
[Ruang PB]
Semua anggota club diberi tugas masing masing. Seperti memberi makan hewan, memandikan hewan, melatih hewan, menjaga hewan dan banyak lagi. Arra dan Levy bertugas memandikan hewan. Mereka berdua sudah terbiasa merawat hewan dirumah, oleh karena itu mudah bagi mereka melakukan tugasnya.
"Levy, ada banyak hewan disini. Mana yang harus kita mandikan dulu? Kita diberi tugas untuk memandikan beberapa hewan disini" ucap Arra.
"Kau kucing aku kelinci" sahut Levy.
"Eh kucing? Bukankah kakak pembimbing bilang tidak ada kucing untuk sementara ini?" tanya Arra.
"Di belakangmu " ucap Levy.
"Meoww.." Arra terkejut mendengar suara kucing dari belakang. Ketika ia menoleh ternyata benar ada seekor kucing kecil di belakang nya. Kucing tersebut sangatlah kotor namun menggemaskan. Arra memutuskan untuk memandikan kucing tersebut.
"Hai sobat kamu bukan dari sini, benar? Bagaimana bisa kamu kesini? Tenanglah aku akan memandikanmu" ujar Arra sambil membersihkan kucing tersebut.
"Byurr" kucing kecil itu melompat ke air dan membuat air itu mengenai Arra hingga basah kuyup.
"Ah tidak! Kucing kecil kenapa kau melakukan ini! Duduk diam diam aku akan membersihkan mu dulu" geram Arra.
Selesai memandikan, Arra mengambil handuk dan mengeringkan bulu kucing tersebut. Kucing kotor dan dekil itu benar benar menggemaskan setelah dimandikan. Bulunya berwarna putih bersih dan mata bulat nya berwarna biru crystal.
"Wah wah lihat siapa yang ada disini?" suara seseorang dari belakang Arra. Arra pun menoleh dan menyadari bahwa dia adalah Seila dan temannya.
"Seila? Mengapa kau disini?!" tanya Arra.
"Aku mau dimana saja itu terserah! Lagipula aku juga anggota disini!" mata Seila dan Arra saling bertukar pandang.
"Lalu bagaimana dengan club voly? Kau kan juga mengikuti nya?" tanya Arra.
"Itu bukan urusanmu! Aku disini hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu! Dengar ini Arra! AKU MENUNGGUMU BERSUJUD MEMOHON KEPADAKU" Seila pergi setelah mengatakan kalimatnya.
"Apa maksudnya? Dia menunggu ku untuk bersujud memohon kepadanya? Apa dia sudah gila? Dia benar benar ingin melawan ku. Aku ingin lihat cara apa yang kau gunakan" gumam Arra.
"Arra apa kau sudah selesai?" tanya Levy dari luar ruangan.
"Ah iya aku sudah selesai. Lihat! Bukan kah kucing kecil ini menggemaskan? Ia jadi bersih karena sudah ku mandikan" ucap Arra sambil mengangkat kucing tersebut.
"Baiklah ayo kita berkumpul disana, lalu tanya kan kepada pembimbing tentang kucing ini!" ujar Levy.
Arra pun mengikuti ucapan Levy, mereka langsung pergi ke ruangan utama dan bertanya kepada kakak pembimbing mengenai kucing yang Arra temukan.
"Permisi kak, tadi diruangan sebelah aku menemukan kucing kecil ini. Kucing ini bukan dari hewan club kan? Lalu apa yang akan kita lakukan terhadap kucing ini?" tanya Arra.
"Hmm? Mungkin ini kucing jalanan yang tersesat. Letakkan saja kucing ini dikandang sana dan beri ia makan!" pinta kak Zhen selaku kakak pembimbing.
__ADS_1
"Baik kak" Arra pun mengikuti perintah kak Zhen.
"Tunggu dulu, mana mungkin kucing jalanan bisa sebersih ini? Mungkin saja kucing ini milik orang lain" ucap kak Zhen.
"Oh ini, tadi karena kucing ini terlalu kotor jadi aku memandikannya. Makanya kucing ini jadi bersih" jelas Arra.
"Kamu suka kucing?" tanya kak Zhen.
"Eh.. Iya.. Bukan hanya suka, kucing adalah hewan favorit ku" balas Arra sambil tersenyum.
"Yah.. Mungkin lebih baik kau rawat saja kucing ini dirumah dan kau pelihara sendiri"
"Ha? Yang benar kak? Sungguh kah? Apa tidak apa jika aku bawa pulang?" tanya Arra dengan girang.
"Tentu, kau kan menyukainya. Bawa pulang saja, tidak apa. Lagipula kucing club kita akan datang senin depan"
"Wah terimakasih kak!" jawab Arra dengan senyum lebarnya.
"Ya, siapa namamu?" tanya kak Zhen.
"Namaku Ze Arrabella, kakak bisa panggil aku Arra"
"Ze Arrabella? Kau putri perusahaan Z.E Xora?"
"Tentu saja, siapa yang tidak tahu mengenai perusahaan keluargamu. Perusahaan yang sangat terkenal pastinya banyak yang mengetahuinya"
"Begitu rupanya"
"Oh ya Arra, kenapa bajumu basah?"
"Ah ini, tadi terkena cipratan air saat memandikan kucing kecil ini"
"Kau bisa masuk angin jika seperti ini, pakai jaz ku saja" Zhen hendak memakai kan jaz nya ke Arra, namun Arra mengelak nya.
"Tidak perlu kak, aku tidak apa apa. Lagipula aku sudah terbiasa seperti ini" balas Arra sambil tersenyum.
"Baiklah.."
Cukup lama sekali Arra dan kak Zhen berbincang. Hingga tak terasa waktu club sudah hampir berakhir. Zhen Dicky selaku kakak pembimbing pun memberi kan perintah kepada semua anggota club untuk berkemas kemas dan segera pulang mengingat waktu semakin sore.
Arra dan Levy pun segera berbenah dan bergegas pulang. Waktu semakin gelap dan belum terlihat mobil jemputan Arra datang. Levy pergi duluan karena ada suatu urusan dan Arra menunggu sendirian didepan gerbang. Hampir lama Arra menunggu namun belum juga datang.
"Jika rumah dekat dari sekolah, aku akan berjalan kaki sekarang. Namun rumahku terlalu jauh untuk berjalan kaki dari sini.." gumam Arra.
"Eh? Arra? Kenapa masih disini?" suara seseorang dari belakang Arra.
__ADS_1
"Ben? Itu aku belum dijemput.."
"Kau pasti sudah menunggu lama disini. Bagaimana jika kau ikut pulang bersamaku. Lagipula aku satu arah denganmu"
"Benarkah? Tapi.. Apakah tidak merepotkan mu Ben?"
"Tentu saja tidak, bagaimana mungkin kamu merepotkan ku. Ayo kita masuk mobil!" Ben menggandeng tangan Arra dan masuk ke mobil jemputan Ben.
Sepanjang perjalanan, Arra benar benar canggung karena duduk berdua dengan Ben. Ini adalah pertama kalinya ia duduk berdua dengan seorang laki laki, apalagi itu adalah Ben. Ben juga bertanya tanya mengenai kegiatan Arra selama di club tadi namun, Arra masih saja canggung dan ia sedikit gugup jika mengobrol berdua dengan Ben.
"Apa tidak masalah membawa hewan club ke rumah?" tanya Ben yang melihat Arra menggendong seekor kucing.
"Oh ini bukan hewan club, kucing ini tersesat lalu kak Zhen memperbolehkan ku untuk membawa nya pulang" jelas Arra.
"Kak Zhen?"
"Ya, dia adalah kakak pembimbing di club PB"
Suasana kembali canggung, Arra benar benar bingung harus bagaimana lagi.
"Sudah sampai, terimakasih sudah mengantar ku selamat sampai rumah Ben. Sampai jumpa besok" Arra melambai kepada Ben lalu masuk kedalam rumah.
"Tentu" mobil Ben bergerak kembali dan pulang.
"Nona Ze, saya benar benar minta maaf karena lupa menjemput anda kembali. Maafkan keteledoran saya nona" ucap sang sopir yang melihat Arra membuka gerbang.
"Ah iya tidak masalah, aku tadi juga diantar oleh temanku" balas Arra sambil tersenyum.
"Baiklah nona, saya berjanji tidak akan mengulang kejadian ini lagi. Anda juga bisa menghubungi telepon rumah jika saya belum menjemput anda"
"Itu.. Mama tidak mengizinkan aku untuk membawa handphone ke sekolah. Nanti aku kasih jadwal kapan aku pulang telat saja"
"Baik nona"
Arra pun masuk kedalam rumah dan melihat kakek, nenek dan Aria sedang berada di ruang tamu.
"Arra, kenapa pulang telat? Lalu kenapa membawa seekor kucing?" tanya nenek.
"Iya nek, tadi Arra ada jadwal club sore jadi pulangnya agak terlambat. Kucing ini Arra temukan di club dan disuruh untuk membawanya pulang"
"Kamu pasti lelah, kembali lah ke kamar dan beristirahat"
"Baik nek" Arra langsung beranjak pergi ke kamarnya.
"Haih.. Ternyata kegiatan club sedikit melelahkan juga. Tapi senang bisa bertemu banyak teman di sekolah. Lebih baik segera mandi lalu istirahat sebentar" benak Arra.
__ADS_1