kau hanya sendirian?" tanya Ben ketika melihat Arra masuk.


"Aku.. Aku dan Seila tadi sedikit ada masalah. Lalu Seila pergi duluan aku kira dia sudah dikelas ternyata belum" jelas Arra.


"Benarkah? Tapi apa kamu baik baik saja? Seila tidak menyakiti mu kan?" tanya Ben seraya mengkhawatirkan Arra.


"Iya, aku baik baik saja kok. Untung saja tadi ada kak Zhen yang menolongku"


"Zhen Dicky? Kau ditolong olehnya?" tanya Ben sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Iya.. Kenapa?"


"Er tidak apa apa.. " ujar Ben sambil mendekat ke arah kursinya.


"Yah.. Baiklah kalau begitu" Arra pun ikut duduk ditempatnya.


Pembelajaran kedua pun berlangsung dengan lancar. Selama pembelajaran Seila belum juga datang dan itu membuat Arra kebingungan untuk menjelaskan kepada guru mapel yang mengajar. Setelah istirahat, Seila baru muncul ke kelas. Semua teman teman menanyakan tentang dari mana Seila pergi selama itu?. Tentu saja mereka bingung dengan menghilang nya Seila selama pelajaran.


"Seila?? Kenapa kau baru kembali? Kau kan tadi pergi bersama Arra? Kenapa Arra datang sendirian ke kelas sedangkan kamu menghilang?" tanya Yana, sahabat Seila.


".... Aku... Tadi dipanggil guru untuk membantunya mengurus sesuatu.." jawab Seila sambil memandang dingin wajah Arra.


"Eh? Kenapa Seila memandang ke arah ku? Apa dia berusaha menyalahkan ku? Tapi kan ini semua salahnya.." gumam Arra.


"Benarkah? Kalau terjadi apa apa kau harus memberitahu ku, aku pasti akan membantumu!" ucap Yana.


"Arraa" lambai Reiva dari luar pintu.


"Reiva? Ada apa?" balas Arra sambil berjalan mendekat ke arah Reiva.


"Boleh minta bantuan mu? Aku sedikit terkena masalah" Reiva menggandeng tangan Arra lalu pergi.


"Hei Seila, kau kan tadi pergi bersama Arra dan kau menghilang. Aku benar benar khawatir jika kau dilukai oleh Arra tadi. Tapi.. Benarkah Arra tidak melukai mu?" bisik Yana.


"Yana.. Sebenarnya, tadi Arra mendorong ku dari atas tangga.. Huhu.." lagi lagi Seila menuduh Arra melakukan kejahatan padanya.


"Aku tidak tahu, saat keluar dari ruang guru tanpa sengaja aku melihat kak Zhen dan ingin menyapanya... Lalu entah kenapa Arra mendorong ku dari tangga lalu mendekati kak Zhen.. Arra malah pergi bersama kak Zhen dan meninggalkan ku sendirian.. Aku masih takuy untuk kembali ke kelas tadi. Jadi aku bersembunyi di dalam UKS sembari mengobati luka ku.. Hiks hiks.."


"Apaa?? Ternyata Arra sekejam itu? Seharusnya kau memberitahu lebih awal! Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu? Bukankah dia pewaris keluarga ternama? Mengapa kelakuannya begitu jahat! Aku tidak terima jika kau di perlakukan seperti ini Seila!" ucap Yana yang kesal terhadap Arra.


"Huhu.. Yana... Kau jangan seperti itu.. Arra adalah pewaris keluarga Ze, kita tidak bisa melakukan apa apa kepadanya.. " balas Seila sambil berpura pura menangis.


"Huh! Kau pikir karena dia seorang pewaris keluarga kaya kita tidak bisa melakukan apapun padanya? Kau terlalu baik untuk disakiti oleh perempuan buruk seperti Arra! Aku akan membantumu membalaskan dendam pada Arra!" ucap Yana sembari menggenggam tangan nya.


"Heh... Arra lihatlah! Semakin banyak yang membenci mu maka semakin baik reputasi mu! Hahaa.. Senang mendengarnya jika kau jatuh terpuruk dan hancur lebur semua reputasi mu!.." gumam Seila.


SEMENTARA ITU


Reiva menarik tangan Arra menuju toilet. Disana sudah ada Erika, Dea, dan Levy yang sudah menunggu.


"?? Kenapa kalian semua berkumpul disini? Apa aku punya hutang dengan kalian?" tanya Arra dengan kesal.


"Arra, tenanglah.. Kita mana mungkin pernah berhutang padamu. Kalau pun punya, kita pasti akan menarik mu ke mall untuk mentraktir kita semua. Hahahaa..." ujar Dea sambil tertawa.

__ADS_1


"Er baiklah.. Jadi ada apa berkumpul disini?" tanya Arra.


"Mengenai masalah Seila tadi, aku sedikit curiga sesuatu. Seperti ada sesuatu yang misteri yang sulit diketahui.." pikir Levy.


"Hey Levy! Aku tahu kau itu pintar! Tapi kita kita yang bodoh ini mana mengerti apa yang kau ucapkan! Jangan menggunakan peribahasa kalau bicara dengan kita!!" gerutu Reiva.


"Apa? Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan" balas Levy dengan santai.


"Levyy!!! Jangan membuatku marah!" kesal Reiva.


"Em.. Teman teman.. Kelas sebentar lagi mulai.. Jadi... Jangan membuang buang waktu.." celah Erika.


"Benar juga.. Haih kalau dilanjutkan disini sepertinya tidak aman. Bagaimana kalau nanti malam kita berkumpul? Sekali kali kita kumpul bersama sama lah.." ucap Dea.


"Baiklah" serempak Levy, Erika, dan Reiva menjawab.


"Eh eh.. Nanti malam aku tidak bisa ikut. Aku ada acara sendiri" balas Arra.


"Wah Arra! Tak kusangka hubungan mu dengan Ben sudah berjalan baik.." ucap Dea dengan mata berbinar.


"Tu tunggu, kenapa kalian membicarakan Ben? Nanti malam tuh aku diajak kak Zhen untuk pergi ke suatu tempat" jelas Arra.


"Kak Zhen??? Siapa dia?" sontak Dea terkejut karena ia kira itu adalah Ben tapi ternyata bukan.


"Kakak pembiming Club PB" balas Levy.


"Arra, apa kau ada hubungan dengan kak Zhen?" tanya Erika.


"Tidak ada apa apa diantara kami. Aku menerima tawaran kak Zhen karena dia sudah membantuku tadi. Kalian ini dari club kepo kah?" mata Arra memandangi teman temannya seraya marah.


"Aha ha.. Jadi.. Mm begitu ya, baiklah baiklah tolong jangan marah Arra. Kita kan tidak tahu kalau kak Zhen yang mengajak mu" balas Dea dengan gugup.


"Tunggu dulu.. Kak Zhen yang kau maksud adalah Zhen Dicky?" Reiva bertanya dengan tatapan yang serius.


"Tentu saja, memang nya siapa lagi yang bermarga Dicky disini?" balas Dea.


"Ada apa Re? Apa sesuatu terjadi dengan mu dan kak Zhen?" tanya Arra.


"Haha.. Yah.. Bagaimana aku akan memulainya yah.. Zhen Dicky adalah kakak sepupu angkat ku.." ucap Reiva.


"Apa? Benarkah??" sontak Arra, Dea, Levy dan Erika terkejut. Tentu saja karena Reiva tidak memberitahu kepada mereka sejak awal. Wajar bila mereka terkejut bahwa murid populer itu ternyata kakak sepupu angkat nya Reiva.


"Tentu, jadi begini. Orang tua ku telah membuang ku kepada bibiku dan tidak menganggap aku anak nya lagi. Mungkin karena aku tidak berguna dan hanya menyusahkan mereka. Lalu bibi ku merasa kasihan padaku karena bibi tidak mampu merawat dan menjaga ku dengan penuh cinta. Bibi memutuskan untuk membawa ku ke keluarga Heldy agar diriku di adopsi dan dianggap putrinya sendiri disana. Dan disitulah keluarga Heldy menyayangi ku sepenuh kasih. Sedangkan Zhen Dicky adalah putra ketiga dari kakak mama angkat ku. Aku tidak tahu kalau Zhen sekolah disini. Sebenarnya aku dilarang menyebut orang tua angkat oleh mama papa ku. Mereka benar benar menganggap ku sebagai anak kandung nya. Berbeda dengan orang tua kandung ku yang meninggalkan ku.." Reiva menjelaskan sembari menatap keatas.

__ADS_1


Baru kali ini Reiva menjelaskan mengenai identitas nya kepada orang lain. Ia tidak pernah menjelaskannya kepada siapa pun karena takut tidak akan ada yang mau berteman dengannya lagi jika mereka semua mengetahui identitas aslinya. Apa yang akan terjadi mungkin saja mereka menghina karena dirinya telah dibuang oleh orang tua kandung nya.


"Aku benar benar minta maaf teman teman! Aku secara tidak sengaja menceritakan kisah ku kepada kalian. Hahaa anggap saja itu hanyalah angin yang lewat. Aku tidak ingin kalian mendengarnya. Itu... Terlalu rendah jika semua orang tahu.." Reiva kembali menatap langit langit atap toilet. Ia selalu berpikir bahwa dirinya.. Sungguh lemah.. Dan pada akhirnya semua akan tahu mengenai identitas dirinya yang begitu rendah dipandang.


__ADS_2