
Hari ini hari dimana Nathan akan mengucapkan ijab kobulnya, menjadikan Ayunda sah untuk mendampinginya sebagai istri. Acara akad nikah berjalan lancar dan sempurnah. Senyum bahagia terpancar dari keduanya, mereka sah sebagai suami istri. Mata mereka tertaut seakan ingin menyelami hati pasangan masing-masing bahwa mereka sudah disatukan dalam ikatan pernikahan.
Pesta pernikahan yang dihadiri ribuan tamu juga berjalan lancar, para kolega, rekan bisnis, sahabat keluarga dan kenalan mereka hampir semuanya menghadiri pesta pernikahan mereka yang cukup meriah. Tidak ketinggalan juga para karyawan Adhipramana Group, semua hadir dan ikut berbahagia, walau banyak dari mereka yang patah hati ataupun begosip tentang kedua mempelai yang sedang berbahagia. Khususnya Ayunda yang jadi bahan pembicaraan mereka, dari yang mengagumi sampai yang menghujat.
Apapun itu, tidak merubah kebahagian keduanya, Nathan dan Ayunda terus tersenyum pada tamu undangan yang mengucapkan selamat. Senyum bahagia juga terlihat diwajah Mama Mira, kengannya kembali saat Papa Richard menceritakan Nathan yang datang meminta Ayunda.
"Papa mengapa sangat yakin kalau Rara dan Nathan berjodoh, sehingga tanpa memikirkannya langsung menerima permintaan Nathan" tanya Mama Mira pada suaminya.
Papa Richard terkekeh "Papa menyukai Nathan, dia sangat berani menemui Papa langsung. Dia juga sangat serius dan benar-benar memyayangi putri kita. Tidak salahnya menerima permintaanya, walau jodoh diatur yang diatas. Tapi kalau boleh meminta, Papa ingin Nathan yang menjadi menantu kita Ma" jelas Papa Richard.
"Pa, permintaanmu untuk menjadikan Nathan menantumu dikabulkan yang diatas, Mama harap Papa bisa istirahat dengan tenang. Ayunda sudah mendapatkan penjaganya, yang menyayanginya lebih dari Papa" batin Mama Mira sambil melihat foto Papa Richard yang tersenyum merangkul Ayunda dan Nathan, foto edithan seakan-akan Papa Richard ikut berfoto langsung berdua anak dan menantunya.
Tidak jauh dengan Mama Mira, Pak Robert juga berbicara dalam hatinya mengingat pembicaraanya dengan Papa Richard.
"Jadi, kamu yakin akan bebesan denganku Rich?" tanya Pak Robert.
"Hem, tentu saja. Bagaimana aku bisa menolak anak belasan tahun yang datang meminta langsung dan berjanji menjaga putriku" jawab Papa Richard.
"Aku pikir kamu akan menolak keinginan Nathan, dia masih sangat muda, bahkan belum waktunya bicara pernikahan" Pak Robert tidak habis pikir dengan Nathan.
"Bukankah kalau mereka bersatu, kita benar-benar akan jadi keluarga, memiliki cucu yang sama" kekeh Papa Richard.
"Sekarang kita jadi satu keluarga Rich, anak-anak kita akhirnya bersama, walau banyak halangan dan rintangan sebelum mereka sampai di posisi ini. Kamu bisa istirahat dengan damai sekarang Rich. Putrimu pasti akan bahagia dengan berada disisi putraku"
Pesta sudah selesai, para tamu sudah kembali kerumah mereka masing-masing. Kedua mempelaipun sudah kembali ke kamar president suit hotel galaxy yang ballroom hotelnya mereka pakai untuk pesta. Terlihat hanya pelayan yang tersisa membersihkan kekacauan setelah pesta usai.
__ADS_1
Ayunda sudah membersihkan diri, dia duduk dihadapan cermin menatap wajahnya dicermin "Papa, Rara menikah dengan laki-laki yang Papa restui sejak dulu, Rara ingin Papa sekarang bahagia dan tenang disana" batinnya.
Nathan baru saja keluar dari kamar mandi, langsung menghampiri Ayunda. "I love you" bisiknya ditelinga Ayunda, membuat istrinya merinding, merasakan sesuatu yang berbeda.
"Terima kasih, sudah mau memilih Mas jadi suamimu" Nathan memeluk Ayunda dari belakang. Mata mereka bertemu dari pantulan cermin. Ayunda tersenyum membuat Nathan memberikan pipi Ayunda ciuman bertebi-tubi.
Nathan berdiri dan dengan cepat tubuh Ayunda sudah melayang diudara, dibawa Nathan ketempat tidur king size. Nathan meletakkan Ayunda dengan berlahan.
"Sudah berapakali Mas bilang, kalau senyumu membuat Mas tidak bisa bertahan untuk tidak menciummu" ucap Nathan yang lagsung ******* dengan lembut, bibir tipis istrinya yang sudah jadi candunya.
Nathan melepaskan ciumannya dan berbaring disisi Ayunda. "Seperti mimpi bisa berada disuasana seperti ini, bisa berbaring disisi gadis kecil kakak baik" Nathan menatap Ayunda.
"Mas, Rara boleh tanya?"
"Mau tanya apa?" jawab Nathan.
"Waktu itu Mas kesal, tiba-tiba Papa Richard bawa Rara pergi jauh, tapi Mas tidak bisa marah dan tidak punya hak. Karena itu saat tahu Papa Richard ada di Jakarta, Mas minta Papa Robert mengajak Mas kalau akan bertemu Papa Richard. Keinginan untuk selalu bisa memiliki Rara membuat Mas mengatakan keinginan Mas pada Papa Richard" kenang Nathan, masa-masa dia berjauhan dengan Ayunda.
"Lalu, saat pertemuan di Mall?" tanya Ayunda lagi.
"Kalau itu, Mas merasa sesuatu yang berbeda, jatung Mas berdetak kencang dan rasanya.... sulit untuk dijelaskan" jawab Nathan jujur.
"Jadi?" tanya Ayunda.
"Maksudnya?" Nathan tidak mengerti pertanyaan Ayunda.
__ADS_1
"Maksudnya, Mas itu suka dan cinta sama Rara waktu kecil apa waktu di mall?"
"Dua-duanya" jawab Nathan. "Mas suka sama Rara waktu masih kecil, dan cinta saat kembali bertemu di mall" lanjut Nathan.
"Sekarang gantian, Mas yang tanya" pinta Nathan sambil mengigit sayang hidung Ayunda.
"Mengapa Rara memilih Mas dari pada Kevin dan Erick?"
"Kak kevin memang pacar pertama Rara, tapi bukan cinta pertama bagi Rara. Dokter Erick, Rara suka saat dia menunjukkan perhatiannya saat Papa tiada, tapi Rara tidak suka sikap pengecutnya, yang hanya mengagumi Rara diam-diam. Kalau Mas" Ayunda menatap Nathan.
"Mas Nathan cinta pertama Rara dan pria yang berani meminta Rara langsung pada Papa, berjanji pada Papa menjaga dan selalu membahagiakan Rara. Dan Rara percaya dengan janji Mas Nathan.pada Papa" jelas Ayunda.
Nathan mengecup lembut bibir Ayunda setelah mendengar jawaban istrinya, tentu saja dia bahagia menjadi pemenang dan pemilik hati Ayunda. "Jadi, apa Mas bisa melakukannya sekarang?" tanya Nathan menggoda, Ayunda mengangguk pelan, wajahnya merona merah membuat Nathan semakin gemas dan tanpa menunggu waktu lama dia ******* dengan lembut bibir Ayunda, menyalurkan rasa cinta dan sayangnya. Ciuman itu semakin lama semakin dalam, dan keduanya sudah berada dalam gairah cinta, menikmati malam pertama mereka melakukan penyatuan menikmati surga dunia.
Nathan mengecup lembut pucuk kepala Ayunda yang kini sudah terlelap dalam pelukannya.
"Terima kasih sayang, untuk cinta dan segalanya. Mulai hari ini Mas akan memenuhi janji Mas pada Papa Richard. Karena kamulah lentera cinta yang Mas tunggu, Ayunda Tiara" ucap Nathan, lalu ikut terpejam, tersenyum bahagia.
...*******...
Lentera Cinta author akhiri ceritanya sampai disini. Mohon maaf bila ceritanya kurang menarik atau banyak kesalahan yang dilakukan author.
Tidak lupa, terima kasih author ucapkan buat pembaca setia yang terus mengikuti cerita Lentera Cinta dengan dukungan Like dan komentnya.
Khusus untuk Riri Ernita terimakasih selalu memberi like dan dukungan buat author, yang menjadikan author terus semangat berkarya.
__ADS_1
Sampai bertemu di karya Author selanjutnya. 🙏🙏🙏🙏