Lentera Cinta

Lentera Cinta
27. Sadar Dari Koma


__ADS_3

Ayunda perlahan membuka mata, dia melihat tempat ini tidak asing dan sangat familiar, tentu saja tidak akan asing, ini adalah sebuah ruangan di rumah sakit dengan alat kesehatan yang terpasang ditubuhnya. Suster yang melihat Ayunda membuka mata langsung memeriksanya dan menggubungi dokter.


"Apa yang terjadi dengan anak saya dok?" tanya Mama Mira saat dokter berjalan dengan cepat menuju ruang ICU.


"Saya belum tahu, suster meminta saya untuk memeriksa, ibu berdoa saja semoga ini kabar baik" jawab dokter tanpa menghentikan jalannya.


Mama Mira kembali duduk degan lemas, sudah satu tahun Ayunda belum sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan. Dokter sudah hampir menyerah tapi dia tidak mengijinkan dokter melepaskan alat-alat yang terpasang di tubuh Ayunda, dia yakin Ayunda suatu saat akan kembali sadar.


"Apa yang terjadi dengan saya dok?" tanya Ayunda setelah dokter selesai memeriksanya.


"Kamu koma selama satu tahun" jawab dokter menjelaskan.


"Koma?" ulang Ayunda.


"Iya... kamu mengalami kecelakaan tepat satu tahun yang lalu, kamu tidur sangat lama, sepertinya tidak ingin kembali" dokter meyakinkan pertanyaan Ayunda yang tidak percaya.


Mendengar ucapan dokter, ingatan Ayunda kembali saat dimana dia pergi dengan amarah setelah menemukan kekasihnya menghiantinya, dia meninggalkan kamar hotel dimana kekasihnya sedang bercumbu bersama wanita lain. Dia mengendarai mobilnya dengan kencang dan hilang kendali, dia ingat ada suara yang memanggilnya namun setelah itu dia tidak sadarkan diri dan tidak mengingat apapun. Lalu dia merasa kembali kemasa dimana papanya pergi untuk selamanya, namun jalan kehidupannya berbeda jauh dengan apa yang pernah dialami sebelumnya.


"Apa kamu menginggat sesuatu?" tanya dokter.


Ayunda menganggukkan kepala. "Dok apa yang saya alami selama koma itu hanya mimpi?" tanya Ayunda, karena apa yang dia rasa itu seperti nyata.


"Apa yang kamu rasa dan kamu lihat disana?" tanya dokter.


"Saya kembali mengulang saat kepergian papa, tapi apa yang terjadi disana sangat berbeda dengan yang pernah terjadi sebelumnya yang saya alami sesungguhnya dok" jawab Ayunda.


"Contohnya?" dokter kembali bertanya.


"Disana papa pergi tanpa aku bisa melihat dan memeluknya, sedangkan kebenarannya adalah papa pergi setelah berbicara denganku dan mama lalu kami berdua memeluk papa sambil menangis.


"Dok saya bisa mengetahui semua yang diucapkan dan dilakukan mereka seperti menyaksikan sebuah film tapi saya juga ikut berperan disana" jelas Ayunda.


"Dokter.... apa yang sebenarnya terjadi dengan saya?"


"Kamu merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan, karena itu ingin menggulang masa lalu yang penuh dengan keindahan dan tidak ingin kembali lagi kemasa sekarang"


"Tapi sepertinya apa yang terjadi tidak sesuai keinginanmu dan saat kamu merasa ketakutan kamu akhirnya kembali ke masa sekarang"

__ADS_1


Dokter itu diam sesaat "Tidak perlu takut, banyak orang yang koma merasakan sesuatu yang sama seperti kamu alami" lanjutnya.


"Saya sedang melakukan penelitian tentang ini, karena itu saat mama mu meminta saya untuk terus merawatmu disini saya menyetujuinya"


"Mama...." panggil Ayunda. "Dimana mama saya dok?" tanyanya.


"Dok... semua sudah siap" ucap salah satu suster lalu dokter itu mengangguk mengerti.


"Kamu akan dipindahkan keruang rawat inap, mamamu ada disana. Nanti kita bicara lagi" jawab dokter itu dengan senyum yang ramah mengusap tangan Ayunda lalu pergi.


"Yunda...." Mama Mira menanggis bahagia, penantiannya selama satu tahun ini terbayar sudah setelah melihat Ayunda kembali sadar.


"Ma..." panggil Ayunda.


"Mama merindukanmu sayang, mama rindu suaramu, rindu tawa candamu, rindu dengan semua yang ada padamu, jangan tinggalkan mama sayang" ucap Mama Mira sambil terisak dan memeluk Ayunda.


"Ayunda Tiara" teriak Alisa yang langsung menanggis membuat Ayunda dan Mama Mira menguraikan pelukan mereka.


"Kamu sangat tidak berperasaan, kamu jahat, kamu membiarkan aku dalam ketakutan menunggumu kembali, aku membencimu" ucap Alisa melampiaskan kesedihannya selama ini, dia mengucapkanya sambil terus menanggis. Mengingat Ayunda yang hampir saja pergi meninggalkannya, sebagai sahabat dia sangat menyayangi Ayunda dan takut kehilangan.


Selama satu tahun ini dia terus mengajak Ayunda berbicara selain Mama Mira, dua hari sekali dia akan mengunjungi Ayunda walau sahabatnya itu tidak kunjung membuka matanya. Dokter mengatakan padanya kalau Ayunda akan mendengarkan setiap kata yang diucapkannya, usahanya tidak sia-sia Ayunda kini kembali membuka matanya.


"Jangan pergi lagi" pinta Alisa sambil terisak dan memeluk Ayunda.


Malam itu Alisa ikut menginap di rumah sakit, dia terus bercerita pada Ayunda apa saja yang terjadi selama satu tahun ini.


...☆☆☆...


Satu minggu berlalu setelah Ayunda sadar dari koma, dia di ijinkan pulang kerumah. Dokter Erick yang merawat Ayunda ikut mengantarnya sampai ke mobil. "Kak Erick.... terimakasih" ucap Ayunda.


Dua hari setelah Ayunda kembali sadar dari komanya, dia baru mengetahui kalau dokter yang merawatnya bernama Erick. Saat itu dia sedang bersama Alisa.


"Lisa.... apa kamu mengenal seseorang yang bernama Erick?" tanya Ayunda, dia merasa merindukan sosok Erick yang ada dalam mimpinya. Mimpi? dokter bilang itu bukan mimpi tapi saat itu jiwanya sedang berpetualang, karena itu dia bisa merasakan seakan-akan itu nyata.


"Aku sangat mengenalnya, kamu juga mengenalnya?" jawab Alisa sambil tersenyum lebar.


"Benarkah? siapa? dimana?" tanya Ayunda bersemangat.

__ADS_1


"Hei... apa kau tidak tahu nama dokter yang merawatmu?" tanya Alisa dan mendapatkan gelengan kepala dari Ayunda.


"Erick" Alisa menyebutkan nama dokter yang merawat Ayunda. "Itu nama dokter yang merawatmu" jelas Alisa.


"Sebentar... kalau kamu tidak tahu nama dokter itu Erick...." ucap Alisa sambil memegang keningnya dengan jari telunjuk "Mengapa kamu bertanya tentang seseorang yang bernama Erick?" tanya Alisa.


"Dia orang yang hadir menemaniku saat aku tidur panjang" jawab Ayunda.


Alisa tersenyum, dia tahu mengapa dokter Erick bisa ada dalam ingatan bawah sadar Ayunda, karena laki-laki itu sering mengajak Ayunda berbicara saat dia memeriksa Ayunda.


"Yunda...." panggil Alisa memecah keheningan saat mereka sama-sama membisu. "Dokter Erick merawatmu dengan sangat baik, dia merawatmu dengan kasih sayang, bahkan aku sering melihat dia mengajakmu berbicara, membelai rambutmu, menggenggam jarimu, mengecup keningmu dan membelai wajahmu dengan lembut"


"Mungkin karena itu kamu mengenalnya saat kamu tidur panjang" jelas Alisa.


Ayunda diam mendengar penjelasan Alisa, mungkin karena itu dia merasakan sentuhannya sangat nyata. Ayunda memegang bibirnya, " Apa dokter itu menciumku" pikirnya dalam hati saat dia mengingat ciuman panjangnya dengan Erick.


"Ada apa? kenapa dengan bibirmu?" tanya Alisa melihat Ayunda memegang bibirnya dan seperti orang yang memikirkan sesuatu.


"Tidak ada apa-apa, bibirku kering" jawab Ayunda berbohong.


"Ayunda.... Kevin juga datang mengunjungimu"


"Dia bicara denganmu sambil menanggis, dia sangat sedih melihatmu saat itu"


"Dia sering datang walau tidak sesering diriku" ucap Alisa sambil terkekeh.


"Satu hari sebelum kamu sadar, dia datang mengunjungimu, kulihat dia menggenggam erat tanganmu sambil menangis" jelas Alisa.


"Kevin?" tanya Ayunda sambil berpikir.


"Jangan katakan kalau kau lupa memiliki kekasih bernama Kevin" ucap Alisa menatap Ayunda.


Ayunda kembali diam, belum ada yang tahu tentang Kevin yang menyakitinya, dengan mencampakkanya begitu saja dan karena itu dia mengalami kecelakaan.


"Ayunda.... ada apa?" tanya Alisa saat Ayunda kembali diam.


"Tidak ada apa-apa Lisa, aku hanya lelah" jawab Ayunda. Kali ini dia tidak berbohong, dia memang lelah dengan apa yang terjadi dengannya.

__ADS_1


"Baiklah... sebaiknya kamu istirahat" Alisa menurunkan tempat tidur Ayunda agar sahabatnya itu bisa berbaring, lalu dia menyelimuti Ayunda sambil menarik nafas panjang.


...*****...


__ADS_2