Lentera Cinta

Lentera Cinta
EPISODE 6 Hari Kedua Sekolah


__ADS_3

Pukul 8 malam, Arra sedang mempersiapkan buku buku yang akan ia bawa ke sekolah besok dan mulai membuka buka buku yang tadi ia pinjam di perpustakaan. Padahal pembelajaran di sekolah belum dimulai tapi Arra sudah mempersiapkan segala nya. Bagi Arra, tidak ada hal yang boleh terlupakan terutama belajar. Waktu senggang ia gunakan untuk belajar, liburan panjang ia gunakan untuk belajar, istirahat di rumah ia gunakan untuk belajar. Betapa pentingnya belajar dalam hidup Arra.


Setelah selesai belajar, Arra membuka Handphone nya untuk mengecek apakah ada informasi lagi di sekolah. Mengenai informasi di sekolah, Arra tidak boleh sampai terlewatkan.


Tring.. Tring.. Tring.. Notifikasi Handphone Arra berbunyi. Arra segera membukanya, siapa tahu ada informasi penting.


"Apaaaa???" Arra terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia mengira notifikasi dari grup tapi ternyata..


"Bennn??? Dari mana dia tahu nomer kuuu???" Huh kurang ajar dia ini! Mau apa lagi sih!!" teriak Arra.


10 pesan yang belum terbaca


"Ze"


"Ze?"


"Hey Ze"


"Ini nomer ku, Ben"


"Kenapa belum menjawab?"


"Ze?"


"Bagaimana kabar mu akhir akhir ini?"


"Zee..."


"Apa kau baik baik saja?"


"Hallo? Zee??"


10 Panggilan tidak terjawab!


"Dia sudah gilaaa!!! Sebenarnya apa sih yang dia mauuu!!!" teriak Arra lagi.


Ben mengejar ngejar Arra terus menerus. Sepertinya Ben sudah mengenal Arra dari kecil. Tapi Arra merasa dirinya tidak pernah bertemu dengan Ben. Namun Ben masih saja keras kepala mengejar Arra.

__ADS_1


"Kau masih saja mengganggu ku! Apa mau mu!" Arra membalas pesan Ben dengan kesal.


"Syukurlah kamu sudah membalas pesan ku. Aku kira kamu kenapa kenapa Ze. Apakah kamu baik baik saja?" balas Ben.


"Tidak ada hubungannya denganmu! Berhentilah mengganggu ku Ben!" geram Arra.


"Ayolah Ze.. Aku yakin kamu mengingat ku. Tolong jangan seperti itu lagi." Arra semakin kesal dengan balasan Ben.


Tanpa peduli lagi, Arra mematikan ponsel nya dan kembali belajar. Tapi tetap saja Arra tidak fokus belajar karena Ben. Lagi lagi Arra mengomel sendiri dikamar nya.


*******


Malam berganti pagi. Matahari masih malu malu untuk menampakkan sinarnya. Beberapa udara masuk melewati celah celah jendela. Cuaca hari ini tidak begitu buruk untuk keluar. Dalam kamar, Arra sedang bersiap siap untuk berangkat sekolah.


Rambut panjang nya ia biarkan terurai. Ia juga menambahkan pita di rambut sebelah kanan nya. Pita warna merah merupakan benda kesukaannya dari dulu. Wajar saja jika perempuan menyukai pita di rambutnya, itu akan membuat nya lebih terlihat cantik.


"Oke siap, sekarang ayo kita berangkat Arra!" Arra berbicara kepada dirinya sendiri. Ia pun segera keluar dari kamar untuk segera sarapan dan berangkat.


"Hari ini Papa tidak bisa mengantar mu sekolah Arra. Jadi hanya supir pribadi mu saja yang mengantar mu ke sekolah" ucap Papa Arra yang sedang makan.


"Baik Pa" Arra pun segera duduk untuk sarapan.


Ze Arrabella adalah putri pertamanya yang memiliki kecerdasan. Sedangkan Ze Ariabella adalah putri keduanya yang ahli dalam bidang bela diri. Dari kecil Arra hidup dalam lingkungan yang harmonis. Orang tuanya membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang, itulah yang menyebabkan Arra giat dalam belajar untuk membahagiakan orang tuanya.


Berbeda dengan Aria yang sedari kecil hidup tanpa orang tuanya. Papa dan Mama nya mengurus Arra di Indonesia, sementara Aria hanya diurus oleh Kakek dan Neneknya. Karena terpisah dengan orang tuanya, Aria selalu merasa iri dengan teman temannya yang bisa berkumpul bersama orang tuanya. Karena hal itu, Aria selalu termenung dan sedih terus menerus ketika memikirkan orang tuanya. Sejak berusia 4 tahun, Kakek Aria mengajarkan ilmu bela diri kepada Aria supaya ia mampu menjaga dirinya sendiri. Hingga saat ini Aria tumbuh menjadi gadis yang tangguh namun dingin.


****


Sampai di pintu gerbang sekolah. Arra pun turun dari mobil nya, ia melihat Reiva sudah menunggu dirinya di gerbang masuk sekolah. Tanpa menunggu lama, Arra pun buru buru mendekat ke arah Reiva namun..


"Bruk.." tanpa sengaja Arra menabrak seseorang didepannya.


"Ah maaf... Aku tadi tidak se... Hah?" alangkah terkejut nya Arra, orang yang ia tabrak ternyata Ben.


"Oh.. pagi Ze? Apa kau baik baik saja?" tanya Ben dengan lembut.


"Mm.. Maaf, aku harus pergi dulu" Arra langsung beranjak pergi meninggalkan Ben.

__ADS_1


"Tunggu Ze.." Ben menarik tangan Arra dan membuat Arra jatuh dalam pelukan Ben.


"Apa yang sedang kau lakukan!!! Jangan sembarangan memeluk ku seperti ini!!" karena sangat kesal, Arra mendorong Ben dan langsung pergi dengan marah.


"Ze.. Maaf.. Aku tidak bermaksud begitu.." Ben berteriak kepada Arra. Namun karena Arra terlalu jauh, Arra tidak mendengarnya.


Arra pergi meninggalkan Ben dengan perasaan campur aduk. Hari pertama sekolah yang ia kira akan indah dan baik baik saja kini malah menjadi memalukan dan menyebalkan.


"Arra tunggu.." Reiva beteriak sambil berlari menuju Arra.


"Eh Reiva? Maaf tadi aku meninggalkanmu sendirian" ucap Arra karena merasa bersalah.


"Tidak masalah.. Tapi tadi pertunjukan yang menarik loh hahaha..." Reiva tertawa seraya mengejek Arra.


"Reivaaa!!" Arra masih saja kesal dengan apa yang Ben lakukan padanya.


"Hahaa.. Jadi? Apakah kalian berpacaran?" lagi lagi Reiva menggoda Arra. Muka Arra menjadi memerah ketika Reiva mengatakan hal itu.


"Apa?? Tentu saja tidak! Sudah berapa kali aku bilang kalu aku sama sekali tidak mengenalnya! Bagaimana mungkin aku dan dia berpacaran".


"Tapi Ra, menurut ku kau dan Ben memiliki hubungan dekat waktu kecil. Lihat saja bagaimana usaha Ben mengejar dirimu. Lebih baik kamu tanyakan baik baik apa maksut dia sebenarnya. Siapa tahu dia memang teman kecil mu dan ingin mempererat hubungan pertemanan mu."


"Teman masa kecil ya? Mm.. Aku juga pernah bermimpi bertemu seorang laki laki yang mengatakan bahwa ia akan menemuiku dan membawaku ketempat yang aku inginkan.. Apakah mungkin yang ada dalam mimpi ku itu Ben?.." Arra tenggelam dalam pikirannya.


"Arra? Hey Arra? Apa kamu mendengar ku? Kenapa melamun? Ze Arrabellaaaa!!!" sontak Arra kaget mendengar Reiva memanggil dirinya berkali kali.


"Arra! Kamu kenapa sih? Aku memanggil mu seribu kali loh! Apa yang kamu pikirkan?"


"Ah iya maaf Rei.."


"Kamu sedang memikirkan Ben ya.. Hehee jadi perkataan ku benar kalau kamu dan Ben..."


"Reiva! Apa yang kamu katakan! Itu tidak benar! Ayo kita kembali ke kelas!!" Arra pergi mendahului Reiva.


"Arra tunggu..."


Sepertinya Arra mengingat sesuatu, apakah mungkin Ben itu teman masa kecil nya? Ataukah mungkin Ben salah mengenali orang? Tapi kenapa Ben berusaha mendekati Arra? Apa yang akan Arra lakukan setelah itu?

__ADS_1


Arra bukanlah seseorang yang mudah lupa akan sesuatu. Namun mengenai informasi masa kecil nya, Arra sama sekali sulit mengingat nya. Beberapa potongan memori memori masa kecil Arra ia ingat, namun tidak sepenuhnya Arra mengingat nya dengan jelas.


__ADS_2