
"Erick, kurasa kita tidak perlu melanjutkan pertunangan kita lagi"
"Ayahku sebentar lagi akan dimasukkan penjara oleh Kakek Sami, jadi tidak ada lagi penghalang untuk kita tidak melanjutkan pertunangan kita" jelas Feby saat mereka sudah duduk di taman halaman depan rumah Kevin.
Erick cukup terkejut saat Feby meminta itu, dia masuk kekamar Ayunda ingin bertemu dengan Ayunda tapi dia tidak menyangka disana ada Feby dan ingin bicara dengannya.
"Kenapa? apa karena kamu tidak mencintaiku? tanya Erick.
"Kau mencintai Ayunda sebagai wanita bukan sebagai adik, bukan begitu?" Feby balik bertanya.
"Apa terlihat seperti itu?" Erick memandang Feby.
Feby balik memandang Erick, dia tersenyum tapi hatinya merasakan sakit. "Kalian memang tidak menunjukkannya, tapi aku bisa mengetahuinya" ingatannya kembali saat melihat kemesraan keduanya yang diabadikan lewat foto yang ada di handphone Erick.
"Erick... bagaimana bisa aku merebut orang yang dicintai adikku"
"Kalian saling mencintai, kembalilah padanya"
Erick binggung dengan keinginan Feby, satu sisi dia sangat ingin bersama Ayunda tapi disisi lain dia menyadari kalau Ayunda sudah di jodohkan. "Ayunda sudah punya calon suami"
"Baru calon belum menikah, dia dijodohkan, aku rasa dia terpaksa, kamu masih punya kesempatan untuk membatalkannya"
Ayunda berbaring di tempat tidur tapi tidak dapat memejamkan matanya, dia masih memikirkan ucapan Kevin tentang Erick dan Nathan.
"Kenapa kau belum tidur?" tanya Feby saat masuk kamar.
Ayunda melihat Feby yang berjalan mendekat "Kalian sudah berbicaranya? Dimana Kak Erick?"
"Aku disini" Erick berdiri didepan pintu lalu berjalan mendekati Ayunda. Ayunda bagun dari berbaringnya lalu duduk bersandar di sandaran tempat tidur "Kakak pulang, sampai jumpa besok" ucap Erick sambil mengecup pucuk kepala Ayunda dan meremas tangannya.
"Hemm"
Erick pergi meninggalkan keduanya dikamar. "Ayunda..." panggil Feby lalu duduk menghadap Ayunda.
__ADS_1
"Aku memutuskan pertunanganku dengan Erick" lanjut Feby membuat Ayunda terkejut.
"Bukankah kita sudah membicarakannya? lalu mengapa?" tanya Ayunda yang tidak mengerti keinginan Feby.
"Aku tidak mencintainya" jawab Feby lalu berjalan ke kamar mandi sedangkan Ayunda hanya bisa diam mendengar ucapan Feby.
Bagi Ayunda tidak ada yang bisa merubah keadaan, walau Feby memutuskan pertunangannya dengan Erick. Dia sudah terikat karena sudah menerima lamaran Nathan, Ayunda juga tidak ingin mengecewakan Kevin yang sangat yakin Nathan bisa menjaganya.
Keesokan harinya semua sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan, Tuan Sami di kursi tengah sedangkan Ibu Tere dan Feby disisi kirinya lalu Ayunda dan Kevin disisi kanannya. Mereka menikmati sarapan sambil berbincang ringan.
"Bagaimana pertunanganmu dengan Erick?" pertanyaan Tuam Sami yang ditujukan pada Feby membuatnya tersedak, tidak menyangka kalau Tuan Sami akan menanyakannya.
Ibu Tere segera memberikan air untuk diminum "Semua baik-baik saja" jawab ibu Tere mewakili Feby untuk menjawabnya.
"Aku memutuskan tunangan dengan Erick" jelas Feby membuat Ibu Tere terkejut.
Tuan Sami kembali ingin berbicara namun belum sempat dia membuka mulutnya seseorang berteriak memanggil Ibu Tere dan Feby dipintu depan. Kevin dan Ayunda diminta segera pergi oleh Tuan Sami, tapi mereka terlambat. Tuan Yuda sudah melihat mereka terlebih dahulu "Mau kemana kalian?" teriaknya.
Laki-laki jahat itu semalaman bersembunyi dari kejaran polisi, dia berhasil meloloskan diri saat penangkapan oleh pihak yang berwajib. Dia memutuskan untuk pergi kekediaman Richad yang kini ditempati Kevin setelah tahu istri dan anaknya berada disana.
"Sepertinya kau benar-benar melindungi adikmu, bagaimana dengan kakakmu? apa kau bisa melindungi anak yang tidak berguna ini?" Tuan Yuda menarik Feby dari tempat duduknya.
"Ayah..." panggil Feby sambil menahan sakit di tangannya yang di pegang erat oleh Tuan Yuda.
"Diam, kalau kau masih mau hidup" bentak Tuan Yuda pada Feby
Ayunda memucat saat melihat peringai Tuan Yuda yang kasar, namun dia tetap brusaha untuk tenang. Sedangka Kevin menggenggam erat tangan adiknya dan mengepalkan tangan satunya menahan marah karena perlakuan Tuan Yuda pada kakaknya.
Ibu Tere mendekati suaminya, mencoba membujuknya untuk tidak menyakiti Feby. "Lepaskan Feby, jangan sakiti dia" pintanya.
"Istri tidak berguna, kau tahu aku akan dikepung polisi karena itu kau pergi dari rumah" Tuan Yuda menampar Ibu Tere.
Melihat itu Kevin datang? menghampiri Tuan Yuda dan meninju mukanya, dia tidak bisa menahan saat ibunya disakiti. Kevin yang terbiasa dilatih ilmu beladiri sejak kecil memiliki kekuatan yang sangat baik.
__ADS_1
Tuan Yuda ingin membalas tapi bisa ditepis dengan mudah oleh Kevin, akibatnya dia hanya memukul angin. Tuan Sami hanya diam tidak bergerak sedikitpun, bukan karena tidak ingin melawan atau takut tapi dia diam-diam melakukan kontak mata dengan pelayan untuk menhubungi Jony dan polisi.
Tuan Yuda belum puas dengan kekesalannya pada Kevin, dia akan meninju Kevin tepat dibagian yang tertembak. Ayunda melihat arah pukulan Tuan Yuda langsung berlari dan menyerang tangan Tuan Yuda dengan tendangannya. Ayunda juga memiliki kemampuan ilmu bela diri karena itu gerakannya bisa cepat dan ringan.
Tuan Yuda menarik Ibu Tere dan menodongkan senjata api dikepalanya, melihat itu Feby berteriak "Ayah... jangan sakiti ibu lagi" ucapnya sambil terisak.
Diluar polisi sudah bersiap, mereka mengendap endap tanpa suara. Kevin menyadari kehadiran mereka namun kekhawatirannya belum bisa hilang, saat ini nyawa ibunya dalam pertaruhan.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Kevin berusaha mengulur waktu.
"Semua harta milik ayahmu. Berikan itu dan aku akan melepaskan ibumu" jawabnya.
"Kau ingin harta ayahku? Tidak akan kuberikan. Untuk apa aku menukar semua harta dengan nyawa orang yang meninggalkanku sejak kecil" Kevin seolah-olah tidak tertarik.
"Kau dengar Tere, anakmu lebih menyayangi harta ayahnya daripada kau ibunya" Tuan Yuda mengucapkannya sambil tersenyumm.
"Kau tidak berguna jadi sandraku" Tuan Yuda menarik arahan senjata apinya dari kepala Ibu Tere lalu mengarahkannya pada Ayunda.
Ayunda dan Kevin cukup tenang menghadapi situasi saat ini, mereka mencoba mencari kesempatan untuk menjatuhkan senjata api milik Tuan Yuda.
"Aku akan menembaknya" ucap Tuan yuda.
"Aku berterimakasih kalau kau melakukan itu tuan, kau pembunuhnya dan aku yang akan mendapatkan hartanya" Kevin tertawa senang dia menunjukkan sisi jahatnya.
"Haha... haha.... haha..." Tuan Yuda tertawa. "Aku tidak menyangka kalau kau ternyata sama seperti ku, bagaimana kalau aku menembakmu satu kali lagi" ucapnya sambil terus tertawa.
Tuan Yuda menghentikan tawanya saat salah satu polisi mendekat dan menodongkan senjata api miliknya di kepala Tuan Yuda.
"Lepaskan senjatamu" ucap polisi tersebut.
Tuan Yuda berusaha pelan-pelan menurunkan senjata apinya yang megarah ke Ayunda dan Kevin yang berdiri bersebelahan.
Dor... dor... Tuan Yuda kembali menaikan senjatanya dan melepaskan tembakan sebanyak dua kali.
__ADS_1
...*******...
Terima kasih sudah mampir di karya author tinggalkan jejak kalian dengan like dan komen. 🙏🙏🙏🙏🙏