
Satu minggu istirahat dirumah cukup buat Ayunda mengembalikan tenaganya untuk bisa kembali bekerja, walau hanya di rumah dokter Erick tetap menyempatkan diri untuk memeriksa kesehatannya. Seperti pagi ini dokter Erick datang memeriksanya dan mengantarnya ke perusahaan. "Terima kasih dok sudah mau mengantarkan saya" ucap Ayunda setelah dia sampai di depan pintu loby perusahaan.
"Sudah terlalu sering kamu mengucapkan terima kasih" itulah jawaban yang selalu diucapkan dokter Erick setiap Ayunda berterima kasih padanya.
Kini dia sudah berada di loby utama perusahaan Adhipramana Group atau biasa disebut AG.
"Ayunda.... kamu kembali lagi" sapa seorang karyawan di meja resepsionis.
"Iya Widya, senang bisa bertemu denganmu lagi. Hei... kenapa kamu masih disini, bukanya seharusnya kamu sudah..." mulut Ayunda tertutup tangan Widya sehingga dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Aku melakukan kesalahan, bos sekarang berbeda dengan Pak Robert" jelas Widya.
"Dia masih muda dan tampan jadi aku sedikit menggodanya, tapi yang kudapat aku kembali ke sini" sesal Widya.
"Kamu harus hati-hati bila bertemu denganya, jangan sampai melakukan kesalahan" pesan Widya.
Ayunda mengangguk setuju dengan ucapan Widya. "Terima kasih, aku akan berhati-hati" ucap Ayunda lalu pamit ingin melaporkan kehadirannya pada kepala HRD.
Ayunda keluar dari ruangan HRD setelah berbincang cukup lama, dia diminta langsung menemui Dariel asisten dari Pak Robert yang kini jadi asisten putranya.
"Pak Dariel" sapa Ayunda saat melihat Dariel berjalan dengan seseorang pria. Dia sedikit menundukkan kepala memberi hormat pada keduanya walau dia tidak tahu siapa pria yang berada disamping Dariel.
"Ayunda... senang bisa melihatmu kembali" Dariel balik menyapa saat tahu yang menyapanya adalah Ayunda.
"Saya diminta kepala HRD untuk langsung menemui bapak" jelas Ayunda maksud kedatangannya.
"Iya saya yang memintanya, silakan tunggu diruangan saya" ucap Dariel mempersilakan Ayunda untuk masuk keruangannya. Sementara Dariel terus mengikuti Nathan yang merupakan pimpinan tertinggi perusahaan Adhipramana Group saat ini.
"Siapa dia?" tanya Nathan setelah masuk keruangan dan langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Dia pegawai terbaik kita" jelas Dariel.
"Mengapa aku tidak pernah melihatnya selama ini?"
"Dia baru masuk hari ini setelah setahun yang lalu dia mengalami kecelakaan dan koma selama satu tahun" jawab Dariel.
Nathan sedikit mengerutkan keningnya "Koma satu tahun? Apa dia masih bisa bekerja dengan baik?" tanya Nathan meragukan kemampuan Ayunda.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti kemampuannya" Dariel tidak berani menjamin kemampuan Ayunda saat ini. Keraguan Nathan mungkin saja bisa terjadi.
Ayunda duduk dimeja kerjanya yang baru, dia berharap kembali keperusahaan dan kembali ke divisinya yang lama, tapi Dariel kini menepatkannya menjadi sekertaris Nathan walau dia menolak sebelumnya.
"Saya mohon Ayunda, kamu mau jadi sekertaris Pak Nathan, hanya kamu yang mampu" pinta Dariel dengan memohon.
Seketika Ayunda terdiam saat memikirkan nama Nathan yang disebutkan Dariel. "Apa lagi ini? mengapa namanya sama seperti..."
"Bagaimana Ayunda? kamu bersediakan?" pertanyaan Dariel menyadarkan Ayunda dari ingatannya saat dia koma.
"Tapi itu bukan keahlian saya pak El" jawab Ayunda, sebisa mungkin dia akan menolak.
"Ayunda saya tidak tahu harus mencari siapa lagi yang akan jadi sekertarisnya kalau kamu tidak bersedia, sudah enam sekertaris yang berhenti dalam waktu delapan bulan" Dariel mengucapkannya dengan putus asa.
"Bagaimana kalau saya sama seperti mereka?" tanya Ayunda, itu kemungkinan yang bisa saja terjadi.
"Kamu coba saja dulu, kalau kamu tidak sanggup baru saya tempatkan kembali ke divisimu yang lama. Bagaimana?" Dariel memberikan penawaran.
Disinilah sekarang dia berakhir, duduk dan mempelajari kembali apa yang harus dikerjakannya. Sekertaris bukanlah bidangnya jadi dia harus banyak belajar, untung saja Dariel banyak membantunya dengan memberikan poin-poin penting tugas sekertaris dan apa saja yang harus dia kerjakan.
"Iya Sa... sebenarnya aku lebih suka bekerja di divisiku yang lama" jawab Ayunda jujur.
"Iya seharusnya kamu disana sesuai pendidikanmu bukan jadi sekertaris bos" Alisa membenarkan jawaban Ayunda.
"Kamu sudah bertemu dengan bos?" tanya Alisa yang mendapat gelengan kepala dari Ayunda.
"Kamu bisa jatuh cinta bila melihatnya, dia sangat tampan" ledek Alisa sambil berbisik. Alisa tidak ingin ada yang mendengarkan ucapannya selain Ayunda. Sangat berbahaya kalau ketahuan bergosip tentang bosnya saat ini, bisa-bisa mereka akan kehilangan pekerjaan.
"Tapi dia sangat cuek dan dingin, banyak karyawan wanita yang mencoba mendekatinya tapi berakhir dengan dipecat atau dipindahkan ke divisi yang lebih rendah" jelas Alisa tetap dengan suara yang pelan.
"Sekarang kamu jadi sekertarisnya, jadi kamu harus hati-hati jangan sampai membuat kesalahan"
"Terima kasih nasehatmu, akan ku ingat" jawab Ayunda dengan nada yang ikut pelan.
"Hei... lihat siapa yang ada disini" ucap Teguh teman yang dulu satu divisi dengan Ayunda. Suaranya yang keras membuat yang lain melihat kearah yang ditunjuknya.
"Ayunda.... ini kamu..... benar-benar kamu Ayunda" sapa Wini tidak percaya melihat kehadiran Ayunda.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak ada diruangan kita" tanya Riska yang juga satu divisi dengan Ayunda.
Semua satu persatu menyalami Ayunda dan mengucap selamat atas kembalinya Ayunda di perusahaan AG.
Dari ruang VIP kantin, dua orang tertinggi perusahaan memperhatikan keheboan para karyawannya yang senang dengan kehadiran Ayunda.
"Sepertinya dia sangat popular di perusahaan ini" ucap Nathan dengan nada tidak senang.
"Tentu saja, semua mengagumi kebaikan dan kepintarannya" jawab Dariel. "Juga kecantikannya" lanjut Dariel yang sebenarnya juga mengagumi kecantikan Ayunda, sayangnya dia sudah memiliki Kevin yang Dariel kenal.
Nathan hanya diam, dia memperhatikan Ayunda "Cantik" gumamnya yang dapat didengar Dariel.
Dariel tersenyum mendengar gumaman Nathan. Selama bersama Nathan belum pernah dia memuji seorang wanita walau satu kalipun, selama ini para wanitalah yang memuji dan menggodanya bahkan ada yang menawarkan diri untuk tidur bersamanya tapi selalu berakhir dengan buruk, tak ada satupun yang bisa membuat Nathan tergoda.
Ayunda dipanggil Nathan untuk menghadapnya, Nathan menyuruhnya masuk setelah mendengar ketukan pintu dari Ayunda.
Ayunda menundukkan kepalanya memberi hormat, dia dapat melihat wajah Nathan dengan jelas saat berhadapan empat mata. "ohh... ini pria yang tadi pagi bersama pak El" batin Ayunda.
Ayunda seketika merasa pernah melihat pria yang ada dihadapannya ini tapi dia lupa dimana. "Maaf pak ada yang bisa saya bantu" tanya Ayunda yang sedikit gugup karena ini kali pertamanya Nathan memanggilnya sebagai sekertaris.
"Bacakan jadwal saya untuk besok" jawab Nathan tanpa memalingkan pandangannya pada Ayunda, matanya yang hitam masuk kedalam wajah Ayunda dia seperti mencari sesuatu.
Ayunda membuka tab perusahaan dan membacakan jadwal Nathan untuk besok dengan perasaan gugup dan jantung berdebar, dia bisa merasakan tatapan Natha yang tajam walau tidak melihatnya.
"Besok kamu ikut dengan saya" ucap Nathan setelah mendengar penjelasan Ayunda.
"Baik pak.... saya permisi" Ayunda tidak dapat menolak apa yang diperintahkan Nathan walau sesungguhnya dia tidak ingin pergi bersama Narhan walaupun itu urusan pekerjaan.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya Nathan saat Ayunda hendak membuka pintu untuk keluar dari ruangan Nathan.
Ayunda kembali berbalik menghadap Nathan "Sepertinya belum pernah pak" jawabnya berbohong.
"Tapi saya seperti pernah melihatmu" Nathan kembali menatap lekat Ayunda.
...*******...
Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏
__ADS_1